Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Diculik dan dipaksa minum obat


__ADS_3

Sekitar 4 jam perjalanan dari berangkat pukul 7 malam samai 11 malam akhirnya liyon sampai juga di rumahnya, liyon langsung mengangkat tubuh lira dan membawahnya kedalam kamar untuk dibaringkan.


Tepat pukul 6 pagi liyon bangun lira sudah tak ada disampingnya, dan saat liyon keluar kamar ternyata lira sudah berada di dapur bersama dengan yang lain sedang menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi." sapa liyon pada semaunya.


"Pagi tuan." jawab Bi Min yang sedang membantu lira masak.


"Sudah siap emangnya kakak siap bekerja? Apa tak sebaiknya kakak istirahat saja dulu 1 atau 2 hari lagi." pinta liyon yang merasa khawatir pada lira.


"Aku tak apa dan tak enak masak bos saja sudah masuk sedangkan aku yang hanya seorang sekretaris mau bolong dan enak - enakan istirahat." jawab lira yang menata menu sarapan diatas meja makan.


"Pagi Faris, ayo ikut sarapan juga." ajal lira dan Farid berjalan mendekat dengan tersenyum.


"Kondisikan dirimu, tak bisakah kau berjalan biasa dan tak usah tersenyum begitu." ketus liyon pada Farid dan Farid hanya diam.


"Lira jangan lupa hari ini kamu ada tugas keluar lagi untuk survey tempat pembangunan lagi, dan nanti kamu akan ditemani Safitri." jelas Farid pada pekerjaan yang akan dilakukan oleh lira siang nanti


"Oh iya aku hampir lupa" jawab lira yang hampir saja melupakan tugasnya.


"Memangnya ada yang seperti itu? Dan siapa yang mengatur pekerjaan seperti itu. Diakan baru masuk hari ini dan juga baru datang dari perjalanan jauh." tanya liyon yang merasa tak suka dengan pengaturan kerja itu.


"Kamu." jawab lira dan Farid bersamaan.


"Bukannya kamu yang ingin agar lira bertanggung jawab atas pembangunan itu setelah dia selesai mengatasi masalah kontrak kerja sama dengan tuan Haris." ucap Farid mengingatkan liyon


"Iya benar, kamu melarang ku untuk melanjutkan tanggung jawab ku atas proyek tuan haris dan mengalihkan tugas dengan menukar bagian aku dan Endang." sambung lira dan itu membuat liyon kalah serta tak bisa lagi berkomentar.


Selesai sarapan mereka bertiga berangkat bersama ke kantor, dan lira langsung sibuk mengerjakan bagiannya yang kemaren sudah dia tinggalkan. Lira ingin menyelesaikan tugasnya yang di kantor dengan cepat agar saat mengerjakan tugas untuk peninjauan diansudah tak ada beban kerjaan lagi.


Tepat pada jam 1 siag setelah selesai makan siang lira dan Safitri pergi ke lokasi pembangunan bersama dengan ditemani oleh supir perusahaan.


"Wah sekretaris lira lama tak ketemu" tegur salah satu pegawai di peroyek pembangunan itu.


"Adu pak baru juga 1 Minggu tak ketemu, apa bapak sekangen itu pada saya?" tanya lira dengan tertawa dan semua orang menjawab serempak kangen pada lira.


"Wah tak sangka ternyata lira sangat terkenal di sini ya." Safitri berkata juga dengan tertawa.


Lira dan Safitri melakukan tugas dan pekerjaan mereka masing - masing sampai selesai. Setelah itu mereka (Lira+Safitri) menuliskan laporan atas hasil mereka mengsurvei dan mengamati lokasi prmbangunan dengan seksama.


"Baiklah semuanya terima kasih atas kerja samanya, silakan kalian lanjut kerjanya dan aku akan kembali lagi ke kantor untuk membuat laporan." ucap lira pada samua pegawai di situ.


"Iya terima kasih sekretaris Lira dan jika sekretaris Safitri." ucap semua orang dan lira sama Safitri pun kembali lagi ke kantor.


Ditengah perjalanan tiba - tiba saja mobil yang membawah lira dan Safitri dihadang beberapa preman dan mereka semua membawah senjata.


"Kenapa pak?" tanya lira pada supir yang menguliti lira.


"Maaf sekretaris lira sepertinya ada maslah, didepan ada beberapa orang yang menghadang jalan kita" ucap supir itu dan lira melihat sekitar ada 10 orang.


"Bagaimana ini Lira? Sebenarnya apa yang mereka inginkan?" Safitri sudah gemetaran karena takut.


"Tunggu di sini biar saya keluar cobak tanya mereka mau apa." ucap pak supir itu yang keluar dan mendekat pada para preman itu.


Lira dan safitri memperhatikan mereka semua dengan seksama dan sepertinya ada cekcok antara para preman itu dan pak supir.


Lira keluar untuk melihat dan membantu pak supir itu, namun tiba - tiba saja beberapa dari preman itu mendorong pak supir yang akhirnya terjadi perkelahian antar 10 oramg preman dengan lira dan pak supir.


Lira kewalahan melindungi 2 orang karena pak supir itu terluka dan tak bisa untuk membantu lira.


"Lira.!" panggil Safitri yang berada ditangan salah satu dari preman itu sedangkan pak supir sudah lemas karena kehabisan banyak darah.


"Mbak Fitri." lira pun akhirnya bisa dikalahkan oleh para preman itu.

__ADS_1


Preman - preman itu membius lira dan membawah lira masuk kedalam mobil elep, lira dibawah dalam keadaan tak sadarkan diri. Karena saat lira lengah melihat Safitri tiba - tiba saja dari arah belakang membekap lira dengan obat bius.


Yang diinginkan para preman itu hanya lira, karena pak supir dan juga Safitri dibebaskan dan dibiarkan begitu saja.


"Pak, pak tolong bertahanlah." Safitri dengan bergetar berusaha menghubungi seseorang untuk minta bantuan.


Tak lama akhirnya bantuan datang, Farid dan mobil ambulance datang membawah pak supir yang terluka parah dan juga Safitri ke rumah sakit.


Ditengah perjalanan tiba - tiba saja mobil yang membawah lira dan Safitri dihadang beberapa preman dan mereka semua membawah senjata.


"Kenapa pak?" tanya lira pada supir yang menguliti lira.


"Maaf sekretaris lira sepertinya ada maslah, didepan ada beberapa orang yang menghadang jalan kita" ucap supir itu dan lira melihat sekitar ada 10 orang.


"Bagaimana ini Lira? Sebenarnya apa yang mereka inginkan?" Safitri sudah gemetaran karena takut.


"Tunggu di sini biar saya keluar cobak tanya mereka mau apa." ucap pak supir itu yang keluar dan mendekat pada para preman itu.


Lira dan safitri memperhatikan mereka semua dengan seksama dan sepertinya ada cekcok antara para preman itu dan pak supir.


Lira keluar untuk melihat dan membantu pak supir itu, namun tiba - tiba saja beberapa dari preman itu mendorong pak supir yang akhirnya terjadi perkelahian antar 10 oramg preman dengan lira dan pak supir.


Lira kewalahan melindungi 2 orang karena pak supir itu terluka dan tak bisa untuk membantu lira.


"Lira.!" panggil Safitri yang berada ditangan salah satu dari preman itu sedangkan pak supir sudah lemas karena kehabisan banyak darah.


"Mbak Fitri." lira pun akhirnya bisa dikalahkan oleh para preman itu.


Preman - preman itu membius lira dan membawah lira masuk kedalam mobil elep, lira dibawah dalam keadaan tak sadarkan diri. Karena saat lira lengah melihat Safitri tiba - tiba saja dari arah belakang membekap lira dengan obat bius.


Yang diinginkan para preman itu hanya lira, karena pak supir dan juga Safitri dibebaskan dan dibiarkan begitu saja.


"Pak, pak tolong bertahanlah." Safitri dengan bergetar berusaha menghubungi seseorang untuk minta bantuan.


Tak lama akhirnya bantuan datang, Farid dan mobil ambulance datang membawah pak supir yang terluka parah dan juga Safitri ke rumah sakit.


🍂🍂🍂


Didalam rumahnya liyon sangat frustasi karena sudah beberapa jam lira masih juga belum ditemukan "Sial.! Temukan mereka semua sampai ketemu, aku tak peduli bagaimana pun caranya." teriak liyon pada semua anak buahnya.


"Siapa pun kalian yang berani menyentuhnya tak akan pernah ku maafkan." geram liyon mengepalkan tangannya


"Satria, apa yang harus aku katakan padanya?" gumam liyon lagi, namun dia tak berani menghubungi satria.


1 hari sudah lewat, 2 hari hingga 1 minggu masih juga belum ada kabar dari anak buah liyon yang dia sebar untuk mencari keberadaan lira.


"Lira, aaaaaarrh.!" liyon berteriak frustasi.


Selama 1 Minggu liyon tak tidur dan dia terus mencari lira tanpa henti, dan tak peduli akan dirinya sendiri.


"Begok, apanya yang bisa melindungi, bahkan belum apa - apa saja aku telah membahayakan dirinya, bagaimana bisa.!" teriak liyon.


"Akan aku hancurkan kalian semua." liyon sangat frustasi.


🍂🍂🍂


Sementara disisi lain disebuah bangunan tua dan berada didalam sebuah gudang lira terus saja melawan orang - orang yang telah menangkapnya. Mereka bagai para binatang yang menganggap manusia adalah sapi perah dan penghasil uang untuk mereka.


Didalam gudang itu ada 6 oramg wanita yang mereka tangkap dan akan mereka jual dengan harga sesuai dengan paras.


"Lepaskan aku, siapa sebenarnya kalian?" tanya lira yang sengaja dirantai oleh mereka karena mereka tau lira bisa berkelahi.


"Kamu tak perlu tau siapa kami, yang jelas kamu telah dijual kepada kami dan kami akan menjual mu pada orang - orang yang akan memberi uang pada kami, jadi kamu harus menurut tak boleh berontak." jelas salah satu dari seseorang yang menjaga penjara gudang itu.

__ADS_1


"Dijual? Siapa sebenarnya orang yang telah aku singgung sampai membuat aku terperangkap di sini." gumam lira dalam hati.


Didalam sebuah mobil Isuzu elf 7 orang termasuk lira diangkut kesuatu tempat. Mereka terus mengikat tangan lira agar dia tak bisa melawat, sebab hanya lira saja diantara 6 orang itu yang bisa melawan dan berkelahi jadi mereka tak mau mengambil resiko jika lira berhasil melepaskan diri beserta para sandra lainnya.


🍂🍂🍂


Di suatu tempat para wanita itu ditutup matanya dan dimasukkan kedalam sebuah kamar - kamar. Tempat itu seperti sebuah tempat hiburan malam, tempat dimana para lelaki hidung belang datang mencari para pekerja komersial.


"Paksa dia minum obatnya karena aku tak mau ruginya kalau sampai dia melawan dan melukai pelanggan ku." ucap seorang wanita pada beberapa orang pria bertubuh besar.


"Aku tak mau, apa yang mau kalian lakukan? Jika kalian berani lepaskan aku sekarang.!" teriak lira pada orang - orang itu yang telah mengikat kedua tangan dan juga kaki lira.


"Paksa dia minum." perintah wanita itu lagi.


"Ehm." lira menutup rapat mulutnya dan menggerakkan kepalanya agar tak berhasil minum obat itu, karena lira tak tau itu obat apa.


"Merepotkan sekali. 1 jam lagi orang ya datang." kesal wanita itu.


Bug


Wanita itu dengan kejam memukul perut lira dengan tingkat yang dia bawah dari tadi.


"Aaah.!" teriak lira yang merasakan kesakitan, dan dengan cepat pria - pria yang memaksa tadi langsung meminumkan obat itu pada lira, dengan paksaan dengan menutup hidung lira akhirnya semua obat dalam minumunnitu tertelan oleh lira.


"Sudah ayo tinggalkan, nanti setengah jam lagi kalau obatnya sudah bereaksi baru kita lepas semua ikatannya." ucap wanita itu dan semua orang meninggalkan lira dalam kamar yang terkunci.


"Uhuk, uhuk, uhuk." lira terbatuk - batuk karena tersedak olah obat yang dipaksakan minum dengan campuran alkohol.


🍂🍂🍂


Liyon yang derada diluar rumah terus saja mencari liar disetiap bar dan juga diskotik, karena dari kabarnya orang - orang yang menculik lira adalah para mucikari. Keterangan itu didapat liyon dari mengintrogasi Safitri saat berada di rumah sakit.


Kejadian 1 minggu sebelumnya


"Sekretaris Safitri kalau boleh saya tau bagaimana kalian bisa dihadang dan juga berkelahi hingga sekretaris lira diculik" tanya Farid pada Safitri.


"Sebenarnya saya tak tau bagaimana, sewaktu kami pulang dari survei jalan yang kami lewati biasanya ditutup karena ada pembangunan jalan, jadi kami lewat jalan alternatif. Waktu berangkat kami tak ada masalah, tapi tiba - tiba saja waktu kembali ada beberapa preman dengan membara benda - benda yang menakutkan." jelas Safitri yang akhirnya menceritakan semuanya asal mula hingga sampai pada akhirnya terjadi perkelahian dan pak supir terluka hingga lira berusaha sendiri untuk melindungi mereka berdua.


"Jadi maksud anda mereka ada sekitar 10 orang dan salah satu dari mereka memiliki tato naga di lengan kanannya?" tanya Farid dan Safitri mengangguk.


"Itu semua salah ku, anda saja aku tak tak ketakutan hingga dimanfaatkan oleh mereka maka lira tak akan diculik." Safitri menangis dan menyalahkan dirinya.


"Jangan menyalahkan dirimu, dan istirahatlah. Terima kasih atas keterangan mu." ucap liyon pada safitri.


"Tapi kalau lira tak dibius dia tak akan kalah, dan mereka bilang kalau mereka akan menjual lira. Bagaimana nasibnya lira." ucap Safitri dan dia menangis makin keras.


"Deg. Apa? Di - dijual, jangan bilang mereka adalah para mucikari." gumam liyon dalam hati.


"Farid gerakkan mereka semua cari disetiap tempat hiburan dan juga diskotik. Jangan biarkan siapa pun yang terlibat" perintah liyon pada Farid.


1 minggu sekarang


"Kak, dimana kau berada?" liyon bergumam dan menangis, ada rasa sesak didalam dadanya.


Brrrrt


Hampon liyon bergetar dan menunjukkan nama anak buah Farid dilayar hanponnya, liyon langsung mengangkat panggilan itu dan berharap ada kabar tentang keberadaan lira.


"Bos kami menemukan lokasinya. Dia berada disebuah rumah hiburan yang ada diluar kota dan katanya 1 jam lagi dia akan ada transaksi." lapor dari salah satu anak buah Farid yang berhasil menangkap para preman yang menculik lira dari panggilan telepon kepada liyon.


"Apa 1 jam? Sial." liyon langsung mematikan sambungan teleponnya dan dia melajuakan mobilnya sambil menghubungi seseorang.


Kepanikan liyon sungguh luar biasa, dan tatapan matanya seolah dia ingin membunuh dan menghancurkan segalanya yang menghalangi dia.

__ADS_1


__ADS_2