Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Kehangatan setelah 6 tahun.


__ADS_3

"Kenapa Rid?" liyon bertanya pada Farid yang terlihat cemas.


"Maaf, barusan Satria bilang kalau nona Lira kemungkinan dalam bahaya. Dan Satria meminta bantuan orang - orang untuk membantunya." jelas Farid dan Liyon langsung bangkit.


"Perintahkan pada semuanya untuk bersiap." perintah Liyon seketika.


"Ada apa dengan Mama? Ferdi juga mau menolong Mama Om." tanya Ferdi yang ternyata dia dijemput oleh Liyon saat pulang sekolah.


"Ferdi sebaiknya Ferdi di sini saja ya nanti Om akan antar Ferdi ke rumah om Satria." bujuk Liyon pada Ferdi yang saat ini ada dikantornya.


"Gak mau Ferdi mau ikut menolong Mama." keras kepalanya Ferdi yang masih kekeh ingin ikut, dan akhirnya terpaksa Liyon membawah Ferdi.


...🍂🍂🍂...


"Satria.!" teriak Farid yang melihat Satria diluar bar bersama dengan pak Hendra yang kelihatannya mereka juga baru saja sampai.


"Bagaimana?" tanya Satria pada Farid.


"Ferdi, kamu di sini saja nanti kalau selama 30 menit Om belum keluar dari dalam kamu hubungi polisi ok." bujuk Liyon pada Ferdi agar dia tak ikut masuk dan memberikan hanponnya pada Ferdi.


"Iya." dengan patuh Ferdi menjawab, namun bukan Ferdi namanya jika tak melakukan sesuatu.


Liyon masuk kedalam bar itu dengan Satria dan juga Farid saja sudah membuat semua orang yang ada didalam ketakutan apa lagi dengan beberapa anak buahnya yang masuk dan menyebar ke seluruh ruang bar itu.


"Katakan apa wanita ini ada datang ke sini atau dibawah ke sini?" tanya Liyon dengan nada dingin pada seorang pelayan bar.


"I - iya, dia di-bawah oleh geng Gasar." jawab pelayan itu.


"Katakan." jawab Liyon lagi dengan dingin.


"Mereka menyewa semua kamar dilantai 2." jawab pelayan itu lagi.


"Sebagian berjaga di sini dan yang lain ikut aku." perintah Liyon dan semua anak buah Liyon menyebar serta memblok jalan keluar masuk bar.


"Cari disetiap kamar." perintah Liyon dan dia juga ikut mencari.


Sementara Ferdi diam - diam keluar dari mobil dan menyelinap masuk kedalam bar. "Mama, Ferdi menyalahkan sebuah lagu yang sering dinyanyikan bersama dengan Lira saat mereka ada di Singapura.


Ferdi dengan gesit menyelinap masuk dan melompat serta memanjat tiang untuk bisa sampai dilantai 2, dengan cara mengendap - endap Ferdi mencobak mencuri dengar suara dari sebuah kamar yang mengatakan kalau bosnya akan datang untuk berpura - pura menolong seorang wanita petarung yang terkena obat dan akan melakukan hubungan dengan wanita itu dengan dalih tak tau apa - apa. Mendengar itu Ferdi sangat yakin kalau wanita yang mereka bicarakan adalah mamanya.


"Meli?" pak Hendra terkejud melihat putrinya yang berusaha digagahi oleh 2 orang pria saat Satria membuka paksa pintu kamar.


Mendengar teriakkan itu orang yang ada didalam kamar tadi langsung keluar dan berkelahi dengan anak buah Liyon, 2 lainnya lari masuk lif ke lantai 3. Melihat itu Ferdi mengikuti mereka dengan naik tangga darurat.


"Apa yang kalian lakukan?!" teriak Satria dan langsung menghajar 2 pria itu, seketika Liyon berlari dan membuka semua pintu kamar dilantai 2 namun dia tak menemukan Lira disemua kamar - kamar itu.


"Cepat bawah dia ke rumah sakit." perintah Satria namun saat dilantai 1 anak buah Liyon yang membawah Meli merasa panik karena tiba - tiba saja Meli bersikap agresif karena pengaruh obat.


"Tuan Farid.!" teriak salah satu anak buahnya memanggil saat melihat Meli bereaksi.


"Atasi yang dibawah." perintah Liyon dan Farid langsung turun ke lantai dasar.


"Sial, kenapa jadi begini?" tanya Farid yang bingung tiba - tiba saja Meli jadi seperti wanita penggoda yang menginginkan siapa saja asal dia seorang pria.


"Tuan Farid tolong putri saya, saya mohon selamatkan dia." pinta pak Hendra dengan sangat putus asah dan memohon pada Farid.

__ADS_1


"Emmm." Farid terkejud karena tiba - tiba diserang oleh Meli yang berusaha mau diangkat ke dalam mobil.


"Nona tenang lah, tahan sedikit aku akan membawah mu ke rumah sak - emm." Farid mendorong tubuh Meli jauh darinya, namun Meli lagi - lagi menyerang dia. Dan anak buahnya yang melihat itu tak berani membantu, mereka hanya berdiri tegak melihat Farid kesusahan mengatasi Meli yang menggila.


Setelah bersusah payah akhirnya Farid berhasil membawah Meli masuk kedalam mobil dan melajukan mobil dengan cepat menuju ke rumah sakit.


Sementara didalam bar masih sedang berlangsung perkelahian antara Lira dan beberapa orang yang tadi menyekapnya.


Brak


Bruk


"Jangan berani mendekat kalian." gertak Lira yang berusaha menahan diri dan kesadaran dirinya.


"Mama?!" teriak Ferdi dan seketika Liyon yang mendengar itu langsung lari kearah sumber suara dengan mengikuti suara musik dari hanponnya.


"Awas.!" teriak Liyon saat melihat seseorang mau menangkap Ferdi


Bruk


Liyon tertegun melihat anak kecil yang dia pikir lemah itu bisa melawan serta merubuhkan orang dewasa. Dan dengan cepat serta lincah melompat kesana kemari ikut melawan para brandal yang berusaha menyakiti Lira.


"Mama!" teriak Ferdi lagi saat dia melihat Lira hampir tumbang, dan dengan cepat seseorang menangkap tubuh Lira serta Satria dan Liyon melawan dan menghajar orang - orang yang menyandra Lira.


"Bereskan semuanya." perintah Liyon pada anak buahnya.


"Baik." anak buah liyon langsung menangkap semua orang - orang yang berusaha kabur.


"Mama, Om Liyon." teriak Ferdi dan berjalan mendekati seseorang yang sedang menggendong Lira.


"Om siapa dan mau membawah Mama kemana? Lepaskan mamaku." Ferdi menahan orang itu.


"Anak kecil Om mau membawah mamamu ke rumah sakit karena mamamu sedang sakit." ucap pria itu.


"Tidak, mama memanggil nama Om Liyon biarkan Om Liyon saja yang membawah Mama ke rumah sakit." ucap Ferdi dengan tegas pada pria itu.


"Berikan dia padamu, karena dia adalah orang ku." ucap Liyon pada pria itu yang tak lain adalah Santo.


"Lira.!" Rian juga ikut datang saat dia ke rumah Satria untuk mencari Lira dan juga Ferdi, namun Yuniar memberitahu kalau Lira sedang ditahan dan Satria pergi menolongnya.


"Liyon berikan Lira padaku." cegah Rian dan meminta Liyon menyerahkan Lira pada dirinya.


"Biarkan Om Liyon yang menggendong Mama Om Rian." ucap Ferdi dan tangan Liyon yang hampir menyerahkan Lira seketika langsung mengeratkan pada tubuh Lira lagi.


"Menyingkir lah atau ku patahkan kakimu." ucap Liyon dengan dingin setelahnya, dan Satria yang menggendong Ferdi mengikuti Liyon dibelakang.


"Farid sudah pergi duluan Sat?" tanya Liyon saat tak melihat Farid ditempat.


"Iya, membawah putri pak Hendra." jawab Satria.


"Bawah Ferdi pulang aku akan bawah Lira ke rumah sakit. Setelah itu susul kami." perintah Liyon dan memasukkan lira kedalam mobil lalu melajukan mobilnya dengan cepat.


"Ugh, ah." keluh Lira yang berada di kursi belakang mobil.


Greb

__ADS_1


"Eh." Liyon kaget saat tiba - tiba dipeluk Lira dari belakang.


"Turunkan tangan mu dan duduklah dengan tenang." perintah Liyon dengan menarik tangan Lira.


"Hem." Lira menurunkan tangannya namun turunnya pada tempat yang tak seharusnya.


"Lira apa yang kau pegang?!" teriak Liyon kaget karena tangan Lira turun dan memegang erat sang junior.


"Aku ingin." bisik Lira dengan suara sedikit mendesah.


"Lira kendalikan dirimu.!" Liyon menyingkirkan tangan Lira dengan paksa.


"Sakit." keluh Lira saat dia menabrak sandaran kursi.


"Lira.!?" Liyon teriak frustasi karena lagi - lagi tangan lira bertengger di juniornya.


"Apa kau sadar siapa aku?" tanya Liyon dengan dingin.


"Hem, Liyon. Berondong nakal ku." bisik Lira ditelinga Liyon.


"Deg." mendengar namanya disebut dengan suara seksi oleh Lira tubuh Liyon langsung meremang dan juniornya langsung On seolah tau kalau majikannya yang memanggil.


"Eh, mau kemana mereka? Itu bukan arah ke rumah sakit." gumam Rian yang mengikuti mobil Liyon dari belakang.


"Kau yang minta." jawab Liyon dan langsung melajukan mobilnya dengan sangat cepat, Liyon terlihat sangat buru - buru dengan keringat yang mulai membasahi wajahnya.


"Sial. Lampu merah." teriak Rian yang tak bisa mengejar mobil liyon karena terkena lampu lalu lintas yang menyala merah saat mobil Liyon telah melewatinya.


"Ugh." Lira telah berpindah ke kursi depan dan mendekat mengecup leher Liyon dan mulai membelai junior yang bisa dia rasakan keberadaannya.


Ckiiiiiittt.


Liyon memarkirkan mobilnya disebuah hotel berbintang dengan sembarangan dan langsung membawah Lira masuk kesebuah kamar pribadi milik Liyon.


Pergulatan antara Lira dan Liyon tak terelakkan seolah Lira sedang menuntut kenikmatan dan Liyon yang melakukannya dengan marah karena merasa terhianati oleh penantian yang tiada batas baginya. Dua orang yang saling menyatu dalam pikiran mereka masing - masing itu terlihat sangat serasi satu sama lain dengan ditemani lampu temaram yang menambah kesan romantis dari keduanya.


...🍂🍂🍂...


Di rumah sakit Satria sepeti orang begok yang sedang dikerjain oleh kedua teman, rekan kerja dan juga bosnya sendiri merasa kesal. Karena dia yang bergegas menyusul Farid juga Liyon ke rumah sakit setelah menyerahkan Ferdi pada Yuniar justru tak menemukan siapa pun disana, bahkan suster pun mengatakan tak menerima pasien atas nama Lira dan Meli yang sedang pingsan karena obat - obatan.


"Kemana mereka?" Satria berfikir keras didepan rumah sakit.


"Liyon si br*ngsek itu membawah kakakku kemana dia. Aku tak peduli soal Farid." gerutu Satria dan berusaha menghubungi Liyon namun yang mengangkat justru Ferdi dan katanya Liyon yang menyerahkan hanponnya pada Ferdi.


Satria sangat kesal, dia pergi ke rumah Liyon tapi disana tak ada siapa pun. Bi Min bilang Liyon belum pulang dan tak ada kabar juga. Satria sangat frustasi karena dia tak ingin kakaknya dipermainkan lagi oleh Liyon yang akhirnya harus pergi meninggalkan keluarga lagi.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Yuniar saat melihat Satria pulang.


"Mereka tak ada di rumah sakit." jawab Satria lesu.


"Eh, lalu mereka kemana?" Yuniar bertanya dengan bingung.


"Entahlah, aku tak peduli dengan Farid. Tapi jika terjadi apa - apa pada kakakku aku tak akan membiarkan Liyon hidup dengan tenang." gumam Satria dengan kesal.


Mendengar kata - kata Satria Ferdi tersenyum tipis karena dia merasa berhasil membuat mama dan papanya akan bersatu lagi dan menghilangkan rasa takut mamanya pada sang papa.

__ADS_1


__ADS_2