Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Acara pertunangan


__ADS_3

Nyonya Li keluar dari dalam kamar liyon dengan sangat kesal dan emosi yang tertahan dan terpancar dari raut wajahnya dengan sangat jelas.


"Kenapa ma?" tanya papa liyon saat melihat istrinya keluar dari dalam kamar liyon dengan kesal.


"Liyon benar - benar kelewatan pa, masak dia tega membuat yusnia menangis dan pulang begitu saja setelah dari kamar liyon, pasti anak itu mengatakan kata - kata yang membuat yusnia sakit hati, atau perilaku yang tak pantas pada Yusnia." mama Li menjelaskan dengan nada sangat kesal.


"Haaaah, ya sudahlah ma biarkan saja namanya juga anak muda. Dan mungkin mereka masih saling mengenal dan memahami, mungkin saja kata - kata liyon yang dingin itu membuat yusnia kecil hati karena dia kan anaknya lembut." jelas papa Li pada istrinya.


"Benar - benar ya, bikin kesal saja." gerutu mama Li.


"Sudah - sudah jangan marah - marah dan jangan mengusik liyon bentar lagi adalah acara pertunangan mereka biarkan saja mereka mengatasi masalah mereka sendiri." nasehat dari suami mama Li.


Keesokan pagi liyon mendengar kabar kalau supir yang membawah lira dan mengalami kecelakaan bersama dengan lira telah sadar, dan dengan cepat liyon langsung menuju ke rumah sakit setelah dia mendengar kabar dari anak buahnya yang sedang menjaga supir itu di rumah sakit selama 3 bulan lamanya.


"Tuan Liyon." sapa anak buah liyon saat mereka melihat liyon datang bersama dengan Farid dan juga Satria.


"Pak Andi." sapa liyon pada supir itu.


"Tuan Liyon, terima kasih telah memberikan perawatan kepada saya selama ini, dan terima kasih telah menjaga saya dan keluarga saya selama saya tak sadarkan diri." ucap terima kasih pak Andi kepada liyon.


"Tak perlu pak. Bagaimana keadaan pak Andi sekarang?" tanya liyon duduk dikursi sebelah pak Andi.


"Saya baik tuan liyon, bagaimana dengan sekretaris lira? Apa dia baik - baik saja?" tanya pak Andi dan liyon terdiam.


"Maafkan saya karena waktu itu saya mendorong sekretaris lira saat saya melihat sebuah truk melaju dengan cepat kearah kami." jelas pak Andi.


"Maksud bapak apa?" tanya liyon kaget.


Hari kecelakaan.


"Pak ayo kita pulang karena semuanya sudah selesai." ajak lira keluar dari kantor tuan Haris.

__ADS_1


"Eh, kenapa truk itu melaju ke arah sini?" gumam pak Andi yang berada disamping lira


"Eh, lira awas.!" teriak pak Andi mendorong lira kebelakang namun tak sampai karena truk sudah melaju dengan sangat cepat begitu dekat.


Saat ****ini****


"Maafkan saya tuan." ucap pak Andi dengan sangat menyesal.


"Begitu ya, terima kasih pak karena telah menyelamatkan Lira. Dia baik - baik saja hanya retak ditangan kirinya, tapi dia sudah sembuh sekarang." jawab liyon dengan senyuman.


"Syukurlah kalau begitu, saya tak menyesal menolongnya karena dia orangnya sangat baik." jelas pak Andi.


"Baiklah, bapak istirahatlah dan cepat pulih." ucap liyon dan meninggalkan ruang rawat pak Andi, terlihat istri dan anak pak Andi memberi hormat dengan menunduk pada liyon.


Setelah selesai ngobrol dengan pak Andi liyon menuju keruangan dokter untuk tanya kondisi pak Andi yang sebenarnya sudah benar - benar pulih atau masih butuh perawatan lebih lanjut.


Disisi lain didalam rumah yusnia.


"Iya papa tenang saja." jawab yusnia.


"Aku tidak akan hanya mendapatkan dokument perusahaannya, tapi aku akan berusaha untuk menguasai seluruh aset yang dia miliki." yusnia bergumam degan tersenyum


"Sebagai balasan dia telah menghina aku selama ini, aku harus bisa hamil dan punya anak dengannya agar aku bisa berkuasa sepenuhnya." gumam yusnia lagi yang lagi mempersiapkan barangnya untuk acara pertunangannya dengan liyon.


...🍂🍂🍂...


Yusnia telah merencanakan suatu rencana untuk menjebak liyon lagi disaat acara pertunangannya nanti agar dia bisa langsung naik ke pelaminan dan berganti status menjadi nyonya Liyon.


Dan untuk menyiapkan semuanya yusnia pergi kesuatu tempat yang bisa menyenangkan dirinya serta mencari obat yang ampuh untuk mengatasi pertahanan liyon yang sangat luar biasa itu.


"Gila saat mau bertunangan juga masih menyiapkan jebakan untuk calon suamimu saja, apakah kau tak percaya pada suami mu sayang? Jika dia tak bisa memuaskan dirimu maka datanglah pada ku, aku akan selalu ada untuk memberikan kepuasan pada mu yang tak pernah puas hanya bermain dengan 1 orang" ucap seorang pria yang selalu menemani yusnia dalam melampiaskan hasratnya dan melakukan fantasi dalam hubungan intimnya.

__ADS_1


"Diam lah, kamu carikan saja apa yang aku butuhkan dengan segerah." jawab yusnia ketus.


"Tentu saja sayang, namun sebelum itu ikutlah dalam permainan ku hari ini." ajak pria itu dan yusnia mengikuti pria itu kedalam sebuah kamar yang didalamnya sudah ada 1 wanita dan 5 pria.


"Wah kamu mau mengajak aku duwet ya?" yusnia bertanya pada pria yang mengajaknya tadi.


"Kenapa kau tak mau?" tanya pria itu yang sudah mulai menjelajahi tubuh yusnia dengan tangannya.


"2 wanita dengan 6 pria boleh juga." jawab yusnia yang melihat wanita itu sudah masuk dalam permainan dan sudah mulai digarap oleh 3 pria sekaligus, dan terlihat sangat lelah.


Setelah mendengar ucapan yusnia pria yang membawahnya memberi aba - aba pada 2 pria lainnya yang terlihat sedang istirahat untuk segerah bermain dengan tubuh yusnia yang mulus.


...🍂🍂🍂...


"Dasar pria br*ngsek kau Liyon, kau bilang mencintai kakakku dan akan mencarinya sampai dapat, tapi hari ini kau malah mengadakan acara pertunangan dengan pesta besar - besaran." kesal satria pada liyon yang sedang bersiap - siap untuk menghadiri pesta yang diakan oleh mamanya di hotel teluarganya nanti malam.


"Diam kau Sat, kalau tak tau apa - apa sebaiknya kau diam saja. Dan asal kau tau saja serta ingat jangan pernah meremehkan perasaanku pada Lira." ucap liyon dengan nada dingin dan gerakan mencekik satria.


"Ku pegang kata - kata mu, aku ada dipihak mu bukan karena kau tapi karena janjimu akan menemukan kakakku." satria menepis tangan liyon dengan kuat.


Tepat pukul 8 malam yusnia bergegas datang ke acara pesta untuk menyiapkan segala persiapannya dan dandan dengan sangat cantik serta anggun.


"Kau terlihat sangat bahagia hari ini, apakah kau habis menghabiskan waktumu dengan para pemuas mu itu.?" bisik Desi pada Yusnia yang terlihat lebih segar.


"Diamlah kak, jangan ikut campur urusanku." hardik yusnia dengan kesal.


"Tentu saja asal kau tak mengganggu Dafid." ucap Desi dengan sinis lalu pergi menjauh dari Yusnia.


"Sial. Aku juga tak menginginkan dia lagi karena dia tak mampu bertahan dalam 3 ronde." gumam yusnia liri.


Malam itu begitu sangat meriah dan semua tamu undangan yang hadir juga sangat banyak, para reporter, wartawan dan awak media semuanya diundang untuk meliput segala kegiatan yang akan berlangsung antara liyon dan yusnia. Dan dari kesempatan itulah yusnia berencana untuk menjebak liyon, karena kalau sampai tertangkap awak media maka liyon tak akan pernah bisa mengelak lagi atas perbuatannya.

__ADS_1


__ADS_2