
"Eh. A - apa yang kau lakukan?" lira terkejud saat tiba - tiba saja liyon mengangkat tubuh lira dan membawahnya ketempat tidur.
"Kenapa? Apa kakak masih yerauma.dan takut atas kejadian penculikan itu? Untung saja memar di bagian perut kakak tidak sampai mengenai organ dalam, jika tidak aku akan benar - benar membunuh orang yang sudah memukul kakak itu." ucap liyon sambil menyusupkan wajahnya dileher lira.
"Li - liyon ini adalah keadaan yang tak cocok setelah perundingan dan pembahasan yang baru saja kita lakukan, keadaan ini benar - benar tak cocok." lira memalingkan wajahnya yang mulai bersemi merah.
"Kak, tapi sudah lama menunggu cukup lama, hampir 2 bulan aku tak melihat kakak, aku sangat merindukan mu kak." liyon menyusupkan lagi wajahnya dileher lira dan memberikan beberapa tanpa kepemilikannya dengan penuh rasa sayang di sana.
"Kak boleh ya? Boleh ya? Kak..." liyon menatap lira dengan tatapan yang lembut.
"Ka - kalau mau itu ngapain pakek ijin, tak perlu ijin." jawab lira gugup karena sudah hampir 2 bulan liyon tak menyentuhnya.
"Baiklah, aku juga tak suka meminta ijin." liyon langsung menc*um bibir dengan sangat lembut dan juga dalam, memberikan sentuhan - sentuhan lembutnya dan rangsangan.
Liyon menjelajahi tubuh lira dan memberikan sentuhan lembutnya serta kecupannya disetiap disetiap bagian - bagian tubuh lira yang mengalami luka dari hasil penculikan.
Liyon melakukannya dengan sangat lembut dan tak ada pemaksaan, liyon juga tak melakukannya berulang kali, dia hanya melakukannya 2 kali dan menahan diri untuk tak memaksa lira melayaninya.
"Kau memang benar - benar candu ku ku kak, aku tak sabar ingin segerah menikah dengan mu." ucap liyon liri menatap lira yang terlelap dalam pelukannya.
Keesokan pagi semua orang sangat ramai dan kebisingan semua orang membuat tidur liyon terusik, karena mereka berisik didepan kamar liyon.
"Hem, ada apa kok ramai sekali." liyon bangun dan mendapati lira sudah tak ada didalam kamarnya, karena saat lira bangun di tengah malam lira meminta ijin liyon untuk kembali kedalam kamarnya sendiri.
"Bagaimana bisa kami tak memberikan ijin untuk itu, kamu bukan bagian dari pegawai kantor lagi, dan lagi kamu sudah sangat meresahkan semua orang." ucap banyak orang yang terdengar sedang bercek cok dengan seseorang.
"Kalian jangan kurang ajar ya, aku akan menjadi nyonya bos kalian semua, dan pada saat itu kalian adalah orang pertama yang akan ku pecat." teriak yusnia yang sudah datang dari pagi tapi tak bisa bertemu dengan liyon.
__ADS_1
"Rid ada apa?" tanya liyon pada Farid lewat panggilan telepon.
"Pancingan kita berhasil dan umpan sudah mulai kemakan." jawab Farid.
Pembicaraan dengan lira sebelumnya
"Aku ingin kakak tetap berada di sisi ku dan selalu percaya pada ku, karena aku tak bisa melepaskan kakak, aku tau aku egois tapi benar - benar tak bisa kalau harus pisah dengan kakak." jelas liyon.
"Tapi kalau memang harus seperti itu juga tak apa liyon." jawab lira ragu.
"Tidak aku tak mau, Aku tau semua akan membuat mereka menargetkan pada kakak. Aku akan memperketat lagi penjagaan aku harap kakak mau dan bersedia untuk menunggu ku." permintaan liyon degam sangat sungguh - sungguh.
"Satu lagi kak, aku ingin mendatangkan seseoramg ke sini bukan untuk menemaniku tapi untuk melihat reaksinya setelah melihat kakak, karena selama ini kabar kakak yang bsudah selamat dari penculikan belum diumumkan keluar hanya orang-orang kantor saja yang tau." jelas liyon dan lira menatap bingung.
"Maksud kamu siapa? Apakah dia orang yang ada hubungannya dengan penculikan ku waktu itu?" tanya lira penasaran degan orang itu.
"Hem, aku tak masalah dengan itu terserah kamu saja. Aku akan tetap berada di sisimu selama aku bisa dan mampu untuk bertahan." jawab lira yang membuat liyon takut dan dengan seketika liyon mengangkat tubuh lira.
Pada saat sekarang
"Nona yusnia, anda datang ke sini juga rupanya. Sungguh sangat kebetulan ya,apa kah anda ada urusan di sini?" tanya Farid pada yusnia yang terlihat sangat marah karena dipojokkan oleh beberapa pegawai yang tak menyukai yusnia dan yang pernah ditujukan karena perbuatan yusnia selama dia bekerja di kantor liyon dulu
"Farid, dengar aku datang karena di suruh sama Tante Li, dan aku datang sebagai tunangan liyon." jawab yusnia dengan sombong.
"Oh, begitu rupanya. Tapi maaf aku tak bisa memesankan kamar untuk mu silakan kau pesan sendiri kamar mu dan tolong jangan buat keributan di sini" ucapnfarid dan menyuruh yang lain bubar.
"Dasar bawahan tak sopan." gerutu yusnia dan dia pergi untuk reservasi kamar.
__ADS_1
"Aku harus sabar dan menunggu kesempatan untuk bisa mendekati liyon dan mewujudkan keinginanku." ucap yusnia saat dia melihat liyon sedang bersantai dengan para pegawainya.
"Aku akan mengbil hati liyon, aku yakin kalau didepan semua orang dia tak akan bisa mengusirku begitu saja." yusnia bertekad dan mulai melangkah mendekati liyon
"Liyon, aku datang karena disuruh oleh mama kamu dan aku tau kamu di sini mengadakan darma wisata." ucap yusnia saat dia sudah berdiri tepat disebelah liyon.
"Hem, bergabunglah dengan yang lain karena hari ini adalah hari terakhir kami semua di sini" jawab liyon tanpa melihat yusnia.
"Lira sebelah sini, teriak Endang yang sedang asik main bola voli pantai
"A - apa lira?!" ucap yusnia yang terlihat terkejud melihat lira baik - baik saja bahkan sedang main dengan sangat gembira.
"Tidak mungkin bagaimana mungkin itu bisa terjadi" gumam yusnia dalam hati, dan liyon yang memperhatikan yusnia tersenyum ringan.
"Baik, ayo tunjukkan pada ku siapa dalang dibalik penculikan Lira," suara hati liyon.
"Tidak aku tak boleh begini, akunharus terlihat wajar." suara hati yusnia.
"Liyon boleh kah aku duduk di sebelah mu?" tanya yusnia dengan centil.
"Bermainlah dengan yang lain, kamu harus bisa memperbaiki hubungan mu dengan mereka, karena kamu akan menjadi nyonya bos jika bisa nanti." ucap liyon dan itu membuat yusnia senang tanpa memperhatikan kalimay yang diucapkan oleh liyon.
"Baik aku akan mendekati mereka." jawab yusnia dan mendekat pada orang - orang yang sedang bersenang - senang.
"Semuanya bolehkah aku ikut bergabung? Dan aku minta maaf untuk ucapan ku yang tadi Pagi" ucap yusnia yang mendekat pada kumpulan para pegawai yang sedang bermain.
"Ngapain wanita Pengganggu kesenangan ini? Aku tak tau kenapa bos mengijinkannya bergabung." celetuk dari salah satu pegawai yang bisa didengar oleh yusnia.
__ADS_1
"Kalian para orang rendahan, kalau bukan karena aku ingin mengambil hati liyon aku tak akan sudih dekat - dekat dengan kalian semu." gumam yusnia dalam hati.