
Papa liyon mengirimkan pesan pada liyon dan menceritakan apa yang telah terjadi di rumah agar liyon bisa bersiap - siap untuk menghadapi kemungkinan yang akan terjadi.
"Jadi begitu lah Tan, Yusni ingin lebih dekat lagi dengan liyon. Andai saja Yusni tau dimana alamat rumah Liyon Yusni pasti bisa lebih sering ketemu dan bersama dengan liyon, jadi akan lebih dekat lagi dengan liyon karena Yusni ingin bisa memahami liyon, jadi nanti pas menikah tak akan canggung lagi."
Yusnia merayu mama Li agar mau memberikan alamat rumah Liyon dan memberikan akses kedalam rumah liyon. Yusnia mau mendekati liyon lewat mamanya agar dia bisa lebih cepat melancarkan aksinya biar bisa menjerat liyon dalam genggamannya dan tak akan pernah bisa lepas lagi.
"Hem, alamat rumahnya ya?" mama Li terlihat berfikir keras.
"Oh iya Yusni bagaimana dengan kabar papa mu apakah dia baik? Terus bagaimana dengan perundingan kerja samanya apa kah sudah berjalan dengan lancar?" tanya papa liyon mengalihkan pembicaraan soal alamat rumah Liyon.
"Iya papa baik dan juga sehat Om, tapi perundingan kerja sama waktu itu telah dirusak oleh sekretaris lira, dia mengacaukan semuanya bahkan menghajar orang - orang papa didepan umum." ucap yusnia yang memfitnah lira dan membalikkan kenyataan yang sebenarnya.
"Eh, apa kata mu? dikacaukan oleh sekretaris lira? Bagaimana bisa, dia adalah orang yang baik selama ini." tanya mama Li terkejud karena selama ini yang dia tau lira adalah orang yang baik.
"Baik Tan? Itu kalau dia tak ada maksud, sekarang berbeda dia ingin naik derajat, dan dia menginginkan liyon." ucap yusnia dengan kesal.
"Apa Tante tau? Lira itu sangat licik, dia sering kali berusaha untuk menjebak liyon berkali - kali agar liyon jatuh dalam perangkapnya."
"Bahkan lira pernah memberikan obat pada liyon, agar lira bisa menjebak liyon dalam permainannya dan akan bertanggung jawab atas lira, untung saja liyon adalah orang yang kuat dan juga tangguh jadi dia bisa mengatasi pengaruh obat itu."
"Lira itu hanya luarnya saja yang terlihat baik Tan, dia adalah orang yang suka mengganggu hubungan orang lain. Dia bahkan pernah mau merebut tunangan dari sepupu saya Desi, padahal mereka bersahabat jahat banget kan itu namanya? Sahabat macam apa yang seperti itu."
Yusnia bercerita panjang lebar pada mama Li dan dia sengaja membalikkan semua fakta yang terjadi pada lira dan menutupi semua faktanya agar mama Li benci pada lira, dan memudahkan jalannya untuk menyingkirkan lira tanpa harus dia yang turun tangan.
"Apakah benar seperti itu? Kenapa Liyon atau Farid tak pernah cerita selama ini." mama Li berfikir dengan apa yang baru saja dikatakan oleh yusnia.
"Tante, mungkin saja mereka tak ingin membebani Tante. Toh masalahnya juga sudah bisa diatasi oleh mereka jadi sudah tak ada masalah lagi." jelas yusnia
"Apa benar seperti itu? Lian bilang kalau lira adalah orang yang bisa diandalkan dan juga baik. Begitu juga dengan Yuki sependapat dengan Lian. Ini jadi sedikit aneh." papa liyon bergumam dalam hati
__ADS_1
"Tante pernah mencobak menjodohkan lira dengan pegawai Tante yang bekerja di restoran Tante yang ada dibandung, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi." mama Li mengatakan kejadian waktu Rian datang dan lira disuruh untuk mengawalnya.
"Apa maksud mama? Jadi mama berencana menjodohkan lira dan Rian?" tanya papa liyon karena kaget dengan rencana istrinya yang bicara dulu sama dia.
"Benarkah itu Tan? Itu bagus kalau begitu ayo kita jodohkan mereka lagi bila perlu sampai mereka menikah. Itukan sangat bagus." yusnia mendukung rencana mama Li karena dengan begitu maka lira tak akan bisa bersama dengan liyon.
Pembicaraan antara yusnia dan istrinya lama - lama membuat papa liyon merasa pusing dan tak tertarik lagi, karena menurut papa liyon yusnia agak aneh dan juga sedikit mencurigakan.
...🍂🍂🍂...
Ditempat lain lira baru menyadari kalau Liyon tak membawahnya pulang ke rumah melainkan kesuatu tempat yang tak lira kenal jalannya kemana karena jalannya tidak dikenal oleh lira.
"Liyon kita mau kemana? Bukannya kita akan pulang, ini kemana dan tempat apa ini?" lira bertanya sambil mengamati jalanan yang semakin lama semakin masuk ke hutan.
Liyon tersenyum menatap lira sekilas, "Kita akan kepuncak dan akan bermalam di sana sebagai penutupan kencan kita."
"Hah? Tidak, tidak bisa besok kan kita harus masuk kerja."
"Oh, kau sudah merencanakan semuanya rupanya." lira menatap liyon penuh curiga.
"Jangan salah sangka dulu, aku kan cuma ingin membawah kakak jalan - jalan saja. Kalau mau dikasi lebih juga gak apa aku suka - suka aja." liyon tertawa terbahak
"Jangan berharap ya." lira menatap dengan tatapan maut.
"Sudah - sudah ayo turun kita sudah sampai." liyon memarkirkan mobilnya didepan vila yang sangat mewah.
"Wah ini vila siapa liyon bagus banget." lira turun dari mobil dan mengawasi sekitar.
"Kakak suka?" liyon meluk lira dari belakang saat lira berdiri didekat taman bunga.
__ADS_1
"Suka sangat suka, ini indah sekali dan tempatnya juga sejuk sangat nyaman." lira berkata dengan tersenyum lebar, dan liyon sangat puas melihat lira menyukai tempatnya.
"Ayo masuk kita lihat bagaian dalamnya." liyon menarik tangan lira memasuki vila.
"Selamat malam tuan, nyonya silakan saya sudah siapkan makan malam dan semoga tuan dan nyonya menyukainya. Selamat istirahat kami pamit dulu." ucap pengurus vila yang menyambut kedatangan liyon dan juga lira.
Malam itu lira habiskan malam dalam vila dengan bercerita dan saling bertanya satu sama lain dengan liyon hingga mereka terlelap di ruang tengah dari vila itu dalam posisi lira tidur diatas sofa dan liyon dibawa beralaskan karpet.
Lira terbangun ditengah malam karena merasa perutnya mulas, dan setelah selesai menyelesaikan hajatnya lira kembali lagi ke tempatnya yang tadi.
"Vila ini sangat luas dan juga sangat bagus, aku tak menyangka bisa bermalam sama liyon ditempat seindah ini. Tapi liyon adalah orang yang serba bisa, bukan tidak mungkin baginya." gumam lira yang memilih duduk di teras menikmati semilir angin malam.
"Kak? Kakak dimana?" suara liyon mencari keberadaan lira.
"Liyon aku di sini, di sini." lira melambaikan tangannya dan liyon mendekati lira.
"Apa tak dingin duduk di sini?" liyon memberikan selimut pada lira.
"Terima kasih." lira menarik tangan liyon yang menyelimutinya dan mengecup tangan itu.
"Bergeser lah." liyon mendorong maju tubuh lira dan dia duduk dibelakang lira dengan memeluk tubuh lira dari belakang.
"Terima kasih kamu sudah membawah aku bermalam ditempat seindah ini, aku sangat menyukainya." lira menyandarkan kepalanya didada liyon.
"Tak perlu berterima kasih, karena bagiku asalkan kakak bahagia dan suka aku juga senang dan merasa puas." liyon mengeratkan pelukannya dan menc*um kepala lira.
"Malam ini hanya untuk kita sampai besok, aku gak mau ada gangguan saat aku berdua bersama dengan kakak." liyon tersenyum dan memainkan rambut lira.
"Apa kamu begitu suka dengan ku? Emang apa yang kamu sukai dari ku?" lira bertanya dengan tatapan penuh keingin tahuan.
__ADS_1
Liyon tersenyum menatap lira penuh dengan rasa sayang yang sangat dalam, lalu memegang dagu lira dan mengarahkannya keatas, "Yang aku suka adalah diri kakak dan semua yang ada pada diri kakak tanpa terkecuali." jawab liyon dan menc*um bibir lira dengan dalam.