Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Godaan dari sang bos


__ADS_3

Setelah liyon selesai mengeringkan rambut lira dan lira juga selesai makan dan ganti baju mereka pun keluar dari kamar, awalnya lira sangat percaya diri namun setelah dia berada dihadapan kakak dan juga kakak ipar liyon lira jadi ciut dan tertunduk.


"kita ketemu lagi lira, Atau aku harus memanggilmu sekretaris lira?" ucap Yuki pada lira yang duduk dengan tenang.


"Maaf tidak usah, panggil lira saja nyonya." jawab lira dengan gugup.


"Hei kenapa harus segugup itu, dia adalah kakak ipar ku tak perluh memanggilnya nyonya." ucap liyon memeluk pinggang lira.


"Iya iya benar, kamu tak perlu panik dan gugup." Yuki berkata dengan tersenyum, namun bagi lira tetap saja itu menakutkan.


"Jadi nama kamu adalah lira, apa kamu sudah lama berhubungan dengan liyon? Dan sudah sampai mana hubungan kalian berdua." Lian berkata dengan kaku dan juga tegas yang itu membuat lira semakin ciut lagi, karena bagi lira dirinya dan juga liyon sangatlah berbeda dari segala segi. Mulai dari pendidikan dan juga kekayaan dan juga setatus sosialnya


"Kak jangan membuatnya takut, bukankah aku sudah bilang papa kakakntadi kalo akulah yang lebih dulu menyukainya dan juga mengejarnya bahkan sebelum aku mengenal dia." jelas liyon pada Lian dan itu membuat lira terkejut.


"Hem, tapi aku ingin dengar sendiri dari mulutnya buka kamu" ucap Lian menatap lira.


"Ma - maaf sa- saya tidak..."kalimat lira tertahan oleh tangan liyon yang membungkam lira.


"Sudah sudah kamu tak perlu menjelaskan apa apa pada dua orang itu. Yang menjalani hubungan ini adalah kita bukan mereka." jelas liyon dan itu membuat lira sedikit tenang karena dia merasa ada yang melindungi.


Lian tertawa terbahak melihat liyon yang begitu membela dan melindungi wanitanya. "Kau benar benar telah takluk pada wanitaku ini, sungguh luar biasa." Lian berkata dengan nada yang mulai merendah dan menghakimi.


"Lira kamu jangan takut pada kami, justru kami yang berterima kasih pada kamu, karena berkat kamu adik kami telah menjadi seorang pria sejati." Yuki menjelaskan pada lira atas rasa terima kasihnya.


"Kalian harus saling percaya dan menjaga, liyon apa kamu sudah menceritakan apa yang terjadi saat ini? Dia harus tau dan juga mengerti semua yang telah terjadi dan sebaiknya dia tau dari kamu langsung." Lian menasehati liyon agar liyon tak menutupi dan merahasiakan apa pun dari lira.


"Iya aku akan mengatasi dan menyelesaikan semuanya dan cerita pada kakak." jawab liyon dan tersenyum menatap lira yang terlihat bingung.


"Lira salam kenal ya aku Lian kakak liyon bocah yang sedang mengumumkan kalo kamu adalah wanitanya." Lian tersenyum manis dan bersahabat.


"Tolong jaga adik kami ya lira." Yuki menyambung kata kata Lian.


"Iya maaf dan terima kasih." jawab lira dengan sopan.


"Pergilah, kalian sudah membuat kekasihku ketakutan." liyon mengusir dengan ketus pada Lian dan Yuki.


Setelah Lian dan Yuki pergi meninggalkan rumah liyon lira merasa lega karena dia tak menyangka kalo dia akan bertemu dengan saudara liyon apa lagi setelah kejadian semalam yang mereka tau kalo dia dan juga liyon sedang melakukan hal yang bisa membuat orang lain merasa kalo lira terlalu murahan karena menjatuhkan dirinya pada liyon yang sedang terpengaruh obat.

__ADS_1


"Kenapa kakak melamun begitu? Apakah masih sakit daerah sensitif kakak? Mau aku beri obat?" tanya liyon khawatir karena dia melihat lira duduk dengan melamun dan tatapan kosong.


"Ah tidak, apa kamu sudah selesai memperbaiki pintu gerbangnya?" tanya lira mengalihkan pertanyaan agar liyon tak tau kalo dia sedang memikirkan tentang hubungannya dengan liyon.


"Pasti ada yang sedang kakak pikirkan kan? Katakan pada ku jangan ditahan sendirian." pinta liyon pada lira.


"Tidak apa, aku mau pulang karena besok harus masuk kerja dan juga..." kalimat lira tertahan karena dia sadar kalo dia belum cerita kalo dia adalah kakaknya satria teman liyon.


"Baik, setelah ini aku antar kakak pulang." ucap liyon tersenyum pada lira.


...🍂🍂🍂...


Keesokan paginya lira berniat ingin menceritakan hubungannya dengan liyon pada satria namun keberanian lira tak muncul saat dia berhadapan dengan satria, lira takut kalo satria akan berfikir dirinya hanya akan memanfaatkan liyon yang merupakan orang kaya raya.


"Aaahh pusing rasanya." lira merasa kesal sendiri.


"Kenapa sih kak? Heboh sendiri begitu." satria melihat lira merasa aneh dan juga bingung dengan kelakuan lira sejak semalam sudah aneh.


Lira tertawa dengan menunjukkan sederet giginya, " tak apa, oh iya apa kamu sudah punya pacar?" tanya lira setelahnya.


Satria terdiam sejenak tak menjawab pertanyaan lira, lalu satria memeluk lira dengan erat dan saling eratnya lira sampai tak bisa bernafas. Dan itu membuat lira bingung dan berfikir pasti ada sesuatu pada adiknya itu.


"Aku jatuh cinta pada seseorang Kaka, namun sepertinya ora g itu tak mencintai ku. Dan aku tak bisa mengatakan dengan jujur kalo aku menyukainya, apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya satria kemudian dan lira menatap dengan miringkan kepalanya.


Satria terbahak, 'Kangan diambil serius kak aku bisa mengatasi masalahku sendiri kakak tenang saja." jawab satria kemudian.


"Kau ini aneh." lira pura pura tal peduli karena lira tau adiknya akan cerita Jika sudah siap nanti, begitu juga dengan dirinya.


...🍂🍂🍂...


"Pagi lira bagaimana akhir pekan mu?" tanya Endang yang terlihat baru masuk dari pintu utama perusahaan.


"Biasa saja, kamu pasti senang ya karena bisa berkencan dengan Aditya? Hem, aku tau kalau kalian sudah jadian kan?" gila lira pada Endang yang terlihat sangat mesrah saat dipesta perusahaan kemaren.


"Kelihatan banget ya?" Endang tertawa dengan sangat bahagia.


Hari Senin yang sibuk bagi para departemen sekretaris karena mereka semua telah sibuk dengan tugas mereka masing masing. Mulai dari merangkum hasil tercapainya peningkatan citra perusahaan melalui pengelolaan komunikasi perusahaan dengan pihak internal dan eksternal, mengadministrasikan dokumen perusahaan yang sudah masuk dan telah mendapat persetujuan dari bos mereka, menjadwalkan pertemuan dan pendekatan hubungan antar lembaga, menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan hukum korporasi, semua tugas itu dibagi dari semua anggota yang ada dalam devisi sekretaris.

__ADS_1


"Ya Ampun tugas kita banyak banget ya hari ini rasanya aku ingin cepat pulang dan rebahan." gerutu Endang dan membuat Lira dan juga Safitri tertawa.


Kriiiing


Telepon di meja lira berdering sangat keras yang menandakan kalo ada panggilan dari sang bos.


"Lira cepat masuk sekarang." perintah liyon pada lira begitu lira mengangkat teleponnya.


"Siapa, Bos?" tanya Endang dan lira mengangguk.


"Ada yang bisa saya bantu Bos?" tanya lira begitu dia masuk kedalam ruangan liyon.


"Iya kemarilah." perintah liyon dan lira berjalan serta berhenti dan berdiri didepan meja liyon.


"Kenapa jauh sekali, kemarilah lebih mendekat lagi" pinta liyon dan lira pun menurut.


"Aku ingin kamu melakukan pijat karena aku merasakan lelah." ucap liyon, lira membelalakkan matanya terkejud namun dia tetap melakukan perintah liyon dengan memijat bahu liyon.


"Agak kebawah, bukan kebawah situ tapi kebawah depan di sini." liyon menunjuk pada dadanya.


"Apa sih maunya orang ini" gumam lira dalam hati.


"Apa kau tak bisa memijat sayang? Haruskan aku beri contoh?" tanya liyon berdiri dan meminta lira duduk di kursinya.


"Memijat itu seperti ini." ucap liyon menekan bahu lira dengan lembut.


"Yah aku kan tadi juga memijat seperti itu pada mu.!" kesal lira sambil mendongak menatap liyon.


"Hem." liyon tersenyum dan langsung meraup bibir lira dari belakang dan menahan dagu lira agar dia tak bisa bergerak.


"Uhm," suara yang keluar dari lira.


Liyon memperdalam permainannya dengan bibir lira dan mengapsen seluruh gigi lira yang berbaris rapi serta memainkan lidah lira, awalnya lira tak mau membalas namun kelamaan lira pun merespon permainan lidah liyon hingga mereka saling berperang lidah, dan tiba tiba saja tangan liyon bertengger didada lira serta membirinya stimulasi.


"Liyon.!" lira mengakhiri perang lidah mereka karena tersadar kalo aksinya liyon dibiarkan maka liyon bisa kemana mana.


"Hem, kamu sangat cantik hari ini sayangku. Kenapa sih kamu bisa begitu menawan? Membuat aku tak bisa lepas dari mu walau sedikit saja." goda liyon pada lira

__ADS_1


"Ya ya aku tau kalo aku memang menawan." jawab lira ketus karena dia berusaha mempertahankan kenormalanya, yang sebenarnya dia mulai terbuai dengan godaan dan permainan dari c*uman liyon yang dalam, namun lira masih berusaha mempertahankan akal sehatnya agar tak tergoda dengan godaan dari sang bos.


__ADS_2