
"Tunggu." lira berhenti saat dia merasa ada yang salah dengan kopernya.
"Perasaan ku saja atau koperku emang jadi ringan?" lira bertanya - tanya dan membongkar isi kopernya.
"Apa - apa'an ini? Kemana semua isinya!?" teriak lira kesal saat mendapati isi kopernya kosong.
"Bocah itu benar - benar ya." lira lari ke arah parkiran untuk mencarik liyon namun liyon tak ada di sana, dan itu membuat lira semakin kesal.
"Kakak mencarik aku?" liyon bersandar di pintu masuk samping rumah.
"Kemana semua isi koperku!? Kenapa semua jadi hilang hah!?" lira berteriak dengan kesal menatap liyon.
"Aku mencucinya karna semuanya kotor." jawab liyon santai dan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Hah? Tunggu dulu, maksudnya apa? Semuanya kamu yang cuci?" lira bertanya karna dia merasa heran dengan bosnya itu.
"Tentu saja, memang kenapa? Aku cuci semuanya mulai dari baju dan juga dalaman kakak." jawab liyon dan duduk di sofa.
"Kamu, kenapa kamu lakukan itu. Apa kamu tak malu?" lira bertanya dengan heran dan memonyongkan bibirnya, mencibir liyon.
"Malu, kenapa harus malu. Aku saja sudah melihat dan menikmati semua isinya. Kalo hanya untuk membersihkan pembungkusnya itu tak masalah bagi ku." liyon menjawab dengan santai dengan melipat kedua tangannya didepan dada sambil berdiri lagi melihat lira yang kesal pada dirinya.
"Dimana semuanya?" tanya lira malu pada liyon.
"Di kanan rumah bagian belakang." tunjuk liyon dengan menggerakkan dagunya.
Lira langsung pergi dan memilih - milih bajunya yang masih basah semua.
"Masih basah semua, terus kenapa aku dipanggil ke sini kalo isi koperku semuanya dikeluarkan dan masih basah semuanya begini." lira bergumam dengan suara pelan namun liyon tetap masih bisa mendengarnya.
"Semua ku lakukan untuk memberi pelajaran dan juga memberikan tugas pada kakak. Karna aku tak suka orang ku bermain dengan orang lain." ucap liyon yang mengikuti lira dari belakang dan berdiri diambang pintu tempat pencucian baju.
"Besok kembali ke sini, sekarang ku antar pulang." liyon berkata dan berjalan masuk kedalam rumah lagi.
"Iya terima kasih." lira mengikuti liyon, dan liyon mengantar lira sampai rumahnya.
"Tak menyuruh aku masuk.?" liyon bertanya saat lira keluar dan tak mengatakan kata apa - apa lagi selain ucapan terima kasih.
"Maaf pak saya masih ada urusan, jadi sampai jumpa besok di kantor dan terima kasih." ucap lira yang langsung masuk kedalam halaman rumahnya.
...🌴🌴🌴...
"Ya Ampun dari mana saja kakak baru pulang? Aku uda nunggu sangat lama di sini." satria langsung menegur lira begitu dia melihat lira masuk kedalam halaman rumah.
"Ya Ampun sejak kapan kamu di sini? Katanya di rumah nenek, kenapa gak telpon kalo mau kesini." lira ngomel sambil bukain pintu.
"Emang kakak dari mana saja kok sampek sore menjelang malam begini baru pulang, ini kan hari libur." satria mengekor sambil bertanya pada lira.
__ADS_1
"Bukan urusan mu, katakan ada apa kua ke sini dan bagaimana kabar ayah sama ibu di sana." lira menjawab dengan kesal, karna rasa kesal dari rumah liyon masih ada.
"Hem, ayah ibu baik dan sehat. Aku ke sini mau tinggal dengan kakak saja karna kalo di rumah nenek bisa ribet, seminggu di sana selalu diintrogasi tiap pulang malam." satria menjawab dengan duduk santai di ruang tengah mengikuti lira.
"Ya, begitulah makanya aku beli rumah ini dengan cicilan, namanya juga orang tua." lira menjawab dengan merebahkan tubuhnya di sofa.
"Hei kamu belum menjawab pertanyaan ku, kamu ke sini ngapain?" tanya lira pada satria adik satu - satunya itu.
"Ah iya lupa, aku ke sini karna ada kerjaan dan aku akan mulai masuk Senin besok. Aku bekerja dibagian marketing dan aku jadi kepala marketing." jelas satria pada lira dan itu membuat lira sangat senang.
"Sungguh? Jadi kamu akan di sini menemaniku? Benar, benar?" lira melompat dari sofa dan memeluk satria.
"Ok, ok hahaha." satria membalas pelukan lira dan tertawa terbahak.
"Ayo makan besar untuk merayakan kamu masuk kerja." teriak lira dengan semangat, dan menghubungi yuniar dan juga denis untuk mengundang mereka meramaikan suasana.
Mereka berempat pun berkumpul di rumah lira dengan yuniar dan denis yang datang dengan belanjaan yang tadi disuruh beli oleh lira.
Mereka berempat sangat menikmati kebersamaan terutama satria yang selalu nempel dan lengket sama lira karna merasa rindu sudah bertahun - tahun tak bertemu.
Ulah konyol satria pun selalu menghiasi di setiap pergerakan lira, mulai dia yang tiba - tiba mengangkat lira dan juga mencium lira dengan sangat lama di pipi dan juga keningnya.
"Hey berhentilah kau kayak anak kecil, kenapa kau terus mengganggu ku dan nempel kayak perangko.!" teriak lira kesal pada satria adiknya itu yang terus saja memeluk lira.
"Ya, karna sebelum kau punya pacar dan menikah maka akulah pria mu satu - satunya yang bisa berbuat apa saja pada diri mu kakak ku tersayang." ucap satria sambil memonyongkan bibirnya.
"Ais, dasar."
"Auh sakit tau?" pekik satria saat mendapat jitakkan dari lira, namun dia tetap tak mau menjauh dari kakaknya itu dan semakin menempel.
"Sat kamu akan di sini berapa lama?" tanya yuniar pada satria yang sudah lama tak ditemuinya.
"Hem? Mungkin akan sangat lama, bisa jadi selamanya karna aku bekerja di daerah sini." jawab satria dengan senyuman kecut karna wanita yang dia sukai ternyata sudah punya pacar.
Setelah selesai makan mereka pun berbincang ringan dan satria menceritakan pengalamannya selama belajar diluar negri.
...🌴🌴🌴...
Ke esokan harinya lira berangkat lebih pagi dari biasanya, karna dia gak mau kenaak omel liyon karna melanggar perintahnya.
Tepat sebelum pukul 8 lira sudah sampai dikatornya dan berdiri tepat didepan pintu masuk ruangan liyon setelah dia menaruh tasnya di kursinya.
"Lira, kamu sedang apa kok berdiri di situ?" tanya Safitri yang merasa heran dengan tingkah lira hati ini.
"Benar kenapa mbak Lira berdiri didepan pintu ruangan bos liyon?" yusnia ikut bertanya.
"Ah tidak, tidak apa kok. Ini kan bentar lagi jam 8 tepat, waktunya jam masuk kantor dan sebentar lagi juga bos akan datang." jawab lira dengan canggung pada safitri dan juga yusnia.
__ADS_1
"Ciih, mau mencarik muka sama bos liyon. Bilang saja dikira aku tak tau apa, cara yang murahan " gerutu yusnia dalam hati dengan kesal menatap lira.
Tap
Tap
"Selamat pagi bos." ucap Safitri dan juga yusnia, serta lira saat melihat liyon masuk.
"Hem, pagi." jawab liyon dan tersenyum menatap lira yang tertunduk berdiri didepan pintu ruangannya.
"Pagi sayang" bisik liyon ditelinga lira dan mengulurkan tangan untuk menyentuh perut datar lira.
"Duga anku benar dia hanya ingin menggoda bos Liyon." geram yusnia dalam hati yang melihat interaksi antara liyon dan lira.
Jam kantor pun dimulai, semua orang mulai sibuk dengan urusan kerjaan mereka masing - masing.
Lira tersenyum melihat liyon yang begitu tegas dan juga dingin pada pegawainya, liyon terlihat memerintah dan garang tanpa senyuman pada semua orang.
"Lihatlah dia, begitu berbeda dengan dirinya yang biasanya ku lihat." gumam lira dalam hati melihat liyon yang memimpin rapat dengan sangat tegas.
"Baik bos, kami akan melakukan sesuai dengan apa yang bos intruksi kan." jawab para pegawe liyon saat rapat mau ditutup.
"Mbak Lira tadi sama bos kita di suruh untuk melihat ke gudang dan mencatat berkas yang meluncurkan bahan di tahun kemaren." Yusnia memberitahu lira untuk membantunya.
"Baiklah, ayo kita lakukan sekarang saja." jawab lira langsung pergi kegudang sama yusnia.
"Mbak Lira melihat yang disebelah sana ya aku yang di sini biar cepat." saran dari yusnia dan lira pun mengiyakan.
Mereka berdua pun mulai melakukan pekerjaannya dengan sangat teliti, dan lira sangat fokus dalam pekerjaannya. Karna lira orangnya sangat bersungguh - sungguh dalam urusan bekerja.
"Loh ada orangnya toh, apa masih belum selesai karna mau saya kunci pintunya." ucap pegawe yang bertugas dan bertanggung jawab soal gudang.
"Ah iya sudah tapi ada teman saya didalam." ucap yusnia memberi tau petugas itu.
"Eh, aku sudah keliling didalam tak ada orang lain lagi selain anda, karma saya selalu keliling setiap kali mau menutup dan mengunci pintu." jelas petugas itu pada yusnia.
"Oh, begitu ya. Baiklah kalo begitu terima kasih banyak." ucap yunsia dan keluar dari gudang.
Krecek
Klik
Pintu gudang pun sudah terkunci dari luar dan semua petugas juga sudah pergi meninggalkan lokasi mereka.
Sementara didalam gudang lira yang sedang fokus mencatat tak tau kalo dirinya terkunci didalam.
Lira yang memiliki kemampuan bela diri selalu melakukan pekerjaannya dengan melatih kekuatan fisiknya, jadi saat petugas itu keliling dia tak tau karna lira melakukan pencatatan dibagian atas dengan cara menginjak rak kanan dan kiri langsung dengan kakinya tanpa menggunakan anak tangga yang ada.
__ADS_1
"Eh, kok sudah gelap?" lira yang mulai tersadar pun turun dan mendapati gudang sudah sepi dan pintu terkunci dari luar.
"Halo, halooo.! Ada orang diluar!?" teriak lira namun tak satu pun mendengar karna semua orang sudah pergi.