Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Surat pernyataan


__ADS_3

Liyon terus saja menggerutu dengan kesal apa lagi Lira terlihat lebih peduli dengan Rian dari pada dirinya, Lira terlihat seolah dia berusaha keras ingin menghindari Liyon dan menunjukkan pada Liyon kalau dirinya sangat bahagia dengan Rian.


"Kenapa kok terlihat sangat kesal?" Farid yang melihat tatapan mata Liyon seolah sedang menghitam sangat gelap.


"Tidak ada, Sat kenapa kau ada di sini tak menani istrimu menerima tamu." ucap Liyon yang melihat Satria dari tadi berbincang dengan Farid.


"Iya setelah ini, aku cuma lagi membahas soal perkenalan mu dengan para pegawai setelah ini." jawab Satria dengan tersenyum aneh.


Disisi sudut ruangan para tamu memberikan selamat pada orang tua Satria yang mendapatkan menantu dan dari sekian banyak orang terlihat mama Li juga berkumpul dengan orang tua Lira dan mereka terlihat sangat akrab tanpa ada rasa canggung, seakan - akan mereka sudah saling kenal dengan sangat lama.


Ferdi yang melihat sang nenek saling berkumpul juga berlari mendekat ingin bersama dengan nenek - neneknya dan kakeknya. Sementara Lira yang melihat hal itu dia memilih menjauh dan tak mau membuat keributan dengan nyonya Li.


"Lira mau kemana?" Rian yang melihat tubuh Lira bergetar dan berjalan keluar juga mengikutinya.


Malam itu acara penyambutan pimpinan baru hotel itu tak disaksikan oleh Lira karena dia pergi bersama dengan Rian keluar meninggalkan pesta malam itu ditengah acara.


"Baiklah bersamaan dengan acara bahagia dari tuan Satria selaku sekretaris dari pimpinan kita acara malam ini juga akan digabung dengan perkenalan pimpinan baru kita dan Bos baru bagi kita untuk kedepannya nanti." suara MC acara malam itu menggema dalam ruang pesta malam itu dan semua pegawai hotel berkumpul sebagian, dan sebagiannya lagi melihat dari tayangan yang disiarkan secara langsung melalui Chanel komputer disetiap ruangan di hotel itu, jadi semua orang akan bisa melihat dan tau dengan jelas wajah Bos mereka nantinya.


"Baiklah yang sudah penasaran dengan wajah pimpinan baru kita mari kita sambut Bos Liyon selaku pemilik dan pimpinan hotel ini." suara MC menggelegar lagi membuat semua orang kaget serta tak menyangka kalau ternyata tamu kehormatan mereka adalah Bos mereka sendiri saat melihat Liyon berjalan mendekati MC dan menebar senyum khasnya.


Sambutan dari Liyon dan cara Liyon memperkenalkan dirinya membuat semua orang merasa terkesan juga kaget, banyak dari mereka merasa was - was karena takut ada salah atau kurang selama melayani Liyon yang menyamar sebagai tamu kehormatan.


Semua pegawai di hotel itu pada berkasak kusuk dan takut sendiri karena mereka tak menyangka kalau ternyata tuan Song yang mereka layani adalah Bos Liyon mereka. Dan semuanya saling pandang satu sama lain dengan teman mereka, ketakutan mereka semua sama besar dengan ketakutan pak Sugeng karena sempat ada keributan di hotel waktu Bos-nya awal datang sebagai tamu.


Liyon yang merasa para pegawainya mulai terlihat panik dan juga takut merasa lucu hingga tanpa sadar Liyon tersenyum melihat mereka semua yang ada di aula pesta itu, dan Liyon berfikir pasti mereka yang ada diluar juga sama seperti mereka yang ada dihadapannya saat ini.


"Kalian tak perlu takut atau cemas dengan ku, aku tau kalian pasti kaget dengan pemberitahuan ini namun yang lebih penting dari itu." Kalimat liyon ditahan sebentar dan mengawasi semua orang yang ada di aula pesta itu, "aku ingin agar kalian semuanya bisa bekerja dengan tenang dan juga senang tanpa ada beban." lanjut kalimat Liyon.


Setelah sambutan dari Liyon semua pegawai Liyon yang ada di aula itu memohon maaf atas ketidak nyamanan dan juga pelayanan mereka yang mungkin kurang nyaman bagi Liyon dan Liyon menerima niat baik mereka dengan hati terbuka.


"Om Satria melihat dimana Mama? Ferdi tak bisa menemukan Mama dimana pun." adu Ferdi pada Satria setelah dia tak melihat dan mencari Lira dari keruan banyak orang.

__ADS_1


"Eh, Om juga tak melihat Mama kamu." jawab Satria yang mulai celingukan mencari keberadaan kakaknya.


"Mereka pergi meninggalkan pesta ini bersama sama, apa mereka sungguh tak bisa tahan dan sabar sedikit untuk bersama sampai acaranya selesai." suara hati Liyon sambil dia mengepalkan tangan dengan sangat kuat.


"Om, Om mau menani Ferdi tidak?" tanya Ferdi pada Liyon sambil memegang tangan Liyon yang mengepal.


"Iya tentu." jawab Liyon seketika langsung membawah Ferdi keluar dari acara pesta itu dan masuk kedalam kamarnya.


Tok tok tok


"Iya siapa?" jawab Ferdi dari dalam kamar dan membukakan pintu.


"Masuklah." ucap Ferdi menyuruh mama Li masuk kedalam kamar Liyon saat Liyon sedang di kamar mandi.


"Ma? Apa yang mama lakukan di sini?!" kesal Liyon dengan nada marah yang ditahan karena ada Ferdi dikamar itu.


"Om, nenek ini bilang kalau dia adalah Mama Om jadi aku yang bukain pintu dan menyuruh masuk." jawab Ferdi tertunduk merasa bersalah.


"Eh, tidak apa. Ini bukan salah mu, lain kali harus berhati - hati sebelum bukain pintu harus tau dulu siapa orangnya." jelas Liyon dengan lembut pada Ferdi.


"Apa yang ingin Mama bicarakan." jawab Liyon dengan nada dingin.


"Ferdi main dulu didalam kamar tidur ya, Om mau bicara sama Mama Om, ok sayang." ucap Liyon pada Ferdi dengan lembut dan Ferdi mengangguk lalu pergi masuk kedalam kamar tidur Liyon.


"Mama ingin menyerahkan surat pernyataan ini, dan kamu bisa hancurkan surat itu. Mama menyesali semuanya dan Mama ingin melihat kamu bahagia. Mulai sekarang Mama tak akan menentang atau menghalangi kamu lagi, tolong maafkan Mama Liyon." ucap Mama liyon dan akhirnya dia mulai menceritakan semuanya apa yang terjadi pada Lira dan bagaimana dia bisa ditinggalkan oleh Lira, serta kesalahpahaman atas penilaian tentang Lira.


Liyon mendengarkan cerita dari Mama-nya sambil membuka surat pernyataan yang tadi diserahkan oleh sang Mama pada dirinya.


"Apa maksud dari surat pernyataan ini Ma? Jadi selama ini yang berperan dibelakang semua kejadian antara Liyon dan Lira itu Mama? Kenapa Mama melakukan ini pada Liyon?!" emosi Liyon ditahan pada Mama-nya karena dia tak menyangka Lira yang memutuskan untuk berpisah dan pergi dari sisinya semua itu karena perintah dari Mama-nya.


"Maafkan Mama Liyon, Mama benar - benar minta maaf pada mu. Mama akan berusaha untuk menebus segalanya." ucap Mama Li pada Liyon dengan mulai berlinang air mata.

__ADS_1


"Apa yang Mama katakan? Semua sudah terlambat bahkan dia telah pergi meninggalkan Liyon dan sudah bersama dengan pria lain." jawab Liyon kesal dengan ulah sang Mama.


"Tapi Liyon." kalimat mama Li tertahan saat dia melihat tatapan Liyon yang memerah karena menahan amarah.


"Bos, eh. Nyonya, selamat malam." sapa Farid saat dia masuk dan melihat ada nyonya Li disana.


"Farid antar mama pulang." perintah Liyon pada Farid tanpa melihat sang Mama.


"Baik, dan aku kesini untuk menjemput Ferdi karena kakek dan neneknya mencari dia." jawab Farid dengan ragu.


"Dia didalam." jawab Liyon dan dia berdiri berjalan kearah balkon.


"Om, Ferdi pergi dulu ya. Menunduk lah Om." pinta Ferdi pada Liyon.


Cup


Ferdi mencium pipi Liyon dan tersenyum menatap Liyon dengan wajah polosnya, ya walau Ferdi sangat dewasa dari usianya dan bisa mengatasi masalah yang sulit namun dia tetaplah seorang anak kecil berusia 5 tahun yang masih polos dan butuh kasih sayang.


"Maukah kau tinggal bersama dengan ku?" tanya Liyon dan memeluk Ferdi sangat erat.


"Walau tak tau kenyataan tapi hubungan darah tak bisa dipungkiri dan dibohongi." suara hati Mama Li saat melihat Liyon memeluk Ferdi.


"Tentu, aku akan tinggal bersama dengan Om nanti, tapi Om harus jadi kuat dan keren dulu. Hahaha" jawab Ferdi dan terbahak.


Liyon ikut tertawa mendengar jawaban dari Ferdi. "Apa aku masih kurang keren bagi mu?" tanya Liyon mencubit pipi Ferdi.


"Ferdi pergi dulu, Om masih cemen." jawab Ferdi dan lari keluar kamar Liyon bersama Farid.


"Surat pernyataan ini, bagaimana bisa Kakak menuliskan semua ini? Dia ingin menghapus semuanya, semua waktu yang telah dihabiskan bersama dengan ku." gumam Liyon yang kembali membaca isi surat pernyataan Lira.


Dalam surat ini aku Lira menyatakan akan pergi meninggalkan Liyon dan tak akan lagi mengganggu atau pun muncul dihadapan Liyon lagi dalam jangka waktu yang lama sampai dia telah hidup bahagia bersama dengan pasangannya.

__ADS_1


Dan aku Lira berjanji serta bersumpah tidak akan lagi hadir dalam hidup Liyon dan tidak akan lagi menuntut atau pun meminta ganti rugi dalam bentuk apa pun atas waktu yang telah terjalin selama ini.


Aku bersumpah tidak akan pernah memiliki hubungan apa pun lagi dengan Liyon dan tidak akan pernah mencintai dia dengan alasan apa pun.


__ADS_2