
"Haaaah, akhirnya dia pergi juga." lira bernafas lega setelah tau liyon benar benar keluar dari rumahnya.
Brrrt...brrrt
"Eh, siapa yang telpon?" lira bergegas mengambil hanponnya yang ada didalam tasnya.
"Liyon? Bocah ini, baru juga keluar ngapain telpon." lira menggerutu sambil mengangkat telpon dari liyon.
Liyon : Halo kak, kakak lagi ngapain?
Lira : Apa kamu ini sudah gila. Belum ada 5 menit kamu keluar ngapain telpon dan menanyakan aku sedang ngapain?! Bukannya kamu sudah tau aku ngapain.
Liyon : Hahaha. Ya aku tau kakak sedang membungkus diri kakak dengan selimut.
Lira : Matikan aku mau mandi dan tidur.
"Liyon : Ok, aku akan menghubungi kakak lagi nanati.
"Dasar bocah kurang kerjaan" lira membuang hanponnya di tempat tidur dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
Sementara liyon didalam mobilnya dia sedang tersenyum sendiri menatap layar hanponnya setelah mematikan sambungan telpon dengan lira.
"Anging kutup.!" umpat liyon saat dia terkejud karena tiba tiba hanponnya berbunyi dan muncul nama Farid di layar hanponnya.
Farid : Halo bos lagi dimana sekarang?
Liyon : Kenapa, kau mengagetkan aku saja. Ada apa?
Farid : Bos tiba tiba menghilang dan tak kembali semalam, saya jadi khawatir kalo terjadi apa apa. Dan ini tuan Haris sudah menunggu di ruang rapat.
Liyon : Ah, iya aku lupa membawah hanpon, dan bilang pada Haris aku akan sampai dalam 30 menit lagi.
Liyon langsung melajukan mobilnya ke arah perusahaan setelah dia mematikan sambungan telpon dengan Farid. Dan selama perjalanan dia hanya tersenyum senyum bahagia.
...🍂🍂🍂...
"Ya, sudah dimatikan." gerutu Farid menatap hanponnya.
"Maaf tuan Haris bos Wei sedang dalam perjalanan, mungkin akan sampai sekitar 30 menitan." Farid menyampaikan pesan dari liyon pada tuan Haris.
"Iya, iya tentu saja tak masalah. Tapi kalo boleh saya tau dimana sekretaris lira, apa dia sedang sibuk dengan keperjakaannya?" tanya tuan Haris yang sejak dari datang tadi tak melihat lira.
"Ah kalo itu, sebaiknya tuan tanyakan langsung sama bos saja nanti." jawab Farid karena dia bingung mau bilang apa.
"Apa? Kamu jangan bilang kalo mereka sebenarnya sudah menjalin hubungan." tuan Haris berdiri dan bertanya dengan tak sabar.
"Sa - saya tak tau." Jawab Farid dengan senyuman profesional.
"Jangan bilang kalo kamu tak tau, karena kamu adalah asistennya liyon. Kamu pasti lebih dekat dari siapa pun." tuan Haris berkata dengan kambali duduk dan lemas.
"Halo, maaf menunggu lama." liyon menerobos masuk kedalam ruang rapat.
"Liyon katakan kalo itu tidak terjadi." tuan Haris menerjang liyon yang baru masuk dan membuat liyon terkejud
"Tunggu apa maksudnya.?" liyon bertanya dan menatap Farid dengan bingung.
__ADS_1
"Katakan apa kamu sudah menjalin hubungan dengan nona Lira? Cepat kalian putus kalo memang iya." tuan Haris mendesak liyon.
"Bicara apa. Cepat selesaikan urusan pekerjaan dulu." liyon menepis tangan tuan Haris dan duduk di kursi.
"Ok, kita urus pekerjaan dulu." tuan Haris juga ikut duduk di kursi.
Mereka membahas kerja sama mereka berdua dan juga menghitung untung ruginya, serta tuan Haris meminta pada liyon untuk membantu dia menyelesaikan urusannya dengan saudaranya yang selalu membuat dia kesal.
"Liyon kamu belum bilang hubunganmu dengan nona lira." tuan Haris mendesak liyon lagi.
"Kalo pun iya aku tak mau melepasnya dan tak akan pernah." jawab liyon menatap Haris dengan tajam.
"Tidak boleh, kamu harus melepasnya." Haris lagi lagi mendesak liyon dan membuat liyon kesal.
"Dia adalah milik ku dan akan seterusnya menjadi milik ku. Jadi kamu jangan cobak cobak." ancam liyon dan itu membuat Haris semakin ingin merebutnya.
"Aku akan dapatkan, semua tergantung dengan nona lira mau pilih siapa." Haris berkata dengan percaya diri, lalu pergi meninggalkan liyon.
"Dia benar benar bikin kesal." gumam liyon.
"Duh ngapain sih tuan Haris bikin mood bos jadi suram lagi." batin Farid.
"Farid siapkan makan malam mewah nanti malam dan bila perlu sewa seluruh tempatnya." perintah liyon pada farid.
"Baik, eh apa?" Farid bertanya tak percaya karena kaget.
"Kenapa dengan dia, moodnya berubah ubah. Apa benar dia tak papa, atau jangan jangan dia tak stabil." batin Farid, menatap liyon pergi.
Liyon pun bekerja dengan sangat semangat dan juga sangat senang karena suasana hatinya yang lagi baik karena lira mau memaafkan dia dan juga tau kalo semua pria yang berada disisi lira selama ini adalah saudara dan juga pegawai dari neneknya.
Tuuuuuutt
"Ah, halo kak. Kakak sudah bangun ya?" tanya liyon lewat panggilan telpon pada lira.
"Hem, kamu yang membangunkan ku" jawab lira dari sebrang yang terdengar masih malas karena baru bangun dari tidur.
Liyon : Kak nanti malam sepulang kerja aku jemput kakak ya, untuk makan malam (berkata dengan nada sangat senang)
Lira : Apa aku bisa menolaknya.
Liyon : Eh, ba - baiklah tak apa jika kakak tak mau (menjawab dengan suara sedih)
Lira : Dasar bocah (suara hati)
Liyon : Baiklah kalo kakak tidak mau tidak apa.
Lira : Ya, aku tunggu jam 7
Liyon : Baik, eh benarkah? Berarti kakak mau, aku akan datang tepat waktu. (suaranya terdengar senang lagi).
"Aku akan membawah kakak untuk makan enak dan tak akan mengecewakannya, terlebih lagi aku akan mencegah mereka yang ingin mengambil kakak dari ku, tak akan aku biarkan mereka mendapatkannya." liyon berkata dengan serius dan bekerja dengan sangat bersemangat.
"Dengar nanati kalian boleh pulang cepat, tak usah menunggu aku sampai pulang. Pulang saja duluan." liyon berkata pada Endang dan juga Safitri yang belakangan ini selalu pulang setelah liyon pulang.
"Baik." jawab Endang dan Safitri serempak.
__ADS_1
Sore itu liyon sudah menyelesaikan semua pekerjaannya dan sia sudah siap siap akan pergi menjemput lira di rumahnya.
"Bos mau pergi kemana, apa perlu aku mengantar?" Farid bertanya saat dia melihat liyon terburu buru pergi dari ruang kerjanya.
"Tak usah aku berangkat sendiri saja, apa kamu sudah melakukan apa yang aku perintahkan tadi siang?" liyon bertanya dengan terus berjalan menuju lif.
"Sudah, semua sudah siap di hotel biasanya dan aku juga sudah mengosongkan lantai 2 dari restoran itu." jawab Farid langsung.
"Ok, kamu langsung pulang saja." liyon berkata dengan melangkah lebih lebar lagi ke arah parkiran dan mendekati mobilnya.
"Sebenarnya ada apa, apa dia sudah berbaikan dengan nona lira? Tapi kenapa nona lira masih juga belum kembali ke kantor kalo mereka emang sudah baikan. Entahlah mereka membingungkan." Farid bergumam sendiri melihat liyon masuk kedalam mobilnya dan melaju dengan cepat.
"Kalo emang benar karena nona lira itu bagus, nona lira benar benar perubah mood yang bagus untuk bos." Farid bergumam dan masuk kedalam mobil kantor.
...🍂🍂🍂...
Tok...Tok...Tok
"Kak apa kakak ada didalam?" panggil liyon sambil mengetuk pintu rumah lira.
Ceklek
"Kamu?" lira terkejud melihat liyon yang sudah berdiri didepan pintu rumahnya padahal masih jam 6 sore.
"Ya aku ingin cepat cepat ketemu sama kakak." jawab liyon dengan nyengir kuda.
"Tapi ini masih jam 6." lira menjawab dengan berjalan mundur sehingga liyon bisa masuk kedalam rumah.
"Tidak apa, aku sudah menyuruh Farid memesan restorannya dari siang tadi." liyon menjawab dengan berjalan masuk dan duduk di kursi.
"Baiklah aku siap siap dulu." lira berjalan masuk kedalam kamarnya dan berganti baju.
"Eh iya, aku mau tau kenapa dia ada di sini tadi pagi dan dia dapat masuk dari rumah ku bagaimana. Akan aku tanyakan habis ini." gumam lira sambil bergegas ganti baju.
"Kakak sudah siap, ayo kita berangkat sekarang saja sambil jalan jalan dulu gak apa." liyon langsung bangun dan berjalan keluar rumah.
"Ah, aku mau tanya pada mu lupa." ucap lira saat dia sudah masuk dan duduk didalam mobil liyon
"Ya tanya saja kak, aku akan menjawab." jawab liyon dengan tersenyum dan melajukan mobilnya.
"Kamu masuk kerumah ku lewat mana dan bagaimana bisa." lira mulai menanyakan soal liyon yang tiba tiba ada di rumahnya bahkan didalam kamarnya.
"Oh, itu..Aku masuk lewat pintu dan juga aku ada di rumah kakak sudah dari semalam makanya aku bisa ketemu sama kakak di rumah pagi itu." liyon menjawab dengan santai.
"Aku tau, maksudku bagaimana kamu masuk.?" tanya lira lagi yang masih penasaran.
"Ooo...Itu karena aku kenal sama satria adik kakak yang sempat aku cemburu i." jawab liyon dengan jujur.
...🍂🍂🍂...
"Ya kita sudah sampai kak ayo turun kak." ajak liyon pada lira.
"Ini hotel?" lira bertanya dan melangkah dengan ragu.
"Iya, kita hanya akan makan aku tak akan berbuat apa apa pada kakak, aku kan sudah janji." jawab liyon meyakinkan lira.
__ADS_1