
Setelah merasa puas dengan batu bata-nya Lira pun mengembalikan batu bata itu pada Liyon lagi. Dan dia ingin bermanja - manja sama ibunya (Bu Yulia). Liyon yang melihat hanya bisa bergeleng - geleng kepala.
"Mama, nenek." Ferdi yang selalu tidur di rumah nenek Li berlari dengan sangat senang karena bisa bertemu lagi dengan mamanya, karena selama seminggu Liyon selalu saja mencegah Ferdi untuk pulang dengan alasan kalau mamanya ingin istirahat sendiri, padahal itu hanya alasan biar Liyon bisa bermesraan sama Lira berdua saja.
"Jeng, datang kok gak bilang - bilang. Dan Gali memberitahu saya dadakan tadi saat menjemput Ferdi pulang sekolah." ucap mama Li yang ikut datang ke rumah Liyon karena mendengar kalau besannya datang hari ini.
"Iya jeng saya juga dikabari dadakan sama nak Liyon kalau akan ada orang yang menjemput karena Lira lagi rewel dan ngidam dengan permintaan yang aneh." jelas Bu Yulia.
"Mama, adik rewel ya? Apa adik nakal? Apa Ferdi tidur di rumah nenek Li lagi saja?" tanya Ferdi menatap Lira dengan tatapan kasian.
"Tidak sayang, mama kangen banget sama kamu." Lira memeluk Ferdi dengan erat dan menc*umi pipi Ferdi dengan gemas.
Mama Li dan bu Yulia pun bercengkrama dengan sangat dekat dan mereka berdua sedang bicara tentang banyak hal mengenai masa kecil Lira dan juga Liyon, serta keras kepalanya Liyon. Para ibu - ibu seakan tak ada habisnya bahasan karena mereka seolah lupa waktu kalau sudah bertemu dan berbincang.
Setelah lewat beberapa hari Yuniar yang baru dikabari kalau ibu mertuanya datang ngotot mintak diantar ke rumah Lira karena ingin ketemu sama ibu mertuanya.
"Ibu, kenapa sudah 2 hari di sini tapi tak ke rumah ku bikin kesal saja." ucap Yuniar yang datang karena baru diberitahu oleh Satria kalau ibunya ada di rumah Lira.
"Oh, sayang iya kemarilah putri ibu." Bu Yulia menyambut Yuniar dengan penuh sayang juga.
"Oh iya Mama mau mengadakan kejutan untuk kalian, tapi ibu kalian bilang sebaiknya melibatkan kalian berdua, mama ingin mengadakan baby shower untuk kalian bagaimana jika menurut kalian. Kalian ingin tema seperti apa dalam acaranya nanti?" tanya mama Li pada Lira dan Yuniar. Karena setiap hari mama Li selalu datang ke rumah Liyon untuk berbincang dengan bu Yulia.
"Lira terserah mama sama ibu saja." Lira menjawab dan menyerahkan semua urusan sama para ibu - ibu.
"Iya Yuniar juga terserah sama ibu dan Tante saja." jawab Yuniar juga menyerahkan pada para orang tua.
Satria dan Liyon yang duduk hanya bisa diam mengawasi urusan para wanita, mereka berdua seakan tak dibutuhkan dalam obrolan dan rencana yang akan dibuat. Mereka berdua hanya sumber biaya dan hanya bisa memberikan uang setelah rencana para wanitanya selesai dibuat.
"Kenapa aku jadi seperti bank berjalan ya sayang." ucap Liyon memeluk Lira dari belakang saat Lira berjalan ke dapur untuk mengambil minum.
"Kenapa, tak mau? Atau mau libur nanti malam? Jatah dipotong bagaimana?" ucap Lira mencolek dagu Liyon dan menggodanya.
"Jangan menggesekkan dada mu pada mu, mau aku makan sekarang juga?" ucap Liyon balik menggoda Lira.
"Hahaha,,, kau nakal." Lira terbahak.
"Kau yang mulai duluan sayang." Liyon menc*um pipi Lira.
Selama orang tua Lira ada di rumah Lira, dan mau menyiapkan acara baby shower untuk dirinya dan Yuniar, Lira mengambil semua pekerjaannya ke rumah, jadi Lira mengerjakan semua pekerjaan kantornya di rumah karena Liyon menyuruh seperti itu sebab usia kehamilan lira yang mulai memasuki bulan ke 5 dan perutnya terlihat semakin membesar.
...🍂🍂🍂...
__ADS_1
"Wah, wah jadi anda juga suka memancing ya pak Bambang kalau di rumah sana." tanya papa Li pada ayah Bambang.
"Ya, karena kegiatan memancing adalah kegiatan untuk kita melatih kesabaran dengan tingkatan tertinggi, bukankan begitu." jawab ayah Bambang dan papa Li mengiyakan.
"Oh iya, saya dengar kalau anda adalah seorang guru dan master bela diri, maukah beradu dengan saya? Karena sudah sangat lama sekali tak ada lawan untuk saya berlatih." ucap papa Li dengan memutar - mutar pergelangan tangannya.
"Tentu dengan senang hati, dimana di sini ada lapangan ayo kita bertanding di sana." jawab ayah Bambang dengan senang hati.
"Hahaha,,, ngapain kita kelapangan. Kita kebelakang rumah saja di sana ada are untuk bertanding, ayo." ajak papa Li dan ayah Bambang mengikuti dengan senang hati.
Acara yang direncanakan oleh para orang tua itu sudah mulai terlihat hampir selesai, dan acaranya mau diadakan di rumah utama keluarga Li karena mama Li ingin di rumahnya itu ada pesta yang ramai dan juga meriah untuk calon cucunya nanti. Dan karena orang tua Lira menginap di rumah utama keluarga Li jadi Ferdi pun ikut kesana karena dia ingin ikut menyiapkan pesta untuk adiknya.
Sementara para bapak - bapak sedang di rumah dan berlatih tanding, para ibu - ibu sedang berkeliling untuk belanja dan membeli baju yang akan digunakan oleh Lira dan juga Yuniar di acara pesta yang akan diadakan 2 hari lagi nanti.
"Jeng bagaimana kalau mereka dipakaikan baju seperti ini, bagus tidak? Kita berikan yang warna gelap pada Yuniar dan yang terang pada Lira." mama Li menunjukkan dua buah gaun yang terlihat sederhana namun sangat bagus.
"Ya yang penting nyaman untuk mereka berdua." jawab Bu Yulia menyetujui.
"Ya sudah kalau begitu kita beli yang ini saja ya jeng." mama Li mengambil dua gaun hamil itu dan membayarnya di kasir, yang pastinya menggunakan kartu kredit milik Liyon dan Satria yang mereka minta sebelum pergi belanja tadi.
...🍂🍂🍂...
"Iya, terima kasih." jawab Lira tersenyum menatap Liyon.
"Minum susunya sampai habis, setelah aku kembali selesai mandi sudah harus kosong gelasnya." ucap Liyon dan mengecup puncak kepala Lira.
"Hem." Lira mengangguk dan tersenyum.
"Masih belum selesai juga?" tanya Liyon yang keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi.
"Iya dikit lagi." jawab Lira tanpa melihat Liyon.
"Biar aku yang selesaikan nanti, sekarang kamu istirahat dulu." Liyon menggeser kursi Lira dan mengangkat tubuh Lira untuk membaringkannya ditempat tidur.
"Liyon, jangan mengangkat sembarangan nanti kalau aku jatuh gimana?!" Lira yang kaget memarahi Liyon.
"Tak akan sayang, aku kan selalu berhatin- hati terhadap mu. Sudah kamu tidur biar aku yang lanjutkan." ucap Liyon meletakkan tubuh Lira dengan hatin- hati ditempat tidur.
"Memang kamu tau?" tanya Lira terlihat meremehkan Liyon.
"Oh, sayang ku. Ini adalah perusahaan ku, tentu saja aku tau." jawab Liyon dan memang benar hanya dalam waktu 15 menit Liyon telah menyelesaikan laporan itu, padahal Lira tadi butuh waktu 1 jam untuk menyelesaikannya.
__ADS_1
Hari H pesta
Semua persiapan telah selesai dan undangan juga sudah disebar, halaman rumah utama keluarga Li telah disulap menjadi sebuah gedung mewah yang beralaskan karpet merah dan dihiasi dengan bunga - bunga juga lampu - lampu serta mainan dan pernak pernik yang melambangkan baby kecil yang sangat lucu serta unik.
Semua tamu undangan telah hadir dalam ruang pesta yang sangat megah itu, hiruk pikuk semua orang terdengar sangat ramai dan bahagia. Teman, saudara, kerabat dan mitra kerja semuanya telah hadir dalam acara itu. Mereka semua sudah tak sabar menunggu sang bintang utama dari acara yang ditunggu - tunggu.
"Wao,,, cobak lihat mereka sangat cantik." ucap tamu undangan yang melihat Lira dan Yuniar keluar dan memasuki ruang pesta dengan dituntun sama para ibu mereka. Lira dituntun sama mama Li, dan Yuniar dituntun sama Bu Yulia.
"Ya ampun cantik sekali mbak Lira dan mbak Yuniar, aku jadi ingin hamil lagi dan mengadakan pesta seperti ini." ucap Meli dengan menatap terpukau melihat Yuniar dan Lira.
"Tunggu Arlin besar sedikit lagi sayang, baru ku buat kamu hamil lagi." bisik Farid yang berdiri dibelakang Meli dengan menggendong Arlin.
"Jangan sembarangan." Meli menyikut perut Farid.
"Iya sih, tiap hari juga sudah ku taman benihku pada mu." bisik Farid lagi.
"Katakan sekali lagi." Meli melotot pada Farid dan Farid hanya tersenyum saja.
"Mama" ucap Arli menunjuk pada Lira.
"Iya sayang, itu mama Lira. Cantik ya" ucap Meli mengecup tangan mungil Arlin.
"Atik." jawab Arlin dengan kata cadelnya karena dia sudah mulai belajar berkata - kata karena sudah masuk usia 1 tahun.
Saat acara dimulai Liyon dan Satria terlihat sangat mesrah pada istri - istri mereka. Liyon yang memeluk Lira dan mengecup kening Lira lalu menempelkan keningnya pada kening Lira membuat semua tamu undangan pada baper.
"I love you my love. Yo'r my soulmate and the of my life" Liyon berkata dengan tatapan penuh rasa sayang pada Lira.
"Mama sangat seksi, aku suka..." teriak Ferdi yang berdiri diantara papa Li dan ayah Bambang.
Hadiah untuk Lira dan Yuniar sangat banyak dan beraneka ragam, Lira sama Yuniar menerima kado - kado itu dengan sangat senang, senyum tak lepas dari bibir mereka berdua. Berbagai sesi foto pun diambil.
Lira dengan gaya seksinya.
Yuniar dengan gaya seksinya.
"Mereka adalah ibu - ibu yang seksi, sungguh luar biasa. Selamat tuan Liyon dan tuan Satria, kalian seakan sedang janjian untuk membuat istri - istri kalian hamil dalam waktu yang bersamaan. Kalian sangat hebat." ucap rekan kerja Liyon, meledek dan mengucapkan selamat untuk kehamilan para istri pada Liyon dan Satria.
__ADS_1