Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Pergi kencan


__ADS_3

"Liyon katakan pada kami sejak kapan kamu menjalankan hubungan dengannya? Dia adalah wanita yang menakjubkan."


"Woooo, rasanya aku pingin satu yang seperti dia."


"Bisakah liyon kau Carikan satu untuk ku ya walau tak sama persis setidaknya memiliki karakter yang mirip dengan wanita mu itu."


Brayen berteriak dalam kolam dan mengangkat kedua tangannya diatas kepalanya seolah sedang berdo'a, dan Brayen sangat mengagumi lira. Karena bagi Brayen lira adalah sosok wanita yang tangguh, kuat dan juga mandiri.


"Liyon dimana kamu ketemu sama dia? Apakah dia punya saudara yang sama dengannya seperti itu?" tanya Brayen lagi dengan sangat antusias pada liyon yang dari tadi tak menanggapi ocehan Brayen.


"Aku buatkan jus untuk kalian." ucap lira datang ke kolam dengan membawa baki yang berisikan jus untuk semua orang.


"Wah, kakak ipar aku mau." teriak semuanya dengan kompak, termasuk gali dan juga suryo.


"Kemari lah." liyon memanggil lira dan membuat lira malu didepan teman - teman liyon.


"Aku sudah menang jadi aku mau meminta hadiah ku, kamu harus menemani aku jalan - jalan dari pagi sampai malam dan tidak boleh nolak." pinta liyon setelah lira duduk dikursi santai.


"Maksud mu, kamu mau kita kencan?" tanya lira memperjelas.


"Hehehe, seperti itulah." Jawab liyon dan memeluk lira.


"Liyon kau basah." lira mendorong tubuh liyon menjauh.


"Iya lupa." liyon nyengir menunjukkan sederet giginya yang berbaris rapi


"Ya Ampun apa ini, apa aku berhak mendapatkan kebahagian atas cintamu ini? Apakah ini akan bertahan lama?" lira bergumam dalam hati dan pergi meninggalkan liyon dan teman - temannya.


Minggu pagi lira siap - siap untuk pergi kencan dengan liyon, lira menatap pantulan dirinya dalam cermin dan dia tersenyum sendiri karena merasa geli.


"Dulu aku sangat frustasi dan putus asah saat aku kehilangan cinta dari hubungan ku yang pertama, tapi sekarang aku justru sedang bersiap - siap untuk menata hati dan menyiapkan segalanya demi menghadapi kemungkinan kehilangan lagi cintaku dari hubungan ku yang sekarang." gumam lira pada dirinya sendiri didalam cermin.


"Aku tak menginginkan apa apa, aku hanya ingin bahagia dan tenang saja."

__ADS_1


"Liyon, bagaimana bisa dia sangat menyukaiku dan bagaimana bisa orang sekeren iku jatuh cinta pada ku."


"Apa yang akan ku lakukan saat aku kehilangannya, bisakah aku bertahan tanpa dirinya?"


"Haaah...Akankah dia mencari dan menemukan ku?"


Lira menghela nafas dalam dan masih bergumam sendiri seolah dia tau kalau hubungannya dengan liyon tak akan bisa bertahan lebih lama lagi karena perbedaan diantara mereka terlalu jauh dan juga setatus lira yang hanya seorang bawahan.


"Kak, apa sudah siap?" tanya liyon saat dia datang menjemput lira di rumah lira.


"Iya sudah." lira keluar dari kamarnya dan mereka pun berangkat untuk kencan.


Lira dan liyon mendatangai tujuan utama mereka untuk kencan yaitu taman hiburan, mereka menaiki semua wahana ditanam hiburan dan tertawa bahagia bersama.


"Liyon yang itu yang ada telinga dan tanduknya." pinta lira saat liyon ingin membidik permainan senapan dengan hadiah boneka.


"Iya kamu tenang saja." liyon fokus dan konsentrasi untuk membidik


Dor...Dor...Dor


"Yeeee, hahaha." lira sangat senang dan tertawa lepas.


"Kenapa dia sangat cantik, senyumnya sangat indah bagai matahari. Aku janji aku akan mempertahankan senyuman itu dan tak akan ku biarkan siapa pun merampas senyuman itu dari mu." suara hati liyon melihat lira yang tertawa dengan sangat bahagia.


"Ayo kita pergi makan dulu karena aku sudah lapar dan ini juga sudah waktunya makan siang." ajak liyon pada lira dan mereka pun pergi ke restoran makanan cina.


"Habis ini kita mau kemana lagi ya?" tanya lira pada liyon sambil menunggu pesanan makanan mereka datang.


"Terserah kakak mau kemana lagi, karena waktu masih banyak. Aku ikutin kakak saja mau kemana setah ini." jawab liyon dengan tersenyum manis menatap lira.


"Hem, bagaimana kalau kita ke museum, setelah itu kita nonton dan pulang ke rumah." ucap lira menyebutkan urutan tempat yang akan dia datangi selanjutnya.


"Ok, terserah kakak saja." liyon menjawab dengan tersenyum karena lira begitu antusias.

__ADS_1


Dan sesuai dengan rencana liyon dan lira pergi ke museum seni untuk menikmati pertunjukan karya seni dari semua seniman yang berkumpul jadi satu dalam museum itu.


"Kakak sangat suka dengan karya seni ya?" tanya liyon yang melihat lira selalu berbinar saat melihat hasil karya yang dipasang di museum itu.


"Tuan, nona mau mau saya potret kalian sebagai kenang - kenangan?" tanya seorang fotografer pada liyon dan lira.


"Tentu." jawab liyon


"Wah kalian benar - benar pasangan yang serasi, soga kalian akan langgeng selamatan." ucap fotografer itu pada lira dan liyon.


"Ayo sudah petang kita nonton dulu." ucap liyon dan mereka pun pergi untuk nonton disebuah bioskop.


Selama nonton liyon tak melepas genggamannya dari tangan lira, seolah dia tak ingin lira pergi dari dirinya. Mereka menikmati acaranya sampai selesai.


"Wah ceritanya tadi bagus banget ya. Aku suka dengan pemeran cowoknya dia sangat berperinsip dan juga tegas, dan dia juga gagah serta cakep." lira terus berkomentar soal film yang dia tonton tadi serta memuji - muji peran utama prianya.


"Kakak begitu sangat menyukai peran utama pria tadi? Buat apa menyukai pria yang 2D dan gak bisa disentuh." kesal liyon yang terlihat lucu bagi lira.


"Kau...?" lira terbahak melihat liyon yang cemburu dengan pria yang ada didalam film.


Selama perjalanan pulang lira terus mentertawakan liyon yang cemburu tak berdasar. Dan itu membuat liyon kesal pada lira dan dalam hati liyon akan balas lira begu sampai di rumah nanti.


...🍂🍂🍂...


Disisi lain di rumah orang tua liyon yusnia datang menemui mama liyon dengan membawah banyak oleh - oleh.


"Yusni ya ampun apa yang kamu bawa ini banyak sekali?" sambut mama Li pada yusnia yang datang berkunjung.


"Iya Tan Yusni gak tau Tante suka apa jadi Yusni bawakan saja satu - satu." jawab yusnia dengan nada lembut yang dibuat - buat.


"Ayo ayo masuklah sini, kita ngobrol di dalam." ajak mama Li pada yusnia


Mereka berdua ngobrol panjang lebar dan juga banyak bahasan yang diobrolkan, dan yusnia juga menceritakan perjalanannya menjadi seorang sekretaris dikantor liyon dengan identitas orang biasa.

__ADS_1


Papa liyon berusaha menghubungi liyon untuk menceritakan kalau putri tuan Bagas datang ke rumah dan sepertinya dia ada tujuan datang ke rumahnya, tapi nomor liyon tak bisa dihubungi karena liyon sengaja menonaktifkan hanponnya.


"Kemana anak ini kok tak bisa dihubungi? Aku kirim pesan saja biar nanti pas dia buka bisa dibaca." papa liyon mengirimkan pesan pada liyon dan menceritakan semuanya.


__ADS_2