Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Pacaran sembunyi - sembunyi


__ADS_3

Lira : "Aah, liyon jangan. Jangan, tidak jangan di situ liyon aku tak tahan lagi, aaaah."


Liyon : "Kenapa di sini enak kan? Kakak nikmati saja permainanku ini."


Lira : "Tidak aku sudah tak tahan lagi liyon, tolong hentikan."


Liyon : "Tidak aku tak akan menghentikannya karena aku suka dengan permainan ini


Lira : "Aaaaah, ampun liyon aku benar benar sudah tak tahan lagi."


Liyon : "Tidak, aku tak akan berhenti karena aku suka melihat ekspresi kakak."


"Liyon hentikan tolong itu geli." lira terbahak karena liyon terus saja menggelitik lira di telapak kakinya sebab lira menggigit telinga liyon saat digendong dari rumah belakang ke rumah utama.


"Ini adalah hukuman kakak karena berani menggigit aku yang sudah dengan baik hati menggendong kakak." liyon masih menggelitik telapak kaki lira dan tubuh lira pontang panting sambil terbahak hingga mengeluarkan air mata.


"Tunggu, tunggu liyon aku mau buang air kecil.!" teriak lira yang sudah tak tahan digelitik oleh liyon dan ingin buang air kecil.


Liyon berhenti menggelitik dan mendekat kesamping lira. "Huff, tolong lepaskan ikatan tangan ku aku beneran ingin buang air kecil." pinta lira yang sudah tak tahan, liyon pun membuka ikatan tangan lira.


"Aaaaah, aduh aduh aku mau ngompol." lira berlari ke kamar mandi dengan cepat. Liyon yang melihat tingkah lira tertawa sendiri.


"Haaaah lega, kamu benar benar tak adil kenapa menggelitik aku dengan mengikat tanganku." lira mengeluh setelah selesai dari kamar mandi.


"Kenapa, mau aku gelitikin lagi?" liyon bertanya dengan tersenyum menatap lira.


"Tidak, kamu sedang apa? Apa setiap hari kamu masih juga bekerja walo sudah di rumah?" lira mendekat pada liyon yang terlihat sibuk dengan laptopnya sambil bersandar disandaran tempat tidur.


"Tidak selalu, tapi memang iya belakangan ini aku mengerjakan pekerjaan di rumah jika di kantor tak mencukupi dan pekerjaannya memang mendesak." jelas liyon menatap lira dengan tatapan penuh kasih sayang dan tersenyum bahagia.


"Apa ini proyek kerja sama dengan tuan Haris?" lira melihat dengan memasukkan kepalanya diantara laptop dan dada liyon.


"Iya, kenapa kamu begitu menggaskan sih." liyon mengacak rambut lira karena lira menghalangi pandangannya dengan laptopnya.


"Hei, jangan kau acak rambut ku." kesal lira sambil menyisir rambutnya dengan jari jarinya.


"Kakak tidur dulu saja, setelah aku selesai aku akan tidur juga." perintah liyon pada lira yang menetap mata lira sudah sayu.


"Aku menemanimu di sini supaya kamu tidur bukan malah bekerja begini." kesal lira menatap liyon.


"Hah, baiklah ayo kita tidur." liyon menghela napas dan meletakkan laptopnya lalu berbaring sambil memeluk lira.


Tak lama kemudian lira mulai sayu sayu dan akhirnya menutup matanya dan tenggelam dalam dunia mimpinya, melihat nafas lira yang berhembus dengan stabil liyon pun bangun dan mengerjakan lagi pekerjaannya karena lira telah terlelap.


Keesokan paginya saat lira terbangun dia menatap liyon yang tertidur lelap disampingnya, lira tersenyum menatap liyon yang tertidur dengan memeluk tubuhnya.



"Kenapa bisa ada orang yang begitu tampan dan juga sangat menggemaskan begini?"


"Bulu matanya ternyata sangat panjang dan juga lentik dia sangat rupawan sekali."


"Lihatlah bibirnya yang tipis dan seksi ini, aku pernah merasakannya dan aku baru menyadari kalo ini orang memiliki bibir yang sangat menggoda."


Lira terus memperhatikan liyon yang terlelap dan bergumam mengagumi liyon dalam hatinya. Lira menyentuh di sana sini dan mengelus pelan pipi liyon.


"Bagaimana dia bisa setampan ini ya? Bibirnya selalu basah." lira bergumam liri dan menyentuh bibir liyon dengan jari telunjuknya.



"Eh, ah kamu kamu terbangun ya. Maaf aku tak bermaksud untuk membangunkan mu." lira terkejud karena liyon tiba tiba membuka mata saat dia menyentuh bibir liyon.


"Ah, aku akan membuka kordennya ini sudah pagi." lira menghindar dengan bangun dan menyibakkan korden.

__ADS_1


"Gila bagaimana dia bisa bangun pas aku menyentuh bibirnya sih, pasti dia akan mengira aku mesum. Lira..! Kenapa kau tak bisa mengendalikan diri." lira merutuki dirinya sendiri didalam hatinya.


"Kakak kenapa? Apa kakak malu sudah ketahuan sedang mengagumi aku dan mengambil kesempatan untuk nyentuh wajah ku di sana sini saat aku sedang tertidur." liyon memeluk lira dari belakang dan mengecup bahu lira.


"Apa yang kau katakan, aku tidak beg...emmm." liyon langsung memberikan sentuhan lembut pada bibir lira dengan bibirnya seketika saat lira membalikkan badan menghadap dirinya.


"Bibirku milik kakak, jadi kakak tak perlu menyentunya dengan jari secara diam diam. Kakak bisa langsung menyentuhnya dengan bibir secara langsung." ucap liyon setelah dia melepaskan bibirnya dari bibir lira dan memeluk pinggang lira.


"Aku, aku tidak begitu." elak lira malu dengan menundukkan kepalanya.


"Kenapa, apa kakak tidak suka dengan c*uman ku atau c*uman ku tidak enak?" tanya liyon memiringkan kepalanya.


"Tidak, tidak aku suka dan itu enak." lira menjawab dengan panik, dan itu membuat liyon tersenyum karena reaksi lira sangat lucu serta menggemaskan bagi liyon.


"Kalo begitu mari kita nikmati sekali lagi." ucap liyon mendekatkan wajahnya dan mulai menc*um lira lagi dengan lembut dan dalam.



...🍂🍂🍂...


"Liyon tunggu dulu." lira menghentikan langkah liyon saat mereka sampai parkiran perusahaan


"Kenapa kak? Ada yang ingin kakak tanyakan?" liyon berhenti dari langkahnya dan menatap lira.


"Em, begini liyon. A - aku tak mau ada yang tau soal hubungan kita dan juga aku belum cerita sama kamu soal seseorang. Jadi aku ingin kita pacaran sembunyi sembunyi kamu mau kan?" tanya lira ragu ragu karena takut liyon marah.


Liyon tersenyum melihat lira yang tertunduk dan meremas jemarinya, "baiklah, tak masalah bagiku yang mana saja asal kakak ada di sampingku."


Tap tap


"Dan lagi kalo sembunyi sembunyi akan lebih seru, karena aku bisa diam diam menc*um kakak dimana saja. Jadi itu merupakan tantangan tersendiri bagi ku." bisik liyon tepat ditelinga lira dan itu membuat lira semakin malu, sehingga wajahnya jadi bersemu merah.


"Ayo pacar rahasia ku." ucap liyon dan mengedipkan sebelah matanya.


Jantung lira berdebar tak karuan karena ulah liyon dan dia juga tak menyangka kalo liyon akan menyetujui idenya dengan pacaran sembunyi sembunyi dari semua orang kantor.


Setiap ada kesempatan ketemu dengan lira liyon selalu saja mengedipkan sebelah matanya, dan itu sepontan membuat lira tengok kanan kiri takut ada orang yang melihat dan tau ulah liyon yang sok genit padanya.


"Lira nanti pulang kerja kita jalan jalan bertiga lagi yuk, karena kita sudah lama sekali gak jalan bareng waktu pulang kerja." ajak Endang dan juga Safitri yang kebetulan hari ini kerjaan agak ringan karena gak ada lembur dan juga


"Em, baiklah nanti kita pulang bertiga." jawab lira dengan sedikit ragu.


Sore itu setelah menyelesaikan pekerjaannya lira, Endang, Safitri beranjak pulang yang sebelumnya lira sudah mengirim pesan pada liyon kalo dia akan pulang bareng dengan Teman temannya.


Saat diloby mereka bertiga ketemu sama Yanuar dan Aditya yang bertanya kepada mereka hendak pergi kemana dan akhirnya Yanuar dan Aditya ikut bersama dengan mereka.


...🍂🍂🍂...


Mereka berlima pergi dan bersenang senang bersama menikmati makan malam serta pergi ke time zone untuk menghilangkan penat setelah seharian bekerja.


Lira terlihat sangat senang karena dia 1 tim dengan Aditya dalam permainan bola basket dan mengalahkan pasangan Yanuar dan Endang. Dan tanpa disadari oleh lira dari kejauhan ada seseorang yang sedang memperhatikan kegiatannya.


"Ya Ampun siapa cowok itu cakep banget, lihat lihat dia persis bintang top sungguh sangat luar biasa cakepnya." ucap seorang pengunjung wanita yang melihat liyon.


"Benar, apakah dia sudah punya pacar atau belum ya? Aku ingin mengenalnya." sambung dari teman pengunjung wanita itu.


Selama didalam mol, walo liyon mengenakan baju dengan baju dan celana santai biasa namun perawakannya sangat menyita perhatian para kaum hawa yang melihatnya.


"Yeee...Menang lagi." teriak lira.


"Ini tak adil, kenapa kalian yang hebat jadi satu tim. Ayo diulang mainnya dan aku satu tim dengan lira." kesal Endang karena terus kalah.


"Berhenti dulu aku capek" ucap yanuar dan duduk di kursi sebelahnya safitri.

__ADS_1


"Baiklah aku ke toilet dulu." lira berjalan menuju toilet.


"Lira aku ikut" Endang berlari mengikuti lira


Saat Lira dan Endang masuk kedalam liyon diam diam juga ikut masuk setelah dirasa tak ada orang lain lagi yang masuk.


"Kakak dimana ya?" gumam liyon dalam hati, dan dia pun mengetuk satu persatu pintu yang ada didalam toilet itu.


"Iya, siapa?" jawab lira yang bisa dikenali loleh liyon suaranya.


"Eh, Li emm." kalimat lira tertahan oleh bibir liyon yang sudah menguasai bibir lira.


"Lir, apa sudah selesai?" tanya Endang yang sudah selesai dan mencuci tangannya di wastafel.


"Ehm." suara lira tertahan karena liyon tak mau melepasnya.


"Eh, lira kenapa? Apa kamu tak papa?" Endang semakin bingung dan khawatir karena suara lira hanya terdengar gumaman saja.


"Lira aku buka ya, kamu gak papa kan?" Endang hendak melangkah mendekat hendak membuka pintu tempat lira.


Brak


"Lira?"


"Jangan dibuka, aku tak apa." teriak lira menahan pintu agar tak dibuka oleh Endang


"Oh baiklah, tapi tadi itu suara apa?" Endang terlihat khawatir.


"Tidak bukan apa apa, aku hanya terpeleset saja." bohong lira dan liyon menatap lira meringis karena menahan sakit di punggungnya yang terbentur oleh krannya shower.


"Kamu balik duluan saja nanti aku menyusul." pinta lira pada Endang


"Baiklah, tapi beneran kamu tak apa ya?" tanya Endang lagi.


"Iya tak apa, sudah kamu pergi dulu." ucap lira lagi dengan melongokkan kepalanya dengan tersenyum, lalu Endang mengangguk dan keluar dari kamar mandi.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya lira pada liyon dengan berbisik.


"Tak ada aku hanya merindukan kekasihku yang menikmati waktu bermain dengan pria lain bahkan sampai berpegangan tangan dan saling rangkul." balas liyon dengan berbisik juga.


"Kamu tau ini adalah toilet perempuan kalo ketahuan kamu bisa dipukuli orang, ayo cepat keluar." lira marah dan menyuruh liyon keluar.


"Kenapa? Bukankah kita lagi pacaran sembunyi sembunyi." bisik liyon dengan senyuman yang mencurigakan.


"Tau, tapi bukan begini." kesal lira.


"Kenapa? Aku suka kok degan ketegangan ini." liyon menghimpit lagi tubuh lira ke dinding.


"Jangan macam macam." bisik lira


"Pulanglah sekarang juga, jika tidak maka aku akan melakukannya di sini." ancam liyon dengan suara masih berbisik.


"Iya, iya habis ini aku ijin pulang sama mereka." bisik lira dan mendorong tubuh liyon.


"Ok, ku tunggu dibawah didepan pintu keluar. Kalo sampai dalam 5 menit kamu masih belum keluar maka aku akan menyusul mu." ancam liyon lagi.


"Iya iya, ayo." lira keluar dan mengintip melihat keadaan apakah aman untuk liyon keluar


"Apa sih yang kakak lakukan.?" ucap liyon yang langsung keluar begitu saja, dan itu membuat lira kaget.


"Eh, aku salah masuk kamar mandi ya? Untung saja tidak ada siapa siapa didalam." ucap liyon santai dan melenggang pergi.


"Apa? Dasar, emang ya kalo orang cakep bisa berlaku seenaknya saja." gumam lira liri yang melihat para wanita yang melihat liyon keluar dari dalam kamar mandi wanita dengan biasa saja.

__ADS_1


__ADS_2