Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Pelampiasan liyon


__ADS_3

Setelah melakukan perundingan dan menerima kenaikan jabatan lira pun keluar dari ruangan atasannya dan mulai bekerja lagi. Ya lira adalah pegawai disebuah hotel milik keluarga Rian yang dulu telah menemukan lira saat dia mau balik ke negaranya.


Kejadian 6 tahun lalu.


"Mbak lira di sini.!" teriak Sriyani saat dia melihat lira keluar dan turun dari kereta.


"Mbak lira bagaimana apa mbak lira beneran akan tinggal di rumah saya? Sri sudah membawah kuncinya, tapi tiba - tiba saja Sri merasa takut jika nanti ditanyai oleh mas Satria Sri mau jawab apa ya mbak?" ucap Sriyani dengan rasa takut dan juga khawatir karena dia baru tau kalau lira menempati rumahnya karena dia ingin kabur dari rumah.


"Benar juga apa ya yang kamu katakan nanti, oh iya begini saja kamu tolong bawah ini dan minta satria untuk mengembalikan benda ini pada bos tempat ku bekerja, aku akan cari tempat lain begitu aku sudah tau mau pergi kemana. Dengan begitu sama saja kan kalau kamu juga gak akan tau aku dimana jika ditanya oleh satria." jelas lira pada Sriyani.


"Baiklah begitu saja, tapi tolong mbak lira hati - hati ya, dan juga tolong kabari Sri kalau Mbak lira sudah punya tempat tujuan walau tak memberi tau dimana tempatnya, agar Sri tenang dan ini kunci rumah Sri mbak." jawab Sriyani dan mereka pun berpisah.


Selama dalam perjalanan lira tak sadar kalau ada seseorang yang sejak dari awal telah mengamati dan mendengar semua percakapan lira dengan seorang wanita yang tak dia kenal, dan orang itu sudah mengikuti lira sejak dari setasiun tadi. Ya orang itu adalah Rian yang mengundurkan diri dan ingin kembali pada keluarganya karena ayahnya telah meninggal dan dia jadi penerusnya bersama dengan kakak perempuannya.


"Lira kebetulan sekali kita bertemu." sapa Rian pada lira saat lira duduk menunggu bis berikutnya untuk menuju ke lokasi rumah Sriyani.


"Eh, Rian." lira terkejud menatap Rian.


"Maaf aku tau apa yang kamu bicarakan dengan wanita tadi, jika kamu memang ingin menghindari dia sebaiknya ikut aku kembali ke Singapura. Di sana kamu bisa melakukan apa yang kamu mau dan inginkan sendiri aku tak akan ikut campur, tapi ijinkan aku untuk selalu bersama dengan mu." tawar Rian pada lira, dan melalui pemikiran yang panjang lira pun setuju dengan tawaran Rian.


6 tahun setelahnya.


"Lira aku dengar katanya kamu sudah mengambil keputusan dan mengambil promosi itu. Apakah kamu sudah siap untuk kembali? Kemungkinan besar dia akan bisa menemukan keberadaan kamu." tanya Rian pada lira di rumah lira saat Rian mengantar lira pulang kerja.


"Iya aku sudah siap, karena aku juga ingin ketemu sama orang tuaku dan juga saudaraku." jawab lira dengan senyuman yang manis.


"Mama jadi kita beneran akan berangkat ke Indonesianya kapan ma?" tanya Ferdi dengan sangat antusias.


"Minggu ini, makanya mama akan beres - beres, kamu tata mainan mu, mama akan menata di kamar." lira menjawab dan mencium pipi Ferdi.

__ADS_1


"Kenapa kau begitu sangat senang Ferdi.?" tanya Rian pada Ferdi yang ikut menata beberapa mainannya kedalam koper.


"Tentu saja karena aku akan ketemu sama banyak keluarga ku dan tak hanya ketemu sama om Rian saja karena aku sudah bosan." jawab Ferdi dingin tanpa melihat rian.


"Duh ya ampun anak ini sama dinginnya dengan dia." gumam Rian menatap Ferdi yang sibuk menata.


"Dia siapa, apa dia papaku? Kalau iya tentu saja aku harus sama. Karena kata mama dia adalah papa yang hebat dalam segala hal, jadi aku juga harus hebat dalam segala hal juga." jawab Ferdi lagi seolah tau apa isi hati Rian.


"Ya ampun kau benar - benar foto copy an dari Liyon ya kalau seperti ini, sangat menjengkelkan." jawab Rian meraih tubuh Ferdi dan menggelitiknya.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya lira yang melihat Ferdi dan Rian berguling dilantai.


...🍂🍂🍂...


Disaat lira menyiapkan dirinya untuk kembali lagi ke tanah air, liyon justru telah tenggelam dalam sebuah minuman dan selalu mabuk setiap hari. Liyon selalu terlihat kuat dan tegar namun tidak jika dia sedang sendiri dalam kamarnya.


Botol - botol yang terjejer dan tergeletak kosong itu telah jadi tempat pelampiasan liyon sepanjang waktu dan telah menjadi teman setianya setiap saat dia merasakan sesak dan sakit karena merindukan sosok lira.


"Lira dimana kau berada sekarang? Kenapa kau tega pada ku dengan sembunyi begitu sulit untuk ku temukan keberadaan mu."


Hik


Suara cegukan liyon karena mabuk.


"Lira aku sangat merindukan mu, tak akan pernah ku lepaskan jika sampai aku menemukan diri mu. Akan ku lakukan segalanya untuk menahan mu walau harus memaksamu untuk tetap berada di sisiku."


Hik


Suara cegukan liyon

__ADS_1


Liyon bergumam dan terus memanggil nama lira, dia berdiri terhuyung - huyung dan berjalan ketempat tidurnya lalu ambruk dengan posisi tengkurap dan terus bergumam memanggil nama lira.


Keesokan paginya seperti biasa para maid membersihkan kamar liyon yang bau dengan alkohol, karena sejak kepergian lira liyon jadi sering mabuk - mabukan, ya walau dia mabuk seorang diri didalam kamarnya itu justru membuat yang lain lebih khawatir lagi karena takut liyon kenapa - napa saat yang lain tak mengawasi.


Namun anehnya setiap pagi liyon selalu bisa bangun tepat waktu dan terlihat segar, serta mampu beraktifitas seperti biasa. Hanya bedanya liyon jadi lebih sibuk dengan segala pekerjaan dan juga kadang perkelahian karena ada beberapa arang yang ingin menumbangkannya.


"Selamat pagi Bos." sapa satria saat dia melihat liyon datang ke kantor.


"Rid semakin hari dia jadi semakin dingin dan juga semakin putih saja, coba kau lihat dia jadi mirip dengan vampir. Ekspresi dingin dengan kulit putih bersih" bisik satria pada Farid dan mengikuti liyon masuk kedalam ruangannya.


"Sat bagaimana hasil laporannya? Aku dengar kamu berhasil menarik perhatian investor dan telah berhasil melakukan nego dengan pemilik hotel Sanken." tanya liyon pada satria yang 2 hari ini selalu sibuk dengan pekerjaannya untuk memperluas jaringan dan jarak jangkau perusahaan yang sedang dipimpin oleh liyon.


"Ya semuanya berjalan lancar dan sesuai dengan perhitungan, dan dari pihak hotel Sanken mereka bilang akan mendatangkan beberapa pegawai pilihan mereka yang telah direkrut dari cabang hotel mereka yang di Singapura dan mereka semua akan tiba pada hari senin besok." jawab satria menjelaskan hasil kerjanya.


"Bagus, pertahankan." jawab liyon


"Ada berapa pegawai yang mereka rekrut dan pindahkan ke sini? aku ingin tau daftar nama mereka semua." sambung liyon


"Ya, ada sekitar 6 orang, tapi ada 1 yang belum terdaftar karena dia adalah orang kepercayaan jadi mereka tak bisa memaksakan kemauan mereka jika orang ini tak menginginkannya." jawab satria menyerahkan daftar nama pegawai yang akan pindah dari hotel cabang Singapura ke Indonesia.


"Loh ini sudah semuanya, ada 6 orang didaftar ini." jawab liyon menatap satria dengan bertanya - tanya.


"Ah, iya itu jadi semua ada 7 orang, namun yang 1 itu belum dimasukkan namanya karena tak mau membuat kekeliruan." jelas satria.


"Bagian posisi apa yang akan dia duduki?" tanya liyon lagi.


"Manager umum." jawab satria singkat.


"Baiklah, lakukan penerimaan mereka dengan baik dan atur semuanya sesuai dengan data yang sudah diberikan oleh pihak mereka." jawab liyon dan menyerahkan lagi daftar itu pada satria.

__ADS_1


__ADS_2