Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Tak ada rasa cinta


__ADS_3

Malam itu Liyon tak sabar menunggu datangnya pagi hari karena dia ingin segerah bertemu dengan Ferdi putranya dan juga Lira mama dari putranya. Karena dari surat yang dituliskan oleh Ferdi sudah menjelaskan dengan sangat jelas kalau Lira dan Rian tak ada hubungan apa pun, dan pastinya Lira masih tetap sendiri sampai saat ini.


"Apa aku harus tidur atau aku menghubungi dia? Tunggu, tapi ini sudah sangat malam dan anak kecil pasti sudah tidur di jam 10 malam kan. Tapi aku tak bisa sabar menunggu untuk besok." Liyon bergumam dan terus tersenyum dengan tak tenang.


"Ferdinan Putra Song Wei" Liyon tersenyum setelah mengeja nama Ferdi yang diberi nama keluarganya.


Malam itu dilewati oleh Liyon dengan sangat gelisah bukan karena suatu masalah yang gawat, melainkan karena tak sabar ingin segerah bertemu dengan putranya yang sangat pintar.


Pagi itu Liyon sudah selesai masak untuk sarapan dan dia memasukkan masakannya kedalam kotak bekal, ditata dengan sangat rapi dan menarik lalu dimasukkan dalam tas kecil khusus makanan agar awet hangat.


"Loh Tuan Muda" bi Min kaget yang melihat majikannya sudah rapi serta sudah selesai masak untuk sarapan.


"Aku sudah buatkan sarapan untuk semuanya, bibi panggil yang lain untuk sarapan dan tolong nanti bilang sama Farid untuk berangkat ke kantor langsung karena aku ada urusan sebentar." perintah Liyon pada bi Min dan dia langsung pergi kesuatu tempat dengan membawah bekal dan senyum yang terus mengembang dibibirnya.


... 🍂🍂🍂...


"Sayang gak boleh nakal ya, belajar yang rajin. Nanti pulang sekolah Mama jemput kamu ok" ucap Lira pada Ferdi sambil merapikan baju Ferdi dan meninggalkan kecupan di kening ferdi.


"Iya Mama, terus kapan kita akan ketemu sama Tante Moli Ferdi sudah kangen sama Tante Moli Mama." ucap Ferdi yang dari kemaren ingin ketemu sama Meli karena sudah 2 Minggu Meli tak terlihat.


"Iya nanti kalau akhir pekan kita akan ketemu sama Tante Meli, kita akan datang ke rumahnya. Sudah sekarang kamu masuk." ucap Lira pada putranya dan Ferdi berjalan masuk kedalam sekolahnya.


Seperginya Lira Liyon datang ke sekolah Ferdi, dan terselip jalan dengan Lira. Liyon melihat Ferdi yang sedang ikut baris berbaris karena mau masuk kedalam kelas.


"Ferdi.!" panggil Liyon dengan tersenyum, dan Ferdi langsung lari menghampiri Liyon dengan wajah senang.


"Om datang." sapa Ferdi dengan sangat riang.


"Ku bawakan bekal untuk kamu, anak nakal lain kali jangan panggil Om lagi kalau lagi sendiri." Liyon mencubit pipi Ferdi dengan gemas, dan Ferdi tersenyum senang.


"Tunggu dulu di sini." Ferdi lari masuk kedalam kelasnya dan kembali lari keluar dengan membawa bekal juga, melihat itu Liyon berjalan mendekat agar putranya tak lari terlalu jauh.


"Ini bawa, kita tukar." ucap Ferdi dengan nafas tersengal karena lari bolak balik.


"Ini bekal kamu?" tanya Liyon menatap bungkusan yang dipegang oleh Ferdi.


"Iya, ini buatan Mama. Pasti Papa kangen dengan masakan Mama kan." ucap Ferdi dengan tersenyum menatap Liyon dan dibalas dengan tersenyum juga.


"Ok, Papa juga sangat merindukan kalian berdua. Belajar yang rajin dan gak boleh nakal ya ok." ucap Liyon memegang kepala Ferdi dengan lembut dan juga meninggalkan kecupannya dikening Ferdi dengan sangat lama.


"Iya Papa, kalian memang pasangan ya. Kalimat kalian sama persis." jawab Ferdi dan kembali lari masuk kedalam kelas setelah melambaikan tangannya pada Liyon.


Liyon tersenyum melihat Ferdi, "memang anakku." gumam Liyon dan masuk kedalam mobil menuju kantor.


...🍂🍂🍂...


Di kantor suasana Liyon seolah lagi datang musim semi bagi semua pegawai Liyon di kantor karena mereka hanya melihat senyuman yang selalu merekah di bibir Liyon dan menghiasi wajah tampannya.


"Satria kamu sudah kembali kerja apa liburnya tak kurang? Bukankah aku sudah bilang kalau kau harus memberiku keponakan." ucap Liyon meledek Satria yang sudah mulai aktif bekerja.


"Kau jangan jadi orang yang menjengkelkan dan mengesalkan dengan senyuman mu yang bikin orang kesal itu." ucap Satria dengan kesal pada Liyon.


"Kau itu aneh, aku yang tersenyum kok kamu yang kesal dan marah." ucap Liyon tak peduli dengan Satria.

__ADS_1


"Dasar tak waras." ucap satria dan pergi meninggalkan ruangan Liyon setelah menerima berkas yang sudah ditanda tangani oleh Liyon.


Pagi itu Liyon bekerja penuh dengan semangat, apa lagi tadi dia sarapan dengan bekal yang dibuat oleh Lira sendiri, walau pada dasarnya itu untuk Ferdi tapi Liyon sangat senang.


"Kenapa ya dengan Bos, apa mbak Fitri tau kenapa?" tanya Endang sama Safitri yang melihat Liyon dengan aneh.


"Tidak tau, apa mungkin karena Bos sudah bertemu dengan Lira? Karena di pesta pak Satria kemaren kita sempat melihat Lira walau kita belum sempat menyapa Lira sudah pergi." jelas Safitri dan endang mengangguk.


"Fitri ini sudah jam berapa?" tanya Liyon yang menghubungi Safitri lewat panggilan telepon.


"Sekarang jam 11 Bos." jawab Safitri yang merasa aneh, karena diruangan Liyon sudah ada jam dan untuk apa bertanya.


"Baik, pertemuan untuk siang ini kamu tunda selama 1 jam ya, karena aku ada urusan." ucap Liyon pada Safitri dan dia langsung pergi keluar.


"Hei Bos mau kemana? Sebentar lagi akan ada rapat." tanya Farid yang melihat Liyon melintas didepan ruangannya.


"Tunda sampai 1 jam kedepan." jawab Liyon sambil terus berjalan pergi menuju lif.


...🍂🍂🍂...


Setelah melajukan mobilnya dengan cepat ternyata Liyon menuju sekolah Ferdi untuk menjemput Ferdi pulang sekolah, dan Liyon tau jadwal pulangnya karena dia pernah dihubungi oleh Ferdi saat dia tak ada yang menjemput.


"Ferdi." panggil Liyon pada Ferdi yang sedang dijemput oleh Rian.


"Om Li." ucap Ferdi menatap Liyon.


"Pulang sama Om, karena ada yang ingin Om tunjukkan pada mu." ajak Liyon pada Ferdi tanpa melihat Rian yang sedang menjemput Ferdi.


"Iya Ferdi mau lihat." jawab Ferdi langsung tanpa berfikir dulu.


"Jangan khawatir aku tak akan membawah dia untuk bermain, tapi ingin menunjukkan masalah pekerjaan yang nantinya akan dia kerjakan saat dia sudah dewasa, ayo Ferdi Om tak suka sama pria yang tak tegas dan selalu ragu dalam mengambil sebuah tindakan." jawab Liyon dan mempertegas kalimatnya.


"Om Rian Ferdi ikut pulang sama Om Li." jawab Ferdi dan langsung masuk kedalam mobil Liyon.


"Selamat jalan Rian, dan jangan menghalangi jalan Ku. Karena aku akan mengambil apa yang harusnya menjadi milikku." ucap Liyon dan kalimatnya penuh dengan makna.


Melihat itu Rian hanya bisa diam dan mengepalkan kedua tangannya dengan kesal. Menatap mobil Liyon melaju meninggalkan dirinya yang berdiri didepan sekolah dengan tangan kosong.


...🍂🍂🍂...


Setelah sampai dikantor sesuai dengan janjinya Liyon meminta agar rapatnya ditunda 1 jam langsung dimulai setelah Liyon sampai kantor.


Semua orang yang dikumpulkan oleh Safitri diruang rapat sangat kaget saat melihat Liyon masuk kedalam ruangan itu dengan membawah seorang anak kecil yang terlihat sangat tampan dan juga memiliki tatapan sama tajamnya dengan Liyon, apa lagi Satria dan Farid yang tau siapa anak itu lebih kaget lagi.


"Kamu duduk di sini dengan tenang dan awasi Om rapat ok." ucap Liyon pada Ferdi dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Hahaha, ok." jawab Ferdi tertawa.


"Kita mulai rapatnya. Sat, pimpin rapat hari ini." perintah Liyon dan rapat pun dimulai.


Semua orang di ruang rapat merasa heran dan juga aneh karena Liyon terlihat lebih aktif dari rapat - rapat sebelumnya, dan Liyon melakukan itu bukan karena sebab melainkan dia ingin menunjukkan pada Ferdi putranya kalau dia adalah Papa yang keren dan bisa dibanggakan.


...🍂🍂🍂...

__ADS_1


Setelah selesai rapat Liyon langsung membawah Ferdi pulang ke mansionnya atau rumah besar Liyon. Ferdi sangat terkejud melihat rumah dengan halaman rumah yang sangat luas serta sangat indah. Ferdi terlihat sedang menatap terpukau dengan bangunan yang berdiri dengan tegap didepan matanya.


"Ini rumah siapa Om? Eh, Pa" tanya Ferdi sambil matanya tak lepas mengamati rumah itu.


"Ini rumah Papa yang juga akan menjadi rumah kamu." jawab Liyon lalu memarkirkan mobilnya dan membawah Ferdi berkeliling rumah serta mengenalkan pada penghuni rumah yang lainnya.


Setelah selesai berkeliling Liyon memandikan Ferdi untuk pertama kalinya sebagai Papa-nya setelah itu membawah Ferdi jalan - jalan dengan membawah Warti dan Sulasih untuk membawahkan belanjaan Ferdi.



"Papa bagus?" tanya Ferdi yang mengenakan jaket yang dia pilih sendiri.


"Ok, ambil itu juga." jawab Liyon setelah itu membayar semua belanjaannya.


Setelah selesai membeli semua keperluan Ferdi di rumah Liyon mengajak Ferdi pulang untuk mencobak baju - bajunya yang baru saja dibelikan oleh Liyon di rumah.


"Ferdi makan pelan - pelan." ucap Liyon saat mereka sedang menikmati makan malam bersama di rumah dengan masakan yang dimasak sendiri oleh Liyon, dan dengan sengaja Liyon memang mematikan hanponnya dari siang hari sampai malam.


Brrrt


"Iya siap?" jawab Liyon saat hanponnya bergetar dari nomer yang tak dia kenali.


"Liyon dimana Ferdi?!" tanya Lira dengan marah, dan Liyon tersenyum mendengar itu.


"Dia ada bersama dengan ku, jika kamu ingin bertemu dengan dia datanglah ke rumahku kamu tau kan dimana letak rumah ku?" jawab Liyon santai lalu mematikan sambungan teleponnya.


Ferdi yang sudah capek keliling mol dan juga bermain selama sore hari pun langsung tertidur begitu selesai makan malam. Dan Liyon menidurkan dia didalam kamar yang dulu adalah kamar Lira saat mereka masih bersama.


Sekitar 1 jam Lira pun sampai di rumah Liyon dan karena semua orang sudah dikasih tau oleh Liyon kalau Lira akan datang jadi mereka sengaja membiarkan semua pintu rumah bisa dilewati Lira dengan mudah, terlebih lagi mereka sudah mengosongkan rumah utama sejak selesai makan malam.


"Liyon dimana putraku.?!" tanya Lira dengan kesal.


"Putra? Apa yang kamu maksudkan." jawab Liyon menatap Lira dengan tajam


"Katakan dimana Ferdi, aku mau membawahnya pulang." ucap Lira lagi berdiri didepan Liyon yang duduk di kursi ruang tengah.


"Dia adalah putraku jadi kamu jangan arogan dengan berteriak di sini pada malam hari." jawab Liyon bangun dan berjalan meninggalkan Lira.


"Arogan? Liyon kamu jangan keterlaluan." Lira menyusul Liyon naik.


Liyon memunculkan seringai dibibirnya, "jangan pernah menyuruh pria lain untuk menjemput putraku." jawab Liyon berbalik badan menatap Lira tajam.


"Pria lain apa, dia adalah Rian pria yang penting bagiku." jawab Lira dengan lantang dan itu membuat Liyon kesal.


"Penting? Apa kalian sudah hidup bersama selama ini? Apa kalian telah tidur bersama selama ini?" tanya Liyon berjalan mendekati Lira


"Apa? Te-tentu saja, karena kami memang pasangan." jawab Lira memalingkan wajahnya dan melangkah mundur.


"Pasangan? Apa sudah tak ada rasa untuk ku?" Liyon terus berjalan mendekati Lira.


"Iya sudah tak ada rasa cinta lagi untukmu." jawab Lira.


"Bohong.! Berkata-katalah dengan jujur Lira, kau tau pasti hukuman apa yang akan ku berikan padamu jika kau berani berbohong pada ku." ucap Liyon dengan tatapan yang sangat tajam pada Lira.

__ADS_1


"Eh, ah.!" Lira terkejud karena dia mau jatuh, karena saat dia melangkah mundur itu mengarah ke anak tangga. Tapi dengan cepat Liyon menarik tangan Lira dan memutar tubuh lira jadi berganti posisi dengan Liyon, dan Liyon pun kembali mendorong tubuh Lira untuk melangkah mundur.


__ADS_2