Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Pergi ke pantai 2


__ADS_3

Malam itu semua orang sangat menikmati makan bersama dan juga permainan yang dimainkan dengan sangat meriah. Semuanya seolah tak ada batasan dan perbedaan.


"Bos apa bos mau ikut permainan katakan cinta?" tanya salah satu pegawai liyon dan liyon hanya tersenyum menggelengkan kepala.


"Ayo kita mulai permainannya silakan melangkah dan lari menuju orang yang akan kita tuju dan pikirkan dalam untuk mengatakan 3 kata cinta dalam bentuk dan versi masing - masing." teriak pegawai yang bertugas sebagai juri.


"Ayo mulai dan mari mulai ambil start." ucap juri.


Semua pemain mulai mengambil tempat mereka masing - masing dan menyiapkan kata cinta untuk orang yang mereka sukai dan game itu adalah kesempatan untuk menyatakan cinta. Jika yang diterima akan beruntung dan yang ditolak tidak apa - apa.


Banyak dari para pegawai yang ikut berpartisipasi memeriahkan permainan , termasuk mereka yang sudah berpacaran juga ikutan karena ingin memamerkan kemesraan didepan orang.


"Sayang I Love You" ucap Aditya kepada Endang dengan membawahkan setangkai mawar merah


"I Love Yup Too." jawab Endang menerima mawar merah yang dibawakan Aditya.


Prok prok prok.


Tepuk tangan semua orang dan seruan suara dari semua orang memberikan selamat untuk para pasangan yang bersatu, dan bagi mereka yang ditolak akan mendapatkan lemparan air dan tepung.


"Mereka terlihat begitu bahagia, sepertinya aku harus sering mengadakan acara seperti ini." ucap liyon yang melihat semua pegawainya berbahagia.


"Hem, bos benar." jawab Farid yang ada disebelahnya.


Malam semakin larut dan semua orang masih saja tak ada yang mau istirahat dan semakin bersemangat untuk melakukan permainan. Semuanya masih saja menikmati kebersamaan satu sama lain.


Liyon melihat lira sangat bahagia, dia berbincang dan bercanda dengan semua orang termasuk para pria yang mengelilinginya. Liyon ingin marah karena dia cemburu, tapi tak bisa karena tak ada yang tau hubungan mereka berdua selain orang terdekatnya saja.


"Lihatlah apa yang dia lakukan, tertawa bahagia begitu dengan pria lain." gumam liyon kesal.


"Mereka teman kerja wajar jika bercanda kan." jawab Farid dan langsung mendapat tatapan tajam dari liyon.

__ADS_1


"Aku hanya berpendapat saja, tapi menurutku lira memang harus sedikit menjaga jaraknya dengan pria lain." sambung farid setelah mendapatkan tatapan tajam dari liyon.


Liyon terus memperhatikan lira dan semua gerak gerik lira. Dan tanpa sadar liyon merasa kesal dengan para pria yang mengerumuni lira dan yang mengajak lira bercanda.


Liyon langsung berdiri mengikuti lira begitu dia melihat lira berdiri dan berjalan menjauhi semua orang dan beranjak menuju ke pantai seorang diri.


"Kenapa kamu tak ikut dengan mereka untuk bermain Hem?" liyon memeluk lira dari belakang saat dia melihat lira berjalan kearah pantai.


"Eh, tidak. Lepaskan nanti ada yang lihat." lira melepaskan pelukan tangan liyon.


"Kenapa selalu begitu, aku kan ingin juga mesra - mesraan dengan kakak seperti yang lain." liyon berkata dengan manyun.


"Tapi aku tak mau ada yang tau soal kita." ucap lira yang berdiri agak jau dari liyon.


"Lira.!" liyon menghela nafas dalam menatap lira yang begitu dekat dengannya namun tak bisa dijangkau nya.


"Baiklah aku mau kembali pada yang lainnya lagi." ucap lira dan berjalan balik mau meninggalkan liyon.


"Apakah kamu ingin menghindari ku? Waktu dikamar tadi juga begitu." liyon berkata dengan kesal.


"Liyon jangan begini." lira berusaha ingin melepaskan diri dari liyon, tapi liyon malah semakin mempererat pelukannya.


"Liyon." lira mendorong tubuh liyon agar menjauh darinya.


"Tak bisakah, tak bisakah kita tenang sebentar saja. Aku sangat merindukan mu." ucap liyon yang masih memeluk lira degan erat.


Mendengar kalimat liyon lira pun berhenti berkontak dan membiarkan liyon memeluk tubuhnya sampai puas. Dan lira membalas pelukan liyon serta menepuk - nepuk punggung liyon seolah sedang menenangkan liyon.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kakak, bisakah kakak ikut dengan ku sebentar?" ajak liyon tiba - tiba dengan serius setelah dia melepaskan pelukannya dari lira.


"Memang ada apa?" tanya lira yang mulai bingung.

__ADS_1


"Ikutlah ke kamar ku. Alan aku jelaskan di sana dan ini sangat penting " ucap liyon tetap dengan nada bicara yang serius.


Lira mengangguk dan mengikuti liyon menuju kedalam kamar liyon, sesampainya disana liyon menunjukkan beberapa berkas dan juga foto - foto dari beberapa orang.


"Ini siapa? Dan kenapa kamu tunjukkan kepadaku?" tanya lira dengan bingung melihat semua yang ada didepannya.


"Itu adalah semua orang yang ikut terlibat dalam penculikan kakak waktu itu, dan mereka masih ada pesuruh dibelakang mereka, dia pelaku yang sebenarnya." jelas liyon pada lira.


"Hem," lira menatap dengan seksama foto - foto itu dan juga membaca berkas yang ada didepannya.


"Aku tak ada kenal dengan mereka semua, apa motif mereka memculik aku waktu itu?" tanya lira yang merasa bingung dengan kejadian yang telah menimpanya waktu itu hingga mengalami kejadian yang sangat menyakitkan baginya.


"Sebenarnya semua karena aku, dan akulah yang menyebabkan kakak jadi celaka dan mengalami hal yang menyakitkan selama itu." jelas liyon menatap lira sendu.


"Bagaimana bisa itu karena kamu?" lira menatap liyon, dan liyon beranjak dari tempat duduknya serta berpindah disebelah lira.


"Itu karena ini." liyon memeluk lira dan menyentuh bibir lira dengan bibirnya dan menyapu lembut bibir lira.


"Li...." suara lira hilang didalam mulut liyon.


"Maaf kak aku tak bisa melepas kakak, musuh ku mengetahui akan diri kakak dan untuk menargetkan aku makan mereka mencari kelemahan ku, kini mereka telah tau kalau kelemahan ku adalah kakak." jelas liyon setelah melepas menyatukan bibirnya.


"Jadi mereka adalah masalah dengan kamu dan akulah sasaran mereka? Apa sekarang aku juga telah menjadi empuk bagi mereka? Berarti aku perlu untuk lebih kuat lagi dari sekarang kan?" tanya lira dan itu membuat liyon kaget karena lira memilih untuk memperkuat dirinya dari pada minta putus dengannya nya.


"Kak, apa kakak tak takut? Tapi aku tak bisa jika harus melepaskan kakak, aku sangat menyukai kakak dan aku gak akan sanggup kalau harus kehilangan kakak." liyon berkata dengan mengusap bekas luka dipergelangan tangan lira.


"Aku tak papa, aku hanya takut kalau keluarga ku akan jadi korban juga."


"Dan kalau boleh berkata jujur maka jujur aku sangat takut saat mereka menyekap ku dan menghajar ku, lebih - lebih saat mereka menyentuhku. Saat aku tau mereka menjual ku dan memaksaku meminum obat yang membuatku hilang akal aku hanya bisa berusaha dengan kuat agar aku selalu dalam kesadaran ku dengan menyakiti diriku sendiri." jelas lira dan itu membuat liyon merasakan sakit di dadanya.


"Maafkan aku kakak, aku yang tak memiliki banyak kemampuan dan terlalu memandang remeh mereka." liyon memeluk lira sambil meminta maaf.

__ADS_1


"Tak apa, apakah kau tau apa yang aku pikirkan waktu pria hitam iku menyentuhku? Aku berfikir jika saja dia sampai berhasil menja-mah ku aku akan memilih jalan pintas dengan mengakhiri diri." jelas lira dan itu membuat liyon semakin bersalah.


Dari pembicaraan liyon dan juga lira liyon mengambil keputusan untuk memperketat penjagaan pada lira, dan menyetujui syarat lira agar tak memberintahu atau menceritakan apa pun pada satria, karena lira tak ingin satria khawatir pada dirinya.


__ADS_2