Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Pernyataan putus


__ADS_3

Siang itu liyon bagaikan disambar petir disiang hari yang cerah, tubuh liyon bergetar karena menahan sesak dalam dirinya atas pernyataan dari lira yang begitu mengejutkan.


"Apa? Jadi kamu takut pada ku dan takut pada cinta yang ku berikan padamu selama ini? Jadi aku sangat menakuti mu selama ini?" liyon bertanya dan melangkah maju untuk menyentuh lira, tapi lira menghindar sehingga tangan liyon ditahan diudara mengepal dengan kuat.


"Apa yang terjadi, kenapa semua jadi begini?" liyon bertanya lagi dengan sangat bingung.


"Kamu dari awal memang tak serius pada ku kan, kamu selalu memasang penghalang diantara kita, kamu tak pernah melibatkan aku dalam setiap urusan dan masalah yang menimpah dirimu, kamu selalu merahasiakan semuanya dari ku, dan kamu tak pernah menganggap aku ini ada untuk mu, kamu melakukan semua itu supaya kamu bisa meninggalkan aku dan pergi seperti sekarang kan?" liyon berkata dan bertanya dengan sedih.


"Kamu sudah merencanakan semua ini dari sejak awal supaya bisa meninggalkan aku ditengah jalan seperti ini, membuat aku tak berdaya serta tak bisa berbuat apa - apa lagi." liyon berjalan maju mendekati lira


"Apa selama ini aku tak ada sedikit pun arti didalam hati mu?" tanya liyon dengan nada suara yang terdengar sedih.


"Maafkan aku, selama ini kita hanyalah partner. Aku membutuhkan mu karena aku tak bisa bersentuhan dengan seorang pria sejak aku putus dari pacarku dan kamu datang sebagai pelantara untuk ku, jadi hubungan kita sama - sama saling menguntungkan satu sama lain." ucap lira liri.


"Partner, apa yang ingin kamu katakan dan partner apa yang kamu maksudkan?" tanya liyon pada lira.


"Kita hanyalah partner dalam hubungan saling memuaskan, aku yang butuh stimulasi dan kamu yang memiliki hasrat besar, hubungan kita hanya terjadi dengan saling memuaskan nafsu saja tak lebih dari itu. Jadi mari kita akhiri semuanya dan kita putus sampai di sini saja." jelas lira dan itu membuat liyon semakin mengepalkan tangannya.


"Hubungan pemuas nafsu? Lira, jadi seperti itu arti diriku bagimu?" tanya liyon dengan sedi dan sakit hati.


"Sudah tak ada yang harus kita bicarakan, mari kita akhiri dan putus saja." ucap lira dan mulai meneteskan air mata.


"Hah, sungguh miris. Wanitaku takut padaku dan dia juga takut pada cintaku, bahkan sekarang dia menganggap aku hanyalah sebagai alat pemuas." ucap liyon menahan rasa sakitnya.


"Lira, jangan takut padaku karena aku tak akan memukulmu atau menyakiti dirimu jadi tolong jangan menangis lagi, hapus air matamu." liyon berkata dengan menghapus air mata lira.

__ADS_1


"Kamu ingin putus dariku? Kamu hanya merasakan rasa sakit mu saja, tapi kamu tak pernah tau dan melihat bagaimana dengan rasa sakit ku yang selalu merasa takut kalau suatu hari nanti kamu akan meninggalkan aku dan pergi jauh dari sisiku, membuang ku begitu saja. Aku benar - benar tak menyangkan kalau ketakutan ku itu sekarang datang, dan begitu cepat dia menghampiri ku." liyon mengusap pipi lira dengan lembut.


"Lira, tolong jangan menangis, jangan menangis lagi. Aku akan melepaskan mu, akan aku lepaskan" liyon menarik dan memeluk tubuh lira dengan sangat erat.


"Mari kita putus liyon, kita akhiri semuanya." ucap lira sambil menangis dalam pelukan liyon.


"Hem, iya. Pergi dan bersembunyilah dengan baik agar aku tak menemukan mu. Karena aku akan menunggu mu untuk selamanya dan akan mencari mu nanti." jawab liyon yang semakin mengeratkan pelukannya.


"Jangan cari aku liyon, lupakanlah aku anggap aku hanya sebagai bayangan saja yang tak pernah untuk jadi nyata." ucap lira mengurai pelukannya dengan liyon.


"Bersembunyilah dengan baik dan benar, dan jangan sampai aku menemukan mu. Karena jika aku menemukan mu maka aku tak akan pernah melepaskan dirimu, aku akan melakukan segala cara dan memaksamu agar tetap tinggal disisiku, maka dari itu kamu harus bersembunyi dengan benar agar tak bisa ku temukan." ucap Liyon dengan tatapan mata yang menahan rasa sakit.


"Jangan mencari aku dan jangan pernah mengingat diriku, kamu harus melupakan diriku untuk selamanya." ucap lira dan berbalik lari menjauh dari liyon.


"Jangan cari dan melupakanmu, bagaimana bisa itu aku lakukan. Aku akan mencari mu karena hanya kamulah kekuatan ku untuk bertahan di sini, aku pasti akan mencari mu." gumam liyon menatap lira yang berlari menjauh dari jarak pandanganya.


...🍂🍂🍂...


Liyon tak kembali lagi ke kantor, melainkan menuju ketempat Brayen. Di sana liyon ingin minum sampai mabuk disebuah kamar vip, seolah dia sedang mengobati rasa sakit dan luka hatinya yang tak bisa diobati oleh siapa pun.


Ya, tempat Brayen adalah sebuah kafe yang berpadu dengan bar, namun bar itu hanya untuk pertemuan bisnis saja dan para tamu istimewa. Jadi bar itu seperti bar khusus untuk keluarga.


"Bos Brayen syukurlah Bos sudah kembali, tuan Liyon sedang mabuk dikamar 49 Bos dan terlihat sangat tertekan juga menderita." adu pegawai Brayen saat dia melihat Brayen datang.


"Apa yang terjadi, dia dengan siapa? Dan berapa banyak dia minum?" Brayen bertanya sambil berjalan dengan langkah lebar menuju kamar yang disebutkan oleh pegawainya.

__ADS_1


"Sendirian Bos, minum sekitar 10 botol Whisky." jawab pegawai Brayen yang dari tadi melayani liyon.


"Liyon hai apa yang kau lakukan? Jangan minum lagi, apa kau ingin mati?!" Brayen melarang liyon untuk minum lagi.


"Sayangnya aku masih belum mati dan aku masih mampu untuk minum lagi." jawab liyon tanpa melihat Brayen dan menatap gelas whisky yang dipegangnya.



"Apa yang terjadi kenapa kamu masih siang tau - tau sudah seperti ini?" tanya Brayen yang ikut duduk disebelah liyon.


"Tidak ada, aku hanya sedang mengumpulkan tenaga karena duniaku telah hilang dan kehidupan ku hancur. Dia pergi meninggalkan aku, dia telah membuang ku dijalankan. Aku tak berguna dan menakutkan baginya." jawab liyon dan meminum minumannya sampai habis.


"Apa maksud mu? Bicara apa kau ini, kau sudah mabuk." Brayen mengambil botol whisky dari depan liyon.


"Apa kau juga akan meninggalkan ku dan takut pada ku?" liyon tersenyum "dia terluka karena aku dan dia takut akan cintaku." liyon menatap Brayen dengan tatapan sayu yang penuh dengan kesedihan dan rasa sakit.


"Tenangkan dirimu liyon, jangan seperti ini. Kami semua akan selalu ada untuk mu." bujuk Brayen agar liyon mau berhenti minum.


"Kalian, ya kalian semua memang ada untuk ku tapi aku tak butuh kalian! Yang aku hutuhkan adalah dia, aku butuh Lira. Tapi dia telah pergi meninggalkan aku dan membuang ku begitu saja." gumam liyon setelah teriak begitu kencang.


"Lira? Apa yang terjadi, memang dia pergi kemana?" Brayen makin bingung dengan kata - kata yang dikeluarkan oleh liyon.


"Ya dia meninggalkan aku, dia pergi jauh dariku. Aku benar - benar tak berguna, aku ingin menyelesaikan semuanya tapi aku telah kehilangan dirinya. Aku benar - benar begok." gumam liyon lagi.


"Tidak, tidak sepenuhnya hancur. Setidaknya sekarang sudah tak ada lagi tali kekang untuk diriku dan aku sudah bebas melakukan apa saja. Akan ku hancurkan mereka semua tanpa sisa, akan ku buat mereka menderita selamanya." gumam liyon lagi dengan memunculkan seringai dibibirnya.

__ADS_1


Liyon meracau tak karuan ditempat Brayen, dia menyalahkan dirinya sendiri dan menyesali semua tindakan cerobohnya sehingga membuat lira pergi jauh dari sisinya, liyon terlihat seperti orang yang tak tau arah dan tujuannya sendiri.


__ADS_2