Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Rasa rindu yang menyakitkan


__ADS_3

6 Tahun kemudian.


Disebuah sudut kota di bagian barat Singapura, yang dibatasi oleh Pan Island Expressway di sebelah selatan dan Bukit Batok Road di sebelah Barat dan Utara, serta Bukit Gombak bagian dari Jalur Utara dan Selatan. Berada dikawasan residensial yang merupakan perumahan terpadat di Singapura, hidup seorang anak kecil dan wanita yang rajin berolah raga setiap pagi. Mereka terlihat selalu bahagian sepanjang hari, dan anak kecil yang dingin pada orang yang tak dikenalnya namun begitu manis dan manja pada mama dan orang - orang yang dia kenal.


"Mama..!" teriak seorang anak kecil yang berlari mengejar seorang wanita dipagi hari.


Pagi itu sangat indah dan suasana perbukitan juga terasa sangat sejuk, 2 orang itu sedang berlari pagi dengan bahagia menghabiskan waktu akhir pekan yang menenangkan bersama.


"Rentangkan kedua tangan mu Ferdi." perintah wanita itu dan menghirup udara segar pegunungan.


Pluk


"Aku tak mau karena capek." keluh bocah kecil itu nemplok pada kaki mamanya.


"Jangan jadi orang lemah dan manja ya." wanita itu mencubit pipi gembul dari bocah manis itu dengan gemas.


"Aduh sakit mama." keluh bocah itu memanyunkan bibirnya dan menggosok pipinya dicubit oleh mamanya.


"Lira.!" teriak seorang pria yang mengejar mereka dan terlihat ngos - ngosan.


"Om Rian..! Kenapa lelet Solih jadi cowok gak ada jantannya." teriak Ferdi dan lari menghambur pada Rian.


"Oi,,,jagoan Om, Om capek mengejar kalian yang lari begitu cepat. Ayo kita ke pusat kota habis ini." ajak Rian dan menggendong Ferdi.


"Ya...!" teriak Ferdi dengan sangat riang.


"Jangan manjakan di terus." pinta lira pada Rian.


"Hahaha. Tak apa aku suka." jawab Rian riang, dan mereka kembali turun gunung untuk pulang.


Ya setelah pulang lari pagi dan siap - siap Rian dan Ferdinan pergi de sebuah mol untuk main di timezone, banyak yang merhatiin Ferdi karena perawakan dan parasnya yang dingin diusianya yang masih 5 tahun itu membuat banyak para ibu merasa gemas dan ingin memeluknya. Garis wajah yang tegas dan tatapan mata yang tajam merupakan ciri khas dari seorang Ferdinan Putra.

__ADS_1


Ferdinan sedang duduk di bangku dengan tatapan kosong setelah dia mengawasi seorang anak seusia dia yang sedang bermain dengan papanya, dalam lubuk hati Ferdinan yang terdalam dia merindukan sang papa namun dia tak mau menyinggungnya didepan sang mama, karena dia tak ingin membuat mamanya sedih.



"Papa, dimanakah dirimu? Aku sangat merindukan mu, tapi aku juga tak mau membuat mama sedih dan sakit." gumam Ferdi liri.


"Kalau aku tanya soal dirimu sama mama maka mama akan menangis seperti waktu itu." sambungnya mengingat waktu kejadian saat usianya 3 tahun, dia menangis menanyakan soal papanya, dan lira ikut menangis dengan sedih sambil memeluk dirinya sangat erat, serta berkali - kali mengucapkan kata maaf padanya. Mengingat kejadian itu membuat Ferdi takut dan kasian untuk bertanya pada mamanya soal sang papa yang dia rindukan sosoknya.


"Ferdi ayo kita main lagi." ajak Rian yang melihat Ferdinan sedih setelah dia kembali dari membelikan minuman untuk Ferdi.


Mereka pun bermain dengan sangat seru setelahnya, Rian berusaha mengalihkan perhatian Ferdinan pada anak - anak sekitar yang sedang bermain dengan papa mereka masing - masing.


Setelah puas bermain Rian membawah Ferdi kesebuah restoran di mol itu untuk makan siang setelah itu mereka pulang kerumah karena hari sudah menunjukkan pukul 2 siang, dan rian harus rapat di jam 3.


"Mama lihatlah aku memenangkan banyak permainan dengan Om Rian." teriak Ferdi lari menunjukkan banyaknya mainan yang dia dapat dari sebuah permainan pada lira saat sampai di rumah.


"Oh benarkah? Kalau begitu lepas bajumu dan pergi mandi." perintah lira setelah mengecup pipi putranya itu.


"Aku pergi dulu ya lira." pamit Rian setelah mengantarkan Ferdi.


"Tidak makan dulu?" tanya lira yang merasa sungkan pada Rian.


"Lain kali saja, karena aku ada rapat yamg harus aku datangi." tolak Rian dengan senyum khasnya.


"Oh iya Lira, pikirkan lagi tawaran untuk pindah ke Indonesia dan naik jabatan, karena kamu sudah lama bekerja dan juga kinerja mu sangat baik." pinta Rian pada Lira.


"Iya akan aku pikirkan lagi." jawab lira.


*


Keesokan paginya Ferdi yang ikut pergi kerja disebuah hotel telah membuat kegaduhan dengan salah satu anak pengunjung yang datang untuk bermalam di hotel itu. Ferdi yang merupakan anak yang sudah mulai pandai membaca dan menulis karena lira selalu mengajari dia setiap malam membuat Ferdi lebih unggul dari anak sebayanya.

__ADS_1


Bruk.


"Kyaaaa.!"


Pyar.


Ferdi ambruk dan menabrak seorang pengunjung yang sedang membawah sebuah hiasan terbuat dari kaca. Dan karena ditabrak oleh Ferdi barang itu pun hancur.


Pengunjung itu merasa tak terima dan meminta ganti rugi pada orang tua Ferdi karena sudah merusakkan barangnya. Ferdi mencobak menjelaskan dan meminta maaf pada pengunjung itu, namun dia menganggap Ferdi hanyalah seorang anak kecil dan dia terus saja memarahi ferdi.


"Bibi kalau bibi tak percaya sama aku bibi bisa cek dari cctv, nanti dari situ akan bisa diketahui kalau aku ditabrak bukan karena sengaja menabrak bibi. Jadi aku gak mau ganti rugi." bela Ferdi pada pengunjung itu.


"Maaf ibu apa yang terjadi dan kenapa anda terlihat sangat marah?" tanya Lira pada pengunjung itu setelah dia dikasih tau oleh temannya kalau Ferdi sedang dimarah - marahi oleh seorang pengunjung.


"Anak ini telah menabrak saya dan merusakkan hiasan yang sudah saya beli dengan sangat mahal." jelas pengunjung itu dengan emosi.


"Katakan nak apa yang telah terjadi?" tanya lira pada anak Ferdi dengan lembut.


"Aku tak sengaja menabraknya laren aku ditabrak oleh anak itu." kata Ferdi menunjuk pada anak pengunjung itu. Namun pengunjung itu bersih keras kalau anaknya tak melakukan apa pun dan Ferdi lah yang tiba - tiba menabrak dia.


Lira membawah pengunjung itu keruang cctv dan terlihat dengan jelas dari rekaman itu kalau anak dari pengunjung itu berlari kencang Lalau menabrak Ferdi, sehingga Ferdi kehilangan keseimbangan dan menabrak pengunjung itu sehingga barang bawahannya jatuh.


"Dari rekaman itu menunjukkan bahwa anak andalah yang telah menabrak anak saya, jadi jika anda ingin meminta ganti rugi pada daya anda salah karena itu bukan tanggung jawab saya." jelas lira dan orang sekitar yang ikut melihat rekaman itu pun membenarkan apa yang dikatakan oleh lira.


Setelah itu pengunjung itu pun tak bisa apa - apa lagi, dan dia tak memaksa untuk minta ganti rugi lagi. Dengan kesal pengunjung itu pergi dari ruang pantau cctv.


"Papa, andai saja papa ada di sini mungkin mama tidak akan dimarahi gara - gara aku. Ferdi rindu papa, dimanakah papa berada? Tidakkah papa rindu pada kami, pada ku dan juga mama? Kenapa papa meninggalkan kami?" gumam Ferdi dalam hati dengan sedih dalam gendongan lira berjalan ke ruang istirahat.


Disisi lain di Indonesia ada seseorang yang sedang mengalami dilema dan kesulitan untuk fokus pada pekerjaannya karena tiba - tiba merasakan rasa sesak yang amat sangat karena merindukan sesuatu yang tak dia ketahui apa.


"Liyon kenapa dari tadi bengong kayak orang linglung." tanya Brayen yang sedang menemani liyon minum.

__ADS_1


"Hem, entahlah kenapa aku tiba - tiba merasakan sesuatu yang hilang dari diriku dan rindu pada sesuatu namun tak tau apa." jawab liyon dengan bingung.


__ADS_2