Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Memulai dengan lembut


__ADS_3

"Lir..." dafid memanggil lira saat lira mau keluar dari ruang satpam namun ditahan oleh Desi, dan lira hanya tersenyum melihat adegan itu.


Lira berjalan ke arah halte bis yang dekat dengan swalayan itu, dengan hati yang ringan dan juga tenang tak seperti dulu. "Ini aneh sekali, entah kenapa aku tak lagi merasa sedih atau pun marah dan kecewa walo melihat mereka berdua. Mungkin karena aku sudah tak ada perasaan lagi sama Dafid." gumam lira sepanjang perjalanannya.


"Sebaiknya aku menghubungi satria untuk mintak dijemput saja dari pada naik bis dengan belanjaan yang banyak." lira berkata dengan menghubungi satria lewat panggilan telpon, dan tak lama kemudiam sekitar 10 menit satria sudah nyampek didepan lira.


"Ayo kak, apa nunggu lama?" tanya satria pada lira yang duduk di halte bis dengan memainkan ponselnya.


"Jangan berlagak seperti menjemput pacar mu, ini taruh di depan yang berat biar yang ringan aku bawah saja." lira menyerahkan belanjaan pada satria yang sedang terkekeh dengan kata kata lira.


Saat lira naik ke motor satria ada seseorang yang merasa kesal dan juga marah karena dia yang ingin mempermalukan lira justru telah dipermalukan sendiri.


"Kamu tadi kenapa memanggil lira?! Apa kamu mau balikan lagi sama lira dan ingin mendapatkan lagi hatinya begitu hah?" Desi marah dengan dafid sambil teriak teriak.


"Diam lah jangan teriak teriak, tak bisa kah kau diam dulu." ucap dafid kesal pada Desi, yang selalu marah tanpa melihat situasi dan juga tempat.


"Aku tak bisa?!" teriak Desi lagi.


"Ya sudah kalo kau tak bisa aku pulang sendiri." dafid meninggalkan Desi dan dia pergi menuju ke halte bis.


"Dafid kembali.!" teriak Desi namun dafid sudah naik dan masuk kedalam bis.


"Lira ini semua salah mu. Aku pasti akan membalas mu suatu hari nanti." kesal Desi dengan mengepalkan tangannya dan masuk kedalam mobil lalu berlalu dari depan swalayan itu.


...🍂🍂🍂...


"Wah apa ini yang kakak beli banyak banget?" satria yang membantu lira menata belanjaan.


"Ya buat satu bulan, dan juga buat kalo nanti ada tamu. Siapa tau nanti teman mu datang dan dia ingin makan di sini." ucap lira dengan santai.


"Eh, wah iya Kakak beneran membelikan beberapa makanan kesukaannya. Lihat ini mie instan soto dan kare, sayur brokoli, naget, edamame dan masih banyak lagi lainnya." ucap satria dan itu membuat lira sadar kalo tadi dia belanja dengan memikirkan liyon.


"Eh iya, kenapa aku jadi belanja bahan yang banyak dia sukai ya? Dasar bodoh, tanpa sadar aku membelikan semua kesukaannya." gumam lira dalam hati.


"Oh iya Sat nanti sore aku pergi ke tempatnya Yuniar ya, jadi kamu jemput aku besoknya karena aku mau menginap di sana." ucap lira dan satria langsung mengangguk tanpa bersuara.

__ADS_1


"Apa aku akan sama dengan liyon, tersiksa dan menahan diri karena seorang wanita yang 5 tahun lebih tua dari kami." suara batin satria.


"Entah apa liyon sudah menemukan kakak itu atau belum. Dia telah berusaha dengan sangat keras sampai harus Vasektomi hanya demi kakak yang tak dia ketahui siapa dan dimana tinggalnya." gumam satria.


"Apa yang sedang kau gumamkan Sat?" tanya lira yang dengan samar mendengar satria bergumam.


"Ah, gak hanya saja merasa aneh sama liyon bos kakak itu." jawab satria.


"Eh emang kenapa dengannya?" lira menghentikan kegiatannya dan menatap satria.


"Aku cerita tapi kakak tetap harus pura pura tidak tahu ya." satria berkata dan lira mengangguk dengan mantap.


Satria : "Sebenarnya liyon dia tak akan bisa menghamili orang kar..." (kalimatnya terhenti karena kaget lira menggebrak meja)


Lira : "Hah? Apa dia mandul?


Satria : "Dengarkan dulu jangan asal nyabut bikin kaget saja." (memegang dadanya karena kaget)


Lira : "Hem, maaf. Lanjutkan ceritamu."


Satria : "Dia telah melakukan Vasektomi waktu berada diluar negeri karena dia telah jatuh cinta pada seorang wanita dari Indonesia saat dia berada di sini Indonesia."


Satria : "Kak, kakak mendengarkan aku cerita gak sih?" (menggoyangkan tangan didepan lira)


Lira : "Iya denger. Tapi kenapa dia sampai harus seperti itu? Ku pikir dia mandul."


Satria : "Kami juga tak tau, kadang dia mengkonsumsi obat penenang hanya untuk menenangkan dirinya."


Lira : "Obat penenang?" (bertanya dengan terkejud)


Satria : "Iya, dia pernah diobati oleh seseorang dan untuk mengatasi agar dirinya tak melakukan hubungan badan dengan seorang wanita dia meminum obat penenang dan dengan keras dia menahan hasrat dirinya." (menjelaskan dengan serius)


Lira : " jika memang begitu, artinya dia tak pernah berhubungan badan dengan seorang wanita?"


Satria : "Entah lah aku tak tau juga, karena sebelum dia ke Indonesia banyak wanita yang mengejar dan mengerubungi dia dimana pun dia berada, namun setelah dia kembali dari indonesia dia telah jadi orang yang berbeda. Yang tau pasti soal dia adalah Farid karena Farid selalu mengikuti liyon kemana pun."

__ADS_1


Lira : "Asisten Farid?"


Satria : "Iya benar, Farid adalah anak yatim piatu saat ditemukan oleh liyon dan karena kecerdasannya liyon memberinya pendidikan dan kami kuliah di kampus yang sama, itu sebabnya Farid bagai bayangan untuk liyon, karena dimana ada liyon di situ pasti ada Farid."


Lira : " Dia orang baik juga"


Satria : " Aku tak tau kakak melihatnya seperti apa, dan dia jadi bos yang bagaimana. Asal kakak tau liyon adalah orang yang kejam, saat dia tak menyukai sesuatu dia akan langsung membuang benda itu tak peduli itu orang atau benda mati. Liyon orangnya sangat tegas dan juga keras, namun pada orang yang dianggapnya saudara dia sangat lembut."


Lira : "Hem, kau begitu mengenalnya."


Satria : "Ya, karena selama masuk kuliah sampai akhir aku mengenalnya, liyon orangnya sangat baik, dia tak pernah membedakan status dan selalu berbaur dengan semua orang."


Lira : " Dia pasti jadi idola waktu kuliah."


Satria : "Iya dia banyak dikejar kejar anak cewek."


Brrrt


"Eh, Yuniar menghubungi aku. Tunggu sebentar aku angkat telpon dulu." lira menjauh dari satria dan mengobrol dengan Yuniar lewat telpon.


Setelah mendengarkan cerita dari satria soal liyon lira jadi kepikiran bagaimana kehidupan liyon saat dia berusaha dengan keras untuk menahan segala hasratnya.


"Siapa wanita itu? Dan kenapa dia sampai sebegitunya terobsesi dengan wanita itu hingga melakukan vasektomi." gumam lira dalam kamarnya sambil merebahkan dirinya dan menatap langit langit kamarnya.


"Apakah karena itu dia bisa melampiaskan segalanya padaku tanpa rasa takut kalo aku akan hamil? Sia sia aku mengkonsumsi pil KB selama ini." lira bangun dan membuang semua pil KB yang dia simpan.


...🍂🍂🍂...


Disebuah rumah sakit di Beijing liyon telah melakukan operasi lagi untuk menyambungkan saluran sepermanya, karena liyon berfikir dia tak harus menahan diri lagi untuk menitipkan kecebong kecilnya pada rahim wanita yang telah dia cintai selama 3 tahun tanpa tau siapa dirinya.


"Prosesnya telah berjalan dengan sangat baik pak liyon, saya tak tau kenapa tiba tiba saja anda ingin membatalkan vasektomi." ucap dari seorang dokter ternama di rumah sakit itu.


"Tidak apa, aku sudah menemukan cintaku dan aku tak ingin lagi menyimpan kecebong kecebong kecil ini. Jadi aku ingin mereka berkembang menjadi sosok yang lucu serta mungil."


"Aku akan memulainya dengan lembut." liyon berkata sambil tersenyum membayangkan wajah lira.

__ADS_1


"Wah sepertinya anda sangat menyayangi wanita itu." ucap dokter yang merawat dan melakukan operasi pada liyon.


"Iya, aku bahkan telah menetapkan hati jauh sebelum aku mengenalnya, ini terdengar gila tapi sekarang aku telah menemukannya." jawab liyon dengan terbahak dan membuat dokter itu juga ikut terbahak.


__ADS_2