
Setelah sampai di rumah sakit semuanya bergegas dan berjalan dengan cepat agar segerah sampai serta masuk kedalam ruang rawat Liyon.
"Bagaimana keadaanmu?" tuan Li mendekati Liyon yang sudah tak menggunakan sungkup oksigen.
"Aku baik Pa." Liyon tersenyum menatap papanya dan semuanya.
"Bagaimana dengan mereka?" tanya Liyon menatap Farid.
"Semua telah diamankan dan otak pelaku dari kejadian ini juga sudah ketahuan." jawab Farid dengan tegas.
"Baguslah, sudah tau siapa saja yang terlibat dan apa motif mereka?" tanya Liyon lagi.
"Sudah tau, tapi siapa - siapa yang terlibat masih aku selidiki." jelas Saputra.
"Aku ingin tau dengan cepat siapa mereka. Oh iya,,," kalimat Liyon tertahan saat dia melihat Lira menatapnya dengan tatapan tajam.
Liyon tersenyum, "Sayang kau tak merindukan aku? Aku sangat kesakitan sekali." ucap Liyon memelas dan raut wajahnya seketika berubah jadi lembut.
"Eh, dia Liyon." ucap Brayen yang kaget dan merasa aneh dengan perubahan Liyon seketika.
"Orang kalau sudah bucin bisa merubah singa menjadi kucing." jawab Bagas yang berdiri disebelah Ferdi.
...🍂🍂🍂...
"Bagaimana ini, siapa wanita itu dan kenapa dia tadi bilang suami dan putranya sebenarnya dia siapanya Liyon?" Niyang sangat panik saat mengetahui kalau orang - orang yang dia kirim telah dikalahkan oleh Lira seorang diri.
"Aku harus mencari tau siapa wanita itu dan ada hubungan apa dia dengan Liyon." Niyang langsung menghubungi seseorang untuk menyelidiki siapa Lira dan apa setatus dia sebenarnya.
"Apa yang kau lakukan." tegur Santo pada Niyang yang terlihat sangat panik dan juga kesal bersamaan.
"Tidak ada, kenapa kakak masuk kamarku tak ketok pintu dulu!" kesal Niyang pada Santo.
"Memangnya kenapa? Ini adalah rumah ku dan aku ingatkan agar kau jangan macam - macam selama di sini.
"Huh, aku tak melakukan apa pun. Biarkan aku keluar." Niyang mendorong Santo dan keluar dari kamarnya.
"Awasi setiap tindakannya aku gak mau dia menghancurkan rencana yang sudah ku buat selama ini." ucap Santo pada anak buahnya.
"Sial, baru juga sampai di sini sudah diawasi saja. Aku harus lebih hati - hati kedepannya nanti. Yang terpenting sekarang adalah aku harus tau dulu siapa wanita yang menolong Liyon tadi." gerutu Niyang saat dia pergi kesebuah mol dan sadar kalau dia dibuntuti oleh anak buah kakaknya.
__ADS_1
...🍂🍂🍂...
Sementara di rumah sakit, keadaan Ferdi dan Liyon sudah mulai baik dan bisa keluar dari rumah sakit setelah dirawat selama 1 minggu, dan hari ini rencananya mereka akan pulang ke rumah.
"Mama nanti Ferdi beli es krim ya ma?" tanya Ferdi saat dalam perjalanan pulang.
"Boleh, kamu makan es krim dan tak usah pulang sama mama." jawab Lira yang sedang memangku Ferdi dalam pangkuannya.
"Papa,,," Ferdi ingin mengadu pada Liyon yang sedang mengemudi.
"Jangan menyetujui kalau gak mau ku lempar ke jalan." ucap Lira melihat Liyon.
"Maaf sayang, papa gak mau dilempar ke jalan." jawab Liyon dan itu membuat Ferdi merajuk.
"Mau ku lempar sekalian ke jalan?" tanya Lira menatap Ferdi.
"Gak mau." jawab Ferdi dan masuk dalam pelukan Lira, Liyon yang melirik tersenyum melihat 2 orang kesayangannya.
"Eh, loh ada apa ini? Kok semua berkumpul di sini. Ayah, Ibu, Nenek?" Lira kaget karena semua keluarganya dan juga keluarga Liyon ada di rumah Liyon.
"Aku yang mengundang mereka semua." jawab Liyon yang baru masuk dengan menggendong Ferdi.
"Kau bicara apa, bukankah kita memang sudah menikah dan menjadi suami istri?" tanya Lira yang merasa heran.
"Aku tau, tapi ini adalah pernikahan yang sebenarnya bukan nikah siri yang kita lakukan secara mendadak dan terpaksa itu." jawab Liyon menatap Lira penuh harap.
"Iya Mama, menikahlah sama papa dan buatkan aku adik cewek." Ferdi juga ikut bersuara.
"Maaf Liyon, aku tak bisa." jawab Lira
Liyon bangun dengan wajah sedih, "Jadi aku ditolak ya." jawab Liyon dengan senyum kecut.
"Tidak bukan begitu, tapi kita kan emang sudah menikah.." Lira berkata tanpa melihat Liyon.
"Baiklah kalau begitu aku butuh sesuatu untuk meyakinkan diriku atas pernikahan siri kita." Liyon berkata dan menatap Farid. Lalu Farid menyerahkan sebuah amplop coklat.
"Sejujurnya aku merencanakan sebuah jebakan untuk kakak, dan akan menikahi kakak secara sah tanpa kakak ketahui. Itu sebabnya aku memilih jalan pintas saat menjemput Ferdi, dan tak taunya hal itu dimanfaatkan oleh orang yang sudah mengincar aku dan membuat aku hampir mencelakai putra kita." jelas Liyon dan Lira kaget mendengar itu.
"Tapi kejadian itu membuat aku sadar, kalau aku tak mungkin bisa membuat kakak tumbang dengan kemampuan kakak yang meningkat pesat serta keahlian yang kakak miliki sekarang. Tapi untuk membuat aku tenang aku ingin kakak menandatangani perjanjian nikah kita yang baru." ucap liyon menyodorkan amplop pada Lira
__ADS_1
"Perjanjian nikah?" Lira bertanya dengan bingung.
"Iya aku sudah memperbarui perjanjian yang waktu itu kakak berikan pada ku." ucap Liyon dengan tersenyum.
Perjanjian Nikah
Pihak A Liyon Song Wei
Pihak B Lira Anggraini
Sebagai pihak B Lira Anggraini harus patuh pada pihak A Liyon Song Wei dan tidak boleh membantah selama perintah itu tak melanggar isi perjanjian.
Pihak B harus mau disentuh saat pihak A menginginkannya dimana pun itu.
Pihak A harus patuh pada pihak B untuk tak menyebar luaskan masalah pernikahannya. Sebagai gantinya pihak B juga tak boleh menunda kehamilannya.
Pihak A tak boleh membahas soal pernikahannya dengan pihak B di lingkungan kantor. Dan pihak B juga tak boleh menolak saat pihak A ingin menyentuhnya jika berduaan.
Pihak A dan pihak B harus bisa membedakan urusan pribadi dan urusan umum, serta harus bekerja sesuai dengan profesional.
Pihak A harus patuh pada pihak B untuk tidak membahas soal pernikahannya didepan umum.
Pihak A dan Pihak B Masing - masing tetap harus tinggal di rumah sendiri - sendiri selama di Jakarta, namun pihak B tak boleh menolak saat pihak A datang dan ingin bermalam.
Pihak A harus menghormati keputusan pihak B untuk tidak menyebar luaskan hubungannya jika bukan hal yang mendesak.
Keputusan yang direncanakan pihak B harus melewati persetujuan dari pihak A.
Pihak B harus selalu membahas bersama dan harus jujur tak boleh merahasiakan masalah yang dihadapi dari pihak A, baik itu masalah pribadi atau pun masalah anak. Jika sampai pihak B merahasiakan masalahnya dan ketahuan pihak A, maka pihak B harus mau menanggung dan mau menerima hukuman yang diberikan oleh pihak A apa pun itu.
Pihak B tidak boleh dekat atau menjalin hubungan dengan pria lain. Sebagai pihak B harus bisa menjaga jarak dengan pria lain selain suaminya atau pihak A sendiri.
Pihak B harus mau melakukan semua hak serta kewajiban dalam hubungan suami istri selama menjadi pasangan suami istri dengan pihak A.
Pihak B harus selalu memberikan morning kiss pada pihak A setiap pagi.
"Tunggu Liyon ini yang poin 13 bagaimana bisa dilakukan kalau kita tak tinggal bersama?" Lira bertanya dengan bingung.
"Kalau begitu muda, tinggallah bersama dengan ku." jawab Liyon santai.
__ADS_1