Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Berusaha Menghindar


__ADS_3

Setelah menutup panggilan telepon satria memberi tau pada liyon kalau mamanya akan datang dan akan memasakkan soto kesukaannya jika dia sudah pulang kerja nanti.


"Bagaimana apa aku katakan kamu akan pulang jam berapa? Biar mama mu bisa langsung datang dan siap - siap untuk membuatkan soto untuk mu." tanya satria setelah menjelaskan isi telepon dari mama Li.


"Tak usah abaikan saja." jawab liyon dan kembali fokus pada pekerjaannya.


"Ya terserah kau saja, oh iya. Apa kamu jadi datang untuk berkunjung ke hotel? Karena dari awal kau tak melihat atau menyapa mereka sebagai pemilik yang baru." satria kembali bertanya sebelum dia melangkah keluar dari ruangan Liyon.


"Kau siapkan saja sesuai dengan jadwal acara mu, aku akan menyapa mereka pada saat itu sekalian memperkenalkan diri." jawab liyon terlihat malas


"Hah, kau itu. semua pegawai juga ingin tau seperti apa wajah pimpinan mereka yang baru. Bikin kesel aja sikap mu itu." jawab satria lalu melangkah keluar dari ruangan liyon.


...🍂🍂🍂...


"Hei apa kau tau, aku dengar bos baru kita akan berkunjung kemari dan dengar - dengar katanya dia masih muda."


"Benarkah? Ya ampun kira - kira dia sudah punya kekasih atau sudah menikah ya? Jadi tak sabar ingin melihatnya."


"Ih kalian ini genit banget sih, kalau orang kaya semuda apa pun ya pastinya dia sudah punya wanita disampingnya."


"Benar juga sih, tapi tak apa jika dia ingin nambah koleksi aku mau mendaftarkan diri, hahaha."


Kasak kusuk para pegawai wanita di hotel sudah sangat ramai sekali begitu mendengar kabar kalau sang pimpinan mau datang berkunjung. Dan pembahasan itu tak habis - habis setiap hari dibahas disana sini oleh semua pegawai baik yang pria maupun yang wanita.


"Ani datanglah keruangan ku sekarang ya." panggil pak Sugeng pada lira saat lira sedang fokus pada komputernya.


Dengan cepat lira langsung bangun dan berjalan keruangan pak Sugeng, "Pak ada apa ya? Apa ada sesuatu yang mendesak?" tanya lira begitu dia sampai didalam ruangan pak Sugeng."


"Ani ini sangat gawat, dan benar - benar gawat." ucap pak Sugeng merasa bingung dengan sesuatu.


"Apanya yang gawat pak? Coba bapak ceritakan dengan tenang dan kita cari solusinya bersama." lira mengajak pak Sugeng duduk di sofa.


"Bagaimana ini, seminggu lagi akan diadakan acara resepsi pernikahan dari salah satu kaki tangan pimpinan, dan 2 hari dari sekarang ada kabar kalau pimpinan akan datang berkunjung dan melihat kinerja kita semua di sini, tapi kamar yang sudah disiapkan untuk pimpinan ternyata sudah dibooking oleh seorang pengusaha besar dari sejak 3 hari lalu dan dia akan datang hari ini, karena dia ada urusan bisnis di daerah sini. Katakan sekarang solusinya bagaimana?" jelas pak Sugeng dengan sangat panik.

__ADS_1


"Rumit juga, apa tak ada kamar lagi pak? Yang setidaknya masih memiliki fasilitas baik di hotel ini?" tanya lira pada pak Sugeng.


"Sebenarnya masih ada junior suite room dan suite room, tapi masak kita memberi pimpinan kita kamar itu Ani?" tanya pak Sugeng pada lira dengan bingung.


"Susah juga ya," lira terlihat berfikir "terus yang kata pak Sugeng pengusaha yang mau menginap di sini dia rencana akan menginap berapa lama pak?" tanya lira kemudian.


"Hem, dia akan menginap selama 3 harian di sini." jawab pak sugeng


"Tiga hari ya, kalau begitu tak ada pilihan lagi pak, kita harus menyiapkan kamar lain untuk pimpinan kita." lira menjeda kalimatnya, "Bagaimana kalau seperti ini saja pak, kita siapkan kamar lain untuk semalam, baru setelah pengusaha itu keluar kita bereskan dan siapkan kamar Presidential suite itu untuk pimpinan kita karena beliau akan ada di sini sampai acara pesta dari anak buahnya itu kan pak?" tanya lira dan memberikan solusi.


"Tapi bagaimana kita akan mengatakan padanya nanti Ani? Apakah kamu berani bilang seperti itu pada pimpinan baru kita?' tanya pak Sugeng dengan khawatir.


"Baik, biar saya yang menghubungi sekretarisnya, kalau tidak dicoba kita tidak akan tau jawabannya." jawab Lira pada pak Sugeng, dan dengan cepat pak sugeng langsung menyambungkan nomer hotel pada nomer sekretaris Liyon yaitu Satria.


Tuuuut


"Iya halo dari siapa?" jawab satria saat panggilan tersambung.


"Halo selamat siang pak, ini saya Ani sekretaris pak Sugeng, saya mau menginfokan pada bapak kalau besok pada hari H bapak pimpinan datang kami masih belum bisa menyiapkan kamar sesuai dengan kemauan dan keinginan bapak, dikarenakan kamar Presidential suite sudah dibooking sejak 3 hari yang lalu pak dan pada hari ini orang yang bersangkutan akan datang menempati kamar itu." jelas lira saat panggilannya tersambung.


"Iya pak, jadi untuk sementara kami menyiapkan kamar yang lain untuk pimpinan dan pada hari tamu di kamar Presidential suite keluar kami akan langsung membersihkannya dan menyiapkannya untuk bapak pimpinan, bagaimana kalau menurut bapak apakah solusi ini bisa diterima? Karena kami ingin mengutamakan kenyamanan para pengunjung pak, kita tidak mungkin mengecewakan pengunjung. Karena jika begitu maka akan menurunkan kualitas pelayanan di hotel ini pak." jelas lira lagi, numun disebrang terdengar sangat tenang dan hening.


"Pak, halo pak apa anda masih ditempat?" tanya lira dan mulai merasa cemas karena tak ada jawaban. Lira dan pak Sugeng saling pandang.


"Baiklah, begitu juga tak masalah siapkan kamar yang nyaman untuk pimpinan saat beliau tiba." jawab satria pada akhirnya dan lira merasa lega.


"Baik pak terima kasih, kami akan segerah menyiapkan kamarnya sekarang." jawab lira dengan sangat senang dan mematikan sambungan telepon.


"Bagaimana Ani pimpinan setuju dengan solusimu?" tanya pak Sugeng cemas.


"Iya setuju, ayo sekarang kita siapkan kamar yang nyaman untuk beliau pak." jawab lira dan pak Sugeng bernafas lega.


...🍂🍂🍂...

__ADS_1


"Kenapa Sat?" tanya Farid saat melihat satria keluar dari ruangannya.


"Tidak aku mau memberitahu Liyon kalau atasan dan sekretatis yang sekarang sangat bagus dan juga mampu menyelesaikan masalah dengan cepat." jawab satria berjalan menuju keruangan Liyon. "Dan kau sendiri?" tanya satria balik pada Farid.


"Aku ingin lapor hasil dari penyelidikan soal selebaran disebarkan dan berita yang diumumkan oleh pihak Santo" jawab Farid dan Satria mengangguk.


"Kenapa, ada masalah apa kok kalian datang bersamaan." tanya Liyon yang melihat satria dan Farid masuk kedalam ruangannya secara bersamaan.


"Aku mau melaporkan hasil penyelidikan atas selebaran itu dan ternyata sampai sekarang tak juga ada muncul orang yang disebutkan oleh pihak Santo, dan sepertinya orang ini tak tergiur oleh hadiah yang mereka tawarkan walau dengan nilai tinggi." jawab Farid yang melaporkan penyelidikan atas siapa orang yang telah membantu pihak Santo.


"Hem, kalau seperti itu bisa ada 2 kungkinan. pertama bisa saja orang itu tak tergiur dan masa bodoh, yang kedua bisa jadi kalau orang itu menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar hadiah atau mungkin ingin agar pihak Santo menaikkan nominal yang tertera di selebaran itu." jawab Liyon dengan seringai.


"Kau awasi terus, begitu muncul orangnya coba kau dekati dia. Dan gunakan cara apa saja untuk melakukannya, walau harus menggunakan tubuhmu." jawab Liyon asal dan menatap satria.


Mendengar itu Farid dan Satria merasa terkejud, karena Liyon jadi terlihat sangat sadis pada anak buahnya sampai dia tega menjadikan mereka sebagai umpan.


"Aku mau bilang kalau Sugeng dan sekretarisnya bergerak lebih cepat, dan mereka sudah mengambil keputusan. Dan keputusan itu adalah mereka ingin mengutamakan pengunjung dari pada pimpinan mereka, dan mereka menawarkan solusi kamar lain yang lebih nyaman untuk pimpinan mereka sebelum pengunjung itu chekout." ucap satria dan liyon terlihat puas dengan solusi yang ditawarkan oleh pegawainya di hotel.


"Bagus, kalau begitu sampaikan pada Endang kalau aku akan kesana sekarang untuk melihat situasi dan tak perlu diantar oleh kalian, cukup ditemani oleh Safitri saja." perintah liyon dan satria langsung menyampaikan pesannya liyon pada Endang.


"Endang kamu kirim pesan pada pihak hotel kalau Bos akan datang hari ini dan tak perlu kau tambahkan apa pun, cukup bilang saja kalau dia adalah pengunjung bukan pimpinan dan nanti kalau Safitri datang bilang padanya untuk menemani Bos ke hotel sebagai penyamaran." jelas satria pada Endang.


"Baik pak Satria." jawab Endang dengan tegas.


...🍂🍂🍂...


Sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh Endang pada pihak hotel, malam itu Liyon yang ditemani oleh Safitri datang menuju hotel dan diantarkan oleh pegawai hotel menuju kamar yang sudah dipesannya. Dengan sangat ramah pegawai hotel itu mempersilakan pada Liyon dan juga menawarkan pelayanan lain yang mungkin diinginkan oleh Liyon sebagai tamu terhormat di hotel mereka.


Sementara saat mau pulang lira secara tak sengaja melihat Safitri yang melintas di koridor hotel bersama dengan pegawai hotel dan mereka terlihat sedang membahas sesuatu, dengan cepat lira bersembunyi dan berusaha untuk menghindari agar dia tak bertemu dengan Safitri, dan agar tak diketahui kalau dia sedang bekerja di hotel ini.


"Kenapa mbak Fitri ada di sini? Apakah dia datang untuk memesan kamar buat relasi atau jangan - jangan buat Liyon." gumam lira dan jantung lira seketika berdebar dengan sangat kencang.


"Mbak Ani ada apa?" tegur salah seorang pegawai yang sama dengan lira dikirim dari Singapura kesini.

__ADS_1


"Ah, tidak kamu bikin kaget saja. Kamu mau pulang? Aku juga mau pulang, bagaimana kalau kita lewat pintu belakang saja bersama - sama." ajak lira pada pegawai itu, dan mereka pun keluar dari hotel lewat pintu belakang melalui tangga darurat.


__ADS_2