Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Menagih janji untuk bayaran


__ADS_3

"Liyon..." seorang wanita menyambut kedatangan liyon dengan sangat bahagia.


"Aku sangat merindukan mu" ucap wanita itu dengan memeluk liyon dan liyon pun membalas pelukan dari wanita itu.


"Hei lihatlah ini, kau terlihat sangat segar dan juga gagah. Apa di Indonesia kau bahagia? Aku senang melihat mu seperti ini." wanita itu terus bergelayut pada lengan liyon dan tak mau melepaskannya, seolah olah dia ingin melepaskan rasa rindunya yang sangat mendalam pada liyon.


"Aku juga sangat merindukan kakak, dan kakak ipar terlihat sangat cantik sekarang." goda liyon mencubit hidung kakak iparnya.


"Jangan membuat ku jadi salah tingkah nanti aku akan berubah haluan." ketus Yuki pada liyon.


"Liyon, selamat datang apa kabarmu selama tinggal dengan papa." ucap Lian menyambut liyon


"Baik kak, bagaimana hasilnya? apa mereka masih juga tak mau menyerah?" tanya liyon langsung begitu sampai di rumah kakaknya.


"Kalian baru ketemu langsung membahas pekerjaan, lewatkan waktu bersama sebentar di rumah dengan tenang sehari." ketus Yuki pada liyon dan juga Lian suaminya.


"Ok, kita bahas besok kak dan aku ingin langsung menemui mereka besok, aku ingin tau apa yang mereka inginkan sebenarnya." ucap liyon dan memeluk kakak iparnya masuk menuju ke dapur.


"Buatkan aku masakan yang enak kak yuki ku yang baik dan menyayangiku." pinta liyon dengan senyumanan misnya.


Yuki pun membuatkan liyon olahan khas Beijing yang disukai oleh liyon. "Katakan pada kakak bagaimana kehidupan mu disana aku ingin tau." tanya yuki sambil memasak.


Liyon tersenyum "sangat bahagia dan juga menyenangkan."


"Kau benar benar terlihat sangat baik." ucap Lian yang juga duduk dimeja makan bersama dengan liyon.


Mereka pun menikmati makanan yang dimasak oleh yuki dengan mengobrol ringan, dan bercanda serta tersenyum bahagia.


Keesokan harinya liyon dan Lian langsung berangkat ke perusahaan dan melakukan pertemuan dengan orang yang dimaksudkan oleh Lian dalam telpon.


Agung menyambut kedatangan bosnya dengan sopan dan menyiapkan semua keperluan, termasuk waktu untuk janji temu dengan orang yang sudah dibahas oleh Lian dan liyon lewat telpon.


"Halo agung." sapa liyon pada agung asinten Lian.


"Iya tuan liyon." ucap agung dengan sopan.


"Agung apa kamu sudah mengatur pertemuannya?" tanya Lian


"Sudah pak." agung menjawab dengan tegas


"Sepertinya tuan Mey telah menyulitkan kamu ya Gung?" tanya liyon menggoda agung, dan agung hanya menjawab dengan senyuman sambil mengikuti mereka berdua menuju ke ruang kerja Lian.


...🍂🍂🍂...


Di tempat lira dia sedang mengerjakan pekerjaannya dengan sangat rapi dan tepat selama liyon tak ada ditempat.


"Lira maaf merepotkan kamu, karena aku tau tanggung jawab atas bis diberikan pada mu jadi aku mintak tolong pada mu untuk menerima dan menyimpan berkas yang harus ku ajukan pada bos." ucap Suryani yang dari bagian pemasaran pada lira saat dia ingin menemui liyon.


"Baiklah, berkasnya aku terima dan akan aku simpan dulu, nanti kalo bos sudah kembali baru ku berikan." lira menerima berkas yang diserahkan oleh Suryani kepada dirinya.


"Iya, terima kasih ya lira." ucap lira lalu dia pergi meninggalkan ruangan liyon.

__ADS_1


"Haaaah, tak ada bos pekerjaan kita juga sama banyak dan sibuknya kita." keluh Endang yang sedang mengerjakan rangkuman proposal untuk semua kerja sama dengan setiap perusahaan.


"Jangan hanya mengeluh saja." tegur Safitri yang baru datang dari tugas luarnya.


"Bagaimana kalo nanti kita makan bersama? Aku ingin kita menghabiskan waktu bersama karena besok adalah akhir pekan, bagaimana lira?" ajak Endang dengan semangat.


"Bagaimana Mbak Fitri?" tanyaku pada mbak Fitri dan dijawab dengan anggukan.


Sore itu kamu pun pergi bersama sama dengan Yanuar dan Aditya, kami berlima berangkat dengan naik mobil Aditya menuju rumah makan.


"Bagaimana kalo kita lanjut karaoke" saran Endang lagi yang ingin menghabiskan waktu bersama lebih lama.


"Ok, ayo kita ke karaoke untuk melepaskan penat." mbak Safitri pun setuju. Yang akhirnya kami pun berangkat ketempat karaoke setelah selesai makan malam.


Brrrrt


"Siapa yang menghubungi aku?" lira membuka tasnya dan melihat ada panggilan dari liyon.


"Ngapain dia menghubungi aku ya?" lira menatap layar ponselnya dan ragu mau mengangkatnya karena dia gak mau kalo teman temannya tau dia ada hubungan lain dengan liyon di luar jam kantor.


Lira melihat semua orang lagi asik bernyanyi sambil bergoyang dengan bahagia. Dan lira mengabaikan panggilan liyon.


...🍂🍂🍂...


Liyon


"Kenapa gak diangkat? Kenapa sebenarnya kakak sekarang?" liyon menatap layar ponselnya.


"Apa yang harus aku lakukan untuk mengikat kakak agar tak pergi dari sisi ku apa pun yang akan terjadi."


"Haaah. Kenapa hal ini harus terjadi disaat aku mau mendekatinya dengan serius, mereka benar benar kelewatan."


Liyon bergumam dan menatap langit langit kamarnya, kembali mengingat pertemuannya dengan tuan Mey dan juga putrinya.


"Dengar tuan Lian dan juga liyon, sebaiknya saya langsung saja. Saya ingin memintak pertanggung jawaban kepada anda, dan mungkin saja anda sudah mendengarnya dari tuan Lian kakak anda perihal apa yang ingin saya sampaikan." ucap tuan Mey dengan muluk muluk.


"Ya aku tau. Tapi tetap saya tak bisa melakukan permintaan anda, karena saya yakin itu bukanlah anak saya." jawab liyon santai dan itu membuat tuan Mey jadi marah.


"Apa maksud mu? Sekarang dia sudah besar, mungkin ini adalah kesalahan saya yang tak mengabari kamu lebih awal." tuan Mey sangat marah


Liyon tersenyum melihat tuan Mey dan juga Niyan, " Tuan Mey bagaimana saya bisa membuat putri anda Niyan hamil karena saya sudah melakukan Vasektomi 1 bulan setelah saya kembali dari Indonesia. Dan selama ini saya telah melakukan pemeriksaan secara rutin jadi tidak akan mungkin saya bisa menghamilinya." jelas liyon dengan santai serta menunjukkan berkas pemeriksaan rutin yang sia lakukan setiap 6 bulan sekali.


"Tidak mungkin, Liyon kamu jangan lari dari tanggung jawab. Selama ini aku menutupi semuanya karena aku gak mau mengganggu kamu. Kamu jangan keterlaluan ya.!" teriak Niyan pada liyon dengan sangat marah.


Liyon hanya tersenyum menanggapi semua yang dikatakan oleh Niyan dan juga tuan Mey padanya. Sementara Lian yang melihat hanya bisa bergeleng kepala melihat liyon yang sangat santai.


"Lakukan tes DNA, jika dia memang anak ku maka aku akan bertanggung jawab atas dirinya bukan kamu." ucap liyon dan bersandar pada sandaran kursi.


"Liyon kamu jangan kurang ajar. Kamu pikir putri saya adalah alat untuk beranak." tuan Mey marah dan menggebrak meja.


"Tuan Mey, dari awal saya sudah menjelaskan kepada anda bahwa adik saya telah melakukan Vasektomi dan itu atas persetujuan saya dan juga dilakukan oleh dokter pribadi keluarga kami." ucap Lian

__ADS_1


"Bisa saja itu gagal, jadi kamu jangan lari dari tanggung jawab." teriak Niyan lagi dengan menangis tersedu.


"Ok, sakarang aku mau tanya padamu Niyan. Sebenarnya kamu mau aku bertanggung jawab atas anak itu atau kamu ingin menikah dengan ku?" tanya liyon dan itu membuat Niyan terdiam.


"Sekarang kamu bisa melihat dari setiap pemeriksaan yang ku lakukan, semua tak ada masalah dan tak ada yang salah." liyon melipat tangannya di dada dan menatap Niyan.


"Baik mari kita lakukan tes DNA." ucap tuan Mey dengan kesal dan marah.


"Papa jangan bagaiman jika mereka bermain trik." cegah Niyan.


Kembali ke realita.


"Haaah, aku tak menyangka keputusanku waktu itu bisa menyelamat kan aku dari masalah." gumam liyon dengan menghela nafas dalam.


"Tapi apa benar aku pernah melakukannya dengan Niyan? Seingat ku aku selalu menahan diri setelah aku melihat dan bertemu dengan kakak."


"Aku harus membatalkan Vasektomi ini, dan akan ku titipkan para kecebong ku pada kakak, karena aku ingin melihat keturunanku dengan kakak"


Liyon tersenyum setiap kali ingat dengan lira yang telah mempengaruhi seluruh kehidupannya dan juga keputusannya yang sangat besar demi masa depannya.


"Dia tak bisa dihubungi akan ku kirim pesan pada kakak, dan akan ku minta apa yang sudah dia janjikan pada ku."


Liyon 00.30


Halo kak sudah tidur ya, aku sangat merindukan kakak di sini. Oh iya nanti saat aku kembali aku ingin kakak menepati janji kakak yang pernah kakak ucapkan untukku.


Kak aku mau menagih janji untuk bayaran atas apa yang sudah aku lakukan pada kakak, dan yang sudah kakak setujui. Tepati lah janji kakak dan jangan ingkari, tapi aku akan pikirkan dulu apa yang akan ku minyak.


Lira 23.31


Baiklah katakan apa yang ingin kamu mintak, apa pun boleh asal tak melanggar hukum


"Eh, dia membalas?" liyon terkejud melihat lira bisa membalas pesannya namun tak mau mengangkat panggilannya.


Liyon 00.35


Apa pun agar tak melanggar hukum, kalo begitu jadilah orang yang selalu ada disisiku. Itu sangat mudah, tak memerlukan uang dan juga tak melanggar hukum.


Liyon tersenyum setelah mengirimkan pesannya pada lira, dan dia menunggu balasan dari lira yang cukup lama.


"30 menit dia masih belum membalasnya padahal dia telah membacanya dari tadi." gumam liyon menatap layar hanponnya.


Lira 00.30


Baiklah


Bruk... Gubrak


Liyon terjatuh saat dia melihat balasan lira, dan itu membuat liyon ambruk di dapur karena tertabrak kursi.


"Sial membuat ku terkejut saja." gerutu liyon tersenyum melihat layar hanponnya dan membaca berulang balasan pesan lira.

__ADS_1


__ADS_2