
"Ah, gak seru kenapa kakak tak tergoda sih?" tanya liyon dengan kesal.
"Jangan aneh aneh kamu, oh ya besok ada rapat pagi dan sore, terus ada pertemuan dengan Bagas yang sudah dijadwalkan dan semua jadwalnya dialihkan kepada anda." jelas lira dan itu membuat liyon jadi tak suka menanggapinya.
"Iya iya Kakak tak perlu terus mengingatkan aku dengan jadwal itu." kesal liyon yang langsung menarik tangan lira hingga lira duduk dipangkuan liyon dan liyon memeluknya dengan menyusupkan wajahnya di leher lira.
"Malam ini pulanglah ke rumah karena aku sangat merindukan kakak." bisik liyon ditelinga lira.
"Jangan buat aku jadi memikirkan yang tidak tidak." jawab lira yang berusaha untuk Mangun dari duduknya, namun tangan liyon menahannya.
"Mau kemana?" tanya liyon dan dia memeluk lira lagi tapi kali ini tidak hanya memeluk, tangan liyon menyusup kebagian baju lira dan meraba perut datar lira.
"Li..." kalimat lira terhenti karena permainan bibir liyon dileher belakang lira.
"Jangan." tangan lira menahan pergerakan tangan liyon yang mulai meraba naik keatas dada lira.
"Aku akan pulang ke rumah kamu nanti malam." teriak lira dan liyon menghentikan aktifitasnya lalu melepaskan lira.
"Kau gila." gerutu lira degan kesal sambil merapikan lagi bajunya.
"Kakak pikir untuk apa aku membelikan kakak baju dengan model model longgar seperti itu kalo bukan untuk aku agar lebih leluasa." jawab liyon sambil memunculkan seringainya.
"Dasar." gerutu lira sambil berjalan keluar dari ruangan liyon.
"Dia sangat menggeskan, aku jadi selalu ingin memakannya." gumam liyon sambil tersenyum melihat lira keluar.
Hari itu pekerjaan yang belum selesai dicancel karena mereka semua telah lembur hingga melewati jam malam, semua pegawai yang bersangkutan dengan urusan perusahaan pulang lewat jam 10 malam apa lagi dari devisi sekretaris dan pemasaran mereka baru keluar dan pulang. Semua orang terlihat sangat lesu dan lelah.
"Daaah Lira dan mbak Fitri kami duluan ya!" teriak Endang yang pulang bareng dengan Aditya.
"Iya daaah hati hati dijalan" balas lira sambil teriak juga.
"Mereka terlihat sangat bahagia." Safitri tersenyum melihat hubungan Aditya dan Endang.
"Iya, semoga mereka langgeng selamanya." sambung lira yang juga ikut bahagia melihat hubungan Endang yang harmonis.
__ADS_1
"Baiklah ayo Lir kita juga pulang." ajak safitri dan mereka pun berjalan kearah halte bis.
Brrrrt
"Liyon?" gumam lira dalam hati saat dia melihat nama yang tertera dilayar hanponnya.
"Siapa Lir?" tanya Safitri.
"Eh, ini mbak dia adik ku. Mbak Fitri pulang dulu saja aku masih mau menunggu dia." ucap lira saat bis sudah datang.
"Kamu gak apa aku tinggal sendirian?" tanya Safitri saat dia mau naik bis.
"Gak papa mbak, hati hati ya dijalan." jawab lira dengan tersenyum karena dia merasa bersalah sudah membohongi Safitri.
"Ya sudah ku juga hati hati, aku duluan ya." Safitri pun naik dan masuk kedalam bis.
Tak lama bis itu berangkat mobil liyon berhenti didepan lira dan lira masuk kedalam mobil liyon, lira pun menghubungi satria lewat pesan singkat memberitahukan kalau dia tak pulang malam ini dan akan menginap di rumah temannya untuk menyelesaikan tugas kantornya.
...🍂🍂🍂...
"Pagi sayang ku." bisik liyon sambil mengecup pipi lira dan mengusap bibir lira.
Ya jiwa dan naluri lelakinya bangkit lagi melihat sesuatu yang menurutnya indah dan nikmat, liyon langsung meraup bibir lira sehingga lira merasa terusik dan terbangun.
"Liyon." lira terbangun karena ulah liyon, namun liyon bukannya berhenti dia malah semakin menjadi serta gesit bergerak.
Lira yang awalnya belum cukup terjaga pun pada akhirnya telah benar benar terbangun dan terjaga serta mengikuti permainan liyon dengan mengalungkan tangannya dileher liyon, tangan liyon pun bergerilya menyusuri setiap lekuk tubuh lira hingga sampai ke pusat inti lira.
"Liyon." suara lira memanggil nama liyon dengan sedikit ada des*han dan itu membuat liyon semakin terpancing, hingga akhirnya mereka melakukan olah raga pagi sampai 3 ronde karena liyon tak mau lepas dan seolah dia selalu ingin memompa semangatnya yang masih menggebu dan membara.
...🍂🍂🍂...
Sesampainya di kantor lira langsung mengerjakan laporan dan menulis ulang semua jadwal liyon untuk hari ini. Kesibukan lira membuat dia seharian tak bisa ketemu sama liyon karena liyon juga tak kalah sibuknya dengan lira.
Semua rapat dan pertemuan liyon yang dilakukan diluar ditemani oleh Safitri dan Farid. Semua pekerjaan dan jadwal pada waktu itu telah selesai, tinggal rapat dengan para pemegang saham di perusahaan dan pertemuannya dengan tuan Bagaskara.
__ADS_1
"Dengar semuanya nanti tepat jam 1 siang seleta selesai makan siang kita akan ada rapat dengan para pemegang saham dan Bos meminta pada kota semua untuk melakukan pelaporan tahunan atas pengeluaran dan laba." jelas Safitri pada semua orang mulai dari devisi pemasaran sampai sekretaris.
Semua orang langsung bersiap siap untuk rapat nanti siang, dan sudah menyiapkan laporan mereka masing masing. Hingga tepat pukul 1 siang semua orang telah bersiap untuk mengikuti rapat.
"Wah wah semua orang telah berkumpul semua, tinggal menunggu bis kita saja ini mah." bisik Yanuar yang ikut rapat pada siang itu.
"Kau benar, aku baru pertama ikut rapat dengan para petinggi ini." bisik lira pada Yanuar yang duduk bersebelahan.
"Selamat siang semuanya." sapa liyon memasuki ruang rapat.
"Lira berikan laporan mu dan duduk disebelah ku." perintah liyon dan lira langsung bangun pindah duduk disebelah liyon.
"Baiklah, ayo kita mulai rapatnya." perintah liyon dan lira memulai membuka rapat dengan mempresentasikan laporannya.
Semua orang menyimak dengan seksama apa yang sampaikan oleh lira mengenai peningkatan dan juga keuntungan, serta kenaikan nilai saham perusahaan.
Setelah lira selesai disambung oleh yang lain juga membacakan hasil kenaikan dari penjualan, pemasaran dan yang lainnya. Para pemegang saham itu merasa puas dan juga bangga dengan cara kepemimpinan liyon.
Ditengah tengah rapat tangan liyon tak tinggal diam, tangan itu terus mencari permainannya dan dia terus saja mengusik paha lira dengan tatapan fokus pada acara rapat. Berkali kali lira menepis tangan liyon, tapi tangan itu tetap kembali lagi ke posisinya bertengger di paha lira dengan nyamannya dia menggerakkan jari jemarinya di sana.
Fokus lira jadi terbagi antara menyimak dan mencatat hasil rapat dengan menyingkirkan Kenakalan tangan yang jail yang tak mau diam. Dan anehnya fokus liyon tetap bagus serta tanggapan dia pada rapat itu juga tetap bagus, sehingga tak ada yang tau kemana arah tangan liyon itu berada.
Dibawah meja itu tak ada yang menyadari dan juga mengetahui selain lira dan liyon sendiri, bahwa tangan yang nakal serta jahil itu membuat ulah. Lira rasanya ingin memukul tangan itu dengan sangat keras tapi tak bisa dia lakukan karena dia sedang dalam posisi mengikuti rapat.
Liyon terlihat tersenyum menanggapi para pemegang sah itu mengutarakan pendapat mereka dengan sesekali liyon menatap lira dengan senyumnya yang masa bodoh dengan tangannya yang masih saja seenaknya pegang sana sini di bawah meja rapat dan didepan semua orang.
"Baiklah terima kasih atas partisipasi kalian semua dan juga terima kasih atas dukungan kalian semua." ucap liyon diakhir rapat.
"Sekretaris lira ada apa dengan anda apa kah anda sedang sakit? Karena ku perhatikan dari tadi sepertinya anda kurang fokus dan juga seperti tak tenang." tanya salah satu dari pemegang saham yang memperhatikan lira. Dan mendemgar orang itu lira merasa malu serta tak bisa menjawab.
"Anda jangan khawatir dengan sekretaris saya, dia baik baik saja.ungkin karena biasanya dia bergerak aktif dan sekarang hanya diam jadi dia merasa sedikit tek tenang." jelas liyon yang memiliki arti ambigu dengan kata bergerak aktifnya.
"Ya ya sekretaris lira adalah pengawal yang sudah biasa bergerak bebas pasti merasa bosan mengikuti rapat seperti ini ya." sambung pemegang saham yang lainnya dengan terbahak.
"Awas kau, akan ku bunuh kau nanti." gumam lira dalam hati memperhatikan liyon.
__ADS_1
"Jangan menatap ku seperti itu kak, kalau aku tak tahan dan tergoda bisa memakan kakak di sini nanti." bisik liyon dan lira menanggapinya dengan senyuman yang dipaksakan karena masih banyak orang.