
Sesampainya di rumah lira masih saja kepikiran soal Safitri yang dia lihat di hotel tadi, karena lira berfikir jika Safitri ada di sini kemungkinan besar itu pasti berhubungan dengan perusahaan, dan bisa jadi kalau dia datang ingin boking kamar atau restoran untuk pertemuan.
"Mama, kenapa mama melamun saja dari tadi.?* tanya Ferdi pada lira yang terlihat bengong
"Tidak apa, mama hanya capek saja. Kamu sudah selesai makan malam sama Tante Meli ya? Kalau sudah ayo mandi dan tidur." ucap lira pada Ferdi.
"Mama, Ferdi mau mandi sama mama." pinta Ferdi dan mereka pun mandi bersama dan bermain air.
"Ferdi ayo cepat bilas tubuhnya nanti masuk angin" lira menarik tubuh Ferdi dan membilasnya.
"Mama tadi Ferdi sama Tante Moli jalan - jalan ke mol, disana banyak sekali mainan yang bagus - bagus, terus Ferdi diajakin foto sama tante - tante yang ada disana dan dibelikan es krim." Ferdi bercerita pada lira soal perjalanannya tadi siang sama Meli.
"Benarkah, kamu terlihat sangat senang ya. Selain ke mol kemana lagi Tante Meli membawah Ferdi main?" tanya lira sambil memeluk putranya itu dengan sangat gemas.
"Ke rumah Tante, disana ada banyak gambar - gambar rumah dan kata Tante rumah - rumah itu diperjual belikan juga disewakan." jelas Ferdi dan mulai cerita banyak hal keseruannya bersama Meli termasuk pertemuannya dengan seorang kakek yang memanggilnya dengan sebutan Liyon.
"Apa? Siapa kakek itu? Dan ketemu dimana? Nanti jangan main kesana lagi, dan ingat jangan sembarangan percaya sama orang lain di sini karena di sini sangat rawan kamu mengerti kan?" tanya lira khawatir dan juga takut kalau nantinya keberadaan dirinya dan Ferdi ketahuan liyon dan keluarganya.
"Iya Ferdi mengerti ma." jawab Ferdi dan masuk kedalam pelukan lira.
"Aku tau sekarang kalau nama papaku benar - benar Liyon, reaksi mama saat dengar nama Liyon ku sebut terlihat takut dan panik. Maaf ma Ferdi membohongi mama, karena Ferdi cuma ingin tau seperti apa Papa, tapi tak akan ikut Papa." gumam Ferdi dalam hati sambil memeluk lira.
...🍂🍂🍂...
Keesokan paginya sebelum lira berangkat kerja Meli sudah datang, dan hari ini lira sengaja ijin telat karena dia mau pergi mendaftarkan Ferdi sekolah di TK. Pagi - pagi sekali Ferdi sudah sangat bersemangat untuk pergi ke TK.
"Pagi mbak, wah sudah siap ya jagoan." ucap meli saat datang dan sudah mendapati Ferdi sudah rapi dengan baju dan juga sepatunya.
"Sudah Tante, hari ini kan mau mendaftar ke TK dan Ferdi sudah besar kalau sudah masuk sekolah" jawab Ferdi sangat antusias.
Meli tertawa mendengar jawaban dari Ferdi, "kenapa kamu begitu menggemaskan sekali sih jagoan. Ingat ya selama sekolah kamu gak boleh pacaran atau mempermainkan wanita." tegas meli pada Ferdi.
"Apa yang kau ajarkan padanya." ucap lira pada meli yang memberi fatwa pada Ferdi.
"Cuma memberi dia pengetahuan saja padanya, karena dia pasti sangat menarik perhatian para betina nanti. Apa lagi kalau sudah besar pasti akan banyak betina yang nemplok padanya." jawab meli sambil nyengir menatap lira.
"Sudah ayo Ferdi nanti telat masuk sekolahnya, dan kamu anakku bukan binatang jadi kamu jangan berfikir kalau bakal ada betina yang tertarik pada dia ." ucap lira dan Ferdi langsung berjalan keluar mengikuti lira, sementara meli hanya nyengir kuda.
__ADS_1
Dengan diantarkan oleh Meli mereka bertiga berangkat ke TK dekat sama rumah yang saat ini dikontrak lira. Sesampainya di TK dan bicara sama guru lira melihat Ferdi masuk kedalam kelas sambil melambaikan tangannya dan terlihat sangat bersemangat.
"Mbak Ani mau langsung berangkat ke hotel? Ani antar mbak sekalian pergi untuk kerja paruh waktu." tawar Meli pada lira.
"Loh, sekarang kamu kerja paruh waktu? Kenapa tak lanjut menjalankan usaha ayahmu saja?" tanya lira meras heran.
"Gak mbak karena aku masih ingin bebas dan aku juga ingin bisa terus sama mbak Ani dan Ferdi selalu, kalau harus menangani usaha papa maka waktuku akan tersita dirumah saja." jawab meli tersenyum dan lira menggelengkan kepala merasa heran dengan pola pikir Meli.
"Nanti mbak Ani tak perlu cemas biar aku yang jemput Ferdi pulang sekolah." ucap Meli saat dia menurunkan lira di depan hotel.
"Baiklah, tolong ya." jawab lira dan dia berjalan masuk menuju ke ruangannya.
...🍂🍂🍂...
"Jadi kamu bernama Ferdi ya, selama ini kamu tinggal dimana? Dan dirumah mu ada siapa saja?" tanya beberapa teman Ferdi yang sebaya dengan Ferdi.
"Iya namaku Ferdi, dulu aku tinggal di Singapura dan aku tinggal bersama dengan mamaku dan juga ada om Rian dan di sini ada Tante Moli." jawab Ferdi
"Wah Ferdi apa kamu bisa naik anak tangga itu sampai tinggi?" celetuk teman Ferdi yang lain dan terlihat sedikit sombong.
"Dia mulai lagi, dia benar - benar sombong mentang - mentang ayahnya kerja di hotel Sanken." jawab teman yang sedang bermain dengan Ferdi.
"Tak apa karena aku memang tak punya ayah." jawab Ferdi dengan tersenyum.
"Lihatlah aku bisa naik sampai tingkat 20 hebat kan.!" teriak anak yang tadi meledek Ferdi.
"Huh baru tingkat 20 saja sombong, nanti pasti akan ada yang bisa melebihi dia." ucap teman yang bermain dengan Ferdi.
"Kalau aku bisa melebihi mu apa kamu mau jadi teman ku?" tanya Ferdi pada anak yang tadi naik ke tingkat tangga ke 20 saat anak itu sudah turun.
"Coba saja dulu." jawab anak itu yang ternyata namanya adalah Beril.
"Baiklah." ferdi mulai memanjat satu persatu anak tangga itu dan sampai di 6 anak tangga dia mulai menunjukkan kebolehannya dengan melompat dari tangga 1 ke tangga lainnya hingga mencapai puncak Piramida yang terbentuk dari anak - anak tangga.
"Wao, wao lihat Ferdi sangat luar biasa dia tidak hanya bisa atraksi tapi juga mencapai puncak tertinggi." teriak semua teman Ferdi, dan Beril sangat kesal sama Ferdi.
...🍂🍂🍂...
__ADS_1
Sementara di hotel juga ada keributan yang dilakukan oleh salah satu pengunjung yang ingin membuat nama baik hotel Sanken buruk.
"Sebenarnya apa yang ingin bapak lakukan? Kami sudah melakukannya yang terbaik untuk bapak dari kemaren, namun bapak telah melakukan pelecehan." jawab pegawai yang menangani kerusuhan itu, sementara liyon yang menginap di hotel itu dan menyamar tak ikut campur, dia hanya berdiam diri didalam kamarnya sambil melihat rekaman cctv yang dihubungkan ke laptopnya. Karena dia ingin tau apa solusi dari para pegawainya bisa mengatasi masalah itu atau tidak.
"Apa yang kamu katakan, bukankah aku adalah tamu dan kalian melakukan kesalahan dengan menghina dan memukul seorang tamu, serta memfitnah." teriak tamu itu tak terima.
"Apa maksud bapak, bukankah bapak sendiri yang berbuat kurang ajar pada saya, jadi jangan salahkan saya dengan memutar balikkan fakta." jawab pegawai yang tadi coba dilecehkan oleh pengunjung itu.
"Berbuat kurang ajar apanya, aku hanya ingin bermain - main saja sama kamu. lagian jangan sok kecantikan menganggap aku akan tertarik pada mu dan mau meniduri mu." ledek pengunjung itu dengan sombongnya.
"Sudah aku tak mau peduli jika kalian tak mau ganti rugi dengan mengembalikan uang ku maka terpaksa aku akan melakukannya dengan paksaan." ucap pengunjung itu dan dia meminta anak buahnya untuk menyerang satpam yang mengamankan dia.
Karena ulah orang itu jadi terjadi keributan dan perkelahian antara anak buah orang itu dan satpam hotel. Membuat semua orang panik termasuk para pengunjung yang ikut menyaksikan perkelahian itu.
"Ada apa ini?" tanya lira yang bingung melihat ada perkelahian didepan hotel.
"Bu Ani ini bagaimana, pengunjung itu ingin membuat keributan dengan kami, dan dia telah melecehkan teman kami." jelas pegawai resepsionis saat dia melihat lira baru datang dari rapat.
"Jelaskan saja nanti." ucap lira dan dia langsung turun tangan membantu para satpam karena lira melihat orang - orang itu berniat mencelakai para satpam.
Bag
Bug
Lira turun tangan menghajar 2 orang suruhan dari pengunjung yang tadi membuat ulah. Semua orang yang melihat sangat takjub dengan lira begitu juga satpam yang tadi kewalahan dan para pegawai hotel lainnya. Sementara itu ada seseorang yang merekam aksi lira.
Brak
Bruk
Didalam kamar liyon merasa sangat terkejud melihat siapa orang yang menangani dan menghajar para pembuat ulah itu dan liyon melihat lira menggunakan seragam seperti dia bekerja di suatu tempat. Karena dia masih tak yakin dengan apa yang dia lihat dia berusaha untuk keluar dan ingin memastikannya secara langsung, sebab penampilan lira telah kau berbeda dengan rambut panjang yang disanggul sebagian membuat lira tampak lebih segar dari pada yang dulu selalu menggerai rambutnya atau mengikat dengan kuncir kuda saja.
"Kau. Siapa kau sebenarnya?! Lihatlah semuanya mereka membuat kecurangan dengan memanggil orang untuk menghajar orang - orang ku." teriak pengunjung itu.
"Diam dan jangan membuat permainan yang tak bisa anda atasi sendiri, jika anda masih mau membuat onar di sini silakan. Berapa pun orang yang anda datangkan akan ku patahkan mereka semua." jawab lira mengancam pengunjung itu.
"Pak panggil polisi sekarang jika mereka tak mau berdamai dan memintak maaf pada pihak kita." ucap lira pada satpam dan dia pergi lagi meninggalkan hotel mau menjemput Ferdi di sekolah karena Meli menghubungi dia kalau Ferdi terlibat perkelahian dengan salah satu temannya di sekolah.
__ADS_1