
15 tahun telah berlalu dan kebahagiaan semua orang juga telah menghiasi seluruh rumah mereka masing - masing, kehilagan dan mendapatkan yang baru silih berganti selama tahun berganti tahun. Perusahaan pun semakin berkembang dan banyak bermunculan bidang - bidang baru karena anak yang telah mampu melampaui para orang tua mereka.
"Duh kenapa harus begini sih.!" Lian ngomel dan menggerutu sendiri karena perusahaannya dan para stafnya.
"Kenapa, haruskah aku yang menangani?" tanya seorang pria remaja yang melangkah masuk kedalam ruang kerja Lian.
"Eh, kau baru pulang langsung kesini nanti mamamu akan marah pada ku." jawab Lian sambil tersenyum menatap putranya yang kini telah tumbuh dewasa dan memiliki banyak bakat itu.
"Kakak,,," teriak seorang gadis remaja yang lari dan menghambur kedalam pelukan kakaknya.
"Oh."kakaknya menyambut dengan kedua tangan.
"Nanti malam jam 8 ada pesta ulang tahun teman ku, datang dan temani aku ya?" ucap gadis remaja itu yang bernama Liliana Putri Song Wei putri dari Liano Song Wei dan Leily Yukino.
"Hei, pergilah cari pacar jangan selalu menyusahkan dan merepotkan kakakmu." tegur Lian pada putrinya yang selalu manja pada sang kakak.
"Hei, apa kalian tidak ingat 1 bulan yang lalu saat aku datang mengenalkan pada kalian seorang pria, apa yang sudah kalian lakukan padanya. Kalian mengajaknya main basket namun kalian cuekin dia dan kalian bermain sendiri tanpa memberinya kesempatan untuk mencetak poin. Alhasil dia langsung mutusin aku." Lilian memarahi papa dan juga kakaknya "Sekarang katakan pada ku siapa yang akan berani mendekati ku dengan sifat kalian berdua ini." kesal Lilian lagi.
"Itu sih papa." jawab kakak Lilian menunjuk papanya.
"Hei, kok jadi papa yang salah. bukannya kamu yang tak mau mengoper bola." jawab Lian membela.
"Kan papa yang selalu melempar bolanya pada ku." belah kakak Lilian.
"Enak saja, kamu yang selalu merebut bolanya." papa Lian berusaha membela lagi.
"Sudah cukup.! Jangan lupa jam 8 tepat awas kalau telat." ucap Lili dan pergi dari ruang kerja papanya.
"Cowoknya aja yang tidak memiliki kemampuan." gumam papa dan kakak Lili bersamaan saat melihat Liliana keluar.
"Eh." papa Lian kaget
"Ha." kakak Lili kaget
Kedua pria itu tertawa bersamaan setelah sadar kalau mereka mengatai cowok yang dibawah pulang oleh tuan putri rumah itu.
"Kau tak ingin balik ke Indonesia? Mamamu selalu menanyakan mu, dia sangat merindukanmu." ucap Lian, dan pemuda itu menghela nafas dalam lalu tersenyum.
Wajah yang tegas dan tubuh yang tegap serta sorot mata yang tajam dan dalam membuat Ferdi benar - benar mirip dengan Liyon sang papa.
"Ya sudah saatnya aku balik untuk mengatur si kembar yang selalu bikin onar." jawab Ferdi duduk di sofa sambil melepaskan dasinya.
"Sayang." panggil Yuki dari luar.
"Ya." jawab kedua pria yang didalam ruangan.
"Hei, kenapa kau ikut menjawab dia memanggilku." protes Lian pada Ferdi.
"Tidak dia memanggilku." jawab Ferdi santai.
"Apa an, dia adalah istriku." jawab Lian lagi dengan kesal.
"Tapi dia mamaku." Ferdi menjawab dengan tersenyum.
"Kau di sini, kenapa pulang kerja langsung kerja lagi. Biarkan papamu mengerjakan pekerjaannya sendiri, ayo makan siang dulu." ucap Yuki dan menarik Ferdi keluar.
Ferdi berdiri mengikuti Yuki keluar dan menoleh kebelakang menatap Lian dengan menggerakkan alisnya sambil tersenyum mengejek serta menggoda papanya, seolah dia berkata aku yang menang bay...
"Sayang kau tak mencari ku?" Lian mengeluh saat Yuki mau keluar.
"Tidak, lanjutkan pekerjaanmu." jawab Yuki cuek.
"Ya,,, Yuki.!" teriak Lian kesal berdiri dan ikut keluar.
__ADS_1
Ya selama 15 tahun ini Ferdi tinggal bersama dengan pasangan Lian dan Yuki karena dia marah pada mama dan juga papanya karena tak memberinya adik perempuan. Dan setelah acara penyambutan juga pertunangan Ferdi dengan Arlin keesokan harinya Ferdi langsung dibawah terbang ke Beijing untuk menghilangkan rasa kesal serta kecewanya Ferdi.
Selama tinggal dan belajar di Beijing Liyon sudah sering kali bolak balik indo-beijing demi Ferdi dan mengajarinya soal bisnis, sehingga Ferdi telah tumbuh jadi anak yang kuat serta memiliki kemampuan yang luar biasa. Dalam dunia pendidikan Ferdi telah banyak melompat dan kini diusianya yang 22 tahun dia telah memiliki perusahaan sendiri yang berdiri dibilang programer dan game. Dan akan melanjutkan study S3.
...🍂🍂🍂...
"Fe kau akan ikut pertukaran pelajar ya, bakalan sepi dong kampus ini nanti tanpa adanya dirimu." ucap teman dan sahabat Ferdi yang bernama Yurno.
"Ini tak adil, kenapa kalian bertiga kepilih untuk mewakili pertukaran pelajar sedangkan kami berdua harus menetap di sini." keluh Asa Si menyambung ucapan Yurno.
"Kalian bisa datang nanti untuk menyusul, dan aku menantikan kedatangan kalian berdua." ucap Ferdi tersenyum.
"Benar, kau akan menerima kami disana iya kan bos?" Yurno terlihat sangat senang "Yes, aku akan menyusul setelah setengah tahun. Kau jangan ingkar." ucap Yurno menodong Ferdi, setelah Ferdi mengangguk.
"Kapan keberangkatannya?" tanya Asa Si pada Ferdi yang mereka sedang berkumpul di diskotik.
"Besok pagi mungkin, baiklah aku pulang dulu ketemu besok." ucap Ferdi dan meninggalkan sahabat - sahabatnya.
Keesokannya Ferdi pun telah siap di bandara untuk terbang ke Indonesia berkumpul dengan keluarganya dan bertemu dengan semuanya. Lian, Yuki, Lilian dan kedua sahabatnya mengantar keberangkatan Ferdi beserta 2 sahabat lainnya.
...🍂🍂🍂...
"Arlin, apa kau tegang? Aku dengar kak Ferdi akan tiba di sini nanti malam." ucap Arlan menggoda Arlin yang dari pagi sudah terlihat tak tenang.
"Apa an, siapa bilang, aku biasa saja tuh." jawab Arlin menyembunyikan kegugupannya.
"Sudah aku pulang." Arlin meninggalkan kampus dan pulang, namun selama perjalanan Arlin selalu tak tenang, jantungnya terus saja berdebar tak karuan sehingga dia banyak berhenti dijalan untuk menenangkan dirinya.
"Aduh kenapa sih aku ini. Memangnya kenapa kalau dia pulang diakan bukan siapa - siapa, ya,,, walau dia adalah tunangan ku tapi selama ini dia tak pernah ada kabar." gumam Arlin dengan kesal.
"Sudah Arlin ayo pulang, sebaiknya kau fokus karena besok ada ujian." Arlin menepuk pipinya sendiri dan melajukan lagi mobilnya.
...🍂🍂🍂...
"Wah siapa itu?"
"Apa dia relasi bos yang baru, dia masi muda banget"
"Oooh, aku meleleh."
Kasak kusuk semua pegawai wanita yang melihat Ferdi turun dari taksi dan berjalan memasuki perusahaan papanya untuk memberikan kejutan pada sang papa.
"Dimana pimpinan kalian?" tanya Ferdi didepan meja sekretaris Liyon.
"Maaf, bos sedang ada rapat di ruang rapat." jawab sekretaris Liyon.
Ferdi tersenyum pada mereka, "Dimana ruang rapatnya?" ucap Ferdi kemudian dan salah satu sekretaris Liyon mengantar Ferdi ke ruang rapat.
"Tapi tuan." sekretaris Liyon mencegah Ferdi untuk masuk.
"Tak apa." jawab Ferdi tersenyum manis.
"Bagaimana bos Liyon?" tanya pegawai Liyon yang telah melakukan persentasi didepan Liyon dan kawan rapatnya.
"Managementnya harus diubah dan skalanya harus dipersempit lagi untuk bisa mendapatkan hasil yang sesuai dengan target pasar, baru setelah itu ditingkatkan untuk menjangkau target yang lebih luas. Kesimpulannya kita harus memenuhi dulu apa yang paling dibutuhkan sebelum menargetkan yang lainnya. Rapat selesai." ucap Ferdi begitu dia masuk kedalam ruang rapat itu.
"Oh, hai boy. Katanya akan tiba nanti malam, kenapa siang sudah tiba di sini." ucap Liyon saat dia melihat Ferdi membuka pintu dan masuk kedalam ruang rapat lalu menjabarkan isi dari rapat hari itu.
"Kejutan." jawab Ferdi berjalan mendekati Liyon dengan merentangkan kedua tangannya.
Ferdi mengisyaratkan pada semuanya untuk keluar meninggalkan ruang rapat dengan tangannya saat Liyon dan dirinya saling berpelukan. Dan dengan cepat semua orang bubar.
"Gila, keren banget ternyata dia adalah putra pertama bos. Dia sungguh sangat luar biasa."
"Auranya tak kalah dengan bos."
__ADS_1
"Iya, dan dia sungguh sangat keren. Dia bisa menarik kesimpulan hanya dengan sekali lihat bahan rapat padahal itu cuma halaman terakhir."
"Hem, dia bakal menaklukkan seluruh perusahaan dan para wanita di Indonesia."
Kasak kusuk para pegawai Liyon yang baru keluar dari ruang rapat, dan mereka semua mengagumi Ferdi yang baru saja mereka lihat hari ini.
...🍂🍂🍂...
"Halo sayang,,, kau membuat kejutan yang luar biasa." Ferdi memeluk Lira dengan mesrah dan mengecup bibirnya saat Liyon membawah Ferdi pulang ke rumah untuk bertemu dengan mamanya.
"Aku sangat merindukanmu, kau meninggalkanku begitu lama." ucap Lira saat dia memeluk erat Ferdi.
"Hem, aku tau maafkan aku. Tapi kenapa mama begitu kecil, apa papa menindas mama terus?" tanya Ferdi menatap wajah Lira dan tersenyum lalu memeluk Lira lagi.
Mereka masuk kedalam rumah, Ferdi dan Liyon berjalan duduk di sofa sedangkan Lira berjalan ke dapur untuk membuat minuman dan memotong buah.
"Apa ada rencana kamu akan mengalihkan dan menggabungkan perusahaan mu yang disana dengan di sini?" tanya Liyon setelah mereka duduk di sofa dan melihat Lira memotong buah dengan senyum yang selalu mengembang.
"Tak bisakah kalian untuk tak membicarakan pekerjaan? Baru juga bertemu sudah urusan kerja yang dibahas." kesal Lira saat dia meletakkan potongan buah didepan Ferdi dan Liyon.
Ferdi dan Liyon saling tatap lalu tersenyum dan bangun, "Ok baby, sorry." ucap Liyon dan Ferdi memeluk Lira dan memberikan kecupan dipipi Lira, mereka bertiga pun tersenyum bersama, dan Ferdi ingat kegiatan ini selalu mereka lakukan dulu saat ulang tahun Lira.
"Aku sangat menyayangi kalian." ucap Lira membalas pelukan kedua pria kesayangannya itu.
"Kami lebih menyayangimu sayang." ucap Ferdi dan Liyon bersamaan.
Ya Ferdi bagai pinang dibelah dua dengan Liyon, paras mereka tak jauh beda dan keusilannya yang suka menggoda Lira juga tak berbeda. Karena semakin besar Ferdi sifatnya menurun Liyon 100 persen.
1 Minggu sudah Ferdi tinggal di rumah dan telah membimbing kedua adiknya yang selalu membuat masalah itu, dan 1 adik sepupunya. Kemampuan kedua saudara kembar dan sepupunya itu tak bisa mengalahkan Ferdi dalam segala teknik tempur. Dan kedua saudara kembar itu juga sepupunya sangat menyanjung, mengidolakan serta menghormati Ferdi yang lebih - lebih sangat takut dengan Ferdi yang selalu tegas dan keras pada mereka semua.
"Tak bisakah kalian tak ribut pagi - pagi begini?!" kesal Lira pada putra kembarnya yang lagi - lagi membuat ulah dan bertengkar hanya perkara kunci mobil.
"Tapi mom,,," kedua saudara kembar itu berusaha ingin membela diri.
"Tu R." teriak Ferdi dari atas menuruni tangga.
"Yes Sir." jawab Arlan dan Erlan seketika
"Begitu cara kalian menghormati mama hah?! Lari 50 putaran sekarang." teriak Ferdi berjalan melewati mereka.
"Kak,,," keluh Erlan.
"100 putaran." ucap Ferdi tanpa melihat mereka.
"Ok." kedua saudara kembar itu langsung keluar dan lari memutari lapangan belakang rumah mereka.
"Jangan terlalu keras pada mereka." ucap Lira menghela nafas.
"Ma,,," Ferdi menatap Lira mengeluh.
"Ok, kemarilah dan sarapan." ucap Lira tersenyum dan memeluk Ferdi.
"Kak, kita harus mengalahkan bos dengan keahlian yang kita bisa." ucap Erlan pada Arlan.
"Maksud mu, basket?" ucap Arlan dan Erlan mengangguk.
Dan Arlan pun menantang Ferdi untuk bermain basket dengan 2 lawan 1 karena Ferdi berkata akan mengalahkan mereka berdua. Alhasil yang dikatakan Ferdi benar, Ferdi mengalahkan dengan poin 10 banding 1 selama 30 menit permainan.
"Lari lagi 200 putaran sekarang dan gak boleh berhenti sebelum selesai mengerti." ucap Ferdi tersenyum pada kedua adiknya itu.
"Fen, awasi mereka." ucap Ferdi pada Efendi putra Satria dan Yuniar yang menatap dengan mulut terbuka lebar melihat aksi Ferdi.
"Dia, the king master." gumam Efendi yang melihat Ferdi meninggalkan lapangan.
...💮💮💮...
__ADS_1
*Halo,,, para penggemar setia ku di cerita BNSP, sedikit besar gambaran ceritanya seperti itu, kalau menurut kalian ceritanya harus seperti apa ya? Haruskah Ferdi dan Arlin berjodoh? Ataukah mereka memiliki jodohnya sendiri?