Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Liyon yang dingin


__ADS_3

Setelah keluar dari rumah nenek satria liyon menghubungi Farid dan dengan cepat Farid sudah ada didepan rumah nenek satria, liyon berjalan masuk kedalam mobil dengan raut wajah yang dingin.


Gali : "Eh, Lira sudah ditemukan?"


Farid : "Diam lah ayo masuk."


"Farid besok kerahkan semua anak buah mu dan cari lira sampai ketemu dimana pun dia berada." perintah liyon dengan nada dingin.


"Baik." Farid menjawab seketika.


Keesokan paginya Farid memerintahkan seluruh anak buahnya dan semua orang kenalannya untuk mencari keberadaan lira, namun entah bagaiman bisa lira tak dapat ditemukan di manapun berada. Lira bagai hilang ditelan bumi, seakan - akan dia tak pernah ada di dunia ini.


2 minggu berlalu Farid masih juga tak berhasil menemukan keberadaan lira. Sementara disisi lain nyonya Li sudah mulai siap dalam mempersiapkan pesta pertunangan untuk liyon dan yusnia di hotel milik keluarga dengan sangat megah.


...🍂🍂🍂...


Pagi hari disuatu restoran


Yusnia bertemu dengan Suryani dan Angela, mereka berdua menjadi teman dekat dan mereka berdua menjadi Informa bagi yusnia soal liyon dan keseharian dari liyon.


"Hai Yusnia senang bertemu dengan mu, bagaimana akhir pekan mu? Aku dengar acara pertunangan mu dengan Bos sudah dekat ya, selamat ya." ucap Angela dengan sangat bahagia.


"Terima kasih, kalian bagaimana? Pesanlah apa yang ingin kalian pesan, aku yang bayar." jawab yusnia dengan ramah pada Suryani dan Angela.


"Ada kabar apa di kantor?" tanya yusnia


"Iya, aku dengar katanya Lira pergi dan dia sudah mengundurkan diri dari kantor. Sekarang di kantor sangat menegangkan karena Bos sangat dingin, kami jadi sering serba salah dalam bekerja." adu Angela dengan nada bicara lesu ingat saat rapat liyon memarahi semua orang karena salah dalam membuat laporan.


"Benarkah? Apa kalian tau Lira pergi kemana?" yusnia mencobak untuk menyelidiki.


"Aku tak tau dia pergi kemana, yang aku tau setelah dia mengalami kecelakaan saat mengantarkan berkas ke kantor tuan Haris, dan sejak waktu itu dia langsung tak pernah masuk dan aku dengar katanya dia sudah keluar dan tak pernah kembali lagi ke kantor sampai sekarang." jelas Suryani


"Iya dan posisi lira digantikan oleh sekretaris baru dia seorang pria dan perawakannya tak kalah menakutkan dengan Bos dan juga tuan Farid. Sekarang urusan diluar Bos selalu ditemani oleh 2 orang itu." sambung Angela menjelaskan suasana di devisi sekretaris.


"Begitu ya, kalian jangan khawatir. Aku akan menaikkan jabatan kalian berdua saat aku sudah menjadi nyonya Bos nantinya." janji Yusnia pada Suryani dan Angela.


"Wah tentu saja kami akan menunggu dan selalu mendukung kamu iya kan Ngel." ucap Suryani dengan sangat senang.


"Seminggu lagi aku akan menjadi nyonya dari Liyon, akan ku kuasai semuanya." gumam yusnia dalam hati dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


"Baiklah lain kali kita bertemu lagi, sekarang aku harus pergi karena calon ibu mertuaku sedang memanggilku ke rumahnya" ucap yusnia menunjukkan panggilan dari nyonya Li di hanponnya.

__ADS_1


"Aku pergi dulu, jangan lupa lain kali beri aku kabar yang lebih bagus lagi." ucap yusnia dan meninggalkan Suryani juga Angela.


...🍂🍂🍂...


"Apa kalian semua sudah gila hah?! Aku hanya butuh orang yang punya kemampuan di kantor ini, bagi yang tak mampu singkirkan saja." ucap liyon dengan dingin didalam rapat pagi itu.


"Laporan bulanan tak sesuai dengan nominal pemasukan dan juga pengeluaran, tolong kalian perhatikan dengan teliti grafik dari setiap devisi dan diteliti lebih lagi. Selesaikan dan kumpulkan saat kalian mau pulang nanti, aku tunggu diruangan ku." ucap satria yang duduk disebelah liyon.


"Aku tak ingin ada kesalahan lagi, jika sampai ada yang salah maka jangan harap kau bisa melindungi mereka lagi." ucap liyon dengan dingin pada satria lalu keluar dari ruang rapat.


"Baiklah, kalian sudah dengar semuanya lakukan sekarang dengan benar karena aku tak bisa melindungi kalian lebih dari ini, semua kembali ke tempatnya masing - masing." ucap satria membubarkan rapat.


2 minggu sebelumnya.


"Sat aku tak mengijinkan Lira untuk keluar, jadi kamu harus menggantikan posisi dia yang kosong saat ini, karena kau adalah adiknya." ucap liyon dengan nada merintah.


"Apa kau sudah gila, aku sudah punya pekerjaan dan tak butuh pekerjaan lain." tolak satria.


"C*h, itu sangat mudah, Farid bilang sama kantor satria kalau aku merekrut dia dan pihak mereka harus mengeluarkan satria, jika mereka tak mau maka akuisisi perusahaannya." perintah liyon pada Farid dengan ekspresi tak berubah bagai mayat hidup yang tak ada senyuman diwajahnya hanya tatapan dingin.


"Haaah, kau ini. Dari dulu suka seenaknya saja." gerutu satria dengan menghela nafas dalam.


"Gila, aku tak pernah menyangka kalau orang yang disukai oleh Lira adalah orang yang sangat berbahaya dan juga sangat berkuasa, siapa yang sangka dulu dia terlihat biasa saja bahkan sangat lembek dan murah senyum." gumam Yuniar dalam hati yang memperhatikan liyon dari dalam kamarnya yang dulu adalah kamar lira.


2 Minggu kemudian.


"Waduh, ayo semuanya cepat kembali dan selesaikan laporannya dan serahkan pada sekretaris Satria, kalau gak kita bisa dipecat." kasak kusuk semua orang dan terburu - buru kembali ketempat mereka masing - masing.


"Bos ada telepon dari mama Bos, hari ini diminta untuk datang ke rumah." lapor farid pada liyon yang sedang sibuk mengoreksi berkas.


"Hem." jawab liyon malas.


Setelah selesai bekerja liyon dan Farid langsung pergi ke rumah mamanya liyon, dan selama dalam perjalanan liyon hanya diam tak bicara.


...🍂🍂🍂...


"Liyon sayang kenapa datang begitu malam, apa pekerjaanmu baru selesai saat sudah malam begini. Kasian yusnia menunggu dari tadi." tegur mama Li saat melihat liyon datang.


"Aku tak menyuruhnya untuk menunggu ku, dan pekerjaan ku memang baru selesai." jawab liyon berjalan melewati mama Li dan yusnia yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Ah Yusnia kamu antarkan teh hijau ini pada liyon di kamarnya, ayo sana." mama Li mendorong yusnia untuk mengentarkan teh hijau pada liyon.

__ADS_1


"Ba - baik tante." Dengan malu - malu yusnia melangkahkan kakinya menuju kedalam kamar liyon, "Liyon, aku membawahkan kamu teh hijau kamu dimana?" yusnia berjalan masuk kedalam kamar liyon.


"Apa yang kau lakukan di sini." suara liyon yang sangat dingin pada yusnia saat dia keluar dari dalam kamar mandi.


"Ah, Li - Liyon aku membawahkan teh hijau untuk mu." jawab yusnia dengan jantung berdebar membayangkan tubuh liyon.


"Keluar.!" perintah liyon dengan dingin


"Liyon, tolong bukalah hatimu untuk ku. Aku sangat mencintai mu Liyon, dan aku rela melakukan apa saja untuk mu." ucap yusnia mendekati liyon.


"Aku tau Lira telah pergi meninggalkan mu, aku bersedia menggantikan posisinya dihatimu tolong berikan kesempatan pada ku." ucap yusnia dengan wajah dibuat terlihat manis dan senyuman yang menawan.


"Kau..." kalimat liyon terhenti dan memunculkan senyuman yang membuat yusnia sangat senang.


"Apakah kau benar - benar sangat ingin menjadi wanita ku? Apa kau sudah tau syarat untuk menjadi wanita ku?" tanya liyon dan yusnia tersenyum manis


"Aku akan melakukan apa pun untuk itu Liyon." jawab yusnia dengan ekspresi dibuat menggoda.


"Baik kalau begitu tunjukkan pada ku, kalau kau mampu memuaskan ku." liyon menarik Yusnia dan jatuh ketempat tidur.


"Aaah, Liyon." keluh yusnia saat liyon meremas dada yusnia yang menc*um leher yusnia.


"Deg." liyon tersentak dan tersadar akan ingatannya dengan Lira.


"Sial.! Keluar kau." teriak liyon dengan dingin pada yusnia yang sudah terlihat berantakan.


"Liyon?" panggil yusnia yang sudah mulai dikuasi oleh nasfu-nya.


"Keluar sekarang atau ku patahkan tangan dan kakimu." ucap liyon dengan tatapan dingin dengan duduk di sofa depan tempat tidurnya.


Dengan takut Yusnia keluar dari dalam kamar liyon sambil membenahi bajunya yang telah dibuat liyon berantakan. Yusnia menggerutu dengan kesal karena liyon tak mau melanjutkan dalam menjamah dirinya.


"Yusnia, loh. Sudah mau pulang?" mama Li bertanya pada yusnia yang lari begitu saja keluar rumah tanpa pamit.


"Liyon, apa yang diperbuat oleh anak itu." mama Li melangkah dengan cepat kedalam kamar liyon dan ingin memarahi liyon karena sudah membuat yusnia menangis.


"Liyon apa yang kamu lakukan pada yusnia hah? Kenapa kau membuat dia menangis seperti itu.?" tanya mama Li dengan emosi pada liyon.


"Mama, maaf aku tak berselera dengan wanita bekas orang dan juga pemain *** handal." jawab liyon tanpa ekspresi pada mamanya.


"Apa maksudmu berkata seperti itu, jangan bicara sembarangan kamu." kesal mama Li pada liyon.

__ADS_1


"Keluarlah ma, jangan buat aku pergi seperti dulu." ancam liyon pada mamanya dengan nada yang hampir tak terdengar, dan mama Li langsung keluar tak mau memperpanjang urusannya dengan liyon.


__ADS_2