Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Liyon dan Lira


__ADS_3

"Mama mau minum" teriak Ferdi pada Lira yang mengawasinya.


"Kamu capek? Keluarlah istirahat dulu." Lira mendekat dan memberikan minum pada Ferdi.


"Kenapa dari tadi kamu seperti sedang berusaha untuk menjauhkan dia dari ku, kau takut tertarik pada ku?" tanya Liyon yang mendekatkan wajahnya pada Lira dan memainkan rambut Lira.


"Jangan bicara sembarangan." Lira menepis tangan Liyon


Setelah mengajari Ferdi Liyon turun dan dia main basket bersama dengan Farid dan juga beberapa anak buah dari Lean. Sorak Sorai dari para wanita menghiasi ruangan itu, banyak dari mereka mengagumi permainan Liyon sehingga mau tak mau membuat Lira juga ikut melihat.


"Wah Om Li hebat ya Ma, permainannya sangat luar biasa gerakannya juga lincah." Ferdi terus saja memuji Liyon dihadapan Mama-nya.


"Ya Om Satria jauh lebih hebat kamu belum pernah melihatnya main kan? Nanti kalau di rumah mainlah kamu pasti akan terpukau sama permainannya." elak Lira yang tak mau mengakui permainan Liyon yang bagus.


Srak


Liyon yang mulai merasa gerah melepas kaosnya dan menampakkan lekuk tubuhnya yang berotot sehingga hal itu membuat semua wanita yang ada ditempat itu merasa terpukau dan tertarik dengan Liyon, hingga membuat para pasangan dari para wanita itu merasa kesal dan cemburu.


"Liyon apa yang kau lakukan hah?! Apa kau ingin pamer pada semua orang yang ada di sini, kau membuat semua orang jadi bertengkar dengan pasangan mereka." kesal Lira yang tanpa disadarinya mendekati Liyon dan melemparkan handuk pada Liyon.


"Heh, kenapa jadi aku yang salah. Itu kan salah mereka sendiri kenapa masih saja merasa tertatik pada pasangan orang lain." jawab Liyon dengan merangkul pinggang Lira dan menggelengkan kepalanya sehingga rambutnya yang basah dengan keringat jatuh mengenai wajah Lira.


"Liyon hentikan kau jorok!" teriak Lira mendorong tubuh Liyon menjauh.


"Wahahaha." Liyon terbahak melihat reaksi Lira.


Dan adegan itu membuat Rian merasa kesal serta marah, karena dengan tidak sengaja Liyon mendekati wanita pasangannya.


"Tuan Rian ada apa ini? Apakah anda akan membiarkan saja si Liyon mendekati pasangan anda, walau bagaimana pun nona Ani adalah wanita yang datang bersama dengan anda kemari tapi kenapa kok kelihatannya justru anda terlihat seperti pelayan yang mengantarkan wanita pasangan Liyon ya." ucap Santo mengompori Rian yang sudah terlihat panas karena ulah Liyon yang terus saja mendekati Lira.


Dengan langkah lebar Rian berjalan mendekati Lira dan Liyon yang terlihat sangat dekat. Dan tanpa pikir panjang dengan cepat Rian menarik Lira menjauh dari Liyon dengan paksa.


"Rian kenapa?" Lira menarik tangannya dan menatap bingung pada Rian.


"Lira ingat lah kamu datang kesini itu bersama dengan ku dan menjadi pasanganku, kenapa kamu justru terlihat begitu dekat dengan pria lain di sini." ucap Rian yang terlihat kesal.


"Kenapa kamu jadi terlihat seperti wanita nakal yang suka mendekati pria saat mereka menunjukkan tubuhnya, jangan membuat aku malu dengan perbuatan mu itu karena di sini mereka taunya kamu adalah pasanganku bukan Liyon." sambung rian lagi dengan tatapan kesal pada Lira.


"Apa maksud dari perkataan mu itu, dan kenapa kamu jadi aneh serta membatasi aku seperti ini, aku gak suka dengan caramu dan lagi aku bukan siapa - siapa kamu" jawab Lira dengan kesal dan meninggalkan Rian.


"Lira dengarkan aku dulu, aku tidak bermaksud seperti itu." Rian menahan tangan Rian.


"Lepaskan sebelum aku habis kesabaran." Lira menatap tajam pada Rian.


"Satu lagi jangan pernah menganggap aku seperti wanita murahan lainnya." ucap Lira dan Rian sadar dengan ucapannya barusan.

__ADS_1


"Ferdi bangun Mama mandikan kamu." ucap Lira dan Ferdi langsung bangun.


"Ah sial, kenapa aku bisa kelepasan bicara seperti itu sih. Rian apa kau ini begok." gerutu Rian dalam hati yang melihat Lira berjalan kearah kamar mandi.


Liyon yang melihat itu tersenyum dan dia sudah ganti dengan kaos yang bersih lagi untuk ikut main lagi dengan tenis bersama dengan tuan Haris dan juga Lean.


"Kau tak melihat nona Lira Liyon?" tanya Lean yang melihat Liyon biasa saja.


"Untuk apa, dia jika sedang marah jangan sampai berani mendekat kalau tak mau dihajar olehnya." jawab Liyon tersenyum.


"Mama, kenapa Mama marah sama Om Rian? Apa Om Rian bikin Mama kesal?" tanya Ferdi pada Lira saat sedang dimandikan.


"Iya Mama sedang marah sama Om Rian, ayo setelah ini kita pulang karena nanti sore nenek dan kakek akan kembali lagi ke kampung halaman." jelas Lira dengan lembut pada Ferdi.


Setelah dari kamar mandi Lira berjalan dan memakaikan baju dalam yang sama pada Ferdi, serta hanya memakaikan jaket saja pada Ferdi karena dia tak membawahkan baju ganti, karena saat berangkat Rian tak bilang kalau mereka mau ke gedung olah raga.


"Mama ini tak enak karena basah, Ferdi tak suka ini terasa tak nyaman." Ferdi mengeluh karena dia menggunakan lagi baju dalaman yang tadi.


"Ferdi ayo beli baju dulu." ajak Rian saat dia tau Lira dan Ferdi keluar dari kamar mandi dan Ferdi terlihat merajuk.


"Tidak usah Rian," tolak Lira "sudah kamu jangan merajuk begitu anak cowok tak boleh ngambek." Lira berkata dengan lembut pada Ferdi namun Ferdi sudah takut karena walau nada Lira lembut tapi kalau namanya tak disebut itu artinya Mama-nya sedang marah.


"Tidak usah Om Rian Ferdi pakai ini saja." jawab Ferdi yang terlihat mau menangis.


Sementara Liyon yang mengawasi dari jauh merasa kasian sama jagoan kecilnya yang terlihat seperti tersiksa.


"Aduh." keluh Liyon yang mendapatkan lemparan bola tenis dari tuan Haris.


"Hei kenapa kau melamun." teriak tuan Haris yang merasa senang karena berhasil memukul Liyon walau secara tak sengaja.


"Aku Off dulu." Liyon meninggalkan permainan ditengah -btemgah permainan.


"Lira jangan terlalu keras, Ferdi pasti merasa tak nyaman setelah selesai mandi dia masih menggunakan dalaman yang sama." ucap Rian pada Lira yang masih terlihat kesal dan marah pada dirinya, dan tak mendemgarkan Rian bicara, terus mengemasi baju Ferdi.


"Hai Boy, mana senyumnya jagoan ku." ucap Liyon yang mendekat pada Lira dan melihat Ferdi duduk disampingnya dengan tak nyaman.


"Huwaaaa. Pa, eh Om Li Ferdi gak mau pakai baju yang sama risih." adu Ferdi seketika dengan tangais yang kencang pada Liyon


"Hahaha, kemarilah." Liyon tertawa melihat wajah putranya yang tersiksa karena ulah Lira


Ferdi meninggalkan Lira dan lari kearah Liyon dengan posisi hanya mengenakan baju dalaman saja dan jaket, tangis Ferdi semakin kencang lagi saat Liyon mendekapnya dan mengotori tubuh Ferdi dengan keringat Liyon.


"Gak mau, kenapa Om mengusapkan keringatnya pada Ferdi.!" kesal ferdi dan mendorong wajah Liyon menjauh dari wajahnya.


"Mau terus menggunakan baju yang sama atau mandi lagi sama Om?" tanya Liyon yang melihat Ferdi kesal padanya.

__ADS_1


"Mandi lagi, hiks." Ferdi menjawab dengan terisak.


Liyon membawah Ferdi kembali masuk kedalam kamar mandi lagi dan mereka membersihkan tubuh mereka di pemandian khusus untuk para cowok. Dan setelah selesai Liyon menghubungi Gali untuk datang membawakan baju ganti Ferdi dan juga dirinya sendiri.


30 menit kemudian Gali sampai setelah bicara sama Farid Gali menuju ke ruang ganti cowok dan keluar dari sana bersama dengan Liyon dan juga Ferdi yang sudah ganti dengan baju bersih yang baru.


Sementara semua orang yang melihat adegan itu mulai berkasak kusuk membahas soal hubungan Liyon dan Lira serta Ferdi. Mereka semua yang melihat sedang mempertanyakan ada hubungan apa antara Lira dan Liyon karena seorang Liyon yang selalu dingin serta tak peduli dengan urusan orang lain apa lagi seorang wanita tiba - tiba saja begitu peduli dan juga terlihat sangat dekat dengan Lira dan putranya.


"Ferdi." panggil Lira, namun dengan cepat Ferdi masuk kedalam pelukan Liyon seolah dia sedang menghindari Mama-nya dan tak mau sama Mama-nya.


"Ayo kita pulang." ucap Lira lagi dan berusaha mengambil Ferdi dari pelukan Liyon.


Liyon tersenyum tipis lalu menepis tangan Lira, "jika mau, rebut dia dari ku." ucap Liyon dan berjalan melewati Lira.


Greb


Lira menahan bahu Liyon namun dengan cepat Liyon memutar tubuhnya dan menatap Lira sambil tersenyum dengan posisi masih menggendong Ferdi.


"Tolong Tuan jangan mempersulit saya, berikan putra saya." ucap Lira yang mulai terlihat semakin kesal.


"Dia tak mau dengan mu tuh." jawab Liyon mengejek Lira.


"Ferdi ikut Mama pulang sekarang." ajak Lira yang terlihat marah dan Ferdi semakin takut pada Mama-nya.


"Sudah ku bilang jangan menakutinya." ucap Liyon dan berbalik.


Lira yang berusaha merebut putranya dari Liyon pun akhirnya terjadi perkelahian antara Liyon dan Lira. Dan ulah mereka membuat semua orang yang ada di gedung olah raga itu menghentikan aktifitas mereka dan menyaksikan aksi Liyon dan Lira.


Sementara Lira yang berusaha mendapatkan Ferdi dari tangan Liyon, membuat Rian merasa kesal dan maju ingin membantu Lira namun ditahan oleh Farid dan juga Gali.


"Sebaiknya tuan jangan ikut campur jika tak ingin mempermalukan diri sendiri." cegah Gali pada Rian.


"Wah aku tak tau kalau mereka adalah pasangan yang serasi." gumam Lean yang melihat aksi Lira melawan Liyon.


"Kanan sayang." ucap Liyon dan Ferdi menepis tangan Mama-nya dengan tangan yang satunya dan tangan yang lain melingkar pada leher Liyon.


"Ferdi." Lira mulai kesal pada putranya karena dia begitu terlihat serasi gerakannya dengan Liyon.


"Mama jangan memukulku, aku tak akan nakal lagi." ucap Ferdi yang masih erat memeluk Liyon.


Greb


Liyon berhasil menangkap Lira dan menghimpit tubuh Lira dan menekannya didinding, "Kau bau asem sayang." bisik Liyon dan Lira melayangkan tangannya tapi Liyon sudah dengan cepat menghindar.


"Kau ingin aku mencium mu di sini." ucap Liyon dan dengan cepat Lira berhenti tak melawan lagi, karena Lira sadar kemampuan Liyon sudah lebih dari dirinya dan lebih hebat dari yang dulu.

__ADS_1


Melihat itu Liyon tersenyum menatap Lira yang mulai jinak dan tak melawan lagi, "Ikuti aku kita pulang." ucap Liyon membawah Ferdi dilehernya dan menggandeng tangan lira dengan satu tangan lainnya menahan Ferdi.


__ADS_2