Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Memberi hukuman


__ADS_3

Dengan sisa kekuatannya lira menendang pria itu hingga terjatuh. Dan amarah dari pria pelanggan itu pun mulai muncul dan tak sabar lagi dengan lira, pria itu bangkit dan memberikan obat bius pada lira dengan cara memaksa lira untuk meminumnya.


Diluar keadaan semakin kacau dengan kedatangan beberapa anak buah Farid yang mencari keberadaan lira setelah mendapatka alamat pastinya. Ada sekitar 12 orang yang masuk melakukan penggrebekan di tempat hiburan itu.


"Nyonya ada beberapa orang yang melakukan penggerebekkan dan membuat beberapa dari pelanggan Kabur melarikan diri." lapor anak buah dari pemilik tempat hiburan itu


Nyonya pokok itu langsung keluar dan mencegah beberapa orang untuk mengobrak-abrik tempatnya, dan dia membuat laporan pengaduan karena tempatnya itu sudah terdaftar dengan sertifikat legal untuk melakukan dan membual rumah hiburan itu.


Dan ijin yang dikantongi ternyata dirubah, karena didalam situ masih banyak pemaksaan dan penculikan. Padahal dalam ijinnya tempat itu hanya pemper kerjakan mereka - mereka yang memang bersedia bekerja di situ tanpa ada unsur pemaksaan sedikit pun.


"Apa yang kalian lakukan ini?! Jangan buat kekacauan di tempat ku, aku bisa menuntut kalian semua atas tindakan yang kurang ajar dan merugikan, siapa bos kalian?!" teriak marah nyonya pemilik rumah hiburan itu.


"Jangan halangi pekerjaan kami cepat kalian minggir, dan kalau mau lapor silakan saja buat laporan pimpinan kami akan mengatasinya karena kalian telah berani membawah dan menculik nyonya dari pimpinan kami." jelas salah satu anak buah Farid yang datang melakukan penggrebekan.


"Jangan bicara tidak masuk akan aku tak melakukan penculikan di sini semua pekerjanya adalah orang - orang bersih semua." jawab nyonya pemilik dengan kesal.


"Dimana orangnya?!" teriak liyon yang memasuki rumah hiburan itu.


"Siapa kamu jangan sok berkuasa di sini karena kami ada surat serta sertifikat atas berdirinya tempat ini, dan tempat ini bersih." ucap pengawal nyonya pemilik.


Grep


"Jangan banyak bicara cepat katakan dimana orangnya?" liyon dengan cepat memegang leher orang yang bicara itu dengan sangat kuat dan kencang.


"Ugh." orang yang dicengkeram lehernya oleh liyon berusaha untuk melepaskan diri namun tak bisa karena kekuatan liyon lebih besar dari orang itu.


"Se- sebenarnya siapa orang yang kalian cari, dan belum tentu orang itu ada di sini kalian pasti salah karena tempat ini adalah tempat yang..." kalimat nyonya pemilik terhenti karena liyon menatapnya dengan tajam.


Bruk


"Ugh." keluh orang yang didorong oleh liyon setelah dicengkeram lehernya tadi.


"Jangan bilang kalau tempat ini bersih. Cepat katakan dimana istriku atau ku habisi semuanya." ancam liyon pada nyonya pemilik.


"Tuan aku tak tau siapa yang kamu maksud, semua anak - anak ku adalah gadis yang baik dan datang kemari dengan baik - baik.


"Kau masih mau bermain dengan ku rupanya." kalimat liyon ditekankan.

__ADS_1


"1 minggu yang lalu kalian menerima gadis dari kota Jakarta dan dengan bayangan yang sangat besar, masih mau mengelaknya?!" geram liyon pada nyonya pemilik.


"Tapi aku tak tau yang mana yang ksu maksud karena aku mendapatkan uang dari mereka tanpa tau apa pun dan juga itu adalah barang pesanan para pelanggan vip ku ditempat ini." jelas nyonya pemilik.


"Lira, dimana kau menempatkannya? Kalau sampai aku tau istriku kenapa - Napa bahkan sehelai rambutnya saja ku pastikan kau dan tempat mu ini tak akan selamat." ancam liyon.


"Deg, bagaimana bisa gadis itu adalah istri orang yang berkuasa seperti ini? Apakah dia menipu aku dan membohongi aku? Tapi jika aku katakan maka aku akan rugi besar untuk itu." gumam nyonya pemilik dalam hati


"Aku tak tau supa yang kau maksud." jawab nyonya pemilik bohong pada lira


"Bos salah satu kamar tak bisa dibuka karena harus ada akses dari dalam." lapor anak buah liyon yang mendapatai 1 kamar tak bisa dia buka.


"Dimana kunci aksesnya, katakan sekarang.?!" teriak liyon pada nyonya pemilik.


"Untuk apa itu bukan orang yang kau cari, dan itu adalah pelanggan vip yang khusus." tolak nyonya pemilik bersih keras.


"Begitu ya, ingat kata - kata ku ini. Jika sampai orang yang didalam adalah istri ku habis kau dan semuanya." ancam liyon.


"Jaga mereka semua di sini dan jangan biarkan satu pun dari mereka kabur." perintah liyon pada anak buahnya dan dia langsung melangkah menaiki tangga menuju ke kamar yang tak bisa dibuka tadi.


"Lakukan dengan cara pembobolan dan jika tak bisa hancurkan langsung." perintah liyon pada anak buahnya.


Sementara didalam kamar lira yang telah diberi obat bius itu mulai tak jelas melihat, matanya mulai panas dan berat, pandangannya lama kelamaan jadi kabur dan mulai gelap.


"Sudah dapat." ucap anak buah liyon.


"Menyingkirkan." liyon membuka dengan kasar pintu kamar itu.


"Bos." panggil anak buah liyon.


"Berhenti ditempat.?!" teriak liyon karena dia gak mau sampai anak buahnya melihat apa yang dia lihat.


"Siapa itu yang berani kurang ajar?!" teriak pria pelanggan itu pada liyon yang mengganggu kesenangannya


Liyon mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan yang penuh dengan aura mematikan.


"Kurang ajar, apa yang sedang kau lakukan?!" teriak liyon yang berjalan mendekat dengan melepaskan jaketnya.

__ADS_1


Brak


liyon memukul pria pelanggan itu setelah dia menutupi tubuh lira dengan jaket yang tadi dia gunakan.


"Siapa kamu sebenarnya kenapa berani sekali menggangu kesenangan ku, dan memukul ku." teriak planggan itu pada liyon.


Liyon yang sudah marah dari tadi pun langsung saja menghajar pelanggan itu tanpa memberi kesempatan pada pelanggan itu untuk membela diri. Liyon terus melayangkan tinjunya juga tendangannya pada pelanggan itu berkali kali dan tanpa ba-bi-bu liyon membuat pelanggan itu benar - benar babak belur.


"Apa yang kau katakan tadi? Menganggu kesenangan mu? Apa kau tak berfikir kali dia milik orang lain?" liyon bertanya dengan nada yang sangat mengintimidasi.


"Apa kau tak berfikir bagaimana jika putrimu juga diperlakukan seperti ini, apa kau ingin aku mengirim putrimu ketempat seperti ini agar kau tau bagaimana sakitnya saat orang yang kau sayangin dirusak oleh orang lain.?!" kalimat liyon menggelegar didalam kamar itu.


"Apa tak ada rasa kasian atau iba pada dirimu melihat seorang gadis yang bahkan memohon padamu hah.?!" liyon terus saja bicara dan bertanya dengan terus melayangkan tinjunya dan tendangannya pada pelanggan itu.


"Tangan yang mana tadi yang kau gunakan untuk melecehkan dia, katakan pada ku yang mana. Atau dia - duanya?" tanya liyon dengan menekuk t


jari pelanggan itu hingga keluar bunyi klek dan teriakan dari pelanggan itu yang melengking.


"Dan ini, mau kau masukkan kemana ekor kecil buntung mu ini tadi. Kau ingin bermain -ain dengan sarung senjataku? Kau tak pantas untuk melakukan itu pada wanitaku." ucap liyon menendang pelanggan itu sampai jatuh dan menginjak area sensitifnya.


"Aaaarhg.!" teriak pelanggan itu yang mendapatkan injakan di area intinya oleh liyon. Dan tanpa ampun liyon melakukannya.


"Liyon hentikan dia bisa meninggal." Farid yang baru datang dari mengurus pencabutan ijin operasional dari rumah hiburan itu.


"Tidak, tidak bisa aku harus menghajarnya." ucap liyon yang terus menginjak pelanggan itu hingga jatuh pingsan.


"Liyon hentikan, biar aku yang mengurus dia. Sebaiknya kamu bawah Lira ke rumah sakit." ucap Farid dan itu menyadarkan liyon pada lira.


"Lira.?" liyon berbalik dan mendekati lira yang sudah tak berdaya dan tak sadarkan diri.


Liyon melihat ada banyak luka ditubuh lira, pergelangan tangan lira yang terikat penuh dengan darah yang keluar dari luka yang terus digesek saat lira berusaha untuk lepas, dan bibir yang bengkak berdarah karena digigitin oleh lira untuk mempertahankan kesadarannya, serta memar diarea perutnya yang terlihat jelas.


"Lira, sayang?" liyon memegang pipi lira yang sudah tak sadarkan diri dan melihat ada banyak luka dibibir lira yang sudah mengeluarkan darah, membuat hati liyon sakit.


Liyon langsung membuka ikatan ditangan lira dan membungkus tubuh lira dengan selimut lalu langsung mengangkat tubuh lira dan membawahnya ke rumah sakit terdekat dengan tempat hiburan itu.


"Farid aku tak peduli hancurkan semuanya tanpa tersisa. Aku ingin dengar kabar baik kehancuran mereka semua yang terlibat." perintah liyon pada Farid saat dia sedang menunggu lira diperiksa di rumah sakit.

__ADS_1


Sesuai dengan perintah dari liyon Farid menghancurkan semuanya dan Memberi hukuman pada merekasemua yang terlihat atas kasus penculikan lira hingga penganiayaan pada lira tanpa terkecuali. Dan penyalagunaan ijin yang dilakukan oleh nyonya pemilik rumah hiburan itu pun terkuak keluar hingga dia dikenakan hukuman hak asasi manusia dan tindak kekerasan serta masih banyak lagi lainnya.


__ADS_2