
Lira dan Yuniar terlihat sangat seru memasak mereka begitu ramai, entah apa yang sedang mereka masak hingga isi dapur berantakan semua. Satria dan Liyon hanya bisa melihat dan mengawasi keseruan para istri mereka.
"Aku tak tau kalau kakak mu bisa begitu gila saat dia mabuk. Apa kau tau aku dibuat hampir tak berhenti mengejarnya." adu Liyon pada Satria soal Lira yang mabuk dan membuat tingkah aneh dengan nyanyi - nyanyi gak karuan serta lari - lari keliling rumah.
"Kau pikir Yuni tak begitu, aku juga dibuat pusing. Karena mereka adalah teman yang sama gilanya, dan dulu waktu mereka masih sekolah nenek ku pernah dibuat kewalahan oleh tingkah mereka karena perpisahan sekolah mereka mabuk. Dan apa kau tau apa yang dilakukan oleh nenek ku untuk mengehentikan mereka? Nenek melepaskan monyet dan anjing milik tetangga. Karena kakakku takut sama monyet dan Yuni takut anjing, dan mereka masuk selokan untuk sembunyi." Satria menceritakan kisah Lira dan Yuniar waktu awal mabuk diperpisahhan sekolahnya.
Liyon yang mendengar itu merasa lucu dan tanpa sadar tertawa terbahak, Bahasan antara para suami yang begitu seru membuat mereka tak sadar kalau para istri mereka sudah tak ada ditempatnya. Lira dan Yuniar pergi ke rumah pak RT karena di sana ada pertemuan rutin dan juga bahasan untuk pengadaan nikahan masal bagi warga yang tak mampu. Yuniar mengajak Lira untuk ikut datang karena dulunya rumah yang ditempati oleh Yuniar sekarang adalah rumah Lira.
"Eh kenapa mereka sudah tak ada suaranya?" Liyon tersadar karena tak terdengar lagi gelak tawa Lira dan Yuniar yang berisik.
"Sat mereka kemana?" tanya Liyon yang kaget tak melihat para wanita hamil itu.
"Eh kapan mnereka perginya dan lewat mana?" Satria juga ikut kaget
Liyon dan Satria mencari mereka Keliling rumah tak ada, dengan cepat Liyon menghubungi Gali untuk datang bersama dengan beberapa orang untuk mencari keberadaan Lira dan Yuniar yang tiba - tiba hilang, sementara masakan yang mereka masak masih terbengkalai.
"Gali cari keseluruh kampung ini." perintah Liyon pada Gali, dan dengan cepat Gali menyebar anak buah keberbagai tempat.
"Ya Ampun bu RT ada apa ya itu kok ramai banget ada banyak orang - orang cakep yang berkeliling." ucap warga yang melihat anak buah Liyon keliling untuk mencari Lira dan Yuniar.
"Lah emang lagi ada pawai ya Bu?" tanya Lira yang ikut melihat tanpa dosa padahal yang sedang orang - orang cari itu adalah dirinya.
"Permisi ibu - ibu, eh. Nyonya?" salah satu anak buah Liyon yang menemukan Lira berdiri diantara para ibu - ibu komplek perahan itu.
"Tuan saya sudah menemukan nyonya, dan sekarang ada dia antara para ibu - ibu yang berkumpul." ucap anak buah Liyon berbicara dengan Liyon lewat panggilan telepon.
Dengan cepat Liyon dan Satria lari kearah perkumpulan para ibu - ibu yang sedang mengadakan pertemuan rutin. "Sayang." Liyon menerobos perkumpulan ibu - ibu itu dan langsung menarik Lira kedalam pelukannya.
"Ya Ampun Lira,,,,!" para ibu - ibu langsung histeris melihat adegan Liyon dan Lira serta Satria dan Yuniar. Karena Satria langsung memarahi Yuniar karena keluar rumah tak bilang - bilang.
"Eh, Liyon hentikan." Lira mendorong Liyon menjauh dari pelukannya.
"Kenapa pergi tak bilang?" Liyon bertanya dan menatap Lira dengan tatapan penuh kasih sayang.
"Kenapa membuat kerusuhan, bukankah kau bisa menghubungi aku lewat telepon." ucap Lira dengan kesal memukul lengan Liyon.
__ADS_1
"Kau tak membawah hanpon mu." jawab Liyon yang masih menatap Lira mesrah.
"Satria, kenapa kau tak menghubungi Yuniar dan membiarkan dia bikin kerusuhan seperti ini.!" kesal Lira pada Satria.
"Loh ini apanya kamu Lira? Apa dia kekasih mu?" tanya pak RT
"Bapak ini bagaimana, dia ini pengusaha ternama yang 3 bulan lalu menikah dengan Lira dan acaranya disiarkan secara langsung di televisi itu loh." jawab Bu RT dengan heboh.
"Maaf karena saya membuat perumahan ini jadi ramai. Saya Liyon suami Lira, sekarang saya yang akan menanggung semuanya silakan kalian mau pesan makanan apa biar anak buah saya yang akan membelikan." ucap Liyon dengan sopan pada pak RT
"Ya Ampun benarkah seperti itu?" tanya semua ibu - ibu, dan mereka meminta ini dan itu
Hanya dengan sebuah telepon Liyon bisa mendatangkan sebuah koki profesional hotel Sanken beserta mobil - mobil pembawa makanan dan juga peralatan masak ke perumahan itu. Hari itu ada pesta porah di perumahan itu hingga malam hari.
Kebahagiaan semua warga terlihat sangat jelas, mereka bagai sedang berpesta hajatan besar. Dan setelah dilakukan perundingan bersama warga, pak RT dan Liyon sama Satria, akhirnya diputuskan kalau acara nikahan masal yang akan diadakan dalam kompleks perumahan itu semuanya ditanggung oleh Liyon dan para mempelai mendapatkan kado berbulan madu dengan menginap di Hotel Sanken secara gratis selama 3 hari.
Setelah perundingan itu Liyon dan Lira ijin pulang karena hari sudah malam, begitu juga satria dan Yuniar karena Yuniar sedang hamil jadi tak diijinkan Satria untuk bergadang.
...🍂🍂🍂...
Selama perjalanan pulang Lira tidur dalam mobil, mungkin sudah lelah karena dari pagi tak istirahat. Liyon dengan pelan mengangkat tubuh lira untuk membaringkannya diatas tempat tidur begitu mereka sampai di rumah.
"Ya sudah kalau gitu kamu mandi dulu sana. Setelah itu minum vitaminnya." ucap Liyon dan berjalan mau mengambilkan air untuk Lira.
"Tapi aku mau kamu mandiin aku." ucap Lira dengan manja
"Kenapa begitu?" tanya Liyon bingung.
"Gak ada cuma pingin kamu mandiin aku aja. Ayo nanti keburu malam." ucap Lira sudah melepaskan semua bajunya.
"Sayang, ya ampun." Liyon kaget melihat Lira.
Dengan telaten Liyon memandikan Lira, menggosok dengan lembut tubuh Lira dan juga mencuci rambut Lira, setelah itu Liyon mengeringkan rambut Lira dan mengambilkan vitamin untuk Lira. Dan Liyon pergi untuk mandi.
Keesokan paginya Lira sudah duduk di sofa dengan tenang melihat Liyon yang masih tidur. "Loh sayang sudah bangun, kenapa duduk di situ?" tanya Liyon yang merasa aneh dengan Lira.
__ADS_1
"Nungguin kamu bangun." jawab Lira datar.
"Kenapa emang? Kalau penting kan kamu bisa bangunin aku" ucap Liyon mendekat dan mengecup kening Lira.
"Aku lapar, jadi nungguin kamu sampai bangun." jawab Lira lagi.
"Mau sarapan bareng? Ya sudah ayo Bi Min pasti sudah masak.
"Gak mau kamu pergi mandi dulu, terus masak, aku mau makan sarapan yang kamu masak sendiri." ucap Lira dengan senyum lebar.
"Baiklah, tunggu sebentar ya." Liyon bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.
Setelah selesai mandi Liyon langsung masak sarapan yang diinginkan oleh Lira. Liyon melihat Lira makan dengan sangat lahap masakan nasi goreng Liyon. Dan Liyon merasa sangat bahagia bisa mengurus Lira selama kehamilannya, karena saat kehamilan Ferdi dia tak tau sama sekali.
"Liyon nanti pulang kerja aku tungguin ya, dan jangan pulang telat. Jika sampai jam 7 malam belum di rumah maka kamu tidur diluar sampai pagi." ancam Lira pada Liyon dan Liyon hanya bisa mengangguk.
Tepat pukul 7 malam Liyon sudah sampai di rumah, namun keadaan rumah sangat sepi dan Lira pun juga tak terlihat. Dengan cepat Liyon melangkah naik masuk kedalam kamarnya. Namun Lira juga tak ada, tapi Liyon menemukan kertas diatas tempat tidur yang bertuliskan kata perintah dari Lira.
'Pergi mandi setelah itu gunakan baju yang sudah ku siapkan didalam kamar mandi, lalu datang ke ruang khusus di lantai 3.'
Liyon pun mengikuti apa yang tertulis dengan patuh, dengan cepat Liyon menyelesaikan mandinya dan bergegas naik ke lantai 3. Saat Liyon membuka pintunya suasana gelap gulita hanya cahaya bulan yang menyinari.
Greb
Lira memeluk Liyon dari belakang dengan sangat erat
"Sayang, ada apa ini?" tanya Liyon bingung menarik tangan Lira untuk menghadap pada dirinya. Dan seketika lampunya menyala.
"Wao, apa ini?" Liyon terkejud melihat ada dekorasi ranjang dengan kelambu dan taburan bunga serta ada makanan diatas meja dengan dihiasi bunga - bunga sama Lilin.
"Selamat ulang tahun sayang ku." ucap Lira memeluk Liyon.
"Ah, kau tau." Liyon terlihat bahagia dengan kejutan dari Lira untuk ulang tahunnya.
"Tapi kenapa merayakan ulang tahun dengan baju tidur begini sayang?" tanya Liyon tersenyum bahagian.
__ADS_1
"Karena aku mau menghabiskan malam ini dengan menemani mu dan memuaskan mu semalaman." bisik Lira pada Liyon, dan seketika hasrat Liyon seolah terpanggil.
Liyon menatap dalam pada Lira dan dia sangat tertarik pada Lira, terlebih lagi dengan baju tidur seksi yang menampakkan belahan dada Lira yang putih mulus itu membuat Liyon semakin berhas-rat. Tatapan keduanya bertemu dan seakan mereka sedang berbicara lewat hati ke hati.