Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Permainan yang menakjubkan


__ADS_3

Gerakan lira dan liyon sangat cepat dan mereka bertarung dengan sangat hebat. Teman - teman liyon yang melihat secara langsung pertarungan dan pertahanan lira merasa takjub serta tak menyangka bahwa wanita yang terlihat biasa saja itu adalah seorang petarung dan wanita tangguh.


"1 : 0" teriak Brayen dan Saputra bersamaan saat lira berhasil menumbangkan liyon.


Mendengar itu lira terkejud bahwa ternyata ada banyak orang yang menyaksikan mereka, karena tadi waktu naik arena lira tak begitu perhatian pada sekitar karena dia hanya fokus pada liyon.


Sementara liyon yang mendengar itu justru merasa semakin semangat, liyon tersenyum menatap lira, dan dia merasa tertantang. Semangatnya untuk menang semakin besar.


"Masih 1 : 0 dan masih banyak waktu, aku tak akan mengalah karena ada yang aku inginkan dari mu." ucap liyon dan kembali bangun serta melakukan penyerangan lagi.


Pertandingan antara liyon dan lira sangat membuat kelima orang jadi fokus memperhatikan karena keduanya singgah sangat luar biasa bagi mereka. Terutama Gali dan Suryo yang baru tau kalau lira bersungguh - sungguh maka mereka tak akan bisa menang.


"Gila, dengan pertarungan biasa yang tanpa tenaga besar saja kita kalah dari lira apa lagi kalau dia benar - benar menggunakan tenaganya seperti sekarang, bisa langsung remuk kita." gumam Suryo yang begitu terpukau dengan permainan lira yang melawan bos-nya itu.


"Kau benar mereka sangat seimbang, pukulan dan juga tendangan itu mereka benar - benar bintang sangat luar biasa." sambung gali.


"Kalian takjub dengan permainan mereka yang ini, aku justru penasaran dan bingung dengan permainan ranjang mereka jadi seperti apa." gumam Farid yang samar didengar oleh yang lainnya.


Farid yang sadar dengan ucapannya sudah terlambat, karena dia sudah dihujani oleh tatapan penuh tanya dari semua yang mendengarkan gumamannya tadi.


"Hei, kenapa kalian menelanjangiku dengan tatapan seperti itu?!" tanya Farid dengan nada kesal pada mereka berlima.


"Kau bilang apa tadi? Coba kau ulangi sekali lagi dengan lebih jelas, mereka kenapa?" tangan Brayen tak sabar.


"Apa yang kau katakan, kalian salah dengar. Fokuslah pada pertandingan mereka dan kalian akan tau sendiri nanti." jawab Farid dan dia kembali fokus pada pekerjaannya lagi.


"Hah, kau sama saja dengan liyon tak asyik, apa karena kau sudah terlalu lama bersamanya jadi kau memiliki karakter sama dengan dia." kesal Brayen pada Farid yang tak mau memberi tau.


"Wih, hah..." farid menghela nafas menanggapi dan menghadapi semuanya.

__ADS_1


"1 : 1" teriak bagas


Mereka pun kembali fokus dan melupakan apa yang Farid ucapkan karena tak jelas didengar. Tak henti - henti mereka berlima memuji permainan liyon dan juga lira yang sangat menakjubkan.


Nafas liyon dan lira sudah terengah - engah namun dari mereka masih seimbang dan tak ada yang kalah, sehingga itu membuat liyon punya ide agar dia bisa mencetak angka lagi.


Saat liyon berhasil mengunci pergerakan lira tiba - tiba lira membalikkan keadaan dan karena liyon tak mau kalah dia pun dengan sengaja menggigit dan meng-his-sap telinga lira hingga lira gagal fokus.


"Liyon kau jangan bermain curang dong?!" lira berteriak tak terima.


"Hei, siapa yang bermain curang? Benar kata Suryo kalau dalam perkelahian penyerangan bisa datang dari mana saja dan arah mana pun. Kalau kala akui saja kala." jawab liyon santai dengan mengangkat kedua tangannya.


"Bagaimana bisa begitu, jelas - jelas kamu curang." lira tetap ngotot kalau liyon curang karena dia sudah membuatnya hilang fokus.


"Apa kalian melihat aku curang?" tanya liyon pada teman - temannya dan mereka menggeleng karena mereka tak bisa melihat dengan jelas apa yang dilakukan oleh liyon pada lira.


"Tidak kamu curang." lira masih saja bersih keras.


"Curang, curang..." lira tak bisa mengatakan kalau liyon curang dengan meng-hfis-ap serta menggigit telinganya.


"Tak bisa jawab kan.?" ucap liyon meledek lira.


"Kamu.!" teriak lira.


"Ya aku?" jawab liyon yang langsung mengunci bibir lira dengan bibirnya serta memeluk pinggang lira dan menahan tengkuknya agar lira tak bergerak.


Liyon menggiring lira kesudut ring dan menyandarkan tubuh lira disalah satu tiang ring, liyon menikmati sapuan bibirnya dan memperdalamnya lagi. Sementara kelima orang yang menyaksikan itu merasa terkejut, bola mata mereka hampir saja keluar dari wadahnya. Namun tidak dengan Farid yang sudah terbiasa dengan adegan itu dan jantungnya juga sudah terlatih untuk menghadapi pertunjukan seperti itu.


"Hem, manis dan asin sangat nikmat, aku ingin merasakannya lagi. Bibirmu sangat nikmat kak" gumam liyon menjilat bibirnya sendiri.

__ADS_1


"Hah...Liyon apa kamu sudah gila?!" teriak lira saat liyon melepaskan bibirnya.


"Gila? Iya aku memang sudah gila, gila karena mu." jawab liyon sambil tersenyum menatap lira seolah dia ingin menelan lira bulat - bulat.


"Dasar tidak waras, awas.!" lira mendorong tubuh liyon dan berjalan menjauhi liyon.


Sementara kelima orang yang terkejud tadi serempak menatap Farid dengan tajam seakan meminta penjelasan pada Farid karena hanya Farid yang bersikap biasa saja, yang menandakan kalau Farid sudah tau dan mengerti cerita dibalik adegan yang tadi mereka lihat.


"Ya ampun sudah sangat jelas seharusnya kalian sudah bisa menebaknya jadi tak perlu penjelasan dari ku lagi kan." ucap farid atas tatapan maut dari kelima orang yang berada disekitarnya.


"Jadi beneran dia orangnya?" Bagas bertanya dan menunggu jawaban


"Iya, dia orangnya dan mereka sudah sering melakukan itu didepan ku hingga aku sudah kebal dan tak kaget lagi jelas." jawab Farid dan itu membuat mata ketika temannya berbinar, namun mata Gali dan Suryo suram karena mereka yang tak pernah tau jadi sembarangan memanggil lira selama ini.


"Wah nona kau hebat sekali, kalian sangat serasi dan juga cocok aku sangat ngefans sama kamu. Perkenalkan aku adalah sahabat liyon nama ku Brayen, waktu itu kita sudah bertemu kan saat liyon terkena pengaruh obat apa kamu ingat?" ucap Brayen panjang lebar begitu dia melihat lira turun dari ring, dan seolah masa bodoh dengan apa yang baru saja dia lihat dan membuat dirinya kaget.


"Benar - benar dan aku Bagas yang waktu itu juga ada di sana yangbeeussha mau mengobati liyon, kamu pasti lupa ya sama aku karena aku memang tak menarik perhatian hahaha." sambung Bagas sambil tertawa terbahak.


"Hei aku juga - aku juga. Aku adalah Saputra yang tak sengaja melihat kamu didalam kamar liyon dan meggganggu waktu kalian berdua." Saputra juga ikut mengerubungi lira sehingga lira tak bisa menjawab dan hanya tersenyum dengan canggung.


"Kalian mau kenalan atau mau menyakiti dia? Sudah sana bubar." liyon mendorong semua temannya yang menghalangi lira.


"Pergilah bersihkan badan mu, tapi ingat jangan pergi tanpa pamit. Karena aku akan menangkap mu dan memberimu hukuman yang lebih kejam." ucap liyon pada lira dengan tersenyum.


"Farid hentikan pekerjaanmu ayo kita berenang" perintahku liyon pada farid


"Yeee, mari kita berenang." Saputra berjalan lebih dulu menuju kolam renang.


"Bi tolong siapkan camilan dan bawah ke kolam renang."

__ADS_1


"Baik tuan Farid." jawab Bi min


__ADS_2