Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Belum tuntas


__ADS_3

"Apah,,, apah,,," suara Arlin yang terus memanggil - manggil Farid dan minta untuk diturunkan dari box bayi.


Meli seketika mendorong tubuh Farid dan melemparkannya kesamping sehingga dengan cepat jari kenikmatan Farid yang masih berkedut tercabut secara paksa dan itu membuat Farid merasakan suatu ganjalan dihatinya.


"Arlin." Meli membungkus dirinya dengan seprei dan mendekati Arlin


"Sayang,,," Farid memelas pada Meli.


"Mama,,," Arlin tersenyum dan lompat - lompat melihat Meli.


"Mau minum ya sayang." Meli mengangkat tubuh Arlin dan menggendongnya.


"Minum" celoteh Arlin kegirangan.


"Sayang terus ini aku gimana? Kita lakukan seperti dulu ya?" tanya Farid yang masih menahan gejolak dalam dirinya.


"Gak mau Arlin sudah besar dan sudah bergerak aktif. Sudah sebaiknya selesaikan dengan sabun saja di kamar mandi." jawab Meli yang memberikan asi pada Arlin dan duduk di sofa.


"Ya ampun sayang masak kamu nyuruh suamimu sendiri bercinta dengan sabun sih." Farid mengeluh dengan sedih.


"Suruh siapa tak mau berhenti, sudah berkali - kali juga. Dikira aku gak capek apa." gerutu Meli dan Farid hanya bisa pasrah menekan dan menahan gejolak yang hampir saja meledak.


"Kenapa punya anak tak pengertian banget, bangun diwaktu yang tak tepat dan tak mau membiarkan papanya menikmati sarapan pagi yang menyenangkan." gerutu Farid mendekati Meli dan Arlin lalu mencubit pipi Arlin yang lagi asik minum asi.


"Istriku juga, kenapa kamu begitu kejam pada ku. Membiarkan aku menuntaskannya dengan sabun, apa kamu tak sayang pada ku?" tanya Farid menempelkan keningnya pada kening Meli sehingga Meli jadi mendongak.


Puk


"Akal." Arlin memukul dada Farid dengan tangan mungilnya dan seolah memarahi Farid agar jangan nakal sama mamanya.


"Aduh putri papa, gak rela ya kalau papa mengusik mama? Atau kamu yang lagi minum asi jadi merasa terganggu." Farid mencium putrinya, "Sudah ya sayang jangan minum asi terus sekarang kamu harus minum dari botol agar papa bisa bermain dengan bebas sama gentong mama yang selalu bikin papa kepikiran terus ini ok." ucap Farid mengangkat tubuh Arlin.


"Oce,,, papa oce" jawab Arlin dengan tertawa karena mendapatkan kecupan - kecupan dari papanya.


"Sayang mulai besok hentikan asi untuk Arlin karena aku mau aktif sama apa yang sudah dikuasai oleh Arlin selama ini dan sudah lebih dari 1 tahun ini." bisik Farid menyenggol dada Meli.

__ADS_1


"Aku mandi dulu." Meli bangun dan melangkah ke kamar mandi dengan menahan malu.


"Bareng sayang." Farid mengikuti Meli masuk ke kamar mandi dengan Arlin. Alhasil mereka mandi bersama - sama bertiga.


...🍂🍂🍂...


"Eh, kenapa sama Farid? Dia seolah sedang ada ganjalan dihatinya." gumam Liyon yang melihat Farid sedikit murung sejak dari tadi pagi.


"Sat untuk rapat hari ini kau saja yang pimpin sepertinya Farid sedang ada masalah yang mengganggu. Dan cobak nanti kau tanyakan apa yang terjadi." ucap Liyon saat Satria masuk untuk menyerahkan berkas yang harus ditanda tangani oleh Liyon, dan melaporkan jadwal rapat hari ini.


"Ok, memang kenapa dengannya? Aku belum ketemu sama sekali dengannya dari pagi karena banyaknya pekerjaan." jawab Satria yang mulai penasaran.


"Aku tak tau, coba nanti kau saja yang tanya, karena kalau aku yang tanya dia tak pernah mau berkata jujur pada ku." jawab Liyon sambil melihat berkas - berkas yang diserahkan oleh Satria.


"Hem, baiklah. Nanti ku cari orangnya." jawab Satria dan keluar dari ruangan Liyon setelah menerima berkas yang sudah ditanda tangani oleh Liyon.


Seharian dari pagi sampai sore Farid terus saja mengerjakan banyak hal, dan untuk rapat siang dia juga terlihat tak fokus. Setelahnya Farid menghilang lagi dan melakukan peninjauan kelokasi pembangunan.


"Hei, kau ini ya. Sibuk sendirian tak bisa dihubungi dan hanya menjawab singkat setiap pertanyaan, ada apa sebenarnya?" tanya Satria yang akhirnya berhasil menemui Farid di ruangannya lagi menyelesaikan tugas untuk laporan minggu depan.


"Tidak apa, sekalian saja dari pada aku nganggur. Biar minggu depan aku tinggal mengajukannya saja." jawab Farid datar.


"Hah? Kalau ada perubahan gimana, kau akan mengerjakannya dari awal lagi. Itu pemborosan tenaga namanya." Satria memukul bahu Farid, "Liyon juga gak akan semarah itu jika kau telat menyerahkan laporannya, paling - paling dia akan mengerjakannya sendiri." Satria duduk ditepi meja Farid. "Sudah gak usah terlalu dipikirkan apa yang dikatakan oleh Liyon, toh dia juga sudah tau semuanya sebenarnya, laporan seperti ini hanyalah formalitas saja. Ayo tinggalkan." Satria menarik lengan Farid.


"Tidak aku akan selesaikan sekarang saja, kalau nanti ada perubahan ya aku tinggal benahi sedikit." jawab Farid yang masih fokus pada komputernya.


Sementara Liyon yang dari tadi mengawasi pembicaraan dua orang kepercayaannya dan juga sahabatnya itu dengan tenang sambil bersandar di pintu masuk ruangan Farid dengan melibat kedua tangannya didada.


"Ya ampun kau ini kayak anak cewek lagi ngambek saja, sudah ayo." Satria sudah mulai tak sabar dan menarik Farid, tapi Farid tak bergeming.


"Hei, kalian berdua. Ayo temani aku minum. Ku tunggu 5 menit, kalau telat ku potong gaji kalian." ucap Liyon dan langsung berjalan menuju lif.


Seketika Satria dan Farid langsung bersikap siap, dengan cepat Farid mematikan layar komputernya dan merapikan mejanya dengan sangat cepat.


"Ayo Sat, cepat." ucap Farid seketika meninggalkan Satria berdiri bengong di ruangannya Farid.

__ADS_1


"Gila, dimana - mana kekuatan uang memang sungguh sangat luar biasa hebat ya." gerutu Satria yang ikut berjalan menuju lif.


...🍂🍂🍂...


"Hei, hei boy,,, best friend." sapa Brayen saat melihat Liyon, Farid dan Satria datang bersamaan.


"Kamar biasa dan minuman biasanya." ucap Liyon berjalan melewati Brayen.


"Dia tetap saja sombong dan dingin seperti biasanya." gerutu Brayen yang dicuekin Liyon.


"Tambah wiski dan anggur import milikmu yang terbaik." sambung Farid.


"Eh, ada apa dengannya Sat?" tanya Brayen yang merasa aneh dengan Farid.


"Lagi dapat, sudah siapkan saja kita berpesta malam ini." jawab Satria biasa saja.


"Bagaimana dengan istri - istri kalian?" tanya Brayen penasaran


"Itu urusan kami." jawab Satria dan Brayen hanya bergeleng kepala, lalu menghubungi Bagas agar ikut bergabung dan mengambilkan apa yang dipesan oleh teman - temannya.


Setelah semua berkumpul dan mereka minum bersama sambil bercerita banyak hal, hanya Farid yang diam dan terus saja minum sampai habis 3 botol wiski sendirian. Liyon sedang berkirim chat dengan Lira dengan kata - kata manisnya.


"Hei, kau kenapa Rid?" tanya Bagas yang dari tadi melihat Farid tak seperti biasanya.


"Kau tak mengerti dan tak akan tau karena kau tak punya istri dan anak." jawab Farid yang mulai mabuk.


Mendengar jawaban Farid semua temannya terdiam bingung, sampai pada akhirnya Liyon tertawa dan terbahak memecahkan keheningan ruangan yang kedap suara itu.


"Kau ini, hanya karena hal itu? Kau belum merasakan rasanya saat istrimu didominasi oleh anak mu sendiri, dan kau harus curi - curi dan terpaksa bohong hanya untuk bisa berdua dengan istriku saja." jawab Liyon dan Farid menatap Liyon dengan tatapan bertanya.


Yang lain yang mendengar penuturan Liyon hanya bisa diam mendengarkan apa yang barusaja diucapkan oleh Liyon.


"Kau belum tuntas." Liyon tersenyum menatap Farid. "Aku bahkan pernah menahannya untuk waktu yang cukup lama. Kau tau seperti apa rasanya. Seolah bendungan itu mau jebol namun tak ada tempat untuk menampungnya, rasanya sungguh sangat menjengkelkan." ucap Liyon satai dengan meminum minumannya.


"Haaaa,,, kenapa anak - anak kita tak bisa mengerti dengan kebutuhan papanya." jawab Farid menghela nafas, "Arlin terbangun dan terus memanggilku disaat aku hampir mencapai puncaknya. Dan itu sangat tak enak saat diputus ditengah jalan begitu saja. Apa seorang wanita tak merasakan? Atau hanya kaum kita saja yang merasakan betapa tak nyamannya jika hal itu belum dituntaskan." Farid mulai mabuk pun mengatakan semuanya dengan jelas apa yang mengganggu dirinya dari pagi, dan itu membuat temannya tau kenapa dari tadi Farid terlihat aneh dari biasanya.

__ADS_1


__ADS_2