
Setelah mendapatkan kabar dari panggilan telepon liyon langsung bergegas menghubungi Farid dan melajukan mobilnya dengan cepat.
"Farid bukakan jalan untuk ku sekarang dan amankan seluruh jalanan karena aku hanya punya waktu 1 jam saja untuk sampai Bandung." telepon liyon kepada Farid.
"Baik, segerah." jawab Farid
Setelah mendapat perintah dari liyon, Farid langsung menghubungi semua anak buahnya yang sudah disebar kesegalah penjuru kota dan meminta kepada mereka untuk menyiapkan mobil yang akan siap dipakai dimana saja.
Kepanikan liyon sungguh luar biasa, dan tatapan matanya seolah dia ingin membunuh dan menghancurkan siapa saja dan segalanya yang menghalangi jalan dia.
Saat liyon melihat jalanan sudah begitu luas dengan kendaraan yang ada disisi kanan dan kiri jalan begitu dia keluar dari tol tempatnya berhenti tadi dia langsung melajukan mobinya dengan kecepatan penuh melewati jalan itu.
"Siapa sih sebenarnya orang itu dan sedang ada apa? Kenapa jalan raya diamankan dengan begitu banyak orang seperti ini." ucap pengguna jalan yang diamankan oleh anak buah Farid dan liyon.
"Entah lah ya, mungkin saja dia orang penting dan sedang ada keperluan yang mendesak." jawab pengguna jalan lainnya.
"Wah, presiden saja gak sampai seperti ini pengamanannya iya kan" balas yang lainnya lagi.
"Benar juga, dia orang yang berpengaruh pastinya, lihatlah iringan mobil yang mengikutinya dibelakang ada begitu banyak, dan orang - orang ini seperti para orang - orang yang terlatih." balas lagi orang yang lainnya.
Liyon melaju dengan sangat cepat dan tak memperdulikan apa pun lagi, dan saat berada ditengah jalan tiba - tiba saja mobil yang dikendarainya mulai ngadat tanda kehabisan bensin.
Liyon meninggalkan mobilnya begitu saja ditengah jalan dan dia keluar serta berlari kearah mobil lain yang diparkir ditepi jalan. Dan dengan cepat liyon melajukan mobil yang baru dengan kecepatan penuh lagi.
"Ya Ampun siapa dia ya? Dia sungguh sangat tampan dan ada urusan apa ya dia terlihat sangat panik." bisik pengguna jalan lainnya lagi yang melihat liyon keluar mobil untuk berganti dengan mobil yang lainnya lagi.
"Sial kurang 39 menit lagi." gumam liyon yang makin mempercepat laju mobilnya lagi.
"Halo katakan." jawab liyon pada panggilan telepon yang dia terima.
"Bos dia berada di sebuah rumah hiburan SM di daerah persimpangan." info dari anak buahnya lagi yang sudah mendapatkan posisi lira dengan tepat.
"Ok, gerakan orang kesana aku akan segerah sampai." jawab liyon lalu mematikan sambungan telepon.
...🍂🍂🍂...
Didalam sebuah kamar lira yang terkena pengaruh obat mulai bereaksi dan dengan kuat lira mencobak mempertahankan kesadarannya.
__ADS_1
"Hai nyonya bagaimana dengan pesanan ku apa kah sudah ada?" tanya seorang pelanggan pria kepada pemilik rumah hiburan itu.
"Oh tuan tentu saja sudah ada, dan yang kali ini dia agak sedikit brutal ya jadi kami dengan sengaja mengikat dia. Tapi tuan tak perlu khawatir karena saya sudah memberinya obat biar dia sedikit lebih jinak." jelas ibu pemilik rumah hiburan itu.
"Hahaha bagus sekali aku jadi makin tak sabar untuk melihat dan menikmatinya, semakin liar akan semakin nikmat untuk mempermainkannya" jawab pria pelanggan yang memesan seorang gadis yang liar itu sambil terbahak lebar karena senang.
Sementara pelanggan itu masih berbincang dengan pemilik rumah hiburan didalam kamar penjaga yang diminta untuk menjaga lira merasa tertarik dengan lira yang sudah mulai bereaksi dengan obat yang diberikan tadi.
"Sial, kenapa dia begitu menggoda." gumam penjaga itu dan mendekati lira yang mulai bernafas terengah - engah dan memiliki tatapan sayu yang sangat menggoda.
"Emm."
Suara lira yang mendapatkan sentuhan dari penjaga itu saat bibirnya di lum-mat dengan sangat dalam oleh penjaga yang sedang menjaganya.
"Ah." lira mulai tersadar kembali saat dia mendapatkan tekanan pada dadanya dari tangan penjaga itu yang sangat kasar.
Bug
Brak
"Hah, hah, hah" nafas lira yang tersengal dan juga efek dari obat membuat lira lemah sehingga dia tak bisa mempertahankan dirinya saat melawan 2 penjaga lagi yang datang membantu temannya yang tadi dihajar lira.
"Ayo diikat saja, lagian kamu mau apa hah?!" teman penjaganya itu memarahi temannya yang tadi mencobak menyentuh lira.
"Ayo cepat pelanggan sudah datang jangan sampai dia tau kalau kamu menyentuh barang pesanannya." ucap teman penjaga itu dan membantu mengikat tangan lira disisi kanan dan kiri tempat tidur.
"C*h, aku akan memakan mu saat pelanggan itu sudah puas memakan mu, aku akan sabar menunggu antrian demi wanita yang menggoda sepertimu ini baby." bisik penjaga yang tadi menyentuh lira.
"Liyon." gumam lira dengan lemas karena menahan has-rat yang bergejolak didalam dirinya.
"Apa yang dia katakan barusan?" tanya penjaga lainnya.
"Tidak tau ayo tinggalkan dia." ajak teman penjaga yang lain.
"Yo apakah di sini kamarnya barang yang aku pesan?" tanya pelanggan itu saat dia sampai didepan pintu kamar lira.
"Wah tuan kebetulan sekali kami baru saja menangkap dia yang berusaha kabur, silakan tuan masuk dan semoga tuan bisa bersenang - senang dengan puas." ucap para penjaga itu dan pelanggan itu terbahak sambil masuki kamar lira.
__ADS_1
Didalam kamar itu lira bermandikan keringat, dia sangat berusaha kuat untuk mempertahankan kesadarannya. Nama liyon tak hilang dari bibirnya, lira terus bergumam memanggil nama liyon karena orang yang selama ini peduli dengan dirinya di kota besar ini dan yang paling dekat hanyalah liyon yang terpikirkan oleh lira.
Lira terus saja berusaha untuk berontak dan kadang dia berusaha menggigit bibirnya sendiri agar kesadarannya tak hilang. Tangannya yang terikat sudah banyak luka dan lecet dipergelangan tangannya karena lira berusaha untuk melepaskan diri. Seolah tak terasa betapa sakitnya dari luka - luka dipergelangan tangannya yang mulai mengeluarkan darah lira tetap menarik tangannya sekuat tenaga.
"Wah apa ini? Ini adalah hidangan yang sangat lezat dan juga luar biasa nikmat pastinya." pelanggan itu masuk kedalam kamar dan mendekati lira dengan tatapan ingin segerah menelannya bulat - bulat.
Lira yang dari tadi bergerak membuat bajunya bagian bawah tersingkap dan itu menunjukkan kulit putih lira yang mulus terekspos, dan pemandangan itu membuat pria pelanggan yang bertubuh gemuk dengan tinggi kira - kira 160 cm dan berkulit hitam dengan kumis serta jenggot itu berkali - kali menelan salifanya.
"Halo sayang, kamu pasti sangat nakal ya sehingga diikat begini? Apakah kamu ingin sayangku, kamu sudah tak tahan dengan has-rat yang meluap dari dalam dirimu sayang?" ucap pria itu menyentuh tubuh lira.
"Jangan." gumam lira yang tak jelas terdengar karena bercampur dengan suara des-sahan yang keluar dari lira.
Srup
"Hem sangat nikmat saya kamu sangat manis dan juga harum sayang, bau tubuh mu juga sangat harum." bisik pelanggan itu yang mulai menjilati bagian dada lira.
"Jangan, liyon." gumam lira lagi
"Apa yang kau gumamkan sayang, dan jangan menggigit bibirmu sendiri. Apakah kamu sangat ingin sayang? Ayo katakan jika kamu ingin aku akan memuaskan mu sekarang juga." ucap pelanggan itu.
Samar lira menatap orang yang ada didepannya, dan dengan tatapan sayu yang terlihat sangat menggoda. Pandangan mata lira lama kelamaan mulai kabur dan tak jelas.
"Liyon." gumam lira lagi
"Katakan apa yang ingin kau katakan." pelanggan itu mendekatkan telinganya di bibir lira.
"Liyon." gumam Lira
"Liyon? Hem apakah itu nama kekasihmu atau suami kamu. Tapi aku tak peduli dengan itu karena sekarang kamu adalah makanan ku saat ini. Jadi kamu hanya boleh memuaskan diriku saja." ucap pelanggan itu.
"Ayo sayang kita bermain, dan aku ingin dengar kamu memohon kepadaku sendiri." pelanggan itu mulai membuka sisa baju lira yang belum terbuka.
"Jangan, ku mohon, lepaskan aku tuan." gumam lira dengan suara parau dan nafas yang tersengal - sengal.
"Waoh luar biasa sangat indah." pelanggan itu mulai menyentuh kulit tubuh lira. Dan suara seksi pun mulai keluar dari bibir lira yang terdengar sangat menggoda.
Pelanggan itu semakin menjadi dan dia mulai mengusuri tubuh lira dan bertengger dibawah sana, pelanggan itu bermain dibawah inti lira dengan lidah dan bibirnya.
__ADS_1