Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Kegelisahan


__ADS_3

"Jadi kau yang merencanakan semua rencana busuk itu padaku? Rencana mu sungguh sangat murahan, jika kau berani harusnya menghadapi aku secara langsung, bukan dari belakang. Itu namanya kamu adalah seorang pengecut yang tak punya nyali." balas lira pada Desi sambil berbisik juga.


"Kau.!" Desi terlihat sangat marah pada lira yang tampak biasa saja tak ada rasa takutnya sama sekali.


"Kamu jangan bangga dulu lira, kamu tak akan mendapatkan apa - apa karena orang yang ada dibelakang mu akan direbut oleh sepupu ku dan kamu akan kembali ditinggalkan seorang diri lagi sama seperti dulu." Desi berkata dengan senyumannya yang mengejek lira.


"Benarkah? Sayangnya aku tak peduli dan tak mengerti dengan apa yang kau katakan, permisi." lira menyingkirkan Desi dengan tangan kirinya dan berjalan melewati Desi.


"Lira, aku pasti akan menghancurkan mu. Aku tak akan pernah membiarkan diri mu itu bahagia, karena kau itu pantasnya hanya ada dibawah selamanya dan kalah. Dasar kacung." gumam Desi dengan kesal menatap lira yang pergi menjauh


Acara pesta pun dimulai yusnia, tuan Bagaskara dan mama Li terlihat sangat bahagia, sementara papa Li biasa saja dan liyon terlihat sangat gelisah entah dia sedang memikirkan apa.


Tatapan liyon selalu tertuju pada lira yang sedang berdiri dengan tegap disudut meja dengan baju Hem hitam dan celana hitam serta rambut dikuncir kuda. Liyon terus menatap lira yang lebih tepatnya menatap leher lira yang bisa terekspos dengan jelas karena rambutnya diikat semua kebelakang.


"Lira ayo ikut duduk dimeja kami." ajak pak yus pada lira yang terlihat dari tadi hanya berdiri diam mengikuti yusnia kemana pun yusnia berjalan.


"Iya terima kasih pak Yus, tapi saat ini tuan ku adalah nona yusnia. Jadi aku harus patuh padanya." jawab lira dengan tenang.


Liyon berjalan mendekati lira dan pak yus yang sedang berbincang dan dengan cepat liyon menarik ikat rambut lira sehingga rambut lira jadi tergerai menutupi lehernya yang putih.


"Tuan muda." sapa pak Yus pada liyon.


"Aku tak suka memamerkan milik ku pada orang lain, jadi jangan lagi mengikat rambut seperti itu lagu kedepannya." bisik liyon dan lira hanya diam saja tak membalas.


"Liyon rupanya kamu di sini bicara sama pak Yus, aku mencarimu dari tadi. Ayo acara akan segerah dimulai." ajak yusnia pada liyon.


"Tunggu aku sebentar lagi aku akan menyelesaikan semuanya." bisik liyon pada lira sebelum dia pergi.


Liyon yang bergabung dengan keluarganya dan keluarga inti dari Yusnia merasa tak tenang, pandangannya terus saja tertuju pada lira yang dengan patuh mengikuti apa saja perintah dari Yusnia. Walau liyon berbicara dengan santai namun tangannya mengepal dengan sangat kuat.


"Kenapa aku merasa tak tenang begini ya? Seperti mau terjadi sesuatu." gumam liyon dalam hati yang merasakan seolah ada beban yang mengganjal didalam dadanya dan membuat dirinya seolah tak sabar akan sesuatu yang tak diketahuinya.


"Lira, apa kah aku harus cerita soal rencana ku pada mu? Aku takut kamu berfikir yang tidak - tidak menganggap aku akan serius dengan hubungan ini. Tapi jika aku cerita maka rencanamu akan gagal karena aku tau kamu pasti akan menolaknya." sambung liyon dalam hati dengan sangat bimbang.


Sekitar 30 menit lira berdiri ditempat tanpa bergerak sedikit pun, keluarga yusnia datang semua dan terlihat ayah yusnia sangat senang dan membanggakan putrinya yang bisa menggaet seorang pengusaha muda yang sukses.


"Lira, ini adalah acara pesta keluarga jadi kamu tak perlu kaku begitu, sebaiknya kamu bergabung dengan yang lain dan menikmati hidangan yang akan disajikan." ucap yusnia dengan lembut dan manis tanpa ada niat jahat.

__ADS_1


"Baik, terima kasih." lira berbalik dan bergabung dengan pak yus serta yang lainnya.


Liyon menatap lira dengan tak tenang apa lagi lira terlihat sangat kaku dan dingin padanya, lira terlihat seperti dia adalah seorang bodyguard profesional. Tatapan mata liyon dan pikirannya tertuju pada lira yang sedang duduk dan bergabung dengan para pria anak buah liyon dan papanya.


Yusnia tersenyum saat melihat lira duduk dan para pramusaji menyajikan makanan diatas meja. "Kamu akan tau rasanya nanti lira." gumam yusnia dalam hati.


30 menit sebelumnya.


Yusnia berjalan kearah dapur untuk bertemu dengan koki dan para pegawai di dapur, yusnia mengatakan sesuatu pada mereka dengan menunjukkan sesuatu dari hanponnya.


"Kalian jangan sampai lupa dan haru ingat apa yang aku suruh tadi, mengerti." ucap yusnia dengan sangat galak.


"Mengerti nona." jawab semua orang didalam dapur restoran hotel itu.


Kembali ke 30 menit sekarang.


"Mari silakan makan semuanya." ucap mama Li pada keluarga besar yusnia dan semua orang pun mulai memakan hidangan yang telah disediakan.


"Eh, ada apa ini? Kenapa makanannya setelah masuk kedalam mulut seperti bau jamu begini ya? Apa punya ku saja atau yang lain juga." gumam lira dalam hati sambil melirik yang lain dan terlihat makam dengan nikmat.


"Tidak sepertinya hanya punya ku saja yang lain baik - baik saja, ada yang aneh dengan makanan ku." sambung lira dalam hati dan dia langsung menghubungi seseorang lewat chat


"Kenapa dia tak papa? Apakah para pelayan itu tak memberikan obatnya?" gumam yusnia dalam hatinya yang melihat lira baik - baik saja setelah 25 menit selesai makan, bahkan lira terlihat sangat segar.


"Lira?" liyon juga melihat ada yang beda dengan lira, karena lira terlihat sangat semangat dan juga segar.


"Kenapa ya hati ini masih saja merasa.gelisah dan tak tenang padahal aku bisa melihat lira baik - baik saja, semoga Farid cepat selesai." suara hati liyon yang masih dengan tak tenang melihat lira.


Keluarga yusnia saling berbincang dan memberikan ucapan selamat kepada yusnia atas acara temu keluarga dan membahas soal pertunangan dia dan liyon yang akan dilaksanakan tak lama lagi setelah acara temu kedua keluarga ini.


Ya sekitar 2 jam acara pesta temu kedua keluarga itu pun berakhir, lira pergi mengantarkan yusnia pulang dengan disupiri sama pak Yus. Selama dalam perjalanan lira merasa tak tenang dan juga gelisah, tapi tak tau apa yang membuat dia merasa gelisa.


"Lira apa kamu tak apa - apa?" yusnia bertanya karena dia mencobak mencari tau efek obat yang dimakan lira.


"Tidak apa non, saya baik - baik saja." jawab lira dengan tersenyum manis dan pak Yus yang duduk disebelah lira juga ikut tersenyum.


"Berhenti.! Serahkan semua barang berharga kalian pada kami." ada beberapa preman yang menghadang mobil yang dikendarai oleh lira untuk mengantar yusnia.

__ADS_1


"Ya Ampun apa - apaan para preman ini." ucap pak Yus kesal.


"Tunggu pak, pak Yus tetap di dalam mobil biar saya yang keluar, pak Yus jaga non Yusnia saja." cegah lira pada pak Yus yang terlihat mau membuka pintu mobil.


"Jangan lupa kunci mobilnya pak." sambung lira dan dia langsung keluar dari mobil.


"Jadi ini rencananya, dia sengaja membuat aku jadi pengawalnya dan memberikan sesuatu pada makanan ku, untung saja sebelumnya Bagas sudah memberikan peringatan pada ku." lira tersenyum pada para preman itu.


Kejadian 2 bulan yang sebelumnya.


Saat Bagas selesai mengantarkan kita untuk melakukan pemerikasaan Bagas memberitahu kepada lira tentang sesuatu yang belum lira ketahui dan yang disembunyikan oleh liyon.


'Lira, aku boleh memanggilmu lira kan? Kamu pasti sudah kenal aku, aku adalah Bagas sahabat sekaligus dokter pribadinya." Bagas tersenyum menatap lira.


"Ayo aku akan menceritakan sesuatu tentang penculikan yang terjadi kepadamu kali ini, sebenarnya orang yang mencukikmu adalah sekelompok orang yang sangat berbahaya, dan liyon sedang menyelidikinya." ucap Bagas sambil mendorong kursi roda lira menuju taman rumah sakit.


"Aku tak ingin menakuti mu, tapi seperti ya ada seseorang yang mulai mengincar kamu sebagai target mereka untuk menghancurkan liyon. Aku tak tau apa yang akan terjadi pada nantinya aku memberikan ini kepadamu, simpan obat ini buat jaga - jaga." Bagas memberikan sebungkus obat tanpa merek pada lira.


"Ini apa dokter Bagas?" tanya lira bingung.


"Itu adalah inex sebuah pil yang bisa membuat mood baik dan juga bisa mengatasi masalah ringan, hanya untuk menjaga - jaga saja." jelas Bagas sambil tersenyum.


"Apa itu inex?" lira bertanya lagi dan menatap Bagas yangbteelihat mencurigakan.


"Inex bisa dikenal juga dengan ekstasi itu adalah obat kimia yang bisa meningkatkan mood dan mempengaruhi otak. Dengan obat itu setidaknya kamu bisa bertahan sampai bantuan datang, kamu mengerti kan?". jelas Bagas pada lira.


"Eh, nanti aku akan ditangkap kalua bawah - bawah pil ekstasi begini." lira dengan cepat mengembalikan bulus pil itu pada Bagas.


"Hahaha kamu tak usah khawatir didalam kemasan itu ada simbol dan itu adalah simbol dari organisasi yang aku pimpin jadi kamu gak bakalan tertangkap karena aku adalah seorang dokter. Percayalah pada ku dan bawah selalu obat itu." jelas Bagas dengan tertawa terbahak melihat ekspresi takut lira yang terlihat lucu dan menggemaskan.


Kembali pada saat sekarang.


Yusnia melihat lira dengan cepat dan juga sangat lincah menghajar semua preman itu tanpa tersisa. Dan mereka semua tumbang ditangan lira, sementara lira terlihat masih saja sehat dan penuh semangat.


"Kenapa bisa begini?" yusnia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.


Nb : Inex atau ekstasi adalah obat kimia yang bisa meningkatkan mood. Obat ini memiliki nama lengkap methylenedioxy-methamphetamine (MDMA). Inex jadi salah satu obat yang digunakan untuk metode penyembuhan psikologis. Inex akan memberikan dampak positif seperti menumbuhkan sikap empati dan lebih bersahabat. Selain itu, pikiran jadi lebih optimis dan positif.

__ADS_1


Penggunaan inex dalam dosis tepat akan memberikan efek lebih terbuka, juga akan memberikan tenaga ekstra secara fisik dan kepekaan terhadap suara, warna dan lingkungan sekitar lebih bertambah. Inex memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap tiga hormone pada otak untuk mengatur kebahagiaan. Seperti hormon dopamine yang tugasnya mengatur semangat dan energi. Hormone norepinephrine, yang bertugas mengatur tekanan darah, denyut jantung dan adrenalin.


Selain itu, inex juga memberikan pengaruh besar pada hormone serotine yang melakukan pengaturan pada mood.


__ADS_2