Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Nikah dadakan


__ADS_3

Perkataan dari semua orang dan desakan dari mereka membuat Lira terpojok dan tak tau harus menjawab apa lagi. Liyon yang hanya diam melihat karena dilarang Lira untuk ikut bicara pun merasa geram dan tak sabar lagi mendengarkan suara semua orang yang meragukan kelahiran Ferdi dan merendahkan harga diri Lira.


"Cukup, sudah cukup. Aku mohon berhentilah untuk menghina, jangan menghina lagi dan jangan pernah meragukan tentang jati diri Ferdi dan juga Lira, mereka adalah orang - orang baik tidak seperti yang kalian pikirkan. Aku akan menikahi Lira saat ini juga, didepan kalian semua." jawab Liyon dengan nada kesal dan marah yang ditahannya dari tadi.


"Liyon jangan, ini adalah kesalahpahaman mereka. Aku harus meluruskan semua ini pada mereka semua." ucap Lira mencegah Liyon karena Jujur dalam hati Lira masih takut dan juga masih terikat janji dengan Mama Liyon nyonya Li.


"Lira, argumen mereka tak bisa dibantah. Mereka telah melihat kita berdua didalam dengan posisi kamu tanpa busa, apa yang bisa kamu lakukan untuk menjelaskan pada mereka semua? Mereka tak akan percaya dengan apa yang kau katakan, karena mereka lebih percaya dengan apa yang mereka lihat." jelas Liyon berusaha meyakinkan Lira untuk menerima pernikahan yang diajukan oleh Liyon.


"Tapi Liyon ini tak benar, bagaimana dengan keluargamu?" tanya Lira dan Liyon sangat mengerti ketakutan serta keraguan didalam hati Lira.


"Tenanglah, masalah yang lain serahkan pada ku. Kamu hanya perlu mengatakan iya untuk pernikahan kita saat ini, karena kita harus meredakan amarah warga dan opini negatif mereka tentang Ferdi." jelas Liyon dengan lembut pada Lira.


"Kalian sudah bisa merasa tenang sekarang, dan tolong jangan mengatakan hal - hal buruk lagi tentang Lira dan juga Ferdi. Kalian bisa menyiapkan persiapan pernikahan sesuai dengan yang kalian inginkan aku akan melakukannya dengan Lira." ucap Liyon pada semua orang yang datang menghakimi Lira.


Setelah mendengar pernyataan dari Liyon semua orang bubar dan mulai menyiapkan persiapan pernikahan yang akan dilakukan oleh Liyon dan juga Lira pada malam ini.


Liyon menghubungi Farid dan menceritakan semuanya apa yang terjadi 2 hari dikampung halaman Lira, dan persiapan pernikahan yang dadakan antara dirinya dan Lira yang akan dilakukan malam ini juga.


Sementara Lira sedang menata hatinya dan menyiapkan catatan yang akan diberikan pada Liyon nanti karena dia tak ingin disalahkan oleh nyonya Li dan juga tak ingin dianggap mengambil kesempatan serta keuntungan dalam situasi yang ada.


"Aku rasa begini sudah cukup kan? Aku tak harus menjalin hubungan terus dengan Liyon, aku hanya akan meredakan kemarahan semua orang saja di sini." gumam Lira setelah selesai menulis dan membaca lagi isi tulisannya.


Dan selain Lira yang menyiapkan sebuah perjanjian yang harus disepakati oleh keduanya, didalam kamar Bu Yulia juga sedang menghubungi seseorang atas jebakan yang diaturnya.


"Rencananya sedikit berantakan tidak sesuai dengan jalan yang sudah ditentukan, namun hasilnya sama dan malah dipercepat karena dipergoki oleh warga." jelas Bu Yulia pada seseorang yang sedang dihubunginya yang ternyata itu adalah nyonya Li Mama Liyon yang memiliki ide untuk mengurung Lira dan Liyon dalam situasi yang sulit.


"Benarkah? jadi mereka akan segerah menikah malam ini juga? Bagaimana dengan reaksi mereka?" tanya nyonya Li dengan sangat puas atas hasilnya walau dia masih belum secara resmi meminta maaf pada Lira atas perbuatannya yang dulu.

__ADS_1


"Ibu, ayah ada yang ingin Lira bicarakan." teriak Lira dari luar kamar Bu Yulia.


"Sebentar Lira memanggil saya, nanti kita sambung lagi." ucap Bu Yulia dan memutuskan sambungan telepon dengan nyonya Li.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya sang ayah yang sudah ada didepan Lira.


"Kita tunggu ibu dan juga Liyon Yah." jawab Lira sambil duduk dan menggenggam sebuah kertas.


"Lira katakan kami sudah di sini." ayah Lira menyadarkan Lira dari lamunannya karena dipanggil - panggil dari tadi tak menyahut.


"Eh, iya. Ayah, Ibu aku harap kalian percaya dengan ku, bahwa aku tak melakukan apa pun saat didalam kamar mandi tadi bersama dengan Liyon, apa yang kalian lihat itu tak sepenuhnya benar." Lira mulai membuka suara dan Liyon menatap Lira dengan cemas begitu juga dengan kedua orang tua Lira.


"Katakanlah nak." ucap ayah Lira.


"Maafkan Aku, Liyon pernikahan ini hanya untuk meredakan amarah warga dan aku akan melakukan sesuai dengan apa yang mereka inginkan, namun aku ada beberapa persyaratan untuk itu semua, ku harap kamu mau menyetujui semuanya." ucap Lira menyodorkan kertas yang dari tadi dipegangnya.


Persyaratan Nikah


Lira :


1. Pernikahan hanya boleh diketahui oleh orang dekat saja.


2. Tanpa persetujuan dari keduanya pernikahan ini tak boleh disebarluaskan dan harus dirahasiakan.


3. Diluar wilayah ini pernikahan tak boleh dibahas, terutama di lingkungan kantor.


4. Keduanya harus tetap menjaga jarak satu sama lain bila ada diluar, dan harus bekerja sesuai dengan profesional.

__ADS_1


5. Tidak boleh membahas soal pernikahan hari ini didepan umum.


6. Masing - masing tetap harus tinggal di rumah sendiri - sendiri selama di Jakarta.


7. Selain orang - orang yang tau dengan masalah ini tak boleh dikasik tau mengenai pernikahan ini tanpa terkecuali.


8. Keduanya harus tetap saling menghormati masing - masing pilihan dan keputusan.


Liyon:


1. Masalah anak harus selalu dibahas bersama dan harus jujur tak boleh merahasiakan masalah yang dihadapi, jika sampai ada dari salah satu pasangan merahasiakan masalahnya dan ketahuan maka harus mau menanggung dan menerima hukuman dari orang yang tak dibagi masalahnya.


2. Selama terjalin hubungan pernikahan dan menjadi pasangan suami istri maka keduanya tak boleh dekat atau memiliki pasangan lain, dan keduanya harus melakukan semua hak serta kewajiban dalam hubungan suami istri saat hanya berdua saja.


"Jika kau setuju dengan syarat ku maka aku juga setuju dengan syarat mu." Jawab Liyon menyerahkan kembali kertas itu pada Lira.


Lira terbelalak dengan 2 poin yang ditambahkan oleh Liyon, Lira menatap Liyon dan wajah Liyon terlihat masa bodoh dan juga tenang. Melihat itu lira merasa kesal karena merasa terjebak dalam permintaannya sendiri.


"Bagaimana dengan nyonya dan juga tuan Bambang atas perjanjian kami, jika kalian setuju mohon tandatangani dibawah ini." tunjuk Liyon pada orang tua Lira.


"Sekarang giliran kamu, jika setuju dan orang tua kamu sebagai saksi atas perjanjian kita maka tandatangani perjanjian itu." ucap Liyon dan itu membuat Lira terpaksa menandatangani perjanjian itu karena ayah dan ibunya setuju serta sudah menandatangani kertas perjanjian itu.


Setelah menyelesaikan tandatangan sesuai dengan omongan para warga malam itu Lira didandani sederhana untuk melakukan pernikahan siri dengan Liyon yang hanya disaksikan beberapa orang saksi dan juga kedua orang tua Lira sebagai walinya.


"Ya dengan begitu kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri, dan kami juga tak akan menggunjing kalian lagi. Juga jika kalian mau melakukannya dimana pun itu terserah kalian kami tidak akan mempermasalahkannya lagi, bukan begitu pak RT." ucap salah satu warga yang menjadi saksi pernikahan Lira dan Liyon malam itu.


"Ya benar, silakan jika kalian mau melakukannya semau kalian dan memilih tempat dimana saja terserah kalian." jawab pak RT dengan senyuman misterius.

__ADS_1


"Sudah ayo semuanya bubar dan pulanglah ke rumah kalian masing - masing." usir bu Yulia kepada semua warga yang datang.


__ADS_2