
15 menit sebelum Yusnia dan Niyang datang Liyon sudah sampai didepan hotel cabang Sanken. Liyon berjalan sambil dibopong seorang wanita muda yang cantik mendekati pegawai resepsionis hotel, "Jika ada wanita yang mencari ku kasitau saja kamar ku dimana, dan kabari aku kalau orangnya sudah datang." ucap Liyon pada pegawainya.
"Baik tuan." jawab kedua pegawai Liyon dengan bingung melihat bos-nya yang selalu mesrah sama istrinya datang bersama seorang wanita lain bahkan masih memesan wanita lagi.
Disisi lain Yusnia dan Niyang yang sampai di hotel Sanken tak mendapati Liyon di sana. Mereka berdua pun langsung naik mobil Niyang dan menuju ke hotel Liyon yang lainnya lagi setelah mendapat informasi dari resepsionis.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit Niyang dan Yusnia sampai didepan hotel cabang, di sana mereka bertanya dan mendapatkan nomor kamar hotel yang ditempati oleh Liyon dengan wanita itu. Dengan cepat Yusnia dan Niyang berjalan menuju kamar itu dengan terburu - buru.
"Halo tuan wanita yang mencari anda sudah datang, ada dua wanita dan mereka sedang menuju ke kamar anda. Sekarang mereka memasuki lif." lapor pegawai bagian resepsionis menghubungi telepon kamar Liyon.
"Baik, terima kasih." ucap Liyon dan menutup teleponnya, lalu berjalan membuka pintu kamar dengan menyisakan sedikit.
"Tuan aku sudah membersihkan diri apakah sekarang sudah moleh mendekati anda?" ucap wanita cantik yang dibawah oleh Liyon tadi.
Diluar kamar Yusnia dan Niyang yang mendengar itu merasa sangat marah, mereka berdua langsung menerobos masuk kedalam kamar Liyon dan mereka berdua mendapati Liyon sedang bercumbu dengan seorang wanita dengan sangat mesrah dan juga brutal.
Setelah berhasil menerobos masuk kedalam kamar hotel yang ditempati oleh Liyon. Dengan cepat Niyang dan Yusnia menghentikan aktifitas Liyon dengan wanita itu.
"Hei, apa yang kau lakukan?!" teriak Yusnia kesal.
"Beraninya kau melakukan ini pada Liyon." ucap Niyang pun tak kalah kesalnya dengan Yusnia.
"Apa kau tau siapa dia hah?!" Yusnia menjerit dengan keras.
"Tak bisa melibatkan kau kalau aku istrinya dan sedang mengandung anaknya." teriak Yusnia lagi.
"Kau benar - benar wanita yang lancang ya, tak tau diri dan ****** yang suka memanfaatkan orang." Niyang ikut menimpali ucapan dari Yusnia.
"Jangan memanfaatkan orang yang sedang tak sadarkan diri kamu dasar wanita ******.!!" Niyang menarik wanita itu turun dari tempat tidur.
Mendengar suara Niyang dan juga Yusnia yang berhasil menyusul dirinya, mata Liyon terbuka dengan senyuman terukir dibibirnya karena rencananya berhasil. Liyon dengan posisi masih memeluk wanita yang dia bawah mendengarkan apa saja yang dikatakan oleh Niyang dan Yusnia.
"Kalian yang siapa ngaku - ngaku istrinya yang sedang hamil lagi, lalu kamu siapa simpanannya?!" wanita itu melawan Yusnia dan Niyang.
"Berisik.!!" teriak Liyon dan bergerak dengan terhuyung.
"Pergi kalian, pergi semuanya.!!" teriak Liyon dengan sangat keras hingga membuat wanita yang dibawah oleh Liyon tadi takut dan meninggalkan kamar hotel dengan terburu - buru.
"Kalian sudah puas sekarang? Dia sudah pergi, sekarang siapa yang mau menemani aku hah?" tanya Liyon yang berusaha untuk berdiri dengan tak seimbang.
"Liyon hati - hati." Niyang begitu sigap menangkap tubuh Liyon yang mau jatuh.
"Bawah aku ke vila aku sudah gak mood di sini." ucap Liyon berjalan dengan terhuyung.
Niyang dan Yusnia membantu Liyon berjalan sampai didepan mobil Niyang. "Liyon dimana alamat vila kamu?" tanya Niyang dan Liyon mengatakannya dengan berbisik ditelinga Niyang.
Selama dalam perjalanan Liyon terus saja meracau dan bergerak tak karuan sampai Yusnia tak bisa menahan Liyon yang terus saja bergerak dan meracau tanpa henti.
__ADS_1
"Liyon berhentilah jangan bergerak terus." Yusnia menahan tangan Liyon yang tak mau berhenti.
"Kenapa, bukankah kamu sangat suka yang seperti ini hem?" Liyon mendekatkan wajahnya pada Yusnia dan sontak itu membuat Niyang merasa kesal karena dia sudah mirip seperti supir bagi Liyon dan yusnia.
"Kalian berdua tidak bisa diam kah?!" Niyang marah dan menghentikan mobilnya.
"Baik, baik. Nona baik gak boleh marah. Cepat jalankan mobilnya dengan cepat baru kita bermain bersama." Liyon menyandarkan tubuhnya dan tertidur.
"Ini agak aneh. Kenapa bisa Liyon mabuk sampai tak sadarkan diri begini? Apa klau mabuk dia selalu begini ya?" Yusnia menatap Liyon yang tertidur dengan tenang.
...🍂🍂🍂...
"Sat sepertinya Liyon sudah beranjak dari posisinya dan sekarang sedang berjalan menuju ke vila." ucap Farid memperhatikan layar ponselnya yang terhubung dengan alat pelacak yang dibawah oleh Liyon.
"Umpan kita berhasil kemakan, kalau begitu ayo kita juga menyusul kesana." Satria berkata dengan senyum bangga.
"Hai nona - nona cantik, terima kasih ya atas bantuan kalian. Karena kalian kami jadi bisa mendapatkan lagi wanita yang kami incar, kerja kalian sangat bagus. Ini untuk kalian dan jangan lupa bagian dari teman kalian yang mungkin sebentar lagi akan datang." ucap Farid memberikan pujian dan juga beberapa jumlah cek pada para wanita nakal yang tadi bergosip.
"Wah terima kasih tuan tampan, kalau butuh bantuan kami silakan panggil kami saja. Dan semoga kalian juga teman kalian tak bertengkar lagi dengan para wanita kalian." ucap para wanita nakal itu dengan senyum lebar bahagia karena menerima jumlah uang yang tak sedikit.
"Ok nona - nona cantik, kami permisi dulu bersenang - senanglah kalian." ucap Farid lagi dan beranjak pergi meninggalkan bar bersama dengan Satria yang dari tadi menyamar jadi pegawai bar.
30 menit sebelumnya
"Liyon aku lihat Yusnia dan Niyang berada didalam bar ini, bagaimana sekarang? Apa kita melancarkan aksi kita sekarang saja?" tanya Satria yang sudah berada didalam bar dengan memakai seragam pegawai bar itu.
"Rid, kita bergerak sekarang." bisik Satria dan memulai aksinya dengan mencari wanita yang mau bermain dalam permainan mereka.
"Maksud anda, anda ingin aku berbicara seolah - olah aku sudah pernah tidur dan bermain dengan kalian juga teman kalian yang berada didalam kamar vip itu didekat para wanita itu?" tunjuk seorang wanita nakal yang sedang ditawarin oleh Farid.
"Benar, caranya mudah dan kamu juga akan dapat uang dari kami." jawab Farid mengiyakan.
"Baiklah, tapi berapa yang akan ku dapat." wanita nakal itu penasaran.
"10 juta apa cukup? Tapi aku masih butuh 1 orang lagi yang mau berperan langsung, dan yang lainnya untuk menemani kamu bergosip." Farid menunjukkan cek bertuliskan nominal uangnya.
"Ku terima, serahkan semuanya pada ku." jawab wanita itu dan dia langsung memberi tau teman - temannya untuk ikut dalam permainan.
30 menit kemudian
Wanita 1 :"Orang kaya sungguh luar biasa ya, mereka rela membuang - buang uang mereka begitu saja dengan sangat mudanya."
Wanita 3 : "Mereka kelebihan uang."
Wanita 1 : "Ya, sungguh beruntung para wanita yang bersama dengan mereka."
Wanita 2 : "Aku rasa tak begitu, karena biasanya orang kaya itu akan muda bosan"
__ADS_1
Para wanita nakal itu menikmati minuman mereka sambil mengobrol dan juga melihat nominal cek ditangan mereka masing - masing yang tak sedikit nominalnya.
...🍂🍂🍂...
"Liyon kita sudah sampai" ucap Niyang yang sudah sampai didepan sebuah vila besar dan megah.
"Hem, ayo kita turun." ucap Liyon turun dari mobil dan langsung dibantu oleh Suryo.
"Eh, apa yang kalian lakukan?!" teriak Yusnia dan Niyang yang kaget karena begitu turun dari mobil langsung dicekal oleh orang - orang Liyon dan dibawah masuk kedalam.
"Liyon." Yusnia dan Niyang memanggil Liyon namun mereka baru sadar kalau ternyata Liyon dari tadi hanya berpura - pura.
"Bawah mereka masuk" perintah Liyon dengan tegas.
Begitu masuk kedalam Niyang dan juga Yusnia kaget karena semua orang yang dulu diperintahkan untuk menculik Lira dan yang lainnya ada didalam vila itu juga. Dan sepertinya ada yang salah dengan mereka semuanya.
"Liyon apa ini? Kenapa kau melakukan ini pada ku?" Yusnia bertanya dengan wajah dibuat sedih.
"Jangan berlagak, ini adalah balasan untuk mu dan juga teman mu itu yang berani mengusik istri dan juga anak ku." ucap Liyon mencekram dagu Yusnia.
"Tapi semua itu bukan kemauanku, Yusnia lah yang memiliki ide itu." bela Niyang menuding Yusnia.
"Jangan melemparkan kesalahan, bukankah kamu yang menyuruh anak buah mu untuk memperkosa Lira dan yang lainnya, padahal kamu tau mereka sedang hamil." Yusnia membela diri lagi.
Liyon duduk mengawasi mereka berdua yang sedang beradu mulut untuk saling menyalahkan satu sama lain dengan santai dan tersenyum.
"Liyon." Satria dan juga Farid pun sudah sampai dan melihat Liyon yang duduk santai menyaksikan dua wanita yang sedang saling serang.
"Hahaha,,, sungguh luar biasa. Kalian berdua memang sangat luar biasa." Liyon berdiri dan tertawa terbahak hingga membuat Yusnia dan Niyang kaget.
"Liyon dengarkan aku, aku tak bersalah semuanya salah Yusnia." ucap Niyang yang berusaha membela diri.
"Bohong dari awal kau lah yang menyarankan aku untuk melakukan semuanya." Yusnia juga berusaha membela diri.
"Diam!!" Liyon berteriak keras dan menatap keduanya dengan sangat tajam.
"Aku tak peduli siapa yang salah dan siapa yang memulai duluan, karena yang jelas kalian berdua lah yang telah membuat aku hampir kehilangan anak dan juga istri ku. Jadi jangan harap kalian bisa bebas sebelum semuanya membaik." ucap Liyon lagi dan Yusnia sama Niyang bergetar ketakutan.
"Liyon kasihanilah aku, saat ini aku sedang hamil 5 bulan." ucap Yusnia memelas.
"Saat istriku didepan mu apa kau mengasihani dia? Karena saat itu dia juga sedang hamil 7 bulan. Tapi apa yang kau katakan. Bermainlah, kalian belum pernah bermain dengan wanita hamil bukan." ucap Liyon mengingatkan lagi dengan apa yang dikatakan oleh Yusnia dari cerita Meli.
"Jadi sekarang, nikmatilah balasan kalian terutama kamu." sambung Liyon dan bangun menatap semua pria yang ada didalam kurungan dibelakang Yusnia dan Niyang.
"Seperti apa yang sudah kalian perlakukan pada istri - istri kami, hari ini aku memerintahkan kalian untuk bermain dengan dua wanita dihadapan kalian ini dan nikmatilah sampai kalian puas." ucap Liyon lalu pergi meninggalkan vila itu.
"Tidak, Liyon maafkan aku. Aku mohon jangan. Kalian jangan mendekat, tidak!!" teriak Yusnia dan juga Niyang didalam vila itu.
__ADS_1
Liyon meneteskan air matanya melangkah pergi berlagak tuli begitu juga dengan Satria dan Farid, mereka berdua merasa sangat puas dengan cara Liyon menghukum kedua wanita yang telah membuat istri dan anak mereka celaka.