
"Wah, wah Lira coba lihat ini, dia adalah berondong nakal ku." ucap Yuniar saat Satria menarik dan memeluknya karena dia menoel - noel lengan Liyon.
"Hahaha, ya, ya aku tau. Dia memang nakal, dulu dia pernah menggigit pantatku gara - gara kalah tanding dengan ku. Dia sangat nakal karena dia terus saja mengincar pantat ku kalau kalah." Lira terbahak dan mengatakan hal yang tak seharusnya dia katakan didepan umum.
"Heeeei.!" teriak Meli ikut berdiri
"Aduh mau ngapain dia" Farid sudah waspada dengan memegangi Meli
"Lepaskan. Kalian semua punya berondong nakal, aku juga punya." ucap Meli dengan percaya diri, lalu dia oleng dan Farid kaget karena dia pikir Meli punya pria lain lagi selain Denis.
"Dengarkan aku, aku lebih keren dong. Karena aku punya suami nakal wahahaha." ucap Meli dan terbahak
"Wahahaha." Lira dan Yuniar ikut terbahak.
"Suami dia nakal Lira." ucap Yuniar menunjuk pada Farid dan Farid hanya bisa tepuk jidat.
"Apa kalian tau,,, dia pernah mengganggu aku saat lagi menyusui Arlin. Dia membum,,, hum" kalimat Meli tertahan oleh tangan Farid yang membungkamnya.
"Hah? Hum, hum,,,?" Lira memiringkan kepalanya karena tak tau apa yang mau diucapkan oleh Meli.
"Sebaiknya kalian bawah pulang istri kalian bisa gawat kalau mereka berkumpul pada saat seperti ini." ucap Liyon dan Satria sama Farid langsung mengangkat istri mereka masing - masing.
"Surti tolong bawah Arlin." ucap Farid pada Surti yang berdiri disitu mengawasi.
"Haaah, tak ku sangka. Para wanita kalau lagi berkumpul bahasannya sangat mengerikan." Liyon menghela nafas.
"Lepaskan, aku belum selesai cerita." Meli berontak dalam gendongan Farid begitu juga dengan Yuniar.
"Lepaskan Sat. Aku masih mau sama Lira. Satria.!" Yuniar memukul punggung Satria karena dia bukan digendong melainkan di panggul.
"Kau masih mengenal ku, hah?!" Satria memukul pantat Yuniar.
"Auh, sakit." teriak yuniar.
"Ya,,, mereka pergi. Aku juga mau pergi Liyon dan digendong sama seperti mereka." Lira menatap Liyon dengan wajah memelas.
"Diam lah dan jangan banyak tingkah." ucap Liyon lalu mengikat Lira dengan seprei dan menggulungnya.
"Diam di sini aku mandi dulu." ucap Liyon meninggalkan Lira.
__ADS_1
"Huhuhu." Lira menangis dengan sangat sedih.
"Loh, Non Lira, kenapa bisa terikat begini?" tanya bi Min yang melihat Lira terikat dengan sprei dibulatkan pada tubuh Lira.
"Tolong,,," Lira mengiba pada bi Min, dan karena tak tega bi Min pun melepaskan Lira.
"Aku bebas, terima kasih sayang ku." ucap Lira dengan girang dan menc*umi bi Min.
"Adu, tuan muda,,,!" bi Mi kaget dan merasa telah dibodohi oleh Lira.
"Ada apa lagi. Loh kemana dia?" Liyon yang keluar kamar mandi tak mendapati Lira.
"Disco, meracuni kehidupan hahaha." Lira naik diatas meja makan dengan membawah tongkat yang entah dia dapat dari mana, dia berjoget dan bernyanyi yang tak karuan bunyinya.
"Ya ampun, dia membuat ulah lagi." Liyon yang melihat dari atas merasa lelah hanya dengan melihat tingkah dan ulah Lira.
"Hei kalian berani mengejar ku hah?!" teriak Lira dari atas meja.
"Siapa yang melepas ikatannya tadi?" tanya Liyon sambil berjalan turun.
"Maaf tuan muda, bibi gak ngerti kalau non Lira jadi seperti ini, karena tadi menangis dan terlihat sedih jadi bibi gak tega." jawab Bi Min merasa bersalah.
"Surya,,, ayo Surya main kuda - kudaan dengan ku." Lira menarik krah baju Surya.
"Eh, non." Surya kaget dan tak berani bergerak.
"Duh aku gak tau non Lira bisa seliar ini kalau mabuk." ucap Gali yang menatap Lira ngeri dan gak berani mendekat.
"Lira.!" teriak Liyon menatap tajam pada Lira yang minta digendong belakang oleh Surya.
"Tuan Muda,,," Surya menatap meminta tolong.
"Aku gak mau sama dia, tadi dia mengikat ku." Lira lari menjauhi Liyon.
"Mau pergi kemana kau gadis nakal." panggil Liyon mengejar Lira yang lari kebelakang rumah.
Sementara Liyon mengejar Lira, semua orang yang dari tadi kena kerjain Lira yang lagi mabuk merasa capek dan juga lega karena gak harus ngejar Lira lagi.
"Kemari atau ku tinggalin sendiri di sini. Mau ku panggilkan monyet biar ditemani monyet di sini." ancam Liyon karena dia tau kalau Lira takut sama monyet dikasih tau sama Ferdi.
__ADS_1
"Gak mau, takut." Lira berjongkok di tepi kolam renang.
"Ok, kemarilah." Liyon mendekat dengan pelan dan meraih Lira.
"Lepaskan, apa yang kau lakukan aku gak mau kembali diikat." Lira berontak dalam pelukan Liyon.
Liyon sudah kewalahan mengurusi Lira yang lagi mabuk, karena tingkahnya sangat banyak dan gak mau diam lompat kesana kemari sepeti anak kecil.
"Mau diam atau ku buang." ancam Liyon lagi dan Lira diam, namun sedetik berikutnya Lira teriak dan menangis.
"Kamu jahat, huwaaa. Kenapa mau membuang ku kamu jahat" suara Lira yang terus ngomel saat Liyon memanggulnya. Semua anak buah Liyon yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepala, karena mereka gak nyangka Lira yang biasanya tegas dan juga berani, saat mabuk persis seperti anak kecil.
Bruk.
Liyon membanting Lira diatas tempat tidur dengan kesal, dan menatap Lira yang terus menangis seperti anak kecil. "Ya ampun, kenapa aku punya istri seperti ini sih" keluh Liyon.
"Kenapa, kamu gak mau lagi dengan ku? Kamu menyesal ya menikah dengan ku? Aku juga gak mau melahirkan anak mu." ucap Lira seketika menatap Liyon dengan tatapan marah.
"Haaaah," Liyon menghela nafas dalam.
"Ya sudah aku mau pergi sekarang, aku gak mau melahirkan anak mu. Kamu jahat." Lira turun dari tempat tidur dan mau keluar.
"Hei, mau kemana. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu." ucap Liyon memeluk Lira dari belakang.
"Hem, aku juga. Aku juga sangat mencintaimu, dan sangat, sangat mencintaimu. Kau adalah cintaku, dan tak ada pria lain selain dirimu. Aku sudah melahirkan putramu, jadi jangan buang aku ya." ucap Lira berbalik menatap Liyon.
Liyon tersenyum mendengar itu, karena selama ini dia tak pernah sekali pun mendengar kalau Lira menyukainya. Seakan - akan hanya dirinya saja yang berusaha untuk mencintai dan tak mau melepaskan Lira.
"Siapa yang akan membuang mu, aku tak akan membuang mu. Dan apa kakak serius dengan kata - kata kakak batusan?" tanya Liyon dengan senyuman yang mengembang.
"Iya aku serius, dan sangat serius. Jika tak percaya kita bisa menikah dan mempublikasikan pernikahan kita, ayo kita umumkan pernikahan kita." ucap Lira dan Liyon sangat suka dengan kalimat itu.
"Apa kamu tau,,, aku juga suka permainanmu" Lira tersenyum dan tangannya mulai nakal meraba tubuh Liyon.
"Hei,,," Liyon menahan pergerakan tangan Lira.
"Jangan sekarang, tangan kakak masih sakit." ucap Liyon menahan diri.
"Hem,,, yang sakit adalah tangan ku. Ayo tunjukkan kebolehan mu, tuan muda Liyon suaminya Lira." ucap Lira dan langsung menarik leher Liyon dan menc*um bibir Liyon.
__ADS_1
"Kau yang mulai dan yang minta ya? Aku akan melakukannya dengan hati - hati" ucap Liyon dan melayani kemauan Lira.