Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Amarah Seorang Liyon


__ADS_3

"Apa kau gila?!" teriak lira saat liyon melepaskan penyatuan bibir mereka berdua.


"Itu hukuman." jawab liyon dan pergi meninggalkan lira.


Brrrt


"Halo, iya nyonya saya mengerti"


"Baik, saya akan langsung ke sana setelah pulang dari kantor nanti."


Tut


Setelah menerima telpon dari nyonya li lira langsung keluar dari ruang rapat itu dan kembali ke meja kerjanya.


"Aku tak tau kenapa aku jadi semakin suka dan gak rela jika kakak sama pria lain walo itu temanku sendiri." liyon bergumam dan menggerutu kesal di ruangannya.


"Selamat sore bos, ini laporan yang bos minta tadi." yusnia masuk kedalam ruangan liyon dan menyerahkan laporan yang diminta oleh liyon.


"Kenapa kau yang masuk, dimana sekretaris Lira.?" tanya liyon dengan dingin.


"Eh, maaf dia sedang sibuk mengerjakan tugas yang lain, karna tadi saya melihat dia keluar sama pak Hendra." jawab yusnia dengan hati - hati.


Sore itu lira dan Endang sedang mengerjakan proposal yang akan dikirimkan ke perusahaan tuan Haris. Dan dengan giat lira berusaha menyelesaikannya sampai selesai karna besok dia akan ada tugas untuk menemani nyonya Li.


"Lira semuanya sudah selesai ayo kita print dulu setelah itu kita kirim ke perusahaan tuan Haris." Endang berkata dengan meregangkan tubuhnya.


"Iya baiklah aku akan mengambil tas ku dulu setelah itu langsung pulang." lira bergegas lari ke ruangannya dan mengambil tasnya di kursinya.


Bruk


"Nona Lira, untung ketemu di sini." ucap Farid yang terlihat panik.


"Eh, ada apa asisten Farid? Saya kesini cuma mau ambil tas dan langsung pulang." ucap lira cuek


"Siapa yang mengijinkan mu pulang sebelum aku? Mulai sekarang sebelum aku pulang kamu dilarang pulang." ucap liyon dengan dingin pada lira saat dia keluar mencarik Farid.


"Bagaimana bisa begitu?" perotes lira pada liyon tak terima.


"Farid pergilah dan jangan datang sebelum aku panggil." perintah liyon pada farid.


"Maafkan aku nona Lira." ucap Farid dan langsung pergi.


"Kamu mau apa?" lira bertanya dan waspada, karna dia gak mau kecolongan seperti waktu di ruang rapat.


Grep


Liyon menarik tangan lira, dan lira yang melawan membuat liyon semakin kesal.


"Sudah ku bilang jangan melawan.!" liyon mempererat genggamannya


"Aku gak mau?!" lira masih melawan.


"Sudah ku bilang ilmu mu masih belum ada apa apanya." ucap liyon yang semakin serius meladeni lira berkelahi.


Grep


Bruk


"Aaaaah.!" pekik lira yang dibuat liyon terjatuh dan dengan segerah liyon menguasai bibir lira, sialnya adegan itu tak tepat karna saat liyon mengunci tubuh lira dilantai depan pintu ruangannya ada seseorang yang melihat dan merekam adegan mereka berdua.


"Ehm.!" lira berusaha mendorong tubuh liyon namun liyon semakin membuat lira kewalahan.


"Mau aku melakukannya di depan sini? AtauΒ  menurut dan diam saja." bisik liyon ditelinga lira yang masih pada posisi mereka tiduran dilantai.


Dengan terpaksa lira mengalah karna dia gak mau liyon melakukan penyatuannya di tempat terbuka.


Liyon bangkit dan menggendong lira masuk kedalam ruang kerjanya.


Sementara farid yang pergi keluar bertemu dengan Endang yang sedang menunggu lira.

__ADS_1


"Sedang apa sekretaris Endang?" tanya farid yang penasaran.


"Menunggu Lira." jawab Endang dengan tersenyum sopan.


"Maaf sebaiknya sekretaris Endang pulang duluan saja, karna tadi sekretaris lira sedang dimintai tolong sama bos untuk sebuah tugas." jelas Farid agar Endang tak menunggu lagi, karna Farid tau pasti lira bakalan lama.


Setelah mendengar itu Endang langsung permisi pulang pada Farid dan mengirim pisan kepada lira.


Kembali pada lira dan liyon.


"Tolong jangan nanti ada yang lihat, ini masih jam sore dan baru jam 7 sore dan masih ada beberapa orang yang di kantor." pinta lira dengan melas pada liyon, namun liyon tak mendengar apa yang diucapkan oleh liara.


Liyon membuat baju yang dikenakan oleh lira berantakan dan dengan kasar liyon menguasai bibir serta rongga mulut lira.


Cekrek


Suara seseorang memotret yang bisa didengar oleh liyon, dengan seketika liyon menghentikan aksinya pada lira dan lira langsung lari keluar dari ruangan liyon tanpa membawah tasnya.


Seperginya lira pandangan liyon menggelap dan dia seolah sedang menahan amarah yang memuncak, karna ada orang yang dengan lancang dan berani mengambil gambar lira dan juga dirinya dalam ruangannya.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Keesokan paginya lira mengirim menghubungi pak Hendra lewat nomor kantor yang ada di ruang sekretaris kalo dia hari ini sedang bertugas mengawal nyonya Li ke bandung.


Sementara di kantor tanpa sepengetahuan lira gambar dan juga video lira dengan seorang pria sedang tersebar di seluruh kantor.


"Katakan siapa yang melakukan gosip soal sekretaris lira?" tanya farid pada semua orang yang ada di kantor.


Semua orang menunduk tak berani menjawab karena semuanya tadi sedang berkasak kusuk menghina dan merendahkan lira karna sedang bermain denga seorang pria di ruang kantor.


Sementara disisi lain yusnia mencobak meyakinkan liyon untuk memecat lira karna lira adalah wanita yang gak baik dan juga pembuat dosa.


"Apa maksud kamu ini?" tanya liyon bingung karena dia belum tau keributan diluar yang sedang ditangani oleh Farid agar tak sampai ketelinga liyon.


"Benar bos, untuk apa bos mempertahankan j*lang seperti dia di kantor ini, itu hanya akan mempermalukan perusahaan saja. Dia telah berbuat hal yang tak benar dengan seorang pria, dan dia juga suka sekali menggoda pria di sini." jelas yusnia dengan menggebu gebu.


Liyon menatap heran kenapa ada orang yang begitu berani melakukan tindakan ini, dan dalam gambar serta video itu tak kelihatan wajah liyon karna membelakangi kamera dan juga liyon menggunakan kaos oblong biasa.


"Cobak lihat bos, bukan kah dia benar benar sangat murahan. Dia bahkan tidak malu memperlihatkan tubuhnya pada seorang pria." yusnia memanas manasin liyon agar liyon marah dan mengeluarkan lira dari perusahaan.


Liyon tersenyum melihat yusnia, "kau sangat suka melihat video dan juga foto foto lira ini?" tanya liyon.


"Bukan begitu bos, saya cuma tak mau dia membawah dampak buruk buat perusahaan ini bos, kalo sampai tersebar berita soal dia sampai keluar maka kita semua akan terkena masalah." jelas yusnia dengan tutur kata bijak.


"Kau memperdulikan perusahaan ini atau diri mu." ucap liyon dengan bersandar di sandaran kursi dan menatap yusnia.


"Bos kabar buruk." Farid menerobos masuk kedalam ruangan liyon dengan tergesah gesah.


"Kumpulkan semua orang." perintah liyon pada farid.


"Baik." Farid menjawab singkat dan melirik kearah Yusnia yang tertunduk didepan liyon.


30 menit kemudian Farid masuk lagi kedalam ruangan liyon dan memberi tau kalo semua orang sudah berkumpul di lobby.


"Farid siapkan semua datanya dan kita umumkan kebenarannya, kita temui mereka semua." ucap liyon dan berjalan menuju lobby diikuti Farid Safitri, yusnia.


"Halo semuanya." sapa liyon pada semua pegawainya.


"Aku yakin kalian semua bertanya tanya kenapa aku mengumpulkan kalian semua di sini."


"Aku mau meluruskan sebuah masalah mengenai foto dan juga video yang mungkin sudah kalian lihat hari ini, sementara yang bersangkutan tak ada ditempat."


"Dia tidak sedang keluar dengan seorang pria, tapi dia sedang keluar mengawal ibu ku. Dan pria yang bersamanya dia adalah Suryadi pengawal ibu ku."


"Selama ini aku diam saja bukan karna aku tak tau, tapi aku sengaja mengumpulkan bukti serta memberinya kesempatan barang kali saja orang itu bisa berubah jadi lebih baik lagi. Tapi semua sudah terlambat."


Liyon berkata dan mengucapkan semua pendapatnya didepan semua pegawainya, dan semua orang terlihat menunduk mendengarkan liyon.


"Video dan foto yang kalian lihat semua tidak seperti yang kalian pikirkan. Bagaimana sekretaris yusnia, apakah aku perlu membuka dan membeberkan semuanya dihadapan mereka." liyon menjelaskan dan bertanya pada yusnia dan yusnia hanya tertunduk.

__ADS_1


"Farid tunjukkan semua buktinya pada mereka." perintah liyon pada farid, dan dengan seketika FaridΒ  menekan tombol lalu muncul sebuah adegan seseorang yang sedang berduaan dan juga video seorang wanita yang sedang mencampurkan sesuatu pada minuman serta video seorang wanita yang menggoda liyon.


"Kalian lihat dalam komputer yang ada, di sana ada pertunjukan." ucap liyon dan mereka semua bergegas melihat komputer yang ada di setiap meja yang ada di lobby perusahaan.


"Ya ampun apa ini? Dan siapa dia kenapa wajahnya diblur." semua orang sedang berkasak kusuk.


Liyon tersenyum dan dia memutar Video yang sama lagi dengan semua adegan yang tanpa ditutupi lagi.


"Ya Ampun Yusnia dan petugas cleaning service dan juga dia sedang menggoda bos?!" semua orang kembali saling mengumpat dan menatap yusnia yang sedang tertunduk.


"Sekarang sudah jelas siapa yang berbuat salah dan siapa yang sebenarnya menjadi seorang j*lang di sini." ucap liyon menatap yusnia.


"Farid urus semuanya, aku tak mau ada yang tertinggal." ucap liyon dan pergi meninggalkan tempat.


Farid membubarkan semua orang dan membawah yusnia ke HRD beserta cleaning service yang juga ada dalam video itu yang bertugas mengambil foto dan video lira saat bersama dengan liyon.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


"Eh anak papa tumben kemari, setelah punya rumah yang super besar baru kali ini berkunjung ke rumah papa yang sempit ini." ledek papa liyon saat melihat liyon datang dengan raut wajah yang lusuh.


"Apa mama belum pulang pa?" liyon bertanya dengan jalan yang gontai.


"Sudah dari tadi, dan sekarang lagi tidur karena kecapek an." jawab papa Liborsei yang sedang menikmati kopinya dengan tontonan kesukaannya sepak bola.


"Ya sudah, Liyon mau cari lawan dulu." liyon berjalan ke samping rumah dan dia melihat lira yang sedang berlatih dengan gali.


"Tuan muda." sapa yang lain saat melihat liyon mendekat, sementara gali dan lira sedang konsentrasi dalam permainan mereka.


"Ganti pemain.!" teriak liyon dan dengan seketika galih keluar arena yang diganti dengan liyon.


Liyon tersenyum menatap lira dan memulai lagi permainan, namun lira yang sudah bermain dan melawan gali serat Andi sudah merasa lelah, apa lagi dia baru pulang dari mengawal nyonya Li dan tak mampu melawan liyon.


Bruk


Lira tumbang dengan nafas yang tersengal serta keringat bercucuran.


"Hah hah hah." nafas lira ngos ngosan dengan wajah yang terlihat lelah.


"Ok selesai, kalian semua istirahatlah. Dan sekretaris Lira ayo ku antar pulang karena sudah malam." ucap liyon yang keluar arena.


"Benar sebaiknya nak Lira ikut sama tuan muda saja karna sudah malam ini." sambung pak yunus.


Dengan berat hati lira mengikuti liyon dan masuk kedalam mobil liyon, dengan berusaha kuat lira menahan rasa ngantuknya agar dia tak tertidur namun dia kalah dengan rasa lelah dan juga ngantuknya.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


"Emm," lira menggeliat dia merasa seperti sedang digerayai seseorang namun rasa lelahnya tak mampu buat dia membuka mata, dan beberapa detik kemudian dengan seketika matanya terbuka bulat setelah dia merasakan ada sesuatu yang masuk kedalam area sensitifnya.


"Akhirnya bangun juga, aku membangunkan kakak dari tadi tapi kakak tak bangun bangun, maaf aku sudah tak bisa menahannya kak." bisik liyon ditelinga lira dan dia mengecup leher lira serta menggerakkan tubuh bagian bawahnya keluar masuk di area sensitif lira.


"Kamu gila, cepat selesaikan aku akan pulang." ucap lira dan kata kata itu seketika membuat liyon marah dan dia langsung melakukannya dengan kasar serta berutal.


Liyon seolah sedang melampiaskan dan mengeluarkan semua has-ratnya dan tanpa henti liyon bermain lagi lagi dan lagi


Lira yang sudah kelelahan tak mampu lagi berontak dia hanya bisa menerima semua has-rat sang bos.


Seolah tak ada habisnya liyon tiada bosan dan terus bermain dan mengerjai tubuh lira bagai mainan.


"Aaahh." suara lira sudah mulai melemah karena lelah.


"Panggil nama ku baby." bisik liyon ditengah permainannya.


"Su dah, Li Yon.!" teriak lira terputus karena dia benar benar kelelahan.


"Kau adalah milik ku baby."


Cup


Liyon meraup bibir lira dan menikmati perang lidah bersama lira, hingga liyon merasakan lira benar benar tak mampu lagi merespon dirinya.

__ADS_1


__ADS_2