
Melihat itu semua keluarga liyon merasa malu dan juga sangat marah, lebih - lebih mama Li yang begitu percaya dan menyayangi yusnia selama ini. Rasanya wajah keluarga liyon tercoreng dihadapan semua orang dan juga para mitra kerja yang menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan keluarga liyon.
"Tante dimana Bagas? Apakah liyon tak pa-pa?" tanya Farid yang tergesah - gesah masuk kedalam aula.
"Bagas ada bersama dengan liyon, ah. Liyon." mama Li langsung berlari kembali ke kamar tempat liyon diistirahatkan.
"Liyon!" panggil mama Li dengan panik.
Plak
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi yusnia seketika saat mama Li berteriak memanggil nama liyon dan masuk kamar.
"Ma-mama apa yang terjadi kenapa yusnia ditampar?" tanya yusnia yang kaget mendapat tamparan dari mama Li dengan sangat keras secara tiba - tiba.
"Diam!! Jangan panggil aku mama, aku jijik dengan mu dasar wanita murahan, perempuan jal*ng tak tau diri, pergi kau dari sini cepat pergi?! Jangan lagi kau tunjukkan wajah munafik mu itu didepan keluarga ku lagi. Cepat pergi?!" teriak mama Li setelah memaki - maki yusnia dan sangat emosi, dengan takut Yusnia keluar dan pergi dari kamar itu.
Yusnia lari di koridor dengan bingung kenapa mama Li bisa berubah 180 derajat dari yang biasanya, dan juga terlihat sangat marah besar, serta menatapnya dengan tatapan jijik.
"Apa yang dilakukan oleh tua Bangka itu, pasti dia bikin ulah lagi dan merusak semuanya." gerutu yusnia dengan kesal pada papa-nya.
"Yusnia cepat ikut aku." dafid menarik tangan yusnia saat dia melihat yusnia berjalan di koridor.
"Apa yang kau lakukan?! Aku tak mau nanti disalahkan oleh wanita mu yang hal*ng itu." teriak yusnia memberontak.
"Siapa yang kau sebut sebagai wanita kak*ng hah? Apa kau tak tau diruang aula videomu yang sedang bermain dengan 2 pria lebih itu sedang diputar dan ditonton orang banyak. Dan kau masih berlagak suci didepan ku." ejek dafid pada yusnia dan langsung menyeret yusnia kesebuah kamar di hotel itu.
Entah bagaimana nasib yusnia yang jelas dafid sedang menggagahinya dengan alasan melindunginya dari banyak orang yang saat ini sedang ngomongin dirinya. Karena dafid tak ikut dalam acara jadi Desi tak akan tau permainan yang sedang dilakukan oleh kekasihnya dan sepupunya itu.
__ADS_1
Sementara didalam kamar liyon mama Li sangat menyesal dan juga khawatir pada liyon yang tak juga kunjung sadarkan diri dari tadi. Mama Li terus duduk mendampingi Liyon dan sesekali mengelus kepala Liyon dengan mengucapkan kata maaf berkali - kali.
"Gas apa benar dia tak apa apa? Apa dia tak sedang terpengaruh obat atau racun gitu." tanya mama Li dengan khawatir.
"Tidak dia tak sedang dalam pengaruh obat atau yang lainnya, tapi ini sangat aneh. Kenapa dia bisa jatuh pingsan? Kondisi tubuhnya sangat baik tak ada masalah." Bagas menjawab dengan merasa kebingungan dengan keadaan liyon akhir - akhir ini yang memang sering terlihat lemah dan lesu.
"Kita bawah ke rumah sakit saja takut nanti ada apa - apa padanya." saran Yuki yang juga merasa khawatir.
Dan di aula pesta papa Liborsei memanggil polisi untuk mengatasi tuan Bagaskara yang banyak melakukan kecurangan selama dia melakukan teransaksi dan kerja sama. Semua pihak yang pernah terlibat dengan dia juga melakukan tuntutan mereka, sehingga nantinya tuan Bagaskara bisa dijatuhi hukuman berlapis atas semua tindakannya.
Seminggu telah berlalu dari huru hara di acara pertunangan yang digelar oleh keluarga liyon, dan selama itu juga liyon tak bisa bangun dari tempat tidur, dia juga tak bisa makan dengan baik. Ada rasa mual yang amat sangat dan juga Indra penciumannya juga jadi lebih sensitif dari biasanya.
"Panggilkan Bagas cepat. Kepalaku pusing dan sakit sekali rasanya mau pecah dan juga mual, perutku seperti sedang diaduk - aduk tak karuan." teriak liyon yang tak sabar ingin segerah sembuh dan bisa beraktifitas lagi.
"Apa yang sebenarnya terjadi padanya Pa? Karena kesalahan mama liyon telah menanggung semuanya dengan sangat berat." sesal mama Li dan terus saja menangis dan menyesal atas semua tindakannya.
"Mama benar - benar dibodohi, harusnya mama mencari tau dan menyelidiki siapa yusnia sebenarnya." sesal mama Li sangat mendalam.
"Semua sudah terlanjur terjadi Ma, mama jangan lagi menyalahkan diri mama, nanti mama ikut sakit." Yuki berusaha menenangkan mama Li.
🍂🍂🍂
Pagi itu reaksi mual muntah liyon datang lagi dengan sangat hebat, liyon tak sanggup lagi untuk sekedar berjalan ke kamar mandi. Kepala Liyon akan berputar jika dia bangun dan berdiri, setelah itu dia akan mual hebat.
"Liyon bagaiman keadaan mu sekarang?" tanya Bagas yang datang ke rumahnya pagi itu.
"Apa kau sudah gila bertanya seperti itu pada ku? Apa kau dulu tak lulus waktu ujian! Kenapa obat mu tak ada yang berefek semuanya tak berguna." kesal liyon pada Bagas.
__ADS_1
"Berikan setidaknya aku ini obat yang bagus dan manjur." sambung liyon.
"Hei kau itu sebenarnya tak sedang sakit, dari hasil lab mu semua bagus tak ada masalah juga pada tubuhmu." ketus Bagas balik
"Aku ini pasien, kalau aku bilang aku sedang sakit ya berarti aku sakit." kesal liyon dan melempar bantal pada Bagas.
"Ya iya kau memang pasien, tapi aku adalah dokternya. Jadi kalau aku bilang kamu tak sakit ya berarti tak sakit." kesal Bagas balik dan melempar balik bantal yang tadi pada liyon.
"Ini sungguh aneh. Kau ini sakit yang tak ada penyakitnya." gumam satria terlihat sedang berfikir.
Keluar kalian semua.!" teriak liyon emosi.
Di ruangan keluarga Bagas sangat bingung dia sudah mengecek berkali - kali hasil pemeriksaan liyon dan benar - benar tak ada tanda - rada penyakit apa pun atau kesalahan dalam tubuh liyon, tapi kenapa liyon terlihat sangat lemah dan selalu saja mual seta muntah tiap kali dia mencium sesuatu yang dirasa dia tak enak.
"Yang dikatakan oleh satria benar, Liyon ini sedang sakit namun tak ada penyakitnya. Dan emosinya itu jadi semakin besar dan tak terkendali, serta mudah sekali berubahnya." gumam Brayen dan yang lain mengangguk angguk.
"Iya, itu sama persis dengan keluhan waktu kakak saya sedang hamil, dia juga sepeti tuan muda saat ini. Mual - muntah, pusing dan juga lemas. Dan biasanya itu akan terjadi disaat awal diketahuinya kehamilan." celetuk Warti yang sedang menyajikan minuman dan camilan untuk teman - teman liyon itu.
"Ha-Hamil? Maksud mu kalau orang hamil keluhannya seperti itu?" tanya Brayen pada Warti yang tadi berkomentar.
"I-iya tuan, tapi itukan terjadi pada wanita bukan pria." jawab Warti takut karena ditatap oleh 6 pasang mata yaitu Bagas dan yang lainnya yang sedang menjaga liyon.
"Hem, benar juga yang dikatakan oleh Warti. Dan itu juga bisa dialami oleh pria yang sudah menikah atau punya pasangan yang sedang hamil. Terkadang wanita tak merasakan apa pun namun prianya yang mengalami semua keluhan orang hamilnya, seperti mual, perubahan emosi, dan juga kelelahan dan kadang bisa tidur dengan lelap, kadang juga terjaga sepanjang malam." jawab Bi Min dan Warti hanya tersenyum.
"Liyon." mereka berenam lari memasuki kamar liyon lagi dan menatap liyon yang sedang tertidur pulas bagai seorang malaikat kecil yang polos.
"Tapi tunggu dulu, bukannya liyon melakukan steril waktu dia tinggal di Beijing dan dia selalu rutin untuk cek jadi tidak mungkin...?" gumam Bagas dan mereka kembali lagi ke ruang tengah.
__ADS_1