
Hari sudah semakin sore, bahkan suasana langit saat ini sudah mulai mengelap. Arya menatap ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, Arya berdecak pelan saat ia menyadari bahwa ia sudah sangat telat menjemput Reilla di tempat penitipan anak.
Suara klakson yang saling bersahut-sahutan membuat suasana jalanan yang macet semakin terasa gaduh, Arya mencoba untuk bersabar menghadapi kemacetan ini walaupun ia juga tidak bisa menampik bahwa dirinya sangat mengkhawatirkan Reilla.
"Akhirnya," gumam Arya yang kembali menyetir mobilnya berjalan maju ke depan, karna kemacetan ini sudah mulai berkurang.
Akhirnya Arya pun bebas dari kemacetan, mobil mewah milik Arya melaju dengan cepat di jalan raya. Yang ada di fikiran Arya saat ini adalah ia sangat ingin segera bertemu Reilla.
Mobil Arya pun berhenti tepat di lahan parkir sebuah bangunan yang bertuliskan moon Day Care, tempat Arya menitipkan Reilla selama ini..
Setelah menekan bel, Arya menunggu dengan sabar dan tak lama pintu pun terbuka menampilkan sosok gadis yang sering di panggil Kak Nana, yang kini menyambut Arya dengan ramah.
"Tunggu sebentar ya Pak," ucap Kak Nana ramah dan di balas anggukkan oleh Arya.
Sambil menunggu Reilla, Arya menatap ke arah halaman depan tempat penitipan anak itu yang bisa di bilang lumayan luas.
"Nah Rei itu Ayah sudah jemput kamu!" Seru Kak Nana yang datang dengan Reilla dalam gendongannya.
Arya pun segera menggambil alih Reilla ke dalam gendongannya, Arya mengecup puncak kepala Reilla dengan sayang.
"Terimakasih banyak sudah menjaga Rei selama saya bekerja," ucap Arya tulus dan di balas anggukkan kepala oleh Kak Nana.
Setelah berpamitan dengan Kak Nana, Arya pun kini membawa Reilla untuk segera pulang ke rumah.
...................
Arya tersenyum ketika menyadari bahwa Reilla sudah terlelap dalam gendongannya, rupanya putrinya itu merasa kelelahan hingga akhirnya tertidur begitu pulas.
__ADS_1
Arya berjalan memasuki lift yang akan mengantarnya ke lantai 3, tempat dimana kamar Arya dan juga Reilla berada.
Ting
Lift pun terbuka, Arya segera melangkah menuju kamar Reilla yang merupakan kamarnya juga. Padahal Arya sudah membuatkan kamar khusus untuk Reilla namun mengingat bahwa Reilla masih sangat kecil untuk tidur sendirian akhirnya karna tidak tega Arya pun memutuskan bahwa Reilla akan tidur di dalam kamarnya saja untuk sementara waktu.
"Anak Ayah ternyata kecapeaan ya," gumam Arya sambil mengelus puncak kepala Reilla, Arya terus menatap wajah Reilla seketika Arya kembali ingat dengan Vidya dan merasa rindu padanya.
Arya menghapus sudut matanya yang berair, ia mencoba untuk tersenyum kembali sambil terus mengusap kepala Reilla.
Arya tersenyum sendu, dalam benaknya ia tidak mau kebersamaan antara dirinya dengan Reilla berakhir, membayangkan putrinya kelak akan tumbuh besar membuat Arya tidak ingin kehilangan momen berharga bersama dengan Reilla di setiap harinya.
Arya sudah terlanjur jatuh cinta pada Reilla, bukan hanya karna wajah Reilla yang mirip dengan Vidya tapi Arya merasa kehadiran Reilla mampu menjadi pengobat rindu bagi Arya akan Vidya.
Setiap detik tak pernah sedikitpun Arya melupakan Vidya, baginya Vidya adalah sosok perempuan hebat, perempuan yang sangat sabar. Arya juga berharap bahwa kelak kesabaran Vidya dan keanggunan serta kesolehan Vidya akan menurun pada Railla. Arya ingin Railla tumbuh menjadi gadis yang tangguh, anggun, dan berahlak yang baik. Karna itu jugalah Arya berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya.
Iya semenjak kehilangan Vidya, membuat Arya sadar bahwa untuk mendidik putrinya untuk memiliki ahlak yang baik dia harus merubah ahlaknya terlebih dahulu. Semenjak Reilla lahir kehidupan Arya berubah total.
Pria itu sudah tidak lagi mengunjungi club malam, sekarang yang menjadi fokus utama Arya adalah putri kecilnya. Karna itulah Arya saat ini ingin merubah dirinya menjadi lebih baik dan lebih mendekatkan diri kepada Allah, berusaha untuk menjadi hamba yang taat.
Saat Reilla terlelap, Arya pun bangkit untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Setelah selesai membersihkan diri, Arya kembali lagi ke kamarnya dan ternyata Reilla sudah terbangun namun kebetulan sekali anak itu tidak menangis sedikitpun.
Arya tersenyum melihat Reilla yang sedang mengoceh sendiri dengan bahasa bayinya.
Setelah itu Arya pun keluar dari kamar, tak lama ia sudah kembali lagi sambil membawa makanan di tangannya. Kebetulan juga Arya baru ingat kalau dia belum makan saat siang tadi.
__ADS_1
Arya pun makan dengan lahap sambil terus memperhatikan Reilla, memastikan bahwa anaknya dalam keadaan aman.
Suara adzan magrib pun berkumandang, Arya juga telah selesai menyantap makanannya dan Arya pun bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu.
[]
Jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari, namun Arya sudah terbangun dari tidurnya. Bukan karna tangisan Reilla namun karna Arya ingin melaksanakan sholat sunnah tahajud yang memang telah rutin ia lakukan.
Dalam sujud panjangnya, Arya meminta ampun pada Allah atas segala dosa yang telah ia perbuat di masa lampau, ia meminta ampun dan berharap agar taubatnya diterima oleh Allah Yang Maha Pengabul degala doa.
Setelah selesai melaksanakan sholat sunnah tahajud, Arya tidak kembali beranjak tidur. Pria itu memilih untuk kembali menyiapkan pekerjaannya yang semalam belum sempat terselesaikan.
Begitulah kesibukan Arya sekarang, dia harus pintar-pintar membagi waktu antara mengurus pekerjaan di kantor dan mengurus Reilla. Jika di tanya apakah menjadi orang tua tunggal itu melelahkan? Tentu saja itu sangat melelahkan tapi rasa lelah kita akan terbayar ketika melihat anak kita bisa tidur dengan nyaman dan bisa melihatnya tertawa bahagia.
Arya sudah sering mendapat saran dari teman-temannya untuk menikah lagi, termasuk juga dengan Mamahnya yang selalu saja menyuruh dirinya untuk menikah lagi. Alasan mereka mengatakan itu karna katanya merasa kasihan melihat dirinya yang selalu kelelahan mengurus Reilla seorang diri.
Tapi Arya hanya mengabaikkan saran tersebut, bagi Arya menjadi Ayah sekaligus Ibu untuk Reilla itu adalah hal yang sudah menjadi pilihannya. Semenjak dirinya di tinggal pergi oleh Vidya, saat itu juga Arya memutuskan untuk tidak menikah lagi dan memilih untuk menjadi Ayah sekaligus Ibu untuk Reilla.
Dengan giat Arya selalu berusaha menjadi Ayah dan Ibu sekaligus dan secara bersamaan untuk putri kecilnya itu, walaupun Vidya sudah tiada tapi bagi Arya sosok Vidya tidak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun.
Vidya adalah sosok perempuan yang telah mengajarinya tentang banyak hal, tentang pengorbanan, ketulusan, dan kesabaran. Jadi Vidya bagi Arya tak akan pernah tergantikan.
Apapun akan Arya lakukan agar putri kecilnya itu bisa merasa nyaman walau tanpa adanya sosok seorang Ibu.
Reilla adalah permata kecilnya, buah hatinya. Hanya Reilla lah peninggalan dari Vidya yang sangat berharga untuk dirinya, dulu saat Vidya pergi Arya merasa tidak ada lagi semangat tuk hidup, dirinya selalu di penuhi penyesalan. Tapi kehadiran Reilla merubah segalanya, putri kecilnya itu telah memberikannya kekuatan untuk bisa terus bertahan hidup.
Saat Reilla lahir, dan saat pertama kali Arya menatap wajahnya saat itulah Arya tau bahwa hidupnya belum berakhir karna dia memiliki Reilla sebagai alasannya untuk tetap hidup. Arya selalu bersyukur pada Allah karna telah menghadirkan sosok Reilla, yang menjadi pelita di dalam kegelapan hidupnya.
__ADS_1