
Siang itu setelah menyelesaikan semua pekerjaannya untuk membantu persiapan acara Satria dan Yuniar yang akan dilaksanakan 2 hari lagi Lira langsung pergi ke TK untuk menjemput Ferdi pulang sekolah.
Brak
"Aduh.!" Lira kaget karena tiba - tiba saja mobil Satria yang dia pakai ditabrak dari belakang saat dia sedang berhenti dilampu merah.
"Apa - apa an sih orang itu. Kenapa dia bisa menabrak mobil yang sedang berhenti, apa dia mabuk.?" gumam Lira yang bertanya pada dirinya sendiri.
"Nona maafkan saya, saya akan mengganti rugi atas kerusakan mobil anda." ucap orang itu setelah dia turun dari mobilnya dan mengetuk kaca mobil Lira.
"Iya tak apa, tidak masalah. Terima kasih atas inisiatifnya untuk bertanggung jawab." ucap Lira dan turun dari mobil untuk melihat keadaan belakang mobilnya.
"Ya ampun bisa kena omel Satria ini aku nanti." gumam dalam hati Lira saat dia melihat kerusakan yang lumayan parah.
"Baiklah, tolong berikan kartu nama anda saya akan menghubungi anda untuk memberitahu anda di bengkel mana mobil saya akan diperbaiki." ucap Lira meminta kartu identitas dari orang yang telah menabraknya.
"Tidak - tidak saya akan bertanggung jawab langsung dan akan membawah mobil anda ke bengkel langganan saya sekarang." ucap orang yang menabrak Lira dan ternyata orang itu adalah Santo.
"Tapi saya sedang buru - buru." jawab Lira namun Sato tetap bersikeras untuk membawah mobil Lira sekarang juga.
Melihat Santo yang bersikeras untuk bertanggung jawab langsung, akhirnya Lira menghubungi guru Ferdi untuk meminta menemani Ferdi dulu karena dia akan datang terlambat, karena Lira juga gak mau membuat kemacetan semakin panjang. Setelah itu Lira mengemudi mobilnya mengikuti Santo sampai ke bengkel langganan Santo.
...🍂🍂🍂...
"Ferdi Mama kamu akan datang telat, jadi kamu menunggu di sini sama Bu guru ya sampai Mama kamu datang." ucap guru Ferdi pada Ferdi.
"Iya Bu guru, tapi apakah Ferdi boleh pinjem hanpon ibu, untuk menghubungi Om Ferdi. Karen Ferdi ingin cepat pulang dan berganti baju sudah gerah." ucap Ferdi pada gurunya dan setelah selesai menghubungi seseorang Ferdi duduk dengan tenang di ayunan untuk menunggu orang itu datang.
Sekitar 30 menit akhirnya ada seseorang yang datang menjemput Ferdi, orang itu berjalan masuk ke halaman sekolah dan sedang mencari seseorang yang tadi menghubunginya.
"Om di sini.!" teriak Ferdi dan berlari kearah orang itu.
"Oh, apakah anda Om Ferdi?" tanya guru Ferdi pada orang itu.
"Iya Bu guru ini adalah Om Ferdi, kalau begitu Ferdi pulang dulu ya Bu guru? Nanti kalau Mama datang bilang saja Ferdi sudah pulang." ucap Ferdi dan menggandeng tangan orang itu lalu menariknya menjauh dari gurunya.
...🍂🍂🍂...
Sementara Ferdi sudah pulang dari sekolahnya Lira merasa kesal dengan Santo karena dia ditahan di bengkel untuk memperbaiki mobilnya, Lira tampak gelisah dan tak tenang, dengan segera dia menghubungi Satria dan menceritakan kalau dia sedang mengalami tabrakan serta meminta satria untuk datang ke bengkel.
"Kak." Satria dengan cepat datang ke bengkel setelah dihubungi oleh Lira.
"Ya urus mobil mu karena aku masih ada urusan lain." ucap Lira dan dia beranjak mau pergi.
"Ah, nona Ani biar aku antarkan anda mau pergi kemana sebagai permintaan maaf saya kepada anda." ucap Santo seketika saat dia melihat Lira hendak pergi.
__ADS_1
"Cukup, maaf tuan Santo bukan saya tak mau dan tak suka, namun saya sudah sangat merasa terganggu dengan anda yang dari tadi seolah mencari alasan untuk menahan saya di sini, saya benar - benar ada urusan dan tak mau diganggu lagi." ucap Lira yang mulai kesal serta geram pada sikap Sanyo yang seolah berusaha untuk dekat sama Lira dengan cara yang dipaksakan.
"Berikan kuncinya." Lira meminta kunci motor pada Satria dan pergi dari bengkel itu.
"Sial, dia adalah wanita yang sulit untuk didekati dengan cara kata - kata. Tapi kenapa dia bisa dekat dengan Liyon dulu lalu dengan Rian, dan sekarang dengan pria ini. Mungkinkah mereka melakukannya dengan uang mereka? Aku akan melakukannya dengan trik itu juga, jika tak bisa aku akan menjebaknya dengan obat." gumam Santo dalam hati dengan kesal melihat Lira yang sudah pergi meninggalkan dia.
Lira sangat kesal pada Santo karena gara - gara dia menahannya dengan berbagai alasan membuat Lira jadi terlambat menjemput Ferdi, dan saat sampai di sekolahnya malah semua orang sudah pulang dan guru Ferdi bilang kalau Ferdi menghubungi Om-nya untuk menjemput dirinya.
Lira bergegas pulang ke rumah karena dia berfikir kalau orang yang telah menjemput Ferdi adalah Rian, namun pas dijalan tiba - tiba saja hanponnya bergetar sangat lama dan saat diangkat ternyata itu adalah Meli yang menceritakan kalau dia sedang kesusahan dan dari suaranya Meli terdengar sangat ketakutan serta kesakitan.
"Kirimkan alamatnya dan posisimu sekarang segerah." perintah Lira dan 5 menit kemudian ada pesan masuk dari Meli kalau dia sedang berada di sebuah bar.
Saat Lira melihat pesan singkat Meli dia juga menerima pesan singkat dari seseorang yang ternyata itu adalah Ferdi.
13.10 nomer yang tak dikenal
"Mama Ferdi sudah pulang dan sekarang sedang bersama dengan Om, Mama gak usah khawatir Ferdi baik - baik saja dan sedang makan es krim."
Setelah menerima pesan itu Lira merasa tenang dan dia langsung pergi ke alamat yang dikirimkan oleh Meli. Lira mengendarai motor Satria dengan cepat karena dia tak mau ada apa - apa dengan Meli.
Setelah sampai di bar yang dikatakan oleh Meli, dengan cepat Lira masuk dan mencari keberadaan Meli namun dia tak menemukan Meli dan hanpon Meli juga tak bisa dihubungi. Lira terus saja menghubungi dan bertanya pada semua orang yang ada di situ namun tak satu pun dari mereka yang tau dan melihat wanita dalam foto yang ditunjukkan oleh Lira dari hanponnya.
"Meli dimana kau berada sebenarnya?" Lira bertanya - tanya dalam hati sambil terus mencari keberadaan Meli.
"Bagaimana ini? Apa kah mbak Ani sudah datang? Dia pasti sedang mencari aku." gumam Meli dalam hatinya dan dia mengendap - endap berusaha untuk keluar.
"Aaaaaarrh.!" teriak Meli menarik perhatian semua orang yang ada di bar itu termasuk Lira.
"Meli." Lira melihat Meli sedang berusaha kabur dari seseorang yang ingin menangkapnya, dan dengan cepat Lira lari mendekat menarik tangan Meli serta melayangkan tendangan pada orang yang mengejar Meli.
"Mbak Ani." Meli merasa tenang dan berdiri dibelakang Lira.
"Siapa kalian dan kenapa mengusik adik ku.?" tanya Lira pada orang yang tadi ditendangnya.
"Oh, jadi ini jagoannya? Yang waktu itu telah menggagalkan rencana kita dan membuat aku mengalami kerugian banyak." ucap seseorang yang berjalan mendekati Lira dari kerumunan orang - orang.
"Waduh dia adalah ketua geng Gasar, kenapa kedua gadis itu membuat masalah dengan mereka?"
"Siapa sebenarnya kedua gadis itu?"
"Sepertinya mereka kakak beradik, dan kakaknya terlihat menarik. Tadi ku lihat kalau dia menendang anak buah geng Gasar dengan sangat hebat."
Kasak kusuk semua pengunjung bar dan mereka semua mulai menghindar dan menjauh karena tak mau terlibat dalam masalah dengan geng Gasar, karena geng itu sangat berpengaruh dan juga ganas dalam menghukum orang.
Berkelahi dengan banyak orang sambil melindungi orang sangat sulit bagi Lira, walau bisa melumpuhkan mereka tapi mereka terlalu banyak dan terus datang lagi dan lagi, apa lagi tiba - tiba dari orang - orang yang dilumpuhkan oleh Lira itu menaburkan bubuk pada Lira yang tak diketahui apa namun membuat Lira jadi lemah.
__ADS_1
"Mbak Ani, Mbak?!" suara Meli mulai terdengar sama - samar hilang dan pandangan Lira mulai kabur serta perlahan menggelap dan Lira hilang kesadaran.
...🍂🍂🍂...
"Loh kemana kakak?" Satria tanya sama Yuniar saat dia sampai di rumah dengan naik taksi karena mobilnya tak bisa langsung selesai, kerusakannya lumayan parah.
"Kok tanya sama aku? Bukannya tadi yang dihubungi adalah kamu?" tanya yuniar balik
"Loh kemana perginya?" Satria merasa cemas dan langsung menghubungi nomer Lira namun tak ada yang menjawab.
Satria mulai cemas dan takut terjadi apa - apa pada kakaknya karena Lira pergi sudah dari sejak siang hari dan sekarang sudah petang. Satria mencari ke rumah Lira juga tak ada bahkan nomer Meli juga sama tak bisa dihubungi.
"Eh, tuan Satria?" pak Hendra bertemu dengan Satria di rumah Lira yang disewa dari pak Hendra.
"Kenapa bapak kemari?" Satria bertanya karena merasa bingung melihat pak Hendra tiba - tiba saja ada didepan rumah Lira
"Maaf tuan Satria saya mencari Meli karena tadi siang dia menghubungi saya untuk meminta pertolongan namun karena saya ada rapat jadi saya tak mengangkat panggilan darinya." jelas pak Hendra.
"Maksud bapak apa? Terus kenapa bapak kemari?" Satria mulai merasa cemas.
"Meli mengirim pesan kalau dia dalam kesulitan dan dikepung orang - orang tak dikenal dan saya disuruh datang sama mbak Ani begitu katanya." jelas pak Hendra lagi.
"Mungkin kakak sudah kesana karena nomernya tak bisa dihubungi, dimana alamat putri bak Hendra berada?" jawab Satria dan menanyakan alamatnya.
Dengan cepat Satria menghubungi Farid meminta bantuan pada Farid untuk mengirimkan anak buahnya dalam membantu dia mencari keberadaan kakaknya dan juga putri pak Hendra.
...🍂🍂🍂...
Didalam sebuah kamar di bar yang terkenal mahal serta sangat mewah itu Lira dan juga Meli disekap, mereka berdua diikat disebuah kursi. Lira yang masih tak sadarkan diri membuat Meli menyesal karena meminta bantuan padanya.
"Jangan, kalian jangan melukai dia, jangan apa - apa kan dia.!" teriak Meli yang melihat seorang pria mendekati lira dengan membawah sebuah air.
"Jangan? Kau pikir aku akan mendengarkan mu hah?! Kau berani menyinggung dengan menolak ajakan ku dan dia adalah wanita yang bersamamu waktu mengalahkan semua anak buah ku dan menggagalkan rencana ku menyita truk incaran ku.* tegas orang itu dan langsung menyiramkan air pada wajah Lira.
"Ugh." Lira mulai tersadar dan kaget mendapati dirinya terikat.
"Ho, kau sudah bangun?" orang itu memegang dagu Lira dengan kasar.
"Dia cantik juga, aku rasa bermain dengan mereka berdua akan sangat nikmat. Apa lagi dia wanita tangguh yang pandai berkelahi pasti akan sangat nikmat lagi." ucap orang itu sambil mencium aroma Lira.
"Jangan macam - macam, jika berani lepaskan ikatan ku." gertak Lira dan membuat orang itu tertawa terbahak.
"Sekap mereka dan berikan obatnya, biarkan sampai mereka sendiri yang memohon dan meminta untuk dilayani." perintah orang itu pada anak buahnya, dan mereka langsung memaksa Lira dan juga Meli untuk meminum sesuatu yang dicairkan dengan sebuah minuman.
"Tinggalkan mereka, aku ingin lihat mereka bisa bertahan sampai kapan." ucap orang itu terbahak dan meninggalkan Lira juga Meli.
__ADS_1