Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Pernyataan cinta lira


__ADS_3

Lira terus menatap liyon dengan berbagai pertanyaan didalam hatinya.


"Apa aku cobak saja ya? Tidak mungkin kan kalo semuanya akan bernasib sama." gumam lira liri sambil menatap punggung liyon.


"Emang apa yang mau kakak cobak? Tidak perlu melihat dengan tatapan seperti itu, aku juga akan memberikan makanan ini pada kakak. Karena aku masak emang untuk kakak." ucap liyon menatap lira dengan senyumannya.


"Ah, iya iya benar, kamu benar sekali." lira memalingkan wajahnya karena malu apa yang digumamkan terdengar oleh liyon.


Liyon tersenyum melihat lira yang malu malu "baiklah, kakak tunggu dengan tenang aku akan menyelesaikan masakannya, jangan menatap ku dengan tajam dan jangan juga bergumam yang aneh aneh ok." ucap liyon mengedipkan mata dan berpaling untuk melanjutkan memasaknya.


Liyon masak dengan semangat dan lira menunggunya dengan tenang sambil bermain game di hanponnya dan tak lagi memikirkan liyon karena dia takut kalo liyon akan tau isi hatinya.


Sekitar 1 jam liyon telah menyelesaikan masakannya dan sudah menatanya diatas meja makan dengan sangat rapi. Masakan yang terhidang adalah kesukaan lira semuanya mulai dari menu utama dan minumannya spaghetti dan smothy mangga sirsak.



"Makanan utamanya spaghetti."


"Minumannya smothy mangga sirsak sesuai dengan kesukaan kakak."



Liyon menata dan menjelaskan pada lira dan liyon tersenyum melihat reaksi lira yang menatap masakannya itu dengan mata berbinar dan senyum yang sangat manis.


"Terima kasih, kelihatan enak sekali." ucap lira dan dia mencicipi smothy mangga sirsaknya.


Setelah selesai makan liyon dan lira mengobrol sambil melihat acara tv hingga jam 10 malam, dan liyon pun mengantarkan lira pulang. Rasa berat terlihat jelas di wajah liyon karena sebenarnya dia masih ingin berlama lama dengan lira, tapi liyon sudah janji kalo dia akan mengikuti apa kata lira dan tak memaksa jika lira tak mau, jadi jika lira memintak untuk pulang maka liyon dengan terpaksa dan berat hati harus mengantarkan lira pulang.


"Oh iya kak, besok aku ada pekerjaan di luar kota, jadi selama seharian aku tak akan ada di kantor. Aku harap kakak tak akan merindukan aku." goda liyon pada lira yang sepanjang perjalanan pulang tak bersuara dan seolah tenggelamnya dalam sebuah pemikiran yang rumit dan dalam.


"Eh, emang kamu mau kemana? Kok kami gak tau menahu soal perjalanan kamu keluar kota." jawab lira bingung karena tak ada pemberitahuan sebelumnya.

__ADS_1


"Aku mau ada urusan sebentar mungkin sekitar 2 hari saja, dan juga akan ada pertemuan dengan Haris jadi sekalian saja aku adakan pertemuan dikantornya. Kenapa, belum ku tinggal sudah kangen padaku?" liyon mencondongkan kepalanya pada lira saat berhenti dilampu merah.


"Jangan mengada ngada, aku tanya cuma biar enak menyampaikan pada yang lainnya jadi kamu jangan ke PD an." jawab lira memalingkan wajahnya.


Liyon terbahak melihat tingkah lira yang malu malu saat dia dekati lira dan karena itu juga liyon jadi suka menggoda lira dengan tiba tiba mendekat pada lira.


"Baiklah selamat istirahat ya kak, dan jangan lupa mimpikan diri ku. Aku pastikan kalo kakak mimpi aku maka dengan cepat aku akan segerah datang." goda liyon lagi dengan mencolek dagu lira.


...🍂🍂🍂...


Ke esokan harinya lira berangkat kerja seperti biasa dengan diantarkan oleh satria. Dan dari kejauhan ada yang memperhatikan aktifitas lira dan juga satria dan orang itu juga mengambil foto lira.


"Hari ini bos tidak masuk karena ada keperluan di luar apakah itu benar lira?" tanya pak Hendra seketika saat dia melihat lira berjalan masuk kedalam kantor.


"Wah pak Hendra cepat sekali sih langsung denger kabarnya, jangan jangan pak Hendra punya mata mata ya?" lira berkata dengan tertawa lebar.


"Kau ini jangan sembarangan kalo bicara, nanti dikira orang aku ini beneran punya mata mata. Aku tau karena kemaren aku ketemu sama Farid saat datang kerumah bos dan bos gak ada katanya lagi keluar." jelas pak Hendra pada lira dengan memukul bahu lira.


Hari itu berlalu begitu saja tanpa terasa jam pulang kerja sudah datang, dan lira bekerja sangat keras hari ini karena pikirannya sangat terganggu dengan ketidak adaannya liyon ditempat.


"Gila kenapa aku jadi kepikiran dia terus sih selama seharian ini. Apa aku memang menyukai dia? Tapi aku benar benar kangen sama dia." lira terus bergumam selama berada dalam bis.


...🍂🍂🍂...


Begitu nyampek di rumah lira membersihkan dirinya dan masak untuk makan malamnya sendiri karena satria sudah telpon kalo dia tak akan pulang malam ini mau mengeinap dirumah temannya.


Kegiatan lira setiap hari selalu sama, kerja dan pulang ke rumah karena tidak ada perintah dari nyonya Li untuk mengawalnya, jadi tujuan lira hanya selalu kantor dan rumah. Dan hari pun sudah lewat 2 hari, selama 2 hari ini lira selalu kepikiran sama liyon, apa lagi liyon tak bisa dihubungi sama sekali dan nomornya selalu dialihkan.


"Hai kak apa yang kakak lakukan? Ayo makan, akhir pekan kenapa kakak tak keluar dan hanya duduk saja di rumah." satria menggedok kamar lira dan mendapati lira sedang duduk melamun sambil menatap hanponnya.


"Kak.!" teriak satria tepat ditelinga lira.

__ADS_1


"Sat.! Kenapa bikin kaget sih." teriak lira memarahi satria dengan melayangkan pukulannya karena terkejud dengan teriakan satria.


"Hei, kenapa juga kakak melamun. Emang lagi nungguin siapa sih sampai bengong begitu ku panggil dari tadi tak dengar." keluh Satria dengan melihat hanpon lira yang dipegang lira dengan erat.


"Tidak ada aku hanya melihat saja kenapa dari tadi hanpon ku sepi tak ada yang menghubungi sama sekali." jawab lira bohong dengan tersenyum menatap satria.


"Helle emang mau siapa yang menghubungi? Ayo ah makan." ajak satria


"Iya kau keluar dulu nanti aku menyusul." lira mendorong satria keluar dari kamarnya.


Brrrrt


"Liyon." lira berbinar saat mendapati layar hanponnya menunjukkan nama berondong, namun panggilan itu hanya sebentar setelah itu mati dan tak bisa dihubungi.


"Tidak bisa, kenapa tidak bisa?" lira menatap layar ponselnya dengan sedih.


"Tunggu aku harus menghubungi dia, karena aku sudah tidak sabar dan juga sudah yakin kalo aku suka sama dia." lira bergegas mengenakan jaket dan berjalan keluar kamar dengan langkah lebar.


"Satria aku keluar dulu ya, kamu makan aja duluan." lira lari keluar dengan tergesah gesah.


Sesampainya diluar rumah lira mencobak menghubungi lagi nomor liyon yang tadi sempat terputus. Dengan gelisah lira berjalan kearah taman yang ada ditepi jalan raya.


Tuuuuuutt... Tuuuut


"Halo kak?" jawab liyon dari sebrang


"Liyon.! Aku ingin bicara pada mu tolong jangan dimatikan dulu." ucap lira dengan sangat yang bisa didengar oleh liyon dengan sangat jelas.


"Ya, katakan pelan pelan kak, karena aku sedang rapat dan besok akan pulang." jawab liyon tersenyum mendengar suara lira yang sangat bersemangat.


"Tidak, sudah tidak bisa lagi. Aku harus bilang sekarang juga karena aku sudah tak bisa menunggunya lagi. Aku mau bilang kalo aku suka sama kamu dan aku mau jadi pacar kamu?!" teriak lira karena kendaraan yang berlalu lalang sangat ramai.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu lira merasakan nafasnya tersengal sengal dan juga jantungnya berdebar sangat keras serta cepat seolah dia habis lari maraton 100 meter.


__ADS_2