
Saat bangun di pagi hari liyon tak mendapati lira berada disebelahnya bahkan bajunya pun juga tak ada seolah kejadian semalam adalah mimpi dan bukan kenyataan.
"Hah, dia main kabur - kaburan lagi ya." gumam liyon menghela nafasnya.
"Farid sampai mana penyelidikan mu sekarang? Apa kamu sudah mendapatkan semuanya?" tanya liyon pada Farid lewat panggilan telepon yang telah mendapatkan tugas dari liyon untuk mengumpulkan bukti.
"Iya Bos, tapi permainannya sangat halus dan dia selama ini menggunakan kambing hitam jadi tak ada jejak untuk dirinya sendiri, tapi aku menemukan sesuatu untuk putrinya yang mungkin Bos akan suka." jelas Farid lewat panggilan telepon.
"Ok, kau berhati - hati lah jangan sampai ketahuan dan kita akan membongkar permainan mereka secara langsung supaya efeknya bisa sekaligus untuk mereka." jelas liyon dan mematikan sambungan teleponnya dengan Farid.
...🍂🍂🍂...
"Lira apa kamu sudah dengar kabar?" tanya Endang pada lira yang baru saja sampai di kantor.
"Apa, emang ada kabar apa lagi di kantor?" lira bertanya dengan biasa saja.
"Aku dengar Dania sedang hamil dan dia katanya seorang pelakor, karena dia merebut kekasih dari seseorang. Katanya laki - laki itu tak bisa melupakan kekasihnya dan berniat untuk balikan lagi dengan kekasihnya kasian sekali kan? Makanya jadi wanita itu jangan ******, suka merebut milik orang lain jadinya susah sendirian dirinya." jelas Endang dengan geram saat mereka memasuki lif menuju ke ruangannya.
"Sudah biarkan saja, yang penting kita tak melakukannya." jawab lira cuek
"Benar juga sih, yang terpenting lagi adalah buka lelaki ku yang dia rebut, hahaha." jawab Endang dengan terbahak dan lira hanya geleng kepala melihat kelakuan Endang.
Seharian ini lira sangat sibuk dengan pekerjaannya dan dia tak peduli sama sekali dengan liyon, lira seolah menganggap liyon hanya sebagai atasannya saja, dan seolah tak pernah dekat dengannya.
"Argh.!" lira teriak kaget saat ada seseorang yang tiba - tiba saja menarik tangannya.
"Sssstt." liyon memeluk lira dengan erat dalam ruang pantri saat liyon melihat lira berjalan sendirian kearah pantri.
"Kakak suka sekali ya kabur - kaburan, kenapa tadi pagi kakak pergi begitu saja meninggalkan aku.?" tanya liyon dengan tersenyum menatap lira.
"Tidak apa tolong lepaskan dulu." lira melepaskan pelukan liyon dan tersenyum manis pada liyon.
"Nanti kakak akan pergi ke kantor tuan Haris dengan supir ya dan maaf aku tak bisa menemani kakak karena nanti siang aku ada rapat." ucap liyon dan lira mengangguk dengan senyuman manisnya tanpa bersuara.
"Baiklah lanjutkan pekerjaan kakak aku akan kembali ke ruangan ku, sebenarnya aku kesini tadi karena aku tadi melihat kakak dan aku merindukan kakak." ucap liyon dan dia kembali keluar dari pantri berjalan menuju ke ruangannya.
__ADS_1
Siang itu lira berangkat dengan supir kantor untuk menuju kantornya tuan Haris untuk menyerahkan berkas perjanjian yang sudah saling disepakati dan sudah selesai.
Setelah lira selesai menyerahkan berkas kerja sama pada sekretaris tuan Haris karena tuan Haris sedang tak ditempat membuat urusan lira di kantor itu jadi lebih cepat selesai.
Brak
Saat lira hendak masuk kedalam mobil tiba - tiba saja mobil yang mau dinaiki oleh lira tertabrak sebuah truk dan terdorong sekitar 3 kilo meter, kondisi mobil hancur parah, supir yang ada didalamnya mengalami luka - luka yang serius serta lira mengalami benturan dan tak sadarkan diri.
Segerah lira dibawah ke rumah sakit oleh sekretaris tuan Haris karena dia kenal dengan lira, dan supirnya diurus oleh polisi langsung dihubungi oleh sekretaris taun Haris karena kecelakaan yang menimpah lira terjadi tepat didepan kantor tuan Haris.
Setelah melakukan administrasi sekretaris tuan Haris langsung menghubungi liyon dan menceritakan semua kejadiannya yang menimpah lira. Terdengar nada suara liyon yang marah berat atas kabar berita yang didengarnya.
...🍂🍂🍂...
Liyon langsung pergi kerumah sakit dan dengan cepat dia mengirim orang - orangnya untuk menyelidiki prihal kecelakaan yang menimpah lira.
"Bagaimana keadaannya? Apa kata dokter?" tanya liyon dengan panik pada sekretaris tuan Haris setibanya liyon di rumah sakit.
"Tuan Liyon, dokter bilang sekretaris Lira baik - baik saja hanya ada retak di tangannya dan butuh istirahat saja selama beberapa bulan." jelas sekretaris tuan Haris pada liyon.
"Sial, lagi - lagi aku teledor. Rasanya aku sudah tak tahan lagi, kalau bukan karena janji ku pada mu untuk tak menggunakan kekerasan aku pasti sudah menghancurkan semuanya tanpa sisa." liyon mengepalkan tangannya dengan kuat dan menatap lira yang sedang tertidur dengan lemas.
"Kak aku mohon cabut janjimu untuk menekan ku dan membuat aku tak bisa melakukan apa - apa demi melindungi mu. Aku tak mau membuat mu celaka, tapi aku juga tak mau buat kamu marah dan membenciku. Aku mohon cabut larangan mu untuk membuat aku agar tak bertindak sembarangan dengan kuasa ku, aku mohan kak." gumam liyon memohon pada lira agar lira mau mencabut janji yang diucapkan oleh liyon untuk tak melakukan kekerasan demi menjalin hubungan dengan lira, sesuai dengan permintaan lira.
"Haaah.!" liyon sangat marah dan meninju dinding diruangan tempat lira dirawat.
"Bos polisi sudah menyelidiki dan katanya orang itu sedang mabuk." lapor anak buah liyon.
"Mabuk? Bagaimana bisa mabuk sampai mengendarai mobil masuk kejalur parkir harusnya menabrak trotoar bukan masuk jalur parkir perusahaan." ucap liyon dengan geram dan marah besar.
"Jaga dia dan jangan biarkan siapa pun datang menjenguknya tanpa terkecuali kalian mengerti." perintah liyon pada anak buahnya dan dia pergi ke kantor polisi dengan sebagian lagi anak buahnya yang lain.
...🍂🍂🍂...
"Tuan Liyon kenapa anda datang?" tanya kepala polisi saat dia melihat liyon masuk ke kantornya.
__ADS_1
"Menangani satu masalah saja kau tak becus, berikan dia pada ku atau aku hancurkan kantor mu ini." ancam liyon dengan tatapan garang pada kepala polisi itu.
"Tuan Liyon itu sebenarnya..." kalimat kepala polisi ditelan lagi saat dia mendapatkan tatapan membunuh dari liyon.
"Antarkan tuan Liyon kedalam ruang tahanan itu segerah dan matikan cctv-nya di ruangan itu." perintah kepala polisi itu pada anak buahnya.
Liyon berdiri dan mengikuti anak buah kepala polisi itu, sedangkan anak buah liyon berjaga didepan pintu kantor kepala polisi itu dan juga didepan pintu ruang tahanan.
"Tuan silakan, dia ada didalam." ucap anak buah kepala polisi kepada liyon setelah dia membukakan pintu ruang tahanan.
"Siapa? Si - siapa kamu?" tanya penabrak itu dengan panik dan takut melihat liyon yang masuk kedalam ruang tahanannya.
"Siapa aku itu tak penting, yang ingin aku tanyakan siapa orang yang telah menyuruh mu melakukan tabrakan." ucap liyon dengan dingin.
"Kamu jangan macam - macam di sini ada cctv yang akan merekam tindakan mu." ucap penabrak itu dengan takut.
"Cctv? Aku tak peduli cepat katakan siapa yang menyuruh kamu melakukan itu atau ku patahkan kaki dan tangan mu." ancam liyon.
"Aku sedang mabuk dan aku sudah mengatakannya pada polisi." jawab penabrak itu tetap bersih keras.
"Sial, kau sudah membuat ku tak sabar." liyon langsung menghajar
penabrak itu tanpa ampun.
"To - tolong maafkan aku, tolong ampuni aku tuan." ucap penabrak itu yang sudah babak belur dihajar oleh liyon.
"Aku tak boleh menyinggung orang ini, karena sepertinya dia orang yang sangat kejam dan berbahaya." batin penabrak itu yang sudah berlumuran darah.
"Yang menyuruh adalah seorang wanita dan aku benar - benar tak tau siapa dia karena dia hanya menghubungi aku lewat panggilan telepon saja tuan dan dia mentransfer uangnya kerekening ku tuan. Aku berkata dengan jujur tuan, aku benar - benar tak pernah melihat orangnya." jelas penabrak itu.
"Ok, dengan tangan dan kaki mu kau melakukan penabrakan secara sengaja, dan kamu harus menerima pembalasannya dengan benar juga agar impas." ucap liyon dengan seringai menatap penabrak itu.
"A - apa yang ingin tuan lakukan, aku sudah mengatakan yang sebenarnya." ucap penabrak itu dengan ketakutan.
"Aku akan menyelidikinya apa kah yang kamu sampaikan itu benar atau tidak." ucap liyon dan langsung mematahkan jari tangan dan kaki penabrak itu.
__ADS_1
"Arrrrgh.!" teriak penabrak itu menggelegar saat liyon menginjak hingga mematahkan jari - jarinya.