Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Wanita pengganggu


__ADS_3

Setelah kembali dari toilet lira menemui teman temannya dan meminta ijin untuk pulang lebih dulu dengan alasan kalo adiknya menyuruhnya untuk segera pulang.


"Memang ada apa dengan adikmu Lir?" tanya Yanuar yang merasa aneh, karena biasanya walo sampai malam adik lira tak pernah menyuruhnya pulang.


"Tidak tau makanya aku jadi kepikiran." jelas lira untuk menutupi kebohongannya.


"Oh itu sebabnya tadi didalam toilet kamu terkejud dan terpeleset ya Lir." sambung Endang yang tau kejadian waktu didalam toilet.


"Hahaha iya." lira menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal.


"Kalo begitu aku antar, kaki kamu pasti sakit atau terkilir." tawar Aditya dengan melihat lira khawatir.


"Tidak, tidak terima kasih aku duluan ya. Daaah semua." ucap lira langsung berjalan dengan langkah yang lebar takut liyon marah.


Sesampainya dipintu keluar lira celingukan mencari liyon yang tak terlihat dimana pun, lira semakin panik karena dia takut akan membuat liyon kecewa pada dirinya.



"kemana orangnya? Katanya di pintu keluar mol, apa bukan pintu keluar yang ini. Aku telpon saja dulu." lira membuka tasnya hendak mengambil hanponnya untuk menghubungi liyon.


Grab


"Ini aku." bisik liyon saat dia memeluk lira dari belakang.


"Ayo aku antar pulang sudah malam." liyon menarik tangan lira.


"Bagaimana rasanya terpeleset didalam toilet apakah itu sakit? Atau kaki kakak terkilir? Kakak benar benar tak pandai bohong ya." ledek liyon saat mereka sudah dalam perjalan pulang didalam mobil dan liyon tertawa terbahak.


"Jangan meledek ini gara gara kamu, kenapa kamu mengikuti aku bukankah sudah aku bilang kalo aku pergi bareng teman teman ku dan gak kemana mana." lira merajuk karena dia masih ingin main bareng yang lain.


"Kenapa, biar bisa saling peluk dan juga gandengan tangan dengan pria lain begitu?" tanya liyon dengan nada sinis.


"Itu kan biasa dalam bertemanan dan aku juga begitu sama gali dan juga yang lainnya." bela lira dan itu membuat liyon jadi makin tak suka.


"Mulai sekarang tidak boleh sama pria mana pun tanpa terkecuali, hanya boleh begitu sama aku saja. Mengerti.!?" liyon marah pada lira karena dia tak bisa membayangkan bagaimana lira akrab dan bergandengan serta pelukan sama pria lain.


Lira tertawa terbahak melihat wajah liyon yang terlihat seolah ingin memakan orang. Dan dengan kesal liyon menarik tangan lira lalu meraup bibir lira dengan kesal setelah dia menepikan mobilnya, liyon tak memberi lira kesempatan untuk mengambil oksigen karena liyon melakukannya dengan sangat dalam dan juga menuntut.


"Hah hah hah, apa ka - mu mau mem - bu - nuh ku." kalimat lira terputus putus karena dia bicara sambil terengah engah untuk menghirup oksigen sebanyak mungkin kedalam paruh paruhnya.


"Manamungkin aku tega melakukan itu pada wanita yang sangat aku cintai di dunia ini, hem." liyon mengusap pipi lira dan ibu jarinya membelai bibir lira yang terlihat bengkak karena liyon menghisapnya terlalu kuat.


"Itu adalah hukuman untuk kakak, dan jika kakak melakukan hal yang tak ku sukai lagi makan kakak harus bersiap - siap karena hukumannya akan lebih dari ini." bisik liyon sambil membelai dada lira yang masih tertutup rapat dengan bajunya.


"Hentikan, tangan mu ada dimana?!" kesal lira menepis tangan liyon.


"Kenapa? Dia kan ada diatas miliknya dan itu adalah milik ku Squishy ku, milik ku dan hanya bisa dimainkan oleh ku seorang."


Cup


Bisik liyon dan mengecup sekilas pipi lira lalu melajukan lagi mobilnya menuju rumah lira, karena waktu juga sudah menunjukkan pukul 10 malam. Liyon menyetir sambil menggenggam tangan lira dan menyelipkan jari jarinya diantara jari tangan lira.


Wajah lira memerah dan jantungnya berdetak sangat cepat karena ucapan liyon yang membuat dia mau dan teringat akan permainannya dengan liyon yang dulu - dulu dan liyon sangat suka memainkan daerah dadanya.

__ADS_1


"Istirahatlah kak, besok aku akan menjemput kakak." liyon nyuruh lira cepat istirahat dan mangecup punggung tangan lira.


"Iya terima kasih, kamu hati hati di jalan. Dan cepat istirahat juga." lira keluar dari mobil liyon dan masuk kedalam rumahnya dengan hati yang berbunga - bunga.


Brrrt


"Ya Rid ada apa?" liyon menerima panggilan telpon dari Farid dalam perjalanan pulang ke rumahnya.


"Maaf bos di rumah sekarang ada nyonya dan juga tuan besar yang sedang menunggu bos pulang." jelas Farid dari balik telpon.


"Ok aku dalam perjalanan pulang sekarang." jelas liyon lalu mematikan panggilannya.


Liyon melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan dia berfikir kenapa dan ada apa kok mama dan juga papanya datang bersamaan, karena biasanya kalo lagi ada masalah mereka akan menghubungi liyon agar datang ke rumah mereka.


...🍂🍂🍂...


"Ma, Pa ada apa kalian datang ke rumah liyon ini. Apa ada masalah?" liyon langsung bertanya begitu dia sampai dan menemui orang tuanya di dalam rumah.


"Apakah untuk datang ke rumah anaknya orang tua harus ada masalah." ketus mama liyon


"Tidak, liyon hanya merasa terkejud saja. Kenapa pa katakan pada liyon." liyon duduk di sofa depan papanya, sementara mamanya sedang sibuk di dapur sama art liyon.


"Haaaah." papa liyon menghela nafas dalam sebelum mengatakan sesuatu.


"Liyon sebenarnya papa tak setuju dengan ide ini, namun mamamu bersih keras..." kalimat papa liyon tertahan sebentar, "Ada yang mengajukan lamaran bisnis dan dia ingin bergabung dengan perusahaan kita juga ingin menjodohkan putrinya dengan mu." jelas papa liyon.


Liyon tersenyum karena merasa lucu, "Apa sekarang masih ada hal seperti itu pa? Mereka ingin menyogok dengan menyerahkan seorang wanita sebagai umpan, lucu sekali. Kalo tak punya kemampuan seharusnya jangan berbisnis." jawab liyon sedikit mengejek.


"Putrinya sangat menyukai mu dan karena itu dia mengajukan ide itu." sambung mama liyon yang berjalan dari arah dapur dengan membawah camilan yang dari tadi di buat dan jus buah naga.


"Liyon mama ingin cepat punya cucu ya kan pa? Kamu kan tau kakak ipar mu habis keguguran dan dokter menyatakan kalo kandungannya lemah, dia sudah 2 kali keguguran dan mama tak mau memaksa dia lagi, jadi mama ingin itu dari kamu." jelas mama liyon pada liyon.


"Jadi mama melakukan itu semua hanya untuk mendapatkan seorang cucu?" liyon tersenyum karena dia tak habis pikir dengan berfikir mamanya yang kadang suka memaksakan keadaan.


"Apa salahnya itu, kamu kan juga anak mama jadi wajar dong kalo mama ingin cucu dari kamu. Pokoknya besok kamu harus ketemuan sama orang itu, dia adalah wanita yang baik dan juga cantik jadi mama yakin kalo kamu pasti suka sama dia." mama liyon bersih keras ingin menerima perjodohan yang diajukan oleh pebisnis kenalan suaminya.


"Ma, semua itu tak bisa dilihat dari tampilan fisik. Walao fisiknya bagus kalo liyon tak nyaman juga percuma. Seperti mama saja, kalo mama tak nyaman sama papa apa mama bisa bahagia?" jelas liyon agar mamanya mengerti dan tak mengambil keputusan seenaknya.


"Sudahlah liyon kamu jangan mengalihkan pembicaraan kepada mama dan juga papa, pokonya besok kamu ketemu dulu sama orangnya titik. Mama gak mau tau." keras kepalanya mama liyon.


Liyon dan papanya menghela nafas dan saling pandang, papa liyon memberikan isyarat pada liyon agar liyon mengiyakan saja biar gak tambah panjang.


"Baiklah liyon akan menemui orang itu, tapi keputusan tetap ditangan liyon. Ok, begitu sudah bolehkan ma?" tanya liyon mengiyakan keinginan mamanya.


"Baiklah, asal kamu mau menemui dia dulu, mama yakin kamu pasti suka dengan orangnya, dia sangat cantik." mama liyon merasa senang dan juga tenang setelah liyon mau menemui orang itu.


"Baiklah papa mama silakan lanjutkan liyon mau mandi dan istirahat duluan." liyon mengecup kening mamanya dan pergi kelantai atas untuk masuk kedalam kamarnya.


Keesokan harinya sesuai dengan keinginan mamanya liyon pergi menemui orang yang dimaksudkan oleh mamanya setelah selesai makan siang. Liyon berangkat sendiri karena orang itu ingin ketemu sama liyon seorang diri dia tak mau ada orang lain karena dia malu.


"Ini benar benar aneh, dia banyak maunya." gerutu liyon saat dia tau kabar itu dari farid yang baru saja dihubungi oleh mama liyon karena nomor liyon tak bisa dihubungi.


"Bagaimana dengan nona lira bos? Haruskah aku mengatakan yang sebenarnya kalo anda ada pertemuan hari ini." tanya Farid karena lira dari pagi sudah sibuk dan tak sempat ketemu sama liyon sama sekali.

__ADS_1


"Tidak usah, aku tak mau mengganggu pikirannya." ucap liyon dan dia bersiap untuk pergi menemui orang itu.


Lira memang wanita yang mandiri dan tak pernah mempermasalahkan apa pun selama berhubungan dengan liyon, dia juga tak pernah meminta liyon untuk melakukan ini dan itu. Lira begitu percaya sama liyon dan perasaannya jadi dia tak pernah ambil pusing dengan maslah kecil apa pun. Itu juga yang membuat liyon jadi sangat nyaman dan semakin suka sama lira.


...🍂🍂🍂...


Didalam sebuah restoran yang ada di hotel ternama liyon melangkahkan kakinya masuk dan mencari orang yang ingin dia temui sesuai keinginan mamanya.


"Gadis berbaju merah, apa dia orangnya?" liyon melangkah mendekati seorang wanita sesuai dengan ciri ciri yang dikatakan oleh mamanya.


"Maaf dengan nona keluarga Suwarno." tanya liyon dari belakang wanita itu.


"Iya saya bos atau tuan Liyon." jawab yusnia berdiri menghadap liyon.


"Kau?" liyon menghadapi dan menatap yusnia dengan biasa.


"Senang bertemu dengan anda tuan liyon." sambung yusnia dengan senyuman yang dibuat semanis mungkin.


"Tak ku sangka kalo orang itu adalah dirimu. Katan apa yang ingin kau katakan karena aku tak bisa berlama lama di sini." tegas liyon dengan dingin.


"Kita makan dulu saja makanan di sini sangat enak." ajak yusnia dengan suara yang dibuat sangat manis.


"Tidak usah aku sudah selesai makan, sebaiknya kita selesaikan urusan kita." pinta liyon dengan sangat tidak sabar.


"Baiklah kalo begitu silakan tuan baca dulu isinya." ucap yusnia dengan senyuman tak biasa dan meletakkan sebuah map yang berisikan kertas - kertas yang menyatakan sebuah perjanjian.


"Wanita ini, dia pikir aku bodoh apa melakukan siasat seperti ini pada ku." gumam liyon dalam hati saat liyon membalik kertas kertas itu dan membaca isinya.


"Jika tuan setuju tuan bisa tanda tangan sekarang." yusnia mengeluarkan bolpoin dan menyerahkannya pada liyon.


"Hem, ini ada yang tak beres. Perasaanku saja atau memang benar - benar tak beres." suara hati liyon dan dia mulai tetsenyum tipis.


"Rupanya nona yusnia meremehkan saya sebagai seorang pebisnis ya.?" liyon menatap tajam pada yusnia yang duduk didepannya.


"Oh, kenapa tuan? Apa tuan merasa terganggu dengan semua syarat yang saya tulis didalam surat perjanjian itu?"


"Sebenarnya saya juga tak mau dan tak setuju dengan perjodohan ini, ya walau pun jujur saya memang sangat menyukai anda, namun saya tau kalo tuan sudah memiliki orang yang tuan sukai."


"Tapi apa tuan percaya kalo dia juga menyukai anda, wanita itu juga bermain dibelakang tuan, yakinlah tuan kalo dia juga tak begitu menyukai tuan."


Ucap yusnia yang seolah tau sesuatu dan liyon hanya menatapnya saja, dari awal apa yang dikatakan oleh yusnia seolah mengisyaratkan kalo dia tau dan memegang suatu informasi yang mungkin tak liyon ketahui.


"Tuan harusnya bisa memilih orang yang lebih pantas dan sederajat dengan tuan dan keluarga tuan."


"Ah aku lupa sekarang aku bukan lagi pegawai di kantor anda dan aku juga adalah orang yang sederajat dengan anda, jadi aku harus mengganti panggilan ku dan perlu bicara formal, aku hanya akan memanggil mu liyon saja."


Yusnia bicara panjang lebar dihadapan liyon dan liyon tak merespon sedikit pun dengan apa yang telah diocehkan oleh yusnia kepadanya.


"Kenapa liyon diam saja? Apakah liyon mulai mengerti dengan apa yang aku katakan?" tanya yusnia yang melihat seolah liyon berfikir.


Liyon tersenyum, "Apa kau pikir aku tak tau? Sepertinya kau meremehkan aku. Dengar aku tau apa permainan ini dan juga siasat mu" ucapan liyon sangat dingin sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Liyon apa maksud mu dengarkan aku dulu." yusnia mencegah agar liyon tak pergi dari hadapannya.

__ADS_1


"Diamlah dan satu lagi kau itu benar benar wanita pengganggu, jadi menyingkirkan dari hadapanku." liyon melangkah dan meninggalkan yusnia.


Yusnia seolah sedang merencanakan sesuatu terhadap liyon, dia mengawasi liyon dan diam diam mengikuti liyon yang berjalan semakin gontai, senyum yusnia mengembang melihat liyon yang melangkah dengan tertatih.


__ADS_2