
Liyon dan Lira pun pergi mencari sarapan, setelah itu mereka menghabiskan waktu bersama dengan berjalan jalan di tugu monas dengan bergandengan tangan dan berbaur dengan banyak orang seperti pasangan lain yang sedang menghabiskan waktu bersama.
"Kakak tau tidak kalo aku sangat bahagia dan saking bahagianya aku hampir saja tak percaya kalo ini nyata. Bagaimana jika nanti aku menutup mata dan saat ku buka ternyata kakak tak ada dihadapan ku dan semua ini hanyalah mimpi belaka." jelas liyon sambil memeluk lira dari belakang menikmati pandangan dari atas tugu monas.
"Kamu tak sedang bermimpi, ini adalah kenyataan dan aku tak akan kemana mana aku akan selalu berada di sisimu. Aku menyukaimu." jawab lira dengan memegang tangan liyon yang memeluknya.
Liyon tersenyum mendengar ucapan lira, itu terasa bagai minuman yang memabukkan bagi liyon, "Aku lebih menyukai mu kak, bahkan sangat suka."
Cup
Liyon mengeratkan pelukannya dan mengecup kepala lira dengan penuh rasa sayang. Ya mereka sedang dimabuk cinta sehingga tak peduli lagi dengan banyaknya orang yang berlalu lalang, mereka tetap menunjukkan kasih sayang satu sama lain.
"Oh iya kamu pasti capek begitu datang langsung menemui aku, ayo sebaiknya kamu istirahat kita pulang saja karena kita akan ketemu lagi besok hari Senin." lira mengajak liyon untuk pulang karena lira merasa kasian melihat liyon yang seolah kurang tidur.
"Kakak ingin berpisah dari ku? Apa kakak sudah bosan bersama Ku?" liyon terlihat sedih dan manyun karena diajak lira pulang yang artinya mereka akan berpisah.
"Eh, tidak tidak bukan begitu maksud ku. Kamu terlihat sangat lelah jadi sebaiknya kamu istirahat biar besok kamu gak sakit, kan besok kita masih bisa ketemu di kantor." jelas lira dengan panik yang melihat raut wajah liyon berubah.
"Sama saja itu artinya kakak menyuruh ku berpisah dengan kakak, dan kakak pasti sudah bosan pada ku." liyon masih saja manyun dan sedih.
"Aduh ni orang susah dikasih tau ya, apa dia tak mau berpisah dengan ku dan ingin terus bersama dengan ku? Sebegitu sukanya dia dengan ku?" suara hati lira dan menatap liyon yang terlihat sedih.
"Baiklah bagaimana kalo kita lanjutkan percakapan kita di rumah saja? Dengan begitu kita bisa sambil istirahat." lira memeluk lengan liyon dengan tersenyum berusaha menghibur liyon yang terlihat sedih.
"Ayo aku temani kamu dan kita pergi kerumah kamu, jadi aku tidak perlu khawatir dengan mu yang terlihat lelah dan kurang tidur ini." ucap lira sambil memegang pipi liyon.
"Benarkah, kakak akan ke rumah ku?"
Cup cup
__ADS_1
Liyon terlihat sangat senang dan berkali kali mengecup tangan lira, lalu mereka pun meninggalkan monas dan menuju ke rumah liyon. Dalam perjalanan liyon tak lepas dari senyumnya dan juga tangannya yang menggenggam erat tangan lira.
Liyon terlihat sangat bahagia dan seolah dia tak rela melepaskan genggaman tangannya dari tangan lira. Melihat itu lira menjadi sangat senang dan merasa sangat dicintai dan disayangi dengan sangat banyak oleh liyon.
"Pergilah mandi dan ganti bajumu aku akan buatkan kamu minuman dingin." lira menyuruh liyon untuk mandi begitu sampai di rumah liyon, karena mereka telah jalan jalan sepanjang hari dari pagi hingga petang hari.
"Baiklah, nanti aku pesankan makanan pesan antar. Aku mandi dulu." ucap liyon berbalik badan, namun belum sampai ditangga liyon balik dan menatap lira.
"Apa?" tanya lira yang melihat seperti ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh liyon.
"Apakah kakak tak mau mandi bareng dengan ku?" tanya liyon dengan wajah polosnya.
"Jangan mengada ngada cepat mandi sana.!" bentak lira dengan kesal dan liyon tertawa lebar melihat wajah lira yang bersemu merah akibat ucapannya.
Tak lama setelah liyon mandi makanan pesan antar yang sudah dipesan oleh liyon pun datang. Lira menerima pesanan itu dari seorang wanita yang baru saja lira lihat setelah beberapa hari tak datang kerumah liyon.
"Terima kasih, tapi ongkosnya apa sudah diberikan? Tunggu sebentar." lira menghentikan orang itu karena dia penasaran dari mana orang itu masuk masuk kedalam rumah liyon dan juga kenapa dia masuk begitu saja.
"Bu Susi dia adalah lira." liyon mengenalkan lira pada Bu Susi dan Bu Susi pun tersenyum serta mengangguk menatap lira.
"Iya saya tau tuan muda, dia adalah wanita tuan muda. Saya senang melihat tuan muda bersemangat lagi, sepertinya kalian sudah berbaikan ya? Jangan bertengkar lagi. Silakan menikmati waktu kalian." Bu Susi memberi hormat pada liyon dan juga lira lalu berjalan ke belakang rumah meninggalkan mereka berdua.
Lira yang hanya bengong menatap Bu Susi merasa bingung dan bertanya bagaimana bisa Bu Susi bisa tau kalo dia adalah kekasih liyon sementara mereka baru saja jadian dan baru bertemu Hari ini.
"Kenapa kakak bengong? Ayo makan aku sudah lapar lagi." liyon menarik tangan lira yang terbengong dan bingung.
"Tunggu bagaimana Bu Susi tau kalo aku adalah kekasih mu? Aku saja baru bertemu dengan dia hari ini." tanya lira saat mereka sedang duduk di meja makan.
"Kakak tidak baru bertemu dengan mereka, tapi sejak kemaren kemaren sudah bertemu karena mereka sudah ada di sini selama 2 bulan." jawab liyon tersenyum sambil makan.
__ADS_1
"Eh, mereka sudah di sini sejak 2 bulan? Tapi mereka siapa? Bukannya hanya Bu Susi saja?" lira dibuat semakin bingung oleh liyon.
"Hem." liyon hanya menatap sekilas dan makan lagi.
"Kenapa kamu hanya Hem saja, jelaskan pada...Hum" kalimat lira terhenti karena liyon menyuapkan makanan kedalam mulut lira.
"Makan dulu Baby, nanti aku akan mengenalkan mu pada mereka." liyon berkata dengan tersenyum melihat wajah dan ekspresi lira yang lucu karena kaget tiba tiba disuapin makanan oleh liyon.
"Hem baiklah." lira pun berhenti bertanya dan memakan makanannya serta minum jus jeruk yang tadi dia buat.
"Ayo aku kenalkan kakak pada mereka, biar Meraka tau kalo kakak adalah wanita pilihanku dan milik ku yang paling berharga bagi ku." ucap liyon sambil bergelayut manja pada lira yang sedang mencuci piring bekas makan meraka tadi.
Sesuai dengan kata kata liyon yang ingin mengenalkan lira pada semua art yang ada di rumah itu sejak 2 bulan lalu. Mereka berjalan kesamping rumah untuk menuju halaman belakang rumah yang di sana ada 3 bangunan, satu adalah Gasebo sang taman bunga, satu lagi pafiliun yang ditempati oleh Farid dan yang satunya adalah tempat para art liyon yang ada sekitar 4 wanita termasuk Bu Susi.
"Tuan muda." sapa salah seorang dari wanita yang usianya tak jauh beda dengan lira.
"Halo semuanya aku hanya ingin mengenalkan kalian padanya, karena dia sangat terkejud saat mendapati Bu Susi tadi masuk ke rumah utama.x ucap liyon masuk kedalam rumah itu dan sudah ada bu Susi juga 3 wanita lainnya.
"Maafkan saya nona lira, ibu tidak bermaksud untuk mengagetkan kamu." ucap Bu Susi meminta maaf pada lira.
"Oh tidak tidak, buka begitu saya senang ada kalian semua. Setidaknya ada yang menjaga 2 orang pria yang tak pernah peduli dengan diri mereka. Aku hanya penasaran saja karena setiap kali kesini aku tak pernah melihat kalian semua." jelas lira dengan tersenyum ramah pada semuanya dan itu membuat mereka semua menyukai lira yang baik hati dan tidak semenah menah.
"Itu karena tuan Farid memerintahkan agar kami jangan mendekati kamar utama saat non lira datang." jawab bu Susi dan dianggukkin oleh ke 3 orang lainnya.
"Eh kenapa begitu?" lira sangat kaget dengan perintah Farid yang tak masuk akal.
"Supaya tak ada yang mengganggu kita berdua, dengan begitu aku bisa bebas melakukan apa saja. Aku suka jalan pikiran Farid." liyon berkata dengan memeluk mesrah lira dari belakang.
"Hei apa yang kau lakukan jangan begini." lira berusaha melepaskan pelukan liyon namun liyon malah mengangkat dan menggendong lira masuk kedalam rumah utama lagi.
__ADS_1
Bu Susi dan tiga orang yang melihat tingkah liyon tertawa terbahak dan merasa senang karena majikan mereka sudah tak lagi murung dan terlihat bahagia.
Hari itu merupakan hari Kebahagiaan liyon, karena dia telah mendapatkan apa yang selama ini sangat dia inginkan. Wanita yang dia cintai dalam diam selama 3 tahun, dan wanita yang telah dia jamah selama 1 tahun akhirnya telah resmi menjadi miliknya dengan pengakuan yang dilakukan oleh wanita itu secara langsung dan tak terduga oleh liyon.