
Setelah sekian lama lira berusaha memanggil orang yang mungkin lewat dan bisa mendengarkan suaranya pun merasa lelah dan juga mulai putus asah.
"Aku harus keluar dari sini, tapi bagaimana caranya ya?" lira berfikir untuk mencarik cara dan jalan keluar dari gudang itu.
"Kenapa yusnia tak memberi tau dan memanggilku saat dia mau keluar dan kenapa juga aku tak membawah ponselku jadi gak bisa mintak tolong kan?" lira menggerutu kesal pada dirinya yang ceroboh.
"Tapi ini semakin lama akan semakin gelap kalo kalo sudah malam, dan aku takut kegelapan." dengan segera lira mencarik jalan keluar dengan melihat kesana kemari dan meneliti setiap sudut ruangan yang mungkin saja ada sesuatu yang bisa dia gunakan untuk mencarik bantuan.
"Aduh capek, aku juga lapar karna tadi belum sempat makan siang." lira terduduk kelas dilantai gudang.
Sementara didalam ruangan liyon dia merasa kesal karna lira tak datang untuk menyiapkan makan siang untuknya.
Sementara yusnia yang tau kalo lira tak ada ditempat mulai sadar bahwa lira masih berada di gudang, namun dia tak mau bantu lira karna merasa kesal sama lira yang dia anggap cari perhatian sama bosnya.
"Biarkan saja dia di sana, suruh siap dia jadi ******. Lagian kan tadi kata penjaga sudah dilihat tak ada orang lagi, aku tak tau dia lagi mojok dimana untuk menggoda pria lain lagi." gumam yusnia dengan kesal.
Tepat pukul 5 sora semua pegawe sudah mulai bersiap untuk pulang termasuk Safitri dan yang lainnya.
"Yus kamu gak pulang?" tanya Safitri yang melihat yusnia masih dengan setia duduk dikursinya.
"Ah, iyabak bentar lagi. Ini mau menyelesaikan laporan untuk besok biar besok aku gak keteteran." jawab yusnia atas pertanyaan Safitri.
"Baiklah, kalo gitu aku balik duluan ya." Safitri meninggalkan yusnia dan balik bareng teman - temannya yang lain.
Brrt brrt
Hanpon lira berdering beberapa kali didalam tasnya, dan kali ini berderi g sangat lama seolah tak mau menyerah untuk menghubungi lira.
"Halo. Ini siapa?" yusnia yang mengangkat menjawab panggilan dari kontak yang diberi nama orang gila oleh lira.
"Dimana pemiliknya.?" tanya seseorang dari sebrang dengan nada dingin
"Maaf saya tak tau, saya teman kerjanya. Nanti telpon lagi saja." jawab yusnia lalu memutuskan panggilan.
"Kemana dia samapai tak membawah ponselnya dan juga tak ada sejak tadi siang." liyon berfikir dengan hati kesal.
Ceklek
"Bos Liyon saya buatkan kopi dan juga camilan untuk Bos, karna saya tau dari tadi siang Bos belum makan apa pun." yusnia membawahkan minuman dan juga camilan untuk liyon yang dari tadi dia lihat belum keluar ruangan untuk makan.
"Kamu belum pulang?" liyon bertanya karna merasa heran melihat yusnia masih dikantor padahal semua orang sudah pulang sejak 30 menit yang lalu.
"Belum Bos, saya mau menemani Bos di kantor. Karna Bos belum pulang bagaimana saya bisa pulang meninggalkan Bos sedndirian." yusnia berkata dengan malu - malu dan nada perhatian untuk liyon.
"Apa kamu tau kemana sekretaris Lira pergi? Karna dari siang tadi aku tak melihatnya." liyon bertanya karna dia yakin yang mengangkat telpon lira adalah yusnia.
__ADS_1
"Maaf Bos saya juga tak tau kemana sekretaris Lira pergi, mungkin saja dia sedang pergi merayu pria dan sekarang sedang beduaan serta bermesraan." jawab yusnia dengan kesal.
"Ngapain sih tanya si Lira ****** itu, bikin kesal saja." bergumam dalam hati dan melirik liyon yang duduk diam di kursinya.
"Apa Bos Liyon tidak membutuhkan sesuatu lagi? Kalo misalnya butuh saya bisa menyiapkannya." tawar yusnia pada liyon yang tampak tenang di kursinya dengan menatap layar komputer didepannya.
"Tidak, kamu pulang saja karna setelah ini saya juga akan pulang." jawab liyon tanpa melihat yusnia.
"Dan terima kasih atas camilan serta minumannya." sambung liyon lagi.
"Baik Bos." yusnia menjawab dan keluar dengan kesal karna tak bisa menarik perhatian liyon.
"Tunggu, apa aku masih kurang berani? Bos kan dari luar negri dia pasti disana hidup dengan bebas."
"Iya ya, hal seperti itu pasti dia sudah sangat terbiasa dan juga wajar baginya."
Yusnia yang duduk di kursinya berfikir dan terus merencanakan sesuatu untuk menarik perhatian liyon agar melihat kearahnya.
"Mungkin jika ku buka sedikit dia akan melihat ke arahku, walo bagaimana pun Bos adalah pria normal. Dan dia telah hidup bebas di luar negri sangat lama." yusnia bergumam dan mulai membuka 2 kancing bajunya yang atas sehingga menunjukkan garis selangkangnya dengan sangat jelas.
Yusnia berdiri didepan pintu ruangan liyon dan hendak membuka pintu, namun liyon sudah bembukanya lebih dulu dan...
Bruk
"Aaah," yusnia jatuh menibani liyon yang tak siap dalam posisinya dan ******* yusnia serta gesekan dada yusnia dibuat sangat kentara agar liyon bisa merasakannya.
Liyon yang menahan tubuh atasnya dengan kedua tangan melihat pemandangan didepan matanya dia menelan salifanya, lalu dia merebahkan dan meletakkan kepalanya dilantai dan menutup matanya rapat.
"Bos? Ma maafkan saya, apa Bos tak papa?" yusnia bertanya dengan sengaja menggeserkan dadanya didada liyon.
"Bangunlah dan berdirilah, aku tak papa." jawab liyon masih menutup matanya.
"Baik, maaf Bos." jawab yusnia dan dia berusaha berdiri.
Yusnia mengbil kesempatan itu untuk terus menggoda liyon, berdiri sebenarnya bisa dilakukan dengan sangat muda. Namun yusnia membuatnya susah dengan berkali - kali membuat dadanya bergesekan dengan dada liyon yang terasa sangat nyata oleh liyon.
"Sial, wanita ini seolah sengaja untuk menggoda ku. Aku pasti akan memberi hukuman pada mu kak, karna membuat ku terjebak pada wanita ini." gumam liyon dalam hati sambil menahan hasrat yang hampir saja menyeruak keluar.
Saat yusnia sudah berdiri liyon pun juga bangun dan berdiri disebelah yusnia, menatap dengan dalam pada yusnia.
Dag
Dig
Duh
__ADS_1
Hantu g yusnia berdebar sangat cepat karna dia beda merasakan aroma dan juga tulang liyon yang teraba sangat kuat.
"Maaf kamu bukan Wanita yang ku inginkan." liyon berkata sambil berjalan meninggalkan yusnia.
"Apa? Wanita yang diinginkan, memang seperti apa wanita yang dia inginkan?" bergumam kesal karna rencana untuk menggodanya gagal.
Sementara didalam gudang lira meringkuk disudut ruangan menahan dingin dan juga lapar.
"Aduh lapar banget dan juga dingin, ini sudah malam ya, jam berapa sekarang? Apa tak ada orang yang keliling patroli, tolong lah baca pesan ku." lira bergumam dan sudah mulai lemas karena haus dan lapar.
Tok
Tok
Tok
"Apa benar ada orang didalam?" Sura seseorang yang akhirnya membaca pesan lira yang dia tulis dan dikeluarkan lewat celah bawah pintu serta diikat dengan benang agar tak terbang hilang.
"Iya ya benar pak saya didalam?!" teriak lira dengan sekuat tenaga menjawab panggilan orang itu.
"Baik, tunggu sebentar saya akan kembali kepos untuk ambil kuncinya." teriak orang dari luar dan terdengar langkah kaki menjauh.
Kretek
Ceklek
"Halo dimana anda?" satpam itu membuka pintu dan mencari lira.
"Di sini pak sebentar saya lemas banget karna lapar pak." lira berusaha bangun dan keluar dari gudang.
"Ayo kepos disana anak camilan dan juga air minum" satpam itu memapah lira untuk berjalan Kroos jaganya.
"Akhirnya terisi juga perut dan juga kerongkongan yang haus ini." lira menghabisan 1 porsi nasi goreng dan setengah liter air.
"Bagaimana bisa terkunci di sana?" tanya satpam itu pada lira, dan lira pun menceritakannya.
"Oalah hahaha...Ada ada saja." satpam itu tertawa terbahak mendengar cerita dari lira.
"Jadi nak Lira terkunci digudang selama 10 jam lamanya, kalo bapak gak keliling bisa mati kelaparan ya." satpam itu berkata sambil bercanda.
"Ya betul sekali, untung saja bapak lewat kalo tidak besok pagi akan ada berita ditemukan mayat digudang perusahaan." sambung lira dengan tertawa.
"Sudah malam sudah tak ada mobil dan juga bus yang lewat, kalo pun ada taksi online." ucap satpam itu bada lira sambil melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 12 malam.
"Iya pak pulang juga nanggung, saya akan kembali kedalam kantor saja dan istirahat di sana." jawab lira.
__ADS_1
"Iya istirahatlah didalam ruangan." ucap pak satpam itu
"Iya Lira masuk dulu kalo gitu ya pak, dan terima kasih atas bantuannya." ucap lira dan langsung beranjak masuk kedalam kantor untuk mencarik tempat istirahat.