Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Bodyguard dingin


__ADS_3

"Apa sih maunya wanita ini? Dia begitu pandai berakting, dan mama juga sangat mempercayainya. Aku tak tau harus menghadapi mereka seperti apa, rasanya aku lelah banget dengan semua urusan ini." gumam liyon dalam hati dan menghela nafas dalam berkali - kali.


"Liyon mama sudah mengumumkan soal perjodohan dan juga pertunangan kalian, mama harap kamu bisa bersikap lebih baik lagi pada Yusni karena mama gak mau dengar kalau ada orang yang nantinya akan menindas Yusni dan sebagainya, karena Yusni adalah wanita yang baik dan juga lembut." tutur mama Li pada liyon dan itu membuat yusnia merasa sangat bangga karena dia telah mendapatkan dukungan penuh dari calon ibu mertuanya.


"Tan, Tante ngobrol saja dulu Yusni mau ketemu sama teman - teman Yusni yang dulu, karena Yusni ingin menyapa mereka semua." ucap yusnia dengan nada manis dan lembut pada mama Li.


"Iya sayang pergilah." jawab mama Li dengan penuh rasa sayang.


Saat yusnia keluar dari ruang liyon dan.berjalan di koridor kantor menyusuri setiap ruangan semua mata melihat dan menatap yusnia dengan berbagai pandangan, ada yang menatapnya dengan tatapan kagum, tanda tanya, tak suka serta rasa curiga. Semua tatapan itu dinikmati oleh yusnia karena dia.saat ini sedang terbang tinggi Kesawan.


"Yusni wah aku tak percaya ini ku.benar - benar akan menikah dengan Bos Liyon dan akan menjadi nyonya Bos." sambut Angel saat dia melihat yusnia melewati bagian sekretaris berjalan dengan sangat anggun dan angkuh.


"Hai Angel senang bertemu dengan mu lagi, dan lagi aku sedang berkeliling ingin melihat - lihat kantor ini yang dulunya adalah tempat aku bekerja, maukah kamu menemaniku Angel?" tanya yusnia dengan nada yang masih dibuat lembut.


"Tentu saja dengan senang hati." angel langsung berdiri mengikiti yusnia seperti bawahannya.


Yusnia berjalan terus melihat lihat dan mendatangi setiap devisi untuk memperkenalkan dirinya dan memberikan beberapa ucapan sebagai calon nyonya di perusahaan, dan yusnia sangat senang dengan hal itu karena dia bisa melihat reaksi orang - orang yang tak menyukainya hanya bisa diam menatapnya dengan kesal tanpa bisa menyentuhnya.


"Kalian orang - orang yang tak berguna dan aku akan langsung mengeluarkan kalian serta memecat kalian semua, karena aku gak mau kalian menjadi duri dalam daging bagi ku." gumam yusnia dalam hatinya yang sudah memiliki berbagai banyak rencana dan juga pemikiran.


Setelah puas berkeliling yusnia menyuruh angel kembali ke ruangannya dan dia sendiri kembali lagi keruangan liyon dan dia melihat lira sedang duduk didepan meja kerjanya dan sedang sibuk mengetik serta fokus pada layar laptop didepannya.


Melihat itu yusnia merasa kesal danntak suka, "Kamu adalah orang pertama yang akan aku usir dari kantor ini nantinya, karena kamu adalah penyakit, virus yang menjijikkan." gumam yusnia dalam hati dengan sangat kesal dan benci pada lira.


"Sudah aku bilang aku tak mau kenapa mama suka sekali memaksa ku." terdengar suara liyon dari luar ruangan saat yusnia membuka pintu ruangan liyon.


"Yusni kebetulan kamu sudah kembali, liyon kamu pilih sendiri saja. Kamu setuju atau tidak terserah kamu, tapi mama sudah tau siapa wanita yang sedang kamu dekati saat ini karena mama tak akan mengusik dia jika kamu mengikuti apa dan semau kemauan mama." ucap mama Li dan dia langsung beranjak pergi meninggalkan liyon, keluar dari ruangan liyon bersama dengan yusnia.


"Haaah, aku tak tau apa yang sedang dipikirkan oleh mama." gumam liyon liri dengan menghela nafas dalam


Lira dan Endang yang melihat nyonya Li serta yusnia keluar dari ruangan liyon langsung berdiri memberi hormat, dan melihat itu yusnia merasa dia adalah nyonya bos dan hanya memandang Endang sama Lira dengan tatapan meremehkan.


Setelah dari perusahaan dan mengumumkan tentang perjodohan serta pertunangan liyon dan yusnia mama Li pulang ke rumah untuk melakukan persiapan pertunangan antara liyon dan yusnia yang akan segerah diadakan secepatnya.

__ADS_1


...🍂🍂🍂...


Setibanya di rumah lira dihujani berbagai pertanyaan dari satria dan juga Yuniar yang sudah mengantongi restu dari orang tua satria soal pernikahan satria dan Yuniar.


"Tolong jangan tanya apa - apa pada ku karena aku tak tau apa pun." jawab lira santai sambil masak untuk makan malam karena satria dan Yuniar akan makan malam di rumahnya.


"Lira apa kamu tau siapa yusnia sebenarnya? Dia adalah sepupunya Desi dan aku yakin mereka pasti akan mempersulit kamu nanti, dan mungkin saja ini adalah siasat Desi." Yuniar berkata dengan sangat geram.


"Jangan bicara sembarangan, ini adalah pernikahan antar pebisnis tentu saja harus saling menguntungkan dari kedua belah pihak. Dan aku tak apa, aku juga sudah tau konsekwensinya atas keputusan yang aku ambil waktu itu." jawab lira masih dengan nada santai


"Aku sudah tau kalau akan jadi begini, itu sebabnya aku tak setuju dengan hubungan kakak dengan dia, namun Yuniar memintaku untuk diam agar kakak setidaknya bisa merasakan kebahagiaan yang siapa tau akan berakhir dengan bahagia juga untuk selamanya." jelas satria menatap lira dengan tatapan sendu dan memperlihatkan kesedihan.


"Aku tak apa Sat, kamu tak perlu menatapku dengan sedih begitu." lira menepuk bahu satria dengan lembut


"Bagaimana bisa kakak bilang tak apa? Kakak jadi pengawalnya sampai menjadi Sandra dan mendapatkan luka seperti ini dan kakak masih saja tetap bilang tak apa?" satria menarik tangan lira dan menggenggam tangan lira dengan erat.


"Satria sudah tugas mu sebagai seorang bodyguard bukan, lagi pula dia berhasil menyelamatkan aku dan sekarang sedang berdiri tepat di depan kamu." lira menangkup kedua pipi satria dan menatap kan dengan tatapan sayang.


"Iya iya kau memang adikku yang paling hebat" lira memeluk satria sambil duduk desebelah satria dan satria membalasnya.


"Ayo makan karena makanan sudah siap." panggil Yuniar yang telah selesai menata makanan diatas meja makan.


...🍂🍂🍂...


Pada hari yang ditentukan telah tiba, yaitu hari pesta tanda disetujuinya perjodohan antara dua anak pengusaha yusnia dan liyon, persatuan kedua perusahaan yang akan diikat dalam satu ikatan pernikahan.


"Tante bagaimana kalau nanti malam kita suruh saja lira sebagai pengawal pribadi ku? Karena aku ingin aman dalam pesta itu." saran dari yusmia pada mama Li, karena dia ingin ada pengawalan selama perjalanan ke tempat tujuan.


"Baik kalau itu yang kamu inginkan karena lira juga sangat baik dalam pengawalan akan cocok dengan kamu." jawab mama Li dan itu membuat yusnia kesal karena mama Li masi memuji lira secara tak sadar.


Setelah setuju dengan apa yang direncanakan akhirnya bawahan nyonya Li menghubungi lira agar lira datang dan nanti malam untuk melakukan pengawalan pada yusnia ke tempat pesta ya itu hotel milik keluarga liyon.


Malam itu tepat jam tuju malam lira datang menjemput yusnia untuk mengawalnya ke tempat acara dengan aman. Dan yusnia sangat senang karena dia bisa memperbudak lira nantinya.

__ADS_1


"Silakan masuk kedalam mobil nona yusnia, saya akan mengawal anda sampai pada tempat tujuan pesta." ucap lira saat dia dan pak yus datang menjemput yusnia.


"Baik tolong bantuannya." jawab yusnia dengan nada sombong.


"Dengar lira, nanti kamu gak boleh pergi dari sisi ku sedikit pun dan harus selalu berada didekat ku." perintah yusnia pada lira.


"Baik nona yusnia." jawab lira sopan


Selama didalam pesta itu lira hanya berdiri diam dibelakang yusnia tanpa melihat liyon, lira berdiri seolah dia tak kenal dengan liyon. Bahkan lira tak bergeming saat liyon menegurnya.


"Lira apa yang kau lakukan di sini?" tanya liyon saat dia mendekati lira dan menarik tangan lira.


"Maaf tuan liyon saya sedang bertugas saat ini." jawab lira dingin


"Apa?!" liyon terkejud dan saat liyon ingin bertanya lagi yusnia datang mendekatinya.


"Pengawal lira kemana saja kami, aku mencari dari tadi tau." ucap yusnia dengan nada dibuat lembut dan halus didepan liyon.


"Maaf liyon mama mu telah merekomendasikan lira sebagai pengawal pribadiku karena lira adalah pengawal yang kompeten dan juga hebat katanya." puji yusnia pada lira didepan liyon.


"Baik lah, mari nona yusnia kita masuk acara akan segera dimulai." ajak lira pada yusnia dan berjalan meninggalkan liyon yang berdiri mematung.


"Wah siapa ini? Kenapa kau berdandan seperti ini? Apa kah seorang pesuruh?" ejek Desi saat dia melihat lira berjalan masuk bersama dengan yusnia.


"Kakak sepupu dia adalah pengawal ku." jawab yusnia.


"Oh, orang sepertimu memang cocok dan pantas sebagai orang bawahan dasar rendahan." Desi menghina lira namun lira tak bergeming.


"Kenapa kau memasang wajah seperti itu? Dasar pengawal dingin."


"Dengar lira tempat mu memang pantasnya hanya dibawah saja, jangan berfikir untuk naik tahta kalau kamu gak mau berurusan dan berakhir di rumah hiburan lagi."


Desi berkata sambil berbisik ditelinga lira dengan tatapan menghina serta merendahkan. Mendengar itu lira mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kuat.

__ADS_1


__ADS_2