
Yusnia dan Niyang saling membela diri mereka dan menuding serta menyalakan satu sama lain didepan Liyon. Mereka tak ada yang mengakui siapa yang memulai dan mempunyai rencana untuk menculik dan menyakiti Lira.
"Diam!!" Liyon berteriak keras dan menatap keduanya dengan sangat tajam karena sudah merasa sangat marah pada mereka berdua.
"Aku tak peduli siapa yang salah dan siapa yang memulai duluan, karena yang jelas kalian berdua lah yang telah membuat aku hampir kehilangan anak dan juga istri ku. Jadi jangan harap kalian bisa bebas sebelum semuanya membaik." ucap Liyon lagi dan Yusnia sama Niyang bergetar ketakutan.
"Liyon kasihanilah aku, saat ini aku sedang hamil 5 bulan, apa kau tega akan menyiksa ku seperti ini." ucap Yusnia memelas menggunakan kehamilannya.
"Saat istriku memohon didepan mu apa kau mengasihani dia? Karena saat itu dia juga sedang hamil 7 bulan. Tapi apa yang kau katakan. Bermainlah, kalian belum pernah bermain dengan wanita hamil bukan." ucap Liyon mengingatkan lagi dengan apa yang dikatakan oleh Yusnia yang didengar dari cerita Meli.
"Jadi sekarang, nikmatilah balasan kalian terutama kamu." sambung Liyon dan bangun menatap semua pria yang ada didalam kurungan dibelakang Yusnia dan Niyang.
"Seperti apa yang sudah kalian perlakukan pada istri - istri kami, hari ini aku memerintahkan kalian untuk bermain dengan dua wanita dihadapan kalian ini dan nikmatilah sampai kalian puas." ucap Liyon lalu berbalik mau pergi meninggalkan vila itu.
"Dengar suruh mereka tanda tangan, jika tak mau lepaskan semua pria itu biar bermain dengan mereka berdua. Dan pastikan besok pagi semuanya sudah beredar di seluruh penjuru kota hingga luar negeri." ucap Liyon pada Gali dan Suryo.
"Baik." jawab dua anak buah Liyon dengan cepat.
Liyon melangkah keluar dari vila itu menuju ke mobilnya dengan tubuh bergetar seolah dia sedang merasakan takut dan penyesalan yang sangat mendalam.
"Tidak, Liyon maafkan aku. Aku mohon jangan. Kalian jangan mendekat tidak!!" teriak Yusnia dan juga Niyang didalam vila itu saat Gali dan Suryo mendekati mereka dengan membawah sebuah berkas.
"Diam dan cepat tanda tangani berkas ini." ucap Gali dengan kasar.
"Tidak mau, kenapa aku harus tanda tangan hal yang memalukan begini." tolak Niyang saat dia tau kalau itu adalah berkas model film dan majalah dewasa.
"Terserah, jika tidak mau makan Ki bisa merekam langsung permainan kalian dengan 30 orang pria secara langsung." ucap Gali lagi yang Suryo sudah siap untuk membuka pintu kurungan para pria - pria itu.
"Baik, kain aku tanda tangan." Yusnia yang takut langsung tanda tangan diatas materai dan Gali tersenyum melihatnya.
"Kalau begitu kau yang melayani ke 30 pria itu yang merupakan anak buah mu sendiri?" tanya Gali mencibir pada Niyang dan dengan terpaksa Niyang juga menanda tangani berkas itu.
"Kurung dan masukkan mereka dalam kamar sampai semua kru film datang." ucap Gali dan anak buah Liyon yang lain langsung mengurung Yusnia juga Niyang dikamar yang berbeda.
Liyon meneteskan air matanya melangkah pergi berlagak tuli dan tak peduli begitu juga dengan Satria dan Farid, mereka berdua merasa sangat puas dengan cara Liyon menghukum kedua wanita yang telah membuat istri dan anak mereka celaka.
"Hei kenapa kau masih saja berdiri dengan menangis di sini." Satria menatap dan bertanya pada Liyon yang seakan meratapi nasibnya.
"Aku telah mengkhianatinya, lihatlah diriku demi menjebak kedua wanita itu aku telah menjamah wanita lain dibelakang istriku." gumam Liyon merasa menyesal karena telah mencium wanita lain selain Lira.
"Hei kau melakukannya bukan untuk main - main dan kakak ku bukanlah wanita kolot, jika kau menjelaskan dia pasti akan mengerti kenapa kau jadi terpuruk sendiri." Satria menepuk bahu Liyon yang terus saja menangisenyesal.
"Sudah sebaiknya sekarang kau ke rumah sakit temui dan temani kakak ku di sana, pasti kak Lira sudah menunggu mu di sana." ucap Satria membuka pintu mobil Liyon.
"Baiklah, aku pergi." jawab Liyon menghapus air matanya dan masuk kedalam mobil.
"Menyetirlan hati - hati, serahkan yang di sini pada kami berdua." ucap Farid khawatir pada Liyon.
"Hem." jawab Liyon dan melajukan mobilnya dengan cepat.
...🍂🍂🍂...
Sesampainya di rumah sakit Liyon melangkah dengan cepat menuju kamar rawat Lira, namun Liyon mendapati Lira sudah tertidur. Dengan pelan dan hati - hati Liyon masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Liyon." ucap Lira yang terbangun setelah Liyon selesai mandi.
"Menyingkirlan aku mau ke kamar mandi." Lira mendorong Liyon dari depan kamar mandi.
__ADS_1
"Maafkan aku." gumam Liyon dan Lira mengabaikannya.
"Eh, kok gelap?" Lira bingung karena ruangannya jadi gelap saat dia keluar dari kamar mandi.
"Ya aku matikan karena aku sangat merindukanmu." ucap Liyon memeluk Lira dari melajang dan tangannya masuk kedalam baju Lira.
"Liyon apa yang kau lakukan?" Lira bertanya dengan berbisik.
"Apakah luka operasinya sudah tak sakit lagi?" tanya Liyon mengusap luka bekas operasi Lira.
"Sudah tak sakit lagi karena sudah lama, apa kau khawatir?" jawab Lira tersenyum dan berbalik menatap Liyon.
"Maafkan aku sayang, aku sangat merindukanmu dan juga sangat mengkhawatirkan mu." Liyon mengangkat tubuh Lira keatas bed dan menatapnya dalam.
"Liyon apa yang kau lakukan, ini rumah sakit." bisik Lira khawatir dan takut kalau nanti ada yang masuk.
"Ini tengah malam sayang tak akan ada perawat atau dokter yang akan datang, aku sudah tak bisa menahannya lebih lama lagi. Sudah hampir 3 bulan aku tak menyentuh mu." ucap Liyon dan langsung melancarkan aksinya.
"Kamu kenapa Liyon? Tak biasanya sikapmu begitu lembut dan hati - hati." tanya Lira saat mereka sudah selesai dengan permainan mereka dan tidur saling memeluk.
"Maaf sayang." Liyon pun menceritakan semuanya pada Lira tanpa ada yang ditutupi.
"Jadi kau ingin menghapus jejak wanita itu? Kau bisa melakukan dimana saja dan kapan saja karena aku sudah tak memiliki rahim." ucap Lira tersenyum mengusap pipi Liyon.
"Maaf sayang, tapi aku juga tak akan bisa membuai karena aku juga sudah memotong saluran telurku." ucap Liyon mencium kening Lira.
"Eh, kau melakukan vasektomi, kapan?" tanya Lira kaget.
"Bersamaan dengan hari operasi mu." jawab Liyon dengan tenang.
"Eh, sayang jangan nanti bisa,,, bang,,, un." ucap Liyon yang terputus karena kalah cepat dengan reaksi sikecilnya.
"Wah benar - benar ada bekas operasinya." ucap Lira setelah melihat luka vasektomi yang dilakukan oleh Liyon.
"Haaah." Liyon bernafas dalam menatap Lira dengan tatapan penuh gairah.
"Kau ini, masak baru disentuh sedikit saja sudah begitu tegang." Lira mencibir.
"Karena dia tau kalau dirimu adalah pemiliknya, sekarang kamu harus bertanggung jawab. Ayo lakukan sekali lagi, tenangkan dia yang sudah meronta minta dimanjakan lagi." Ucap Liyon menarik tangan Lira dan memulai lagi permainannya dengan Lira.
Keesokan paginya suasana kota sangat ramai dan juga heboh dengan beredarnya foto - foto dan juga film yang dimainkan oleh Niyang dan juga Yusnia. Semua orang mengatakan kedua wanita itu dan keluarga mereka mendapatkan hinaan karena ulah mereka berdua.
Perusahaan keluarga Niyang kehilangan banyak investasi karena mereka gak mau berinvestasi dengan perusahaan yang anggota keluarganya ada yang gak benar.
"Liyon ada apa kok rumah sakit jadi ramai?" tanya Lira yang baru bangun dan mendengar semua orang membicarakan soal perusahaan dengan foto tak senono.
"Bukan urusan kita, karena ada kabar baik dari Bagas tadi. Kalau Ferdi telah merespon banyak hal katanya kalau terus seperti itu maka tak lama lagi dia akan bangun dari tidur dan mimpi panjangnya." ucap Liyon dengan sangat senang.
"Tetaplah di sini temani dia aku akan keluar sebentar." ucap Liyon pada Lira dan meninggalkan rumah sakit.
"Aku tau apa yang kau lakukan." gumam Lira tersenyum melihat kepergian Liyon.
Liyon melajukan mobilnya untuk menghadiri rapat darurat perusahaan keluarga Mey bersama dengan Satria karena mereka mau mengakuisisi perusahaan keluarga Mey secara penuh. Dan Farid ditugaskan untuk menangani perusahaan keluarga Bagaskara beserta cabangnya.
...🍂🍂🍂...
"Bagaimana bisa anda melakukan ini kepada pihak kami, bukankah anda sudah sepakat dari awal kalau anda akan melakukan investasi di perusahaan kami." kesal tuan Barto kepada para investor yang sedang berkumpul.
__ADS_1
"Tuan - tuan ku mohon bantulah kami, Ki berjanji bahwa kami akan memberikan untung kepada kalian semua dengan besar.".ucap Santo menyakinkan para investor yang ingin menarik investasi mereka atau milih lagi pimpinan baru.
"Kali sudah tak percaya dengan janji - janji yamg tak pasti tuan Santo.
Disaat suasana ruang rapat sedang keruh tiba - tiba saja Liyon dan Satria menerobos masuk kedalam ruang rapat itu dengan biasa saja.
"Siapa kalian berani sekali kalian masuk tanpa ijin dari kami." teriak seorang investor yang merasa terganggu dengan kedatangan Liyon.
"Tuan dia adalah pimpinan tertinggi PT. Task Corporation Grub yang bergerak dibidang makanan, perbankan dan perhotelan dam sekarang akan membangun pusat perbelanjaan, tuan Liyon Song Wei" ucap salah seorang investor yang mengenal Liyon.
"Apa? Jadi pimpinan PT. Task Corporation Grub seorang pemuda yang masih muda? Kupikir dia adalah orang yang berpengalaman dan hebat." jawab investor yang tadi meneriaki Liyon.
"Sesuai dengan peraturan di perusahaan ku, bagi mereka yang tak berguna makan akan disingkirkan karena aku tak.butuh orang yang hidup bagaikan benalu." ucap Liyon setelah dia duduk dikursi pimpinan.
"Liyon apa yang kau lakukan?!" teriak tuan Barto dengan kesal.
Liyon tersenyum lalu melemparkan sebuah berkas ketengan - tengah meja didepan semua para investor.
Pimpinan baru Liyon Song Wei pada hari ini telah mengakuisisi perusahaan menjadi perusahaan anak cabang PT. Task Corporation Grub dan semua investor yang selama ini telah bekerja sama dengan perusahaan akan dikeluarkan tanpa terkecuali.
"Apa - apa'an ini?!" teriak investor yang tadi meneriaki Liyon.
"Aku tak butuh dengan pendapat anda, silakan keluar dari sini dan harap jangan pernah lagi muncul dihadapan ku." ucap Liyon dingin pada orang itu.
"Keluar sendiri atau diseret keluar. Tentukan pilihan mu sekarang karena aku tak suka mengulang perkataan ku." ucap Liyon lagi dengan menatapnya tajam pada orang itu.
"Dan kau Barto, sudah dari awal ku katakan jangan sampai aku tau orang mu terlibat, sekarang tak ada jalan lagi bagi mu. Aku membebaskan mu dan keluargamu silakan kembali dan bangun usaha mu lagi, jika kau tak mau ku patahkan kaki mu juga." ucap Liyon dengan melipat kedua tangannya didepan dadanya dan kaki disilang dengan angkuh.
"Liyon, kau benar - benar,,,," kalimat tuan Barto tertahan oleh Santo.
"Tenanglah pa posisi kita tak menguntungkan sekarang, kita terima saja." bisik Santo pada papanya.
"Terserah kau, yang jelas ini adalah balasan dari perbuatan putrimu pada istri dan putra - putra ku serta keluarga ku yang lainnya." ucap Liyon lagi, dan semua para investor terdiam melihat takut pada aura yang dipancarkan oleh Liyon.
Brrrrt
"Katakan Rid." jawab Liyon pada panggilan telepon dari Farid.
"Perusahaan Bagaskara telah jatuh ke tangan kita." ucap Farid dan semua orang diruangan itu bisa mendengarnya karena Liyon sengaja memasang pengeras suara.
"Bagus, kerja bagus." jawab Liyon dan mematikan teleponnya, semua orang diruangan itu berkasak kusuk.
"Baiklah, aku tak mau nunggu lama, ambil uang itu atau keluar dengan tangan kosong." ucap Liyon menatap Santo dan tuan Barto.
Dengan terpaksa Santo mengambil uang yang disediakan oleh Liyon lalu membawah papanya keluar dari ruangan itu dengan tertunduk Tan berani menatap semua orang.
"Tuan Liyon kami ingin berinvestasi di perusahaan yang dipimpin oleh anda." ucap seorang investor mewakili yang lainnya.
"Benar tuan Liyon, kami ingin bekerja sama dengan anda." ucap serempak semua orang.
Liyon tersenyum dan berdiri. "Aku tak butuh dengan kalian semua, silakan cari orang lain." jawab Liyon dan melangkah keluar dari ruangan itu.
Saat orang - orang itu mengejar keluar ternyata diluar ruangan sudah berdiri anak buah Liyon yang memenuhi perusahaan itu sehingga bisa menahan semua orang yang ingin menghadang langkah liyon.
"Semua telah selesai." ucap Satria yang berjalan mengikuti Liyon.
"Hem, semuanya selesai. Kita tinggal menunggu kehancuran mereka semuanya." jawab Liyon tersenyum dan masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1