Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Tak peduli


__ADS_3

Dalam keadaan terjepit lira menyadari sesuatu yang terjadi padanya hari ini, dan lira mulai peka dengan semuanya. Senyum terulas dibibir lira saat dia mulai mengerti dan memahami semua situasinya.


"Tunggu pak, pak Yus tetap di dalam mobil saja biar saya yang keluar, pak Yus jaga non Yusnia saja dan jangan lupa menghubungi tuan, ceritakan keadaan dan situasi pada saat ini." ucap lira dan dia tersenyum menatap yusnia.


"Jangan lupa kunci mobilnya pak." sambung lira dan dia langsung keluar dari mobil dan pak Yus mengangguk.


Mendengar ucapan dari lira itu pak Yus sangat mengerti situasinya dan dia segerah menghubungi liyon lewat panggilan telepon dan menceritakan semua situasinya yang sedang terjadi saat ini serta posisi mereka.


Yusnia melihat lira dengan cepat dan juga sangat lincah menghajar semua preman - preman yang menghadang mereka itu tanpa tersisa. Dan mereka semua tumbang ditangan lira, sementara lira terlihat masih saja terlihat baik - baik saja dan juga penuh dengan semangat.


"Kenapa bisa begini? Bagaimana bisa dia tak apa - apa dan bahkan dia sangat bertenaga, seharusnya dia sudah lemas dan tak ada tenaga lagi kan." yusnia bergumam dan melihat dengan tak percaya.


"Sepertinya aku terlalu meremehkan dia dan menganggap dia mudah untuk ditangani." yusnia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.


"Aku tak tau apa yang kalian ingin kan, tapi jika target kalian adalah aku, maka kalian salah karena aku gak akan terkena jebakan untuk yang kedua kalinya. Aku sudah mempersiapkan semuanya dengan benar kali ini." ucap lira pada para preman - preman itu.


"Ugh, sepertinya 1 jam sudah berlalu kepala ku mulai terasa pusing." gumam lira dalam hati.


"Lira menunduk.!" teriak seseorang yang melihat lira akan diserang dari belakang.


Bruk.!


Orang yang akan menyerang lira tumbang dengan 1 tembakan.


"Eh, apa yang terjadi?" lira terkejud karena preman itu jatuh pingsang.


"Jangan khawatir dia tak mati hanya pingsan saja dan itu adalah tembakan obat bius.* jelas Bagas pada lira yang terlihat terkejud.


"Bagaimana kau tak papa, apa tak pusing?" tanya Bagas berjalan mendekati lira.


"Iya aku tak apa dan sedikit pus...ing" lira pingsan dan dengan cepat Bagas menangkap tubuh lira agar tak jatuh ketanah.


"Apa yang kalian lakukan?!" teriak liyon tak suka melihat Bagas memeluk lira.


"Amankan semua preman - preman itu." perintah liyon pada anak buahnya dan dia langsung menarik tubuh lira dari pelukan Bagas.


"Duh posesif banget sih jadi orang." Bagas manyun dengan menatap liyon jenggah.


"Liyon aku sangat takut tadi, syukurlah kamu datang." yusnia langsung keluar dari mobil dan mendekati liyon, serta memasang wajah sedih dan ketakutan.


"Pak Yus antarkan nona Yusnia dengan pengawalan Gali." ucap liyon mengabaikan yusnia dan menggendong lira masuk kedalam mobilnya.


"Liyon, aku takut tolong jangan tinggalkan aku, bawah aku juga." yusnia bergelayut di lengan liyon setelah liyon meletakkan lira didalam mobil.

__ADS_1


"Tolong lepaskan, kamu akan diantarkan dan dikawal oleh pak Yus dan Gali, mereka adalah orang - orang yang berpengalaman lebih dari lira." ucap liyon dan berjalan menjauh dari Yusnia.


...🍂🍂🍂...


Didalam rumah liyon lira masih belum bangun dan Bagas masih memeriksa keadaan lira dengan sangat teliti dan fokus.


"Katakan ada apa dan apa yang terjadi.?" tanya liyon saat Bagas selesai merawat lira.


"Ugh." lira mulai sadar dan perlahan bangun.


"Kak, kakak tak apa?" liyon mendekat dengan cepat dan bertanya begitu lira sadar.


"Tak apa aku hanya tidur, sekarang tugas ku sudah selesai sebaiknya aku pergi dulu." lira bangun dan berenjak pergi.


"Eh?" Bagas terkejud melihat lira yang tak peduli dengan perhatian yang diberikan oleh liyon.


"Kak apa kakak mau langsung pergi begitu saja? Biarkan Bagas memeriksa kakak sekali lagi, tadi kakak habis berkelahi dan jatuh pingsan." liyon bertanya dan terus mengeikuti lira.


"Tidak perlu aku tak apa, itu hanya efek dan reaksi dari obatnya saja, bukankah begitu dokter Bagas.?" jawab lira acuh dan menatap Bagas yang menganggukkan kepalanya.


"Baik biar aku antar kakak." liyon berjalan mendahului lira.


"Tidak usah aku pulang sama Suryo saja, ayo Suryo tolong antarkan aku pulang." ajak lira pada Suryo yang sedang duduk di ruang tamu sama Brayen.


"Pergilah antarkan lira pulang." perintah liyon dan Suryo langsung berdiri mengikuti lira keluar rumah.


"Wah ada yang tak dipedulikan ya." ledek Brayen yang melihat liyon berjalan dengan lemas.


"Jangan omong kosong, katakan apa yang terjadi dan kenapa kalian bisa ada di sana tadi." tanya liyon pada Bagas dan Brayen.


"Hem ceritanya lira menghubungi aku dulu dan menceritakan padaku lalu aku menghubungi Brayen untuk melacak posisinya." jawab Bagas saat mereka duduk di ruang tamu.


Kejadian saat lira menghubungi Bagas.


Brrrt


"Eh pesan dari lira?" Bagas membuka dan membaca isi pesan dari lira setelah dia selesai dalam tugasnya.


Lira (21.00)


"Dokter Bagas aku mau tanya, tadi aku makan sup namun rasa dari sup itu seperti ada mau jamu dan sekarang kepalaku sedikit pusing."


Bagas (21.15)

__ADS_1


"Kamu lagi dimana dan sedang sama siapa? Obat yang waktu itu aku kasih kamu bawah gak? Kalo kamu bawah minum setengah obat itu, aku akan kesana setelah urusanku di sini selesai.


Lira (21.30)


"Iya, baiklah."


Bagas (22.30)


"Lira posisi kamu dimana sekarang? Aku akan menghubungi mu dan jangan dimatikan karena aku mau melacak posisimu, aku sedang sama Brayen sekarang."


Lira (22.35)


"Baik, ini juga kami akan segera pulang dan akunsedang mengawal nona yusnia bersama dengan pak Yus.


23.00


"Berhenti.! Serahkan semua barang berharga milik kalian pada kami." suara seseorang yang didengar oleh Bagas dan Brayen dari sebrang telepon lira.


"Ada apa, kalian sedang dicegat ya." tanya Brayen dari panggilan telepon yang disambungkan oleh lira sama headset bluetooth.


"Hem" lira menjawab dengan bergumam karena takut ketahuan kalau dia sedang menghubungi seseorang.


Kembali kerealita


"Jadi maksud mu sejak dari tempat acara dia sudah diincar oleh seseorang?" tanya liyon kaget.


"Iya sepertinya seperti itu, dan aku sudah memberikan pada lira inex untuk menjaga agar dia setidaknya bisa bertahan sampai bantuan datang." jelas Bagas yang belum menceritakan kejadian dia memberikan obat pada lira.


"Kamu harus menjaga dia, sepertinya musuh mu sedang mengincar dia. Bagaimana jika Bagas tak menyadari dan tak memberikan obat itu, mungkin dia akan jadi korban lagi untuk yang ke dua kalinya."


"Apa kamu tau apa yang akan mereka lakukan? Jika yang pertama gagal yang kedua pasti akan lebih parah lagi karena mereka pastinya sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan lebih matang lagi." ucap Brayen mengingatkan liyon.


"Jadi itu sebabnya selama acara aku terus saja merasa khawatir dan panik tak tentu dan tak jelas sebabnya." gumam liyon liri.


"Terima kasih Suryo, hati - hatilah kembalinya." ucap lira pada Suryo yang berhasil mengantarkan lira pulang dengan selamat.


"Iya sama - sama, Selamat istirahat lira." ucap Suryo dan dia melakukan mobilnya pergi dari hadapan rumah lira.


Lira berjalan masuk kedalam rumahnya, dia langsung mandi dan istirahat lagi karena waktu masih menunjukkan pukul 1 malam.


Brrrt


"Liyon, kenapa dia menghubungiku lagi? Biarkan saja aku mau tidur capek." lira menolak panggilan dari liyon dan dia mematikan hanponnya.

__ADS_1


__ADS_2