
Hari sudah malam,sesuai dengan ucapan Arya yang ingin menjelaskan semua nya pada ku,malam ini aku pamit pada abi dan umi untuk pergi ke kafe dan mereka mengizinkan ku untuk pergi ke kafe.
Saat ini aku sudah tiba di kafe,aku melangkah kan kaki ku memasuki kafe yang sudah lama tak aku kunjungi ini.
"Assalamu'alaikum." Ujar ku saat memasuki kafe.
"Wa'alaikumussalam,Masyaallah teh Vidya,apa kabar teh? Udah lama teteh gk mampir ke kafe." Aku terkekeh mendengar ucapan Dadang yang terlihat sangat senang dengan kedatangan ku.
"Alhamdulillah saya baik dang,kamu sendiri apa kabar dang?"
"Alhamdulillah Dadang juga baik teh,ayo silahkan duduk teh,mau Dadang bikinin minum apa?" Tanya Dadang yang sangat ramah seperti biasa nya.
"Vidya? Ya Allah Vidya!" Aku kaget ketika Anita tiba-tiba langsung memeluk ku dengan erat.
"Cie kangen ya sama Vidya? Hehe." Anita tersenyum mendengar ucapan ku,aku pun membalas senyumannya.
"Nggak tuh." Aku tertawa mendengar ucapan Anita,Anita ini gengsi nya lumayan tinggi jadi ya sudah ku maklumi.
"Nggak kangen teh, tapi rindu dia tuh." Cibir Dadang,Anita mendengus mendelikan mata nya pada Dadang.
"Aih kalian ini masih aja ribut terus." Ujar ku tak menyangka ternyata mereka berdua masih sama seperti dulu tak berubah.
"Vidya,ada yang nyariin kamu,tuh orang nya dari tadi nanyain kamu mulu." Aku mengikuti arah telunjuk Anita,di sana aku melihat Arya sedang serius memainkan gawai nya.
"Ah iya,aku udah ada janji hehe,aku ke sana dulu ya,semangat bekerja kalian!"
Aku segera melangkahkan kaki ku ke arah Arya,ternyata dugaan ku Arya datang sendiri itu salah ada seseorang bersama nya.
"Assalamu'alaikum,maaf menunggu lama." Ujar ku,Arya tak mengubris namun seseorang di samping nya tersenyum begitu lebar pada ku,aku membalas senyumannya entah mengapa wanita yang sudah memasuki lanjut usia itu terlihat tak asing bagi ku.
"Wa'alaikumussalam,akhir nya kamu datang juga."
"Iya nek." Jawab ku seraya membalas senyumannya,tak lupa aku menyalimi tangan beliau.
"Kenalin ini oma gue." Ucap Arya yang tiba tiba angkat bicara memperkenalkan nenek itu yang ternyata adalah oma nya.
"Ah iya,halo oma nama saya Vidya." Ujar ku memperkenalkan diri,oma Arya membalas uluran tangan ku,oma nya terlihat sangat ramah sekali sangat berbanding terbalik dengan cucu nya.
__ADS_1
"Iya oma sudah tau,kita kan pernah bertemu sebelum nya,kamu tidak ingat nak?"
Bertemu sebelum nya? Benarkah? Pantas saja wajah oma nya Arya ini seperti tak asing bagi ku.
"Lo pernah nolongin oma gue yang hampir kecelakaan." Aku mencoba mengingat nya,namun tetap saja aku tak ingat.
"Iya kamu bahkan rela ngorbanin nyawa kamu demi nyelamatin oma,oma sangat berterimakasih sama kamu nak." Aku semakin tak mengerti,kenapa aku tidak bisa mengingatnya?
"Ah iya oma,entah lah tapi maaf Vidya gk inget sama sekali tentang kejadian itu oma." Ujar ku pada oma Arya,oma pun menganggukkan kepala nya ia mengenggam tangan ku dengan tangan kanan nya sedangkan tangan kiri nya mengenggam tangan Arya.
"Oma sangat berharap kamu bisa menjadi bagian dari keluarga kami nak,seperti janji oma pada mu saat itu." Aku hanya terdiam menatap oma yang mata nya sudah mengeluarkan air mata.
"Entah kalau Allah tidak mengirimkan mu saat itu,oma tidak tau mungkin saat ini oma sudah tidak ada lagi di-"
"Oma jangan bicara seperti itu." Tegur Arya,Arya mengulurkan tangannya menghapus air mata oma nya dengan lembut,ia memeluk oma nya,pemandangan ini membuat hati ku terenyuh.
"Terimakasih sudah mau menerima lamaran Arya,oma sangat senang saat Arya mengabulkan permintaan oma untuk melamar mu."
Jadi Arya melamarku karna permintaan oma nya? Pantas saja dia mau menuruti nya karna sedaritadi aku lihat Arya begitu menyayangi oma nya.
"Oma sangat senang,semoga Arya menjaga mu dengan baik ya nak." Setelah mengatakan itu oma Arya memeluk ku,aku membalas pelukannya yang begitu hangat.
"Kamu anak yang baik,oma berharap kamu dan Arya bisa selalu bahagia." Aku mengamini ucapan oma Arya tersebut,oma pun pamit pada ku sebelum akhir nya ia dan Arya beranjak pulang.
"Ciee yang baru aja ketemu sama calon suami." Aku menundukkan kepala ku ketika Anita datang mengoda ku.
"Apaan sih,udah ah aku mau pulang dulu,Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam,hati-hati calon manten haha." Aku tak mengubris ucapan Anita,aku langsung naik ke taksi untuk pulang ke rumah,aku butuh istirahat saat ini.
[]
Hari-hari sudah berlalu,dan hari menjelang pernikahan ku sudah sangat dekat,tinggal menghitung jam,status ku pun akan berubah. Pernikahan adalah hal yang paling di idam-idamkan oleh setiap pemuda dan pemudi di dunia ini,menikah bagi ku adalah ibadah,ibadah terlama yang akan aku jalani seumur hidup ku. Aku tak pernah menyangka seorang pria yang sering membuat ku kesal itu akan menjadi suami ku,aku sudah mencoba untuk berdamai dan menerima semua perlakuan nya pada ku,karna kelak dia adalah Imam ku,dan ladang pahala untuk ku.
Tok...tok..tok
"Masuk saja,gk di kunci kok pintu nya."
__ADS_1
Pintu pun terbuka seorang pria dan seorang anak perempuan berusia 5 tahun menyembulkan kepala nya,dua orang yang begitu berarti dalam hidup ku.
"Assalamu'alaikum dek."
"Assalamu'alaikum onty!" Aku tersenyum senang menyambut mereka berdua.
"Wa'alaiakumussalam,silahkan masuk kak."
Anak perempuan itu segera menghampiri ku dan duduk di atas pangkuan ku.
"Kakak gk nyangka kamu sudah sebesar ini,kaya nya baru kemarin kamu ngerengek sama kakak minta permen." Aku tersenyum mendengar ucapan pria ini yang merupakan kakak kandung ku,nama nya kak Amar,kak Amar baru saja pulang dari Mesir untuk menghadiri pernikahan ku.
"Semoga kamu selalu bahagia,semoga suami mu selalu melindungi dan menjaga mu sama seperti kakak dan abi yang selalu menyayangi dan menjaga mu."
"Kakak...." aku meneteskan air mata mendengar perkataan kakak,aku segera berhambur ke dalam pelukan kakak ku
"Sudah jangan menangis,besok mata mu nanti kaya panda lagi." Aku tertawa mendengar ucapan kakak.
"Onty,aku ingin ini." Aku dan kakak mengurai pelukan kami,aku menatap anak perempuan yang tadi masuk bersama kakak,ya dia adalah keponakan ku.
"Syila jangan sayang,itu punya onty." Syila yang di larang oleh abi nya pun menundukkan kepala nya ia meletakkan kembali mainan berupa miniatur candi borobudour milik ku ke tempat asal nya.
"Gk apa-apa kak,Syila mau? Ambil aja,buat Syila." Syila langsung tersenyum senang.
"Terimakasih onty,onty baik,cantik,Syila sayang onty." Aku membalas pelukkan Syila.
"Syila ayo tidur,sudah larut malam,jangan ganggu onty,onty juga harus tidur."
"Yah abi,padahal Syila ingin main dengan onty." Aku mengelus kepala Syila,mencoba menghibur nya.
"Besok Syila bisa main sama onty,sekarang waktu nya tidur." Syila pun mengangguk patuh,ia langsung naik ke dalam gendongan kakak ku.
"Kamu juga harus istirahat,besok hari sepesial mu,jangan sampai besok kamu ngantuk." Aku menganggukkan kepala ku seraya tersenyum pada kakak.
"Ayey kapten." Aku memasang gerakkan hormat pada kakak,kakak terkekeh ia mengelus kepala ku.
"Syila pergi tidur dulu,selamat malam onty!" Aku terkekeh membalas lambaian tangan Syila dan kakak yang sudah keluar dari kamar ku.
__ADS_1
Aku juga harus tidur,besok pasti akan sangat melelahkan,aku berharap semoga besok semua nya berjalan dengan lancar,semua nya atas seizin Allah,aku percayakan segala nya pada Allah.