
Setelah kepergian liyon yusnia sangat marah dan dia pun ingin bisa menaklukkan liyon sepenuhnya. "Aku harus bisa melakukannya, tak peduli apa pun caranya. Jika dulu aku tak bisa mempengaruhinya maka sekarang aku harus bisa." yusnia bertekad dengan keinginan yang membara.
"Dia benar benar ya, aku baru tau kenapa dia begitu berani waktu itu. Ternyata dia bukan orang biasa dan menganggap bahwa dirinya bisa melakukan apa saja dengan setatusnya sebagai nona muda ya."
"Dia tak bisa diremehkan aku harus segerah mengatasinya, karena orang seperti dia tak bisa dibiarkan saja."
"Aku tak mau dia mempengaruhi atau membahayakan kakak."
Liyon terus berfikir bagaimana cara menangani wanita seperti yusnia, dan dia juga tak habis pikir bagaimana mamanya bisa tertipu dengan wanita seperti yusnia yang jelas sudah kelihatan seperti apa sifat aslinya.
Tanpa disadari oleh liyon ternyata yusnia sudah lebih dulu melancarkan rencananya dengan menghubungi mama liyon dan meminta agar mama liyon mau mempertemukan liyon dan juga dirinya dalam situasi yang bisa membuat liyon dan dirinya jadi semakin dekat dan tak terpisahkan.
"Begitulah Tante, jadi barusan kami bertemu dan saling bicara namun Yusni terlalu malu sehingga membuat tuan liyon jadi kesal." jelas yusnia pada mama liyon dengan nada dibuat seperti gadis lugu yang tak tau apa pun.
"Ya Ampun anak itu selalu saja membuat masalah, dia itu memang tak begitu mengerti dengan wanita dan juga tak tau bagaimana cara memperlakukan seorang wanita dengan baik dan lembut. Jadi maafkan dia ya sayang? Dan juga panggil dia dengan namanya saja." mama liyon meminta maaf karena merasa bersalah dan juga kasian pada yusnia yang ditinggalkan oleh liyon sendirian.
"Tidak apa Tante, Yusni meminta bantuan Tante seperti yang Yusni katakan lewat telepon kemaren, dan semoga saja Yusni bisa mengatasi rasa malu dan juga canggung Yusni sehingga tidak akan membuat tu...Eh, liyon marah lagi pada Yusni." pinta yusnia dengan tutur kata manja pada mama liyon.
"Iya iya saya kamu tak perlu khawatir soal itu, nanti Tante akan mengatur waktu untuk kalian berdua dan pastikan kamu bisa mengatasi sikap kamu agar liyon tak kecewa dan juga marah lagi. Tante tak tau kalo anak Tante begitu bersemangat hingga dalam pertemuan pertama saja sudah mengajukan permintaan seperti itu." mama liyon berkata dengan tersenyum.
"Yusni jadi malu menceritakan ini pada Tante." yusnia menunduk menunjukkan wajah malunya pada mama liyon, dan itu membuat mama liyon jadi merasa bersalah atas tindakan yang dilakukan oleh liyon.
"Tidak apa sayang, sudah kamu tak perlu malu begitu. Kamu tak salah dan kamu benar bahwa hal seperti itu yang terlalu intim memang harus dilakukan setelah kalian resmi menikah, namun sejak dari kecil dia sudah tinggal di luar negeri jadi mungkin sifat terbukanya itu kebawah kesini." jelas mama liyon sambil menepuk nepuk baju yusnia.
Setelah berpamitan dan pergi dari restoran mama liyon yusnia menuju kesebuah klinik dan dia membeli sesuatu dari klinik itu lalu dia pulang kerumahnya untuk menunggu kabar dari mama liyon, dan melancarkan rencananya.
Sementara papa liyon dan papa yusnia sedang membicarakan masalah kerja sama antar dua bela pihak untuk meningkatkan perusahaan masing masing.
...🍂🍂🍂...
Sementara diperusahaan liyon sedang mengatur rapat untuk membahas acara ulang tahun perusahaan yang ingin dirayakan secara besar disalah satu hotel milik PT. Task Corporation Grup.
"Bagaimana kalo menurut bos? apakah acara dengan nuansa terbuka dan kekeluargaan ini bisa dijadikan sebagai masukan?" tanya Yanuar yang memiliki ide beritakan bebas namun tetap berada pada aturan.
"Menurut aku itu adalah ide yang bagus juga, jadi sesama pegawai bisa saling kenal dan juga dekat." sambung farid atas ide yang diutarakan oleh Yanuar.
"Hem, bagus juga. Baiklah kita putuskan begitu saja." liyon pun menyetujuinya, dan Yanuar sangat bahagia merasa dia ikut andil dalam merencanakan pesta perusahaan karena idenya dipilih langsung dan disetujui oleh asisten Farid yang terkenal sangat teliti dan tegas juga bos-nya ikut mengiyakan idenya.
"Kak nanti di acara ulang tahun perusahaan kakak datang bersama dengan ku ya sebagai pasanganku." pinta liyon pada lira setelah selesai rapat dan kembali ke ruangan liyon.
"Kau ini bicara apa, kita semua datang tentulah aku juga datang sebagai pegawai perusahaan ini bukan sebagai pasangan dari bos perusahaan." jawab lira langsung tapa berfikir dulu karena jawaban dari lira ada benarnya juga.
"Aih, kenapa sih kita harus pacaran dengan cara begini? Ini sangat merepotkan dan juga tidak menguntungkan aku." keluh liyon dengan manja pada lira.
"Hei, bukannya kamu sudah setuju dan juga suka dengan ketegangan cara ini, kamu sendiri yang bilang pada ku." lira mengingatkan liyon atas ucapannya sendiri waktu mereka ada didalam toilet mol.
"Aaah, sekarang aku menyesalinya." liyon semakin mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya diperut lira, karena dia memeluk lira yang sedang berdiri dihadapannya.
Tok tok tok
Lira langsung mendorong liyon sampai ambruk disandaran kursi begitu ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan liyon.
__ADS_1
"Auw! Sakit kak." keluh liyon yang merasa sakit karena punggungnya terbentur sandaran kursi dengan sangat keras.
"Maaf." ucap lira dengan senyumannya.
"Masuk.!" teriak liyon dengan kesal pada orang yang mengetuk pintunya.
"Maaf bos ada berkas yang harus ditanda tangani." endang menyerahkan berkas itu dan meletakkan diatas meja liyon.
"Saya permisi." lira langsung keluar tanpa menunggu jawaban dari liyon.
Setelah itu semua orang sibuk selama 3 hari hingga menjelang hari pesta, karena mereka ingin menyelesaikan semua pekerjaan biar saat pesta tak harus cemas karena ada pekerjaan yang belum terselesaikan.
...🍂🍂🍂...
Hari H pesta perusahaan.
Dalam acara itu begitu banyak orang yang hadir dan para pebisnis juga sangat banyak yang hadir. Kakak dan kakak ipar liyon juga datang dan para teman liyon ikut meramaikan.
Lira datang bersama dengan Endang dan yang lainnya, acara pesta itu sangat meriah dan ramai sekali. Hingga yang datang selalu perpukau.
Dijalan masuk dihisi bunga bernuansa putih dan juga dekor yang menjuntai sangat indah, dan masuk kedalam akan disambut dengan taman bernuansa biru muda yang menyegarkan mata serta lampu lampu yang menghiasi diantara bunga bunga itu memberikan pencahayaan yang begitu indah dan terlihat romantis.
Orang orang yang masuk selalu mengabadikan momen itu degan berfoto, termasuk lira dan teman temannya yang tak ketinggalan untuk mengambil foto disetiap sudut yang mereka lihat bagus serta menarik.
Mata liyon tak bisa beralih saat dia mendapati lira masuk kedalam ruang pesta itu dengan sangat anggun dan sangat menarik perhatiannya.
Lira tersenyum saat mata mereka saling bertatapan, gaun yang dibelikan oleh liyon terlihat sangat pas dan juga cantik begitu dikenakan oleh lira malam itu.
Acara pun berlangsung sangat meriah dan liyon tak menyaka kalo yusnia diundang oleh mamanya dan diminta untuk menemani liyon sebagai pasangannya.
"Liyon tidak kah kamu terlalu dingin dengan ku? Padahal aku datang untuk menemani mu atas perintah mama mu." ucap yusnia yang dari tadi dicuekin oleh liyon.
"Hei wanita cantik bermain sama kakak saja, karena dia ini emang orangnya sangat dingin dan tak tau bagaimana cara memperlakukan wanita cantik." ucap Brayen pada yusnia.
"Tuan liyon maaf baru menyapa saya adalah Bagaskara Suwarno ayah dari Yusnia, saya mohon maaf jika putri saya merepotkan anda selama ini, dari tadi dia selalu merengek ingin datang lebih awal katanya ingin menemani anda." tuan Bagas menyapa liyon yang sedang mengobrol dengan tuan Haris.
"Ayah jangan bicara begitu nanti membebani liyon." jawab yusnia malu malu.
"Tak masalah, karena saya juga tak membutuhkan seorang teman, sebab ini pesta saya sendiri dan sebagai tuan rumah saya tak butuh orang lain untuk menemani saya." jawab liyon dengan nada dingin pada ucapan tuan Bagas dan itu membuat yusnia dan juga taun Bagas malu.
"Oh, jadi dengan cara ini dia menaklukkan mama ku juga, sehingga membuat mama berpihak padanya dan sangat mendukungnya." suara hati liyon yang memperhatikan tingkah yusnia.
"Oh tuan Bagas saya tak menyangka kalo anda juga datang, bagaimana dengan bisnis anda belakangan ini?" tanya tuan Haris pada tuan Bagas karena tuan Haris tau kalimat liyon membuat tuan Bagas malu, dan liyon hanya diam melihat.
"Liyon ku pastikan malam ini kau adalah milik ku." gumam yusnia dalam hati.
Setelah beberapa lama mereka bertiga mengobrol yang lebih tepatnya liyon hanya menanggapi seadanya saja, tiba tiba liyon mohon pamit saat dia melihat pergerakan lira dan dengan cepat liyon mengikuti lira dari belakang.
Greb
__ADS_1
Liyon membekap mulut lira begitu lira selesai dan keluar dari dalam toilet. "Liyon?" suara lira ditahan agar tak keluar terlalu keras.
Liyon tersenyum menatap lira, "Kakak sangat cantik, dari tadi ku lihat kakak bermain dengan semua orang namun tak mendekat sedikit pun pada ku. Aku jadi merindukan kakak." bisik liyon ditelinga lira.
"Kau ini bicara apa? Pegawai tentu saja berkumpul dengan para pegawai untuk mengakrabkan diri, dan jangan bicara macam macam dengan kata kangen, bagaimana bisa kangen orang dari tadi melihat ku" bisik lira memonyongkan bibirnya.
"Kakak sangat menggemaskan, bolehkah aku mencicipinya?" tanya liyon sambil berbisik dan memunculkan wajah yang sangat imut bagi lira, sehingga dengan cepat lira mengangguk.
Liyon tersenyum bahagia mendapat persetujuan dari lira, dia langsung mendekatkan wajahnya dan menyentuh bibir lira hingga sentuhan itu berubah menjadi sebuah c*uman yang sangat dalam. Tangan liyon seketika melingkar di pinggang lira dan tanpa sadar c*uman liyon beralih ke leher lira dan turun lagi hingga ditilang selangkah lira, serta liyon meninggalkan jejaknya di sana dengan sebuah gigitan dan hisapan kecil.
"Aaah, liyon jangan sadarlah." liyon langsung tersadar dengan perbuatannya dan dia langsung menjauh dari lira.
"Ma - maaf, tolong maafkan aku." ucap liyon sambil melangkah mundur.
"A - aku pergi dulu ke yang lain." lira lari meninggalkan liyon.
"Begok, sial sial sial." liyon marah pada dirinya sendiri dan memukul mukul tembok.
Tanpa disadari perbuatan liyon dan lira hingga akhir diperhatikan oleh seseorang yang tak sengaja melihat adegan mereka berdua hingga penyesalan liyon yang berusaha menghukum dirinya sendiri.
Didalam perjamuan pesta itu lira dan yang lain sangat menikmati acaranya, mereka seolah benar benar bagian dari anak perusahaan yang bisa menikmati seluruh fasilitas dalam pesta tanpa ada pembatasan antara pegawai dan juga para atasan, semuanya berbaur jadi satu. Hanya para petinggi saja yang dibedakan dan ditemui oleh papa liyon dan juga kakak liyon.
"Permisi? Anda semua adalah pegawai liyon dan dari departemen sekretaris ya?" tanya seorang wanita cantik yang tiba tiba mendekati Endang, Safitri dan yang lainnya.
"Iya benar, anda?" Safitri mewakili yang lain bertanya.
"Aku adalah Yuki kakak ipar president liyon." jawab wanita cantik itu dan seketika semuanya memberi salam dengan sangat sopan.
"Tidak perlu seperti itu, biasa saja. Sesuai dengan tema pesta malam ini aku ingin dekat sebagai sesama wanita" jelas Yuki dan semua jadi semakin sungkan.
"Nama kamu Lira kan? Kamu adalah sekretaris liyon dan juga pengawal mama. Aku tau dari pak Yunus, karena dia selalu cerita tentang kamu setiap kali suamiku menghubungi dia dan bertanya soal keluarga di sini."
"Tak ku sangka ternyata kamu adalah seorang wanita cantik, ku pikir kamu adalah wanita yang kaku dan keras."
Yuki mendekatkan diri pada lira dan ingin mengenal lira lebih dekat lagi karena dia penasaran dengan lira yang mampu menundukkan seorang liyon, dan juga mampu membuat setan dalam diri liyon bangun padahal selama ini hampir dirinya dan juga suaminya menganggap liyon kelainan dan juga tak tertarik dengan wanita.
"Maafkan saya karena tak bisa mengenali anda nyonya Yuki." ucap lira dengan sopan.
"Bicara santai saja, kamu bisa memanggilku Yuki atau kakak. Aku baru berusia 35 tahun." jelas Yuki dengan senyum manisnya.
Setelah berbincang dengan lira dan yang lainnya Yuki menyadari 1 hal dari diri lira, bahwa lira adalah orang yang mandiri, baik, polos dan juga sangat perhatian sama orang.
Tepat jam 10 malam lira pamit pada semua orang untuk pulang dan dia hanya mengirimkan pesan singkat pada liyon yang terlihat sangat sibuk menanggapi semua para pebisnis yang ikut hadir dalam pesta itu.
"Wah nona Lira.!" teriak tuan Haris tiba tiba saat dia melihat lira dan dia berjalan ke arah lira dengan sangat semangat.
Yuki memperhatikan kalo liyon sangat tidak suka melihat itu, tatapan liyon seolah ingin membunuh tuan Haris sekarang juga. "Sepertinya ada sesuatu diantara mereka.?" Yuki berfikir dan bergumam liri.
"Maksudmu tuan Haris dan nona itu?" tanya lian pada istrinya.
"Tidak, tapi liyon...Eh?" Yuki terkejud sendiri dengan jawabannya, sementara Lian bingung dan penasaran dengan kata kata dari istrinya yang gantung.
__ADS_1
"Tidak, bukan apa apa aku belum memastikannya." Yuki menjawab dengan tersenyum lebar.
Setelah itu acara pesta pun berlangsung hingga tengah malam untuk para pebisnis dan para tamu istimewa dan keluarga.