Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Cinta yang tulus


__ADS_3

"Baik aku akan kesana dan menjelaskan pada mereka, karena aku memang akan bertanggung jawab jika terjadi apa - apa padanya." ucap Farid dan dia langsung pergi meninggalkan rumah Liyon dan menuju ke rumah pak Hendra.


Setelah keluar dari rumah Liyon Farid langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah pak Hendra untuk menjelaskan dan memohon maaf atas segala yang telah dia lakukan pada putri pak Hendra.


"Tuan Farid anda sudah datang? Apakah sudah dari tadi?" tanya pak Hendra pada Farid yang baru datang entah dari mana sehingga membuyarkan lamunan Farid tentang ingatan dia soal Meli.


"Iya maaf saya datang tanpa bilang, karena begitu dengar kabarnya saya langsung kemari." jawab Farid dan berdiri dari posisi duduknya.


"Maaf, maaf silakan masuk." pak Hendra membuka pintu dan terlihat Meli yang diam dan tak mau melihat Farid.


"Saya sudah dengar dari Liyon soal Meli, dari awal saya sudah bilang bahwa saya akan bertanggung jawab jika terjadi apa - apa, maka hari ini saya datang ingin menikahi putri pak Hendra Meli." ucap Farid langsung tanpa ada basa basi.


"Iya saya juga sudah bicara pada Meli dan menjelaskan kalau anak yang dia kandung bukan anak orang sembarangan. Dan saya serahkan semuanya pada tuan Farid saja enaknya gimana." ucap pak Hendra dengan sungkan.


"Baiklah kalau begitu saya akan melangsungkan pernikahannya besok siang." ucap Farid dan pak Hendra setuju.


Keesokan harinya setelah menceritakan pada Liyon dan juga Satria, Farid langsung melangsungkan acara pernikahan sederhana antara dirinya dannjuga Meli di kediaman rumah pak Hendra.


"Maafkan aku, aku tak menyukainya tapi aku menyukai pria lain yang mungkin saja pria itu tak tau kalau aku menyukainya." ucap Meli saat dia berada didalam kamar pengantin bersama dengan Farid.


"Tak masalah, aku menikahi mu juga tak ingin memaksamu untuk menerima ku, kita melakukannya karena keadaan dan juga karena kau mengandung anak ku. Dan aku menerimamu apa adanya." ucap Farid tanpa ada rasa kesal mendengar pengakuan Meli.


"Apa tuan tak marah pada ku? Karena jujur aku tak bisa menerima tuan dan juga tak menyukai tuan." ucap Meli lagi.


"Tak apa, jangan pikirkan yang lain. Aku menikahi mu juga atas keinginan ku. Kamu adalah ibu dari calon anak ku."


"Aku tak bisa mengendalikan diri dan juga perasaanmu, aku menerimamu dengan tulus walau kau tak menyimpan namaku dalam hatimu."


"Dan aku tak keberatan jika kamu meminta untuk berpisah setelah melahirkan anak ini. Pergilah, aku tak akan menghalangi mu dan juga tak akan membebani mu dengan anak ini, aku akan menjaga dan merawat anak ku sendiri dan tak akan merepotkan mu."


"Kejarlah cintamu, aku tak akan mempublikasikan pernikahan kita. Kamu bebas menentukan hidupmu."

__ADS_1


Farid menjelaskan pada Meli yang sudah bersetatus sebagai istrinya namun hanya nama diatas kertas saja karena cinta Meli bukan untuknya. Walau ada rasa getir didalam dada Farid tapi Farid berusaha untuk mengiklankan segalanya, dan berjanji akan menjaga dan merawat Meli dengan baik selama menjadi istrinya.


Pov Farid


"Pa ini dokumennya, jangan selalu merepotkan aku. Kenapa setiap hati selalu saja ada yang ketinggalan."


"Siapa dia, apa dia putri pak Hendra? Kenapa aku belum pernah melihatnya." Farid menatap kagum pada seorang wanita yang sedang berbincang dengan pak Hendra.


"Sial, kenapa wanita itu jadi menganggu ku begini ya, apa aku tertarik padanya? Itu tak mungkin kan, Karen aku saja tak mengenalnya."


Beberapa hari Farid jadi gelisah memikirkan Putro pak Hendra yang bahkan tak dia kenali dan ketahui siapa namanya.


"Apa yang kau katakan Sat? Putri pak Hendra?"


"Kami akan berangkat sekarang."


Farid yang mendengar kalau Lira dan putri pak Hendra disekap jantung Farid berdebar hebat dan dia sangat tak sabar ingin segerah membantunya.


"Saya mohon tuan, tolong hilangkan penderitaan putri saya tolong saya. Saya tak akan menuntut apa - apa pada tuan."


Permintaan pak Hendra pada Farid pada awalnya dia tolak karena Farid adalah orang ya g baik dan tak pernah memanfaatkan keadaan dan situasi yang tak benar.


"Tuan aku mohon lakukan pada ku." Meli yang bergelayut pada Farid dan terus saja mengecup leher Farid pada akhirnya membuat Farid hilang akal dan Farid yang tadinya merendam meli dalam air dingin pun mengangkat tubuh Meli ke tempat tidur dan mulai menyentuh Meli dengan lembut.


"Ugh, ah, sakit." keluh Meli saat Farid mulai menyatukan pusaka-nya.


"Aku akan melakukannya dengan lembut, setelah ini akan nyaman dan tak sakit lagi." bisik Farid.


Malam itu Farid habiskan dengan bergulat bersama dengan Meli putri pak Hendra yang juga sudah mendapatkan ijin dari pak Hendra. Farid yang merasakan pengalaman pertamanya itu merasa sangat puas karena Meli juga merupakan pengalaman pertama. Malam itu Farid habiskan hingga melakukannya sampai 5 kali itu pun rasanya masih saja kurang bagi Farid, kalau tidak melihat Meli yang sudah lemas mungkin Farid berniat melakukannya sampai pagi.


"Apa yang sedang ku pikirkan ini? Ayo Rid jangan kecewa karena ini bukan hal yang seharusnya kau pikirkan" gumam Farid setelah dia sadar dalam lamunannya.

__ADS_1


"Istriku menyukai pria lain yang tak ku tau siap pria itu, rasanya aku ingin sekali menanyakan siap pria itu, tapi aku tak mau membebani dia." Farid menghela nafas dalam dan menutup matanya menikmati angin malam dobalkon kamar Meli, sedangkan Meli sudah terlelap dengan sangat pulas.


"Aku harus menerimanya dengan baik dan juga tulus karena dia adalah ibu dari calon anak ku."


"Kalau waktu itu aku bisa mengendalikan diriku dan juga sadar, aku tak akan mengeluarkan benihku didalam."


"Namun aku sudah hilang akan hingga melakukannya berkali - kali, bahkan hampir membuat dia pingsan."


Farid menyeka wajahnya dengan kasar saat dia mengingat kembali semua kejadian malam yang membuat dia hilang kendali dirinya bagai binatang buas.


Farid juga mulai menyadari kalau dirinya sudah jatuh hati pada Meli sejak pertama kali melihatnya di kantor. Dan perasaan itu semakin membesar setelah dia tau Meli mengandung buah hatinya.


...🍂🍂🍂...


"Bagaimana dengan Farid, apa sudah selesai semuanya?" tanya Yuniar saat melihat Satria pulang


"Kenapa kau menanyakan pria lain disaat suamimu ini sedang berusaha menarik perhatianmu kakakku sayang." jawab Satria dan memeluk Yuniar dengan mesrah.


"Aku bertanya serius jangan membuat ulah." Yuniar memukul Satria dan melepaskan dirinya dari pelukan Satria.


"Ya aku yakin Farid akan memperlakukan Meli dengan baik dan juga mencurahkan cintanya yang tulus pada Meli, karena Meli adalah wanita pertama yang disentuh oleh Farid." Jelas Satria berjalan melepas bajunya karena ingin mandi.


"Jadi selama ini Farid belum pernah pacaran sama sekali?" Yuniar jadi penasaran.


"Sayang, kenapa kamu jadi begitu suka dengan gosip. Kakak yang aku kenal dulu tak seperti ini." ucap Satria menyentuh dagu Yuniar yang sedang duduk didepan meja rias.


"Kenapa, kamu jadi tak suka dengan aku yang seperti ini?!" tanya Yuniar dengan kesal menepis tangan Satria.


"Bagaimana mungkin, kau tetaplah kakak dan juga istriku yang paling cantik. Kau adalah cinta pertamaku bahkan disaat aku masih baru pertama kali mengenal cinta." ucap Satria dan langsung melahap bibir istrinya dengan lembut.


"Aku mencintaimu apa adanya, segala bentuk kekuranganmu. Walaupun kamu suka pakai baju yang lubang." ucap Satria dan langsung lari masuk kamar mandi

__ADS_1


"Satria.!" kesal Yuniar didepan kamar mandi.


__ADS_2